Rabu, 05 Juli 2017

Perdebatan Soal Keresek Berbayar

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan harga Rp 200 untuk setiap kantong plastik | souvenir tas


souvenir tas



Hal tersebut misalnya dikatakan Ratna D Hartanto dengan akun @ratnadewi_h yang menulis: "Karena pemakaian tas plastik yang enggak kalah banyak adalah dari pasar-pasar tradisional dan warung-warung pinggir jalan juga."

Sementara Safira Prisamanta ?dengan akun @Safiranichlany mengatakan: "Menanggapi kantong plastik berbayar, gue seneng karena back to moment di mana belanja harus bawa-bawa tas belanja dari rumah."

Pengguna Twitter lainnya mengingatkan penggunaan kantong plastik di pasar-pasar tradisional cenderung masih lazim dan relatif tidak terimbas dengan kebijakan pembelian itu.
Kalamullah Ramli dengan akun ?@kalamullahramli mengatakan: "Menurut saya kantong plastik di Jakarta layak dihargakan Rp 2.000 agar terjadi pengurangan signifikan. Gunakan tas belanja nonplastik saja

Sebagian lagi memberikan tanggapan tentang kemungkinan tingkat efektivitas kebijakan tersebut mengingat kantong plastik yang masih bisa diperoleh dengan relatif mudah karena produsen yang masih beroperasi. Pada Senin (22/2/2016) pagi, sebagian tanggapan tersebut diekspresikan lewat sejumlah komentar di linimasa media sosial Twitter.

Sebagian tanggapan tersebut berupa dukungan mengingat kondisi Indonesia tengah mengalami darurat sampah. Sebab, pengelolaan sampah di beberapa kota belum bisa dikatakan ideal.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan harga Rp 200 untuk setiap kantong plastik. Harga tersebut merupakan harga minimal yang disepakati bersama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Kebijakan penggunaan kantong plastik berbayar di 22 kota di Indonesia yang dimulai pada Minggu (21/2/2016) menuai sejumlah tanggapan. Seperti diwartakan Kompas, hari itu merupakan awal uji coba yang akan berlangsung hingga 5 Juni mendatang.


Enviplast Kantong Plastik Berbahan Singkong Sudah Diekspor hingga ke Madagascar | souvenir tas



"Karena kalau kita mau buka pabrik di daerah masing-masing tidak mungkin. Kita akan gandeng bagi siapa saja yang berminat untuk memproduksinya sendiri, kan lebih baik," ucapnya.

Sejauh ini, kantong Enviplast yang diproduksi di Tangerang ini juga sudah diekspor ke sejumlah negara, di antaranya ke Madagascar, Korea, serta Kolumbia.

Jika nantinya akan digunakan massal di seluruh Indonesia, kemungkinan dibutuhkan lebih dari 100 ribu ton singkong untuk pemenuhan kebutuhan kantong.

Herman menambahkan, pihaknya membuka lebar kesempatan jika ada daerah yang ingin memproduksi kantong organik ini sendiri.

Saat ini, produksi Enviplast memang masih sedikit sekitar 20 ton singkong dalam sebulan.

Tak hanya itu, kantong dengan aroma khas singkong ini pun juga lebih elastis dan sementara waktu dengan ukuran sedang ini dapat menampung barang maksimal total berat 3 kilogram.

Kantong yang diberi nama "Enviplast" ini teksturnya lebih tebal dan berat dibanding kantong plastik biasa.

Hanya saja, secara massal pabriknya baru memproduksi kantong ini dalam beberapa pekan terakhir.

Ide awalnya diperoleh karena Indonesia sangat besar memproduksi ubi kayu atau singkong di dunia, sehingga dirasa sayang jika tak digunakan maksimal.

Disela launching di Lippo Plaza Mall Jakabaring Palembang, Minggu (21/2/2016), Direktur PT Inter Aneka Lestari Kimia Herman Moeliana mengungkapkan ide pengembangan kantong berbahan organik ini telah dimulai sejak 20 tahun lalu.

PT Inter Aneka Lestari Kimia sebagai produsen kantong berbahan organik sengaja memilih Palembang sebagai kota pertama dalam penggunaan kantong pengganti plastik.


Tas Belanja Daur Ulang Disediakan Jadi Pengganti Kantong Plastik | souvenir tas



"Jika konsumsen tidak membawa tas atau kantong plastik sendiri maka akan dikenakan biaya tambahan Rp 200 untuk satu kantong plastik. Saran kami memang sebaiknya menggunkan tas belanja dari bahan daur ulang, memang dari segi harga mahal namun keuntungannya bisa digunakan berkali-kali," ujarnya.

Sedangkan Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya, Solihin mengatakan, konsumen yang menginginkan kantong plastik belanja nantinya akan diarahkan untuk membeli tas belanja dari bahan daur ulang agar bisa digunakan berkali-kali.

"Penjualan dari plastik berbayar ini nantinya akan dipakai untuk mendukung program lingkungan hidup, selain itu selama ini Hypermart juga sudah menggunkan plastik yang ramah lingkungan. Selain kantong plastik kita juga menyediakan tas belanja daur ulang dengan harga terjangkau," ujarnya.

Sementara itu Store Manager Hypermart Lippo Plaza Jakabaring, Theresia Minggu (21/2) mengatakan, sebagai retailer Hypermart menyambut baik dan mendukung program pemerintah dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik.

Selain kantong plastik peritel juga menyediakan tas belanja dengan harga yang bervariasi dimasing-masing ritel dengan range harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu.

Harga satu kantong plastik baik kecil maupun besar satunya Rp 200 per kantong plastik.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar