Selasa, 29 Agustus 2017

Cinta Alam Lewat Bisnis Tas Ramah Lingkungan

Sano sukses membangun perusahaan pengolahan sampah Waste For Change | harga spunbond bag

harga spunbond bag


Dari idealisme keprihatinan banyaknya sampah plastik yang sulit didaur ulang, membawa Sano mampu membuka lapangan kerja bagi 40 staf dengan omzet hingga mencapai ratusan juta rupiah per bulan.

Tas Bagoes dijual mulai dari Rp 35 ribu sampai Rp 185 ribu. Tak hanya di Indonesia, kantong Bagoes sukses melanglang ke negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Produk tas Sano pun mulai dikenal masyarakat. Sejak tahun 2010, sebanyak 20 ribu tas  diproduksi setiap bulan.

Dimulai saat di bangku kuliah, Sano kini sukse membangun perusahaan pengolahan sampah Waste For Change. Selain itu di bawah Greenerations Indonesia, dia mulai memproduksi produk ramah lingkungan berupa tas bermerek Bagoes.

Inilah yang mendasari Mohamad Bijaksana Junerosano atau kerap disapa Sano, bersama rekan-rekannya mendirikan yayasan dan perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, di bawah bendera Greeneration Indonesia.

Tahukah Anda berapa sampah yang dihasilkan penduduk di Indonesia setiap tahunnya?. Tak tanggung-tanggung, kita ternyata bisa membangun 1 Candi Borobudur dari 2 hari tumpukan sampah di Jakarta saja. Besar sekali bukan?

Tukar Kantong Plastik Belanja Dengan Tas Ramah Lingkungan Gratis Dari UrbanIndo Yuk! | harga spunbond bag




Seru bukan? Sambil berolahraga di CFD bersama pasangan, teman-teman, atau keluarga, kamu pun bisa menyelamatkan lingkungan dengan cara yang sangat simpel.

Ayo tunjukkan aksi nyatamu untuk mengurangi kantong plastik dan bantu UrbanIndo mewujudkan bumi cantik tanpa plastik. Bayangkan, jika jumlah kantong plastik di dunia ini semakin berkurang, potensi pencemaran lingkungan dan perubahan iklim ekstrem dapat kita minimalisir bersama.

Oh ya, spesial untukmu Urbanites, kami juga akan memberikan konsultasi pencarian properti dan KPR tanpa dipungut biaya sema sekali. Tim UrbanIndo siap membantumu mencari rumah impian yang sesuai dan cara pembiayaannya menggunakan KPR.

Booth Gerakan Hari Bumi 2017 UrbanIndo #UntukBumiku ini ada di pelataran Glow Factory Outlet Jalan Ir. H. Juanda nomor 108, Bandung. Tim UrbanIndo akan stand by mulai pukul 07.00 sampai 10.00 WIB di sana. Catat tempat dan waktunya ya, jangan sampai kehabisan!

Kamu hanya perlu membawa kantong plastik bekas belanja ke booth UrbanIndo yang ada di area Car Free Day (CFD) Dago Bandung, Minggu, 23 April 2017. Temui Tim UrbanIndo, berikan kantong plastikmu, lalu dapatkan tasnya dengan cuma-cuma.

Nah, dalam rangka Hari Bumi 2017 pada 22 April nanti, UrbanIndo akan membagikan tas belanja ramah lingkungan eksklusif. Tas belanja ini bisa kamu manfaatkan untuk kebutuhan berbelanja sehari-hari sehingga penggunaan plastik pun bisa berkurang.

Pasti kamu ingin punya ‘kan, Urbanites? Cara Mendapatkannya mudah kok!

Tidak ingin ‘kan bumi yang kita cintai ini semakin buruk rupanya? Oleh karena itu, ayo mulai kurangi penggunaan plastik dan beralih menggunakan tas ramah lingkungan (reusable bag). Terdengar simpel, namun jika dilakukan secara masif, efek yang dihasilkan pasti siginifikan.

Kebiasaan menggunakan kantong plastik ternyata dapat menimbulkan dampak yang amat mengerikan, bukan hanya untuk alam tapi juga diri sendiri di masa depan. Salah satu akibat kecil yang langsung terlihat ialah pemandangan sekitar yang jadi tercemar akibat sampah ini.


Amcor Untan Peringati Hari Bumi dengan Berbagi Tas Ramah Lingkungan | harga spunbond bag



Acara puncak dari “Earth Day Camp” ini berlangsung di kawasan Taman Digulis Pontianak. Para peserta yang telah terbagi dalam beberapa kelompok membagikan reusable bag atau tas ramah lingkungan serta pin Earth Day sebagai kenang-kenangan untuk para warga Pontianak. Dengan dibagikannya tas ramah lingkungan tersebut, diharapkan penggunaan kantong plastik akan semakin berkurang sehingga kelestarian bumi dapat terjaga.


Daya kritis para peserta juga dilatih melalui Movie Screening dengan menyaksikan film pendek berjudul “Before the Flood”. Josephine Francesca yang merupakan salah seorang instruktur Amcor Untan memandu sesi diskusi tentang isu climate change atau perubahan iklim yang hingga kini masih terjadi.

Tak sekedar teori dan presentasi, para peserta “Earth Day Camp” juga diberikan pelatihan mengolah dan mendaur ulang sampah dan barang bekas seperti kertas koran, kardus, botol plastik dan lain-lain menjadi barang layak pakai. Pelatihan ini dipandu dan dipraktekkan langsung oleh Nining Ismiyani. Pada pelatihan ini, para peserta membuat aneka kreasi yang unik dan menarik seperti kostum dari kertas koran serta tempat tissue.

Earth Day Camp” yang mengusung tema “Making a Difference” ini dibuka oleh Ketua Pengelola Amcor Untan, Yusawinur Barella. Acara kemudian dilanjutkan oleh Stella Prancisca, kepala UPT Bahasa Untan sekaligus pembina Amcor Untan yang memberikan materi seputar American Corners di Indonesia. Para peserta juga mendapatkan materi mengenai “Action by Teenager to Save Planet” oleh Kiki Prio Utomo, dosen program studi Teknik Lingkungan Untan.

Hari Bumi sedunia diperingati setiap tanggal 22 April. Tahun ini, American Corner Universitas Tanjungpura (Amcor Untan) Pontianak ikut menjaga kelestarian bumi dengan menggelar “Earth Day Camp” yang berlangsung selama 1 hari, tepat di Hari Bumi, yakni Sabtu (22/4) kemarin. Kegiatan ini diikuti oleh 85 peserta dari berbagai sekolah dan kampus di Pontianak.






Senin, 28 Agustus 2017

Kompetisi Desain Tas Daur Ulang Super Indo Berhadiah Total Puluhan Juta Rupiah!

Gerakan mengurangi limbah kantong belanja plastik | goody bag seminar

goody bag seminar


Beberapa waktu lalu, tepatnya 17 Desember 2016, Super Indo juga menggelar acara bertema “Less Plastic, More Style” di Mall Teraskota, BSD, Tangerang untuk memperkenalkan kompetisi Fashion Reusable Bag. Acara ini juga dimeriahkan oleh modern dance, talk show bersama Lenny Agustin (Fashion Designer), Diela Maharani (Illustrator) dan Dyan Setyadharma (Head Creative of Super Indo), serta trunk show yang menampilkan desain  tas daur ulang karya Lenny Agustin dan Diela Maharani.

Nah, bagi Anda yang memiliki skill mendesain, jangan lewatkan kompetisi berhadiah total puluhan juta rupiah ini. Tinggal pilih Produk Segar Super Indo atau Bangga Produk Indonesia sebagai tema desain tas daur ulang Anda. Asyiknya lagi, desain yang lolos sebagai pemenang pertama dari setiap kategori akan diproduksi secara massal dan dipromosikan ke seluruh toko Super Indo.

Belanja dengan membawa kantong sendiri sudah jadi tren baru. Untuk mendukung gerakan mengurangi limbah kantong belanja plastik, Super Indo mengadakan kompetisi desain tas daur ulang dengan kategori profesional dan umum yang berlangsung sejak 2 Desember 2016 – 28 Februari 2017.


Hero Kembali Garap Pasar Minimarket dengan Giant Mart | goody bag seminar




Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan, merupakan hal yang wajar bagi perusahaan retail menggarap segmen yang berbeda. “Ini kan soal bagaimana strategi perusahaan mengembangkan bisnisnya,” katanya. 

Selain tambahan satu gerai Giant Mart, Hero Supermarket juga memiliki 32 gerai Hero Supermarket, 164 gerai Giant Ekstra dan Giant Express, 249 gerai Guardian, dan 1 gerai IKEA.

"Kalau Giant Mart yang di Duri Kepa itu barangnya lebih ke kebutuhan sehari-hari, kalau Star Mart kan lebih ke produk siap saji," kata Tony.

Ia menjelaskan, Star Mart merupakan gerai minimarket kafetaria atau yang biasa dikenal sebagai convenience store. Sedangkan Giant Mart menawarkan barang-barang kebutuhan harian.

Giant Mart merupakan penanda kembalinya Hero di segmen minimarket setelah sebelumnya pernah menggarap Star Mart. Tony mengatakan bahwa ada perbedaan yang jelas antara brand Giant Mart dengan Star Mart yang 83 gerainya ditutup pada awal tahun lalu.

Untuk meningkatkan brand awareness Giant Mart, gerai yang didominasi warna kuning dan hijau ini memberikan promo menarik. "Ini bagian dari strategi perusahaan mendekat ke pemukiman warga," katanya.

Setelah pembukaan gerai pertama ini, Tony masih enggan menjelaskan rencana ekspansi Giant Mart selanjutnya. Ia juga tak merinci berapa investasi yang disiapkan induk usahanya. “Giant Mart itu masih baru, masih dalam tahap analisis," ujarnya.

Sebelumnya, Giant bergerak di segmen supermarket dengan Giant Ekstra dan Giant Expres. “Kalau kita lihat, Giant Ekstra dan Giant Expres itu harga jual produknya murah, kurang lebih Giant Mart sama,” kata Tony Mampuk, GM Corporate Affairs HERO saat dihubungi, Selasa (22/8).

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) kembali terjun ke segmen minimarket melalui brand Giant Mart. Gerai pertama Giant Mart dibuka di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada 16 Agustus 2017 lalu.

Konsumsi Masyarakat Tertahan, Laju Ekonomi Diprediksi Maksimal 5,05% | goody bag seminar




Lana menambahkan, pertumbuhan ekonomi tahun ini juga tertahan oleh lemahnya permintaan global terhadap energi dan komoditas yang menjadi andalan ekspor Indonesia. Hanya terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti batu bara dan tembaga. Sedangkan, minyak sawit belum menunjukkan kenaikan yang berlanjut.

Dengan kondisi tersebut, Lana mengatakan, ekspor masih belum bisa menjadi penopang perekonomian. "Dengan kendala ini tentunya akan sulit mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%,” ucapnya.

Adapun penurunan bunga acuan atau BI 7 Days Repo Rate dinilainya menunjukkan sinyal berlanjutnya perlambatan pertumbuhan kredit. Namun, menurut Lana, penurunan bunga acuan ersebut belum cukup. Setidaknya diperlukan penurunan 1-2 kali lagi untuk memberi dampak signifikan pada penyaluran kredit.

Di samping permintaan rumah tangga, menurut Lana, rendahnya penyaluran kredit perbankan juga turut menahan laju pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan kredit per Juni 2017 hanya mencapai 7,8%, melambat jika dibandingkan Juni 2016 yang sebesar 8,6%.

Lebih jauh, Lana mengatakan, perlambatan konsumsi rumah tangga bakal berdampak ke penerimaan negara dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Adapun, secara umum, perlambatan pertumbuhan ekonomi berisiko membuat target penerimaan negara meleset. Bila hal itu terjadi, maka akan mengurangi kemampuan pemerintah untuk belanja dan mendorong perekonomian.

"Jumlah pekerja informal di sektor transportasi meningkat, dugaannya banyak yang beralih menjadi driver (pengemudi) ojek online. Ini kan membuat pendapatan tidak pasti," ujarnya. Ketidakpastian pendapatan ini membuat masyarakat memilih melakukan konsumsi prioritas. 

Adapun turunnya permintaan kemungkinan disebabkan oleh pendapatan rill masyarakat yang menurun. Pendapatan riil menurun lantaran kenaikan pendapatan di bawah angka inflasi.  Menurut Lana, turunnya pendapatan riil terdeteksi dari data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai penurunan jam kerja dan banyaknya angkatan kerja yang bekerja di sektor informal.

"Ada indikasi produksi dalam negeri melambat khususnya di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang hanya tumbuh 3,33% year on year (secara tahunan) pada kuartal II dari 7,12% year on year pada kuartal I 2017," ujarnya.

Lana menjelaskan, inflasi baru mencapai 2,6% di periode Januari-Juni 2017. Ia pun menduga, rendahnya inflasi lebih disebabkan oleh penurunan permintaan daripada peningkatan pasokan. Dugaan itu diperkuat dengan data pertumbuhan produksi dalam negeri yang juga melambat.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2% tahun ini. Namun, Ekonom PT Samuel Aset Manajemen Lana Soelistyaningsih pesimistis target tersebut bakal tercapai. Sebab, ada indikasi melambatnya permintaan dari masyarakat.

"Ekonomi di tahun 2017 ini diperkirakan tumbuh di sekitar 5-5,05%," kata Lana saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (25/8). Pada semester I lalu, pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,01%.








Jumat, 25 Agustus 2017

Ritel Modern Dukung Program Plastik Tidak Gratis

Super Indo yang menjadi tuan rumah Peresmian Uji Coba Pemberlakuan Kantong Plastik Tidak Gratis | goody bag murah


goody bag murah


Yuvlinda menambahkan selama masa uji coba di Bandung ini, Super Indo memberikan diskon sebesar 20% untuk pembelian tas belanja pakai ulang.

'kami dorong pelanggan untuk lebih mencintai penggunaan tas belanja pakai ulang, dibandingkan kantong kresek," ujarnya. 

Adapun uji coba ini akan dievaluasi dalam masa 3 bulan, untuk menentukan pengembangan aturan selanjutnya.

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai leading sector dalam uji coba aturan kantong plastik tidak gratis ini juga telah menetapkan standar spesifikasi kantong plastik tidak gratis adalah oxo-degradable (oxium) dan SNI.

"Ada insentif dan disinsentif bagi penggunaan kantong plastik sekalai pakai. Namun intinya, kami mengajak para pelanggan untuk berlaku bijak dalam penggunaan kantong kresek tersebut," ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan harga kantong plastik adalah sebesar minimal Rp200 per kantong untuk semua ukuran dan berlaku secara nasional.

"Jika plastik tidak gratis, pelanggan kami bisa lebih termotivasi dalam mengurangi penggunaan kantong plastik," ujarnya.

Ia menambahkan Super Indo juga mengaplikasikan perlakuan yang fair di gerai-gerai Super Indo.

"Hal ini merupakan sebagian dari program-program Super Indoe dalam rangka mengajak pelanggan untuk mulai meninggalkan kantong plastik," ujarnya.

Sementara itu, D. Yuvlinda Susanta, Department Head of Corporate Communication & Sustainability Super Indo, mengatakan Super Indo menyambut baik aturan pemerintah akan plastik berbayar ini.

"Di Super Indo, pelanggan memiliki pilihan untuk menggunakan kantong belanja pakai ulang atau menggunakan kardus yang telah disiapkan kasir-kasir kami," ujar Wirawan.

Selain itu, bagi pelanggan yang tidak menggunakan kantong plastik, Super Indo memberikan insentif berupa cash back.

Salah satunya, supermarket Super Indo yang menjadi tuan rumah Peresmian Uji Coba Pemberlakuan Kantong Plastik Tidak Gratis yang berlokasi di Dago Bandung ini juga memberikan berbagai program untuk konsumen terkait program ini.

VP Operations Super Indo, Wirawan Winarto mengatakan Super Indo telah menjadikan upaya-upaya pengurangan sampah sebagai bagian dari operasional supermarket.

Peritel modern mendukung program uji coba peraturan kantong plastik tidak gratis yang diluncurkan di Kota Bandung pada Minggu (21/2/2016).

Kelanjutan Nasib Kantong Plastik Berbayar Tunggu Permen Lingkungan Hidup | goody bag murah



Sosialisai rancangan aturan tersebut perlu dilakukan dengan melibatkan semua mitra dengan harapan tidak kembali terjadi salah paham. KLHK juga melakukan survei daring yang dimulai belum lama ini. 

Survei tersebut juga akan dilakukan secara langsung dengan mendatangi perital, konsumen dan pemerintah daerah. "Nanti kita lihat dari survei seperti apa masukannya," ujar dia.

Keputusan Aprindo untuk menghentikan kantong plastik berbayar pun diakuinya hanya sementara, menunggu dikeluarkannya Permen oleh KLHK. Draft Permen tersebut diakui Tuti telah ada dan sedang melalui tahap sosialisasi. 

"Rancangannya sudah ada, tapi kami perlu sosialisasikan, yang sudah ke Pemda yang belum ke lintas sektor, aktivis, LSM," lanjut dia.

Dengan begitu konsumen memiliki pilihan untuk membeli atau tidak kantong plastik. Penentuan harga Rp 200 dinilai ekonomis untuk kantong plastik yang digunakan, sebab kebanyakan kantong plastik tersebut lebih mudah terurai. "Harganya beda dengan yang konvensional," katanya.

Ia mengatakan, masyarakat yang tidak memahami mekanisme plastik berbayar mengadukan laporan hukum kepada pihak terkait dengan alasan kantong plastik merupakan hak konsumen. 

Sebenarnya, kata dia, kantong plastik tersebut memang sejak dulu memiliki harga produksi dan dibebankan kepada konsumen. "Tapi sekarang si plastik itu berdiri sendiri jadi komoditas," ujar dia kepada Republika, Ahad (2/10). 

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Tuti Hendrawati Mintarsih menjelaskan, belum adanya Peraturan Menteri membuat aturan plastik berbayar tidak kuat, sehingga Aprindo memilih untuk menghentikan uji coba tersebut.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencabut keputusan kantong plastik berbayar per 1 Oktober. Keputusan ini ditanggapi beragam terutama terkait komitmen pemerintah untuk mengurangi limbah plastik.

Ridwan Kamil: Sampah Kresek Jadi Penyebab Banjir di Bandung | goody bag murah




"Mudah-mudahan budaya orang Bandung kayak dulu lagi, ke toko belanja bawa kantong sendiri kita akan menggerakan sampai juni kita lihat kita review, mudah-mudahan jadi budaya baru," jelas Emil.

"Kalau kelupaan atau kepepet baru membeli (kantong plastik) dengan nilai yang disepakati bersama minimal Rp 200, tapi kalau tiap toko punya policy sendiri bisa menjual (kantong belanja) seperti di Superindo," jelasnya.

Dia pun tak melarang jika para pengusaha ritel berkreasi menjual kantong belanja pribadi. Namun mesti didesain menarik agar masyarakat berminat untuk membeli.

Saya akan banyak mengimbau program edukasi ke masyarakat, yang keren itu tidak membeli kantong plastik yang keren itu bawa kantong belanja sendiri," tutur Emil.

Emil mengaku bakal lebih giat mengampanyekan gerakan pengurangan kantong plastik di Bandung.

"Jadi dengan begini kita sudah selangkah lebih maju kita akan tegakkan peraturan dan kuncinya ada diedukasi," ucapnya.

Meski begitu, pria yang akrab disapa Emil itu tetap menilai kebijakan tersebut menjadi langkah maju Indonesia untuk mengurangi sampah plastik.

Penerapan soal kantong plastik berbayar bukan hal baru. Negara tetangga seperti Malaysia, Taiwan, dan Hongkong telah lebih dulu menggunakan regulasi itu.

"Dari 1.500 ton sampah 20 persen anorganik, dari 20 persen hampir dominasinya plastik. Dari laporan, yang bikin banjir-banjir itu hampir semua sampah keresek. Menyumbat aliran sungai. Sampah kresek salah satu penyebab banjir," kata Ridwan di Jalan Ir Djuanda (Dago), Minggu (21/2/2016).

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyambut baik program kantong plastik berbayar. Menurut dia, pengurangan kantong plastik bisa mengurangi potensi bencana banjir di Kota Bandung.

Menurut data PD Kebersihan Kota Bandung, produksi sampah di Kota Bandung rata-rata 1.500 ton setiap hari. Sebanyak 20 persen di antaranya merupakan sampah anorganik dan hampir 15 persen atau 3 ton sampah berupa kantong plastik.


















Rabu, 23 Agustus 2017

HERO Bagikan 3.000 Tas Daur Ulang

PT Hero Supermarket Tbk mengadakan aksi peduli lingkungan | goody bag kreatif

goody bag kreatif


“Makanya disini saya berpesan agar masyarakat dapat mengurangi untuk memproduksi sampah mulai dari rumah kita sendiri. Seperti dengan memilah sampah dan membeli produk dengan tempat yang tidak langsung di buang atau masih bisa digunakan kembali,” paparnya. 

Menurut Wilma, permasalahan sampah di daerah Camar-Pinguin telah teratasi. Namun permasalahan tersebut justru berpindah di kawasan lain. Dalam talkshownya Wilma mengatakan bersih saja tidak cukup, bahkan sampah itu tidak ada tempatnya.

Tidak hanya membagikan tas belanja ramah lingkungan, kegiatan Hero Greenspiring Movement juga dimeriahkan dengan Talkshow peduli kelestrian lingkungan yang bertema Belanja Tanpa Sampah, Mungkinkah? bersama dengan Co-Founder LabTanya dan Kota Tanpa Sampah Wilma Chrysanti. Gerakan warga ini berbasis inisiatif riset dan eksperimen yang berfokus pada perubahan paradigma serta produksi ragam pengetahuan terkait sampah.

“Kegiatan ini sebagai sarana edukasi kepada masyarakat untuk mulai peduli dan menerapkan Reuse, Reduce, Recycle dengan membiasakan diri tidak menggunakan kantong plastik untuk membawa kantong sendiri apabila berbelanja,” ujar Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT Hero Supermarket Tbk, Arya Kusumo saat  Talkshow peduli lingkungan di Giant CBD Sektor 7, Bintaro Jaya, Sabtu (10/12/2016) lalu.

PT Hero Supermarket Tbk mengadakan aksi peduli lingkungan bertajuk Hero Greenspiring Movement dengan membagikan lebih dari 3000 tas belanja daur ulang kepada para pelanggan di 17 gerai yang terletak di Tangerang Selatan, Jakarta, Surabaya, Riau dan Pekanbaru.

E-Dom, Dompet Sekaligus Tas Belanja Karya Mahasiswa UGM | goody bag kreatif



Untuk saat ini E Dom mulai diperjualbelikan secara online melalui media sosial para penciptanya. "Harapannya, sesuai tujuan awalnya bisa mengurangi penggunaan plastik untuk berbelanja sekaligus tetap tampil keren," pungkas Aviva. 

Sementara untuk bahan, kelima mahasiswa ini tampaknya sudah memperhitungkan betul dan memilih yang berkualitas seperti kulit sintetis, kanvas, satin hingga prada satin dan bludru. "Kombinasi warna juga beragam apalagi bahan parasut bisa dicuci," imbuh Aviva Lintang. 

Untuk keamanan pengguna, dompet pada E Dom bisa dilepas kemudian dimasukkan ke dalam tas atau digenggam oleh sang pemilik. "Ada kancing atau knopnya jadi bisa dipisahkan untuk keamanan penggunannya juga," imbuh Aziz. 

"Dompetnya modelnya seperti pada umunya persegi panjang dan dapat digunakan untuk menyimpan uang ataupun identitas lainnya. Tapi yang membedakan di dompet ini juga ada sebuah tas yang sengaja kita desain untuk digunakan ketika berbelanja atau membawa sesuatu. Ketika tak digunakan tinggal dilipat dan jadi dompet lagi," ungkap Aziz Aksaputra Jumat (16/6/2017). 

Alasan inilah yang kemudian menginspirasi lima mahasiswa UGM yakni Aziz Askaputra, Permata Hayuningtyas, Andhika Gilang Al Afgani, Rosyida Fajarwati dan Aviva Lintang Tunjungsari untuk menciptakan dompet yang juga bisa berfungsi sebagai tas belanja. Karya yang kemudian diberinama E-Dom kependekan dari Eco Friendly Dompet ini memiliki desain dan fungsi seperti dompet pada umumnya, namun dapat berubah bentuk menjadi tas belanja apabila pemiliknya memang sedang membutuhkan. 

Masa saat ini dunia sedang berlomba mengurangi penggunaan tas plastik yang dinilai tak ramah lingkungan karena sifatnya yang tak mudah diurai. Alhasil diciptakan berbagai macam pengganti bahan plastik untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. 


Ramah Lingkungan, Tas Cantik Ini Terbuat dari Kulit Apel | goody bag kreatif



Sejauh ini, mereka memproduksi tas, sepatu, dan dompet dari kulit apel. Ke depannya Life Green Ltd. berencana untuk memproduksi penutup sofa dan kursi. Untuk produk sepatu dihargai US$119 (Rp1,5juta) sedangkan tas dan dompet dihargai US$139 (Rp1,8juta).

“Kami harap semua orang bisa mendukung gerakan kami melindungi lingkungan,” tutup Hong. 

“Sejak lama sisa-sisa kulit apel dibakar, hal itu menyebabkan polusi yang merusak atmosfer. Tujuan terobosan ini adalah membuat bahan mirip kulit yang ramah lingkungan,” jelas Kepala Desain dan Produksi Life Green Ltd., Henry Hong, seperti dilansir Mirror.

Proses mengubah sisa-sisa kulit apel menjadi bahan seperti kulit memakan waktu kurang lebih dua bulan. Setelah bewujud lembaran-lembaran besar barulah bahan dari kulit apel bisa digunakan sebagai bahan baku tas atau sepatu. Bahan tersebut diprediksi mampu bertahan hingga 10 tahun.

Dilansir Mirror, Rabu (5/10/2016), perusahaan fashion yang berpusat di Hong Kong itu memulai produksi tas ramah lingkungan tersebut di kantor cabang mereka di Milan, Italia.  Demi kesuksesan ide tersebut Life Green Ltd menjalin bekerja sama dengan perusahaan pertanian apel di Bolzano, Italia Utara.

Perusahaan asal Hong Kong punya ide unik memanfaatkan barang tak berguna menjadi sesuatu dengan nilai ekonomis tinggi. Perusahaan bernama Life Green Ltd. itu menggunakan kulit apel untuk bahan baku produk tas dan sepatu.



Selasa, 22 Agustus 2017

Di Kota Mana Saja Bon Belanja "Ketambahan" Harga Kantong Keresek?

Kebijakan "plastik berbayar" | goody bag jakarta

goody bag jakarta


Pengalaman Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, saat Carrefour menerapkan pembatasan kantong plastik sehari pada 22 Juni 2013, dihasilkan Rp 12 juta dari 25 gerainya. Di Circle K, pembatasan kantong plastik setahun (2010-2011) menghemat 8.233.930 lembar, setara Rp 897,5 juta, dan terkumpul Rp 117 juta dari pembeli yang tetap ingin plastik .

Chief Environmental Officer Greeneration Foundation Christian Natalie mengatakan, dengan ada perda pengurangan penggunaan kantong plastik di Bandung dan rencana penerapan pengurangan nasional, Indonesia jadi negara ke-79 penganut kebijakan pembatasan plastik.

"Ada banyak macam sampah plastik, termasuk botol minuman. Namun, kita fokus dulu pada kantong plastik," ujar Christian.

Di Malaysia, misalnya, kebijakan ini mengurangi 5 juta kantong plastik pada tahun pertama penerapan di Negara Bagian Selangor pada 2009, dengan mematok harga 02 ringgit per kantong plastik.

"Bangladesh yang tak lebih kaya dari kita pun melarang," tutur Ujang.

Irlandia bahkan sudah menerapkan pajak kantong plastik sejak 2002 dan mengurangi 90 persen penggunaan. Sementara itu, di Washington DC, Amerika Serikat, pembatasan kantong plastik sejak 2011 mengurangi 78 persen plastik. Konsumen dikenai 5 sen (Rp 700) untuk setiap kantong plastik.

Sejumlah negara sudah membatasi penggunaan kantong plastik, seperti Malaysia, Bangladesh, Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Hasilnya, kantong plastik berbayar disebut signifikan mengurangi pemakaian.

Selama masa uji coba, gerai-gerai ritel di kota yang sudah diseleksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan meminta konsumen membayar sejumlah uang jika menginginkan kantong plastik, tetapi sifatnya masih imbauan. Konsumen tak langsung wajib membayar, tetapi sambil sosialisasi dan edukasi dijalankan sehingga konsumen siap saat pembayaran diwajibkan.

Kriteria lokasi uji coba antara lain punya regulasi daerah pembatasan kantong plastik, pelaku usaha bersedia, serta ada program sosialisasi dan edukasi publik. Sejauh ini, Kota Bandung dinilai paling siap. Salah satunya karena memiliki Perda Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Merujuk riset pada Jenna R Jambeck, Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut, setelah China. Adapun mengutip riset Greeneration, setiap orang di Indonesia rata-rata menggunakan—dan menghasilkan sampah—700 kantong plastik per tahun. [Kompas, 23 Januari 2016].

Kebijakan plastik berbayar ini merupakan bagian dari penerapan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Dengan asumsi ada 90.000 gerai ritel di Indonesia, diperkirakan ada 9,85 miliar lembar kantong plastik beredar per tahun, yang 95 persennya berakhir sebagai sampah.

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menyatakan, arah kebijakan global adalah pelarangan kantong plastik. Penggunaan kantong plastik berlebihan telah merusak ekosistem laut, termasuk kantong plastik yang diklaim "ramah lingkungan".

Terkait harga minimal kantong plastik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih membahas bersama sejumlah kemeterian terkait dan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo).

"Dari uji coba dan harga yang diterapkan di sejumlah daerah, kami akan mendapat banyak masukan," kata Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ujang Solihin Sidik, Kamis (14/1/2016), seperti dikutip Kompas.

Namun, angka-angka itu baru usulan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Usulan daerah untuk nominal tambahan “harga” plastik bervariasi, antara Rp 500 sampai Rp 5.000.

Nantinya, harga dan mekanisme pembayaran setiap kantong plastik saat berbelanja di toko ritel diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah. Pemerintah pusat akan memberikan panduan berupa Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kebijakan "plastik berbayar" akan memberikan tambahan ongkos Rp 500 per kantong plastik belanjaan. Dari nominal itu, Rp 200 akan dibayarkan kembali bila pelanggan belakangan membawa kembali kantong itu kepada peritel, dan Rp 300 digunakan peritel untuk kegiatan lingkungan bersama pemerintah daerah.

"Ada 22 kota tertarik mengikuti pembatasan kantong plastik," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih (Kompas, 22/1/2016).

Kota-kota itu adalah Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, Semarang, Solo, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Yogyakarta, Malang, Pekanbaru, Kendari, Ambon, Aceh, dan Jayapura.

Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari 2016, berlaku tambahan harga untuk setiap kantong plastik wadah belanjaan di toko ritel. Uji coba berlaku sampai 5 Juni 2016. Di kota mana saja uji coba "tarif keresek" ini akan berjalan?


WWF Indonesia Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Earth Hour Switch Off | goody bag jakarta



Setelah aksi satu jam, saya juga mengajak seluruh pihak untuk menjadi bagian dari #IniAksiku gerakan #SejutaAksi komunitas Earth Hour Indonesia, untuk mengumpulkan tas belanja sebagai upaya mengurangi sampah plastik,” tutur PLT CEO WWF Indonesia, Benja Mambai dalam rilisnya, Selasa (21/3/2017) kemarin.

Ia menambahkan, donasi tas belanja yang terkumpul akan didistribusikan ke supermarket dan pasar tradisional. Aksi ini melanjutkan dan mendukung sebuah gerakan Indonesia bebas sampah plastik 2020.

Di kota Bandung, aksi akan dipusatkan di dua tempat yaitu Balaikota dan Gedung Sate. Namun menuju Switch Off, akan ada rangkaian kegiatan yang melibatkan sekolah, kampus, korporasi dan seluruh warga masyarakat Kota Bandung dan Jawa Barat. Acara akan dimulai pukul 08.00 WIB di Balaikota.

Selain aksi Switch Off, Earth Hour Champions juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kaos bekas menjadi tas belanja sebagai pengganti kantong kresek. Aksi ini akan digelar secara serentak di 30 kota.

WWF Indonesia dan Earth Hour Champions mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam Aksi Earth Hour Switch Off pada 25 Maret 2017 pukul 20.30-21.30 waktu setempat.

Masyarakat diajak untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik selama 1 jam.

Gubernur Ahok: Harga Rp 200 untuk Plastik Tak Ada Artinya | goody bag jakarta



Menurut Djarot, saat ini akumulasi sampah plastik di Jakarta sudah memasuki tahap darurat dan perlu diwaspadai. Djarot mengatakan saat ini terdapat 770 ton sampah plastik atau 11 persen dari 7.000 ton sampah yang ada di Jakarta.

"Ini sudah darurat. Kalau kita ke sungai yang ada di Jakarta sampai ke laut itu plastik semua dan dia akan terurai 500-1000 tahun mendatang. Makanya kita harus keras dan tidak perlu main-main lagi," ujar dia.

Sementara untuk pasar tradisional, Pemprov masih memberikan keringanan harga yakni Rp 500 per kantung plastik. Namun ia meyakinkan harga tersebut akan merangkak naik seiring gencarnya sosialisasi anti penggunaan kantung plastik.

"Kami sudah uji coba di pasar Kramat Jati, yang paling besar saja. Saya sudah bilang sama direksinya, untuk uji coba di pasar. Terutama yang besar-besar. Produksi sampah paling banyak itu ada di pasar induk, salah satunya di Kramat Jati," ungkap Djarot kemarin.

Sebelumnya, guna mengurangi dampak negatif dari penumpukan sampah plastik, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan tarif tinggi bagi setiap penggunaan kantung plastik pada saat berbelanja.

Untuk pasar ritel modern, Pemprov DKI berencana membuat aturan pengenaan harga sebesar Rp 5000 untuk setiap satu kantung plastik.

Ada tiga harga yang diusulkan Basuki sebagai pengganti harga Rp 200 yang dianggap terlalu murah, yaitu Rp 1000, Rp 2000, dan Rp 5000.

Dengan nominal seperti itu, Ahok, sapaan Basuki yakin bahwa masyarakat akan merasa lebih sayang untuk mengeluarkan uang untuk kantong plastik dan memilih membawa tas belanjaan sendiri.

"Saya kira Rp 1000, Rp 2000, dan Rp 5000 ya agar orang lebih berasa. Namun saya tak tahu apakah akan ada efek jera atau tidak karena kantong plastik tak bisa dihapus," ujar dia.

Basuki menjelaskan harga Rp 200 yang ditetapkan pada kantong plastik tersebut terlalu murah, apalagi untuk kalangaj warga DKI Jakarta. "Kalau boleh ya ingin kami naikkan karena Rp 200 tak ada artinya untuk orang Jakarta," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/2).

Basuki lantas membandingkan harga kantong plastik tersebut dengan aktivitas lain yang menghabiskan biaya lebih banyak, yaitu menggunakan fasilitas wc umum. Di Indonesia, termasuk di Jakarta, tarif menggunakan wc umum mencapai Rp 2000 rupiah dan oleh sebab itu Basuki menyarankan harga kantong plastik bisa lebih mahal dari itu.

 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memang menyetujui keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang memberlakukan harga untuk kantong plastik sebesar Rp 200. Namun begitu Basuki masih memiliki keinginan agar harga tersebut bisa dinaikkan.






MAKIN CANTIK TANPA KANTONG PLASTIK

Pembayaran plastik untuk setiap penggunaannya | harga goody bag



harga goody bag

Nah, kalau yang satu ini mungkin diantara kamu sudah ada yang tidak asing dengan tas ini. Sudah banyak sekali orang yang mulai mencobanya, khususnya para ibu rumah tangga. Masih berhubungan dengan kebijakan untuk membayar kantong plastik dibandingkan harus membauar kantong plastik untuk membayar lebih baik menggunakan trolley bag dan bisa digunakan setiap saat ketika dibutuhkan.

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan bahan yang satu ini, salah satu yang juga digunakan sebagai pengganti tas plastik yaitu standar reusable shopping bag. Harganya cukup lebih mahal dibandingkan dengan tas canvas biasanya. Bahannya pun beragam dari mulai nilon dan parasut.

Salah satu yang juga bisa digunakan sebagai tas belanja ramah lingkungan sebagai pengganti tas plastik adalah tas canvas bag. Bahannya lebih tebal dan mudah dicuci sehingga banyak dimanfaatkan untuk kantong belanja karena cukup mampu menampung barang belanjaan. Tas model seperti ini cukup banyak tersedia di pasaran dari mulai supermarket dan pasar tradisional dengan harga yang relatif murah berkisar Rp 100.000,-.

Kampanye Go Green pun sebenarnya sudah sangat sering di suarakan dan banyak juga yang sudah menerapkannya dan menjadi tren di tengah masyarakat. Tas ramah lingkungan seperti ini pun sebenarnya lebih memiliki model, bentuk dan warna yang lebih menarik kemudian satu lagi yang kelebihannya adalah akan mampu membantu program peduli lingkungan diet kantong plastik.

Kebijakan ini mengajarkan agar masyarakat bisa belajar untuk peduli terhadap lingkungan. Berbelanja ke supermarket atau pasar tradisional dengan membawa tas dari rumah sendiri tanpa menggunakan tas plastik. Kita tahu jika sampah plastik sudah semakin banyak dan menggunung  sehingga proses daur ulangnya pun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Kebijakan pemerintah per tanggal 21 Februari yang mengharuskan melakukan pembayaran plastik untuk setiap penggunaannya memang banyak menimbulkan pro dan juga kontra. Banyak yang menentang tapi ada juga yang mendukung atas kebijakan tersebut. Biaya yang harus dibayar adalah Rp.200,- untuk satu kantong plastik. Mungkin bagi sebagian orang jumlah yang harus dibayarkan tidak terlalu berpengaruh akan tetapi poinnya sebenarnya bukan pada sejumlah uang tersebut.


Kantong Plastik Berbayar, Ini Peluang bagi Perajin Kain Perca | harga goody bag




Hanya saja, konsumen lebih banyak yang memilih menggunakan kantong palstik berbayar daripada membawa tas belanja atau kantong plastik sendiri karena dianngap ribet.

Sejak diluncurkannya kebijakan kantong palstik berbayar di toko modern dan pasar swalayan, konsumen tidak lagi mendapatkan kantong plastik gratis. Jika konsumen tidak membawa kantong plastik atau tas belanja sendiri, dikenakan biaya Rp200-Rp500 per biji atau jika tidak ingin dikenakan biaya, bisa menggunakan karton (kardus).

Hingga saat ini sudah ada 300 tas yang mulai diproduksi, ada desain cantik dan menarik yang dibuat untuk konsumen perempuan, ada yang simpel atau polos yang bisa digunakan untuk kaum laki-laki.

Selain harganya terjangkau, kata Yanti, modelnya pun bervariasi, tergantung ukuran dan jenisnya, serta bisa digunakan berulang-ulang, praktis digunakan dan mudah dibawa kemana-mana atau saat berbelanja. "Harapan kami, bisa membantu mengurangi keresahan konsumen dengan kantong plastik berbayar, selain itu kami juga bisa membantu pemerintah untuk mengurangi pemanasan global," ucapnya.

Menurut dia, reusable bag ini menjadi solusi bagi konsumen, karena bisa berhemat dan tidak perlu resah saat berbelanja, sebab tasnya bisa digunakan berulang-ulang dan disimpan kembali setelah digunakan. Harga yang dipatok juga relatif murah mulai dari Rp10 ribu hingga Rp75 ribu.

Sebagai pengganti kantong plastik, katanya, reusable bag ini didesain khusus dengan dua pilihan, bermotif atau polos dan tasnya pun juga didesain untuk penggunaan agar kuat dan muat, artinya tidak mudah rusak bila digunakan dalam jangka panjang. Sedangkan, muat artinya cukup untuk diisi barang-barang atau belanjaan.

"Produk kami sebagai pengganti kantong plastik untuk berbelanja itu kami beri nama 'reusable bag' atau tas yang bisa digunakan berulang-ulang karena lebih kuat dan mampu menampung belanjaan cukup banyak. Apalagi, kantong reusable itu juga banyak pilihan warna, motif dan ukurannya," kata penggagas Pelanusa, Yanti, Rabu (2/3/2016).

Salah satu industri kreatif yang memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait kantong plastik berbayar itu adalah UMKM kain perca Pelangi Nusantara (Pelanusa) di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. UMKM tersebut membantu memberikan solusi, yakni dengan membuat tas hasil daur ulang sebagai pengganti kantong plastik.

"Diet" plastik yang digencarkan pemerintah membuka peluang baru bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya perajin kain perca yang memproduksi tas belanja karena toko modern dan pasar swalayan tidak lagi menyediakan kantong plastik gratis.

Ritel Modern Dukung Program Plastik Tidak Gratis | harga goody bag



Yuvlinda menambahkan selama masa uji coba di Bandung ini, Super Indo memberikan diskon sebesar 20% untuk pembelian tas belanja pakai ulang.

'kami dorong pelanggan untuk lebih mencintai penggunaan tas belanja pakai ulang, dibandingkan kantong kresek," ujarnya. 

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai leading sector dalam uji coba aturan kantong plastik tidak gratis ini juga telah menetapkan standar spesifikasi kantong plastik tidak gratis adalah oxo-degradable (oxium) dan SNI.

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai leading sector dalam uji coba aturan kantong plastik tidak gratis ini juga telah menetapkan standar spesifikasi kantong plastik tidak gratis adalah oxo-degradable (oxium) dan SNI.

Pemerintah telah menetapkan harga kantong plastik adalah sebesar minimal Rp200 per kantong untuk semua ukuran dan berlaku secara nasional.

"Ada insentif dan disinsentif bagi penggunaan kantong plastik sekalai pakai. Namun intinya, kami mengajak para pelanggan untuk berlaku bijak dalam penggunaan kantong kresek tersebut," ujarnya.

Ia menambahkan Super Indo juga mengaplikasikan perlakuan yang fair di gerai-gerai Super Indo.

"Jika plastik tidak gratis, pelanggan kami bisa lebih termotivasi dalam mengurangi penggunaan kantong plastik," ujarnya.

Sementara itu, D. Yuvlinda Susanta, Department Head of Corporate Communication & Sustainability Super Indo, mengatakan Super Indo menyambut baik aturan pemerintah akan plastik berbayar ini.

"Hal ini merupakan sebagian dari program-program Super Indoe dalam rangka mengajak pelanggan untuk mulai meninggalkan kantong plastik," ujarnya.

Selain itu, bagi pelanggan yang tidak menggunakan kantong plastik, Super Indo memberikan insentif berupa cash back.

"Di Super Indo, pelanggan memiliki pilihan untuk menggunakan kantong belanja pakai ulang atau menggunakan kardus yang telah disiapkan kasir-kasir kami," ujar Wirawan.

VP Operations Super Indo, Wirawan Winarto mengatakan Super Indo telah menjadikan upaya-upaya pengurangan sampah sebagai bagian dari operasional supermarket.

Salah satunya, supermarket Super Indo yang menjadi tuan rumah Peresmian Uji Coba Pemberlakuan Kantong Plastik Tidak Gratis yang berlokasi di Dago Bandung ini juga memberikan berbagai program untuk konsumen terkait program ini.

Peritel modern mendukung program uji coba peraturan kantong plastik tidak gratis yang diluncurkan di Kota Bandung pada Minggu (21/2/2016).





Senin, 21 Agustus 2017

Jakarta Diet Kantong Plastik Selama Sebulan

Gerakan Diet Kantong Plastik | goody bag eksklusif


goody bag eksklusif


Dalam surat himbauan itu Jokowi mengatakan, bahwa kegiatan tersebut untuk meningkatkan kepedulian masyarakat bijak dalam menggunakan kantong plastik dan mengurangi beban lingkungan.

Surat himbauan Gerakan Diet Kantong Plastik tersebut berlaku dari tanggal 01 Juni – 30 Juni 2013. Artinya masyarakat Jakarta, selama satu bulan penuh tidak akan memperoleh kantong pelastik sebagai tempat membawa barang belanjaan di tempat perbelanjaan Jakarta.

Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta menghimbau kepada pengelola tempat belanja dan pengusaha ritel Indonesia untuk tidak memberikan kantong pelastik selama sebulan kepada konsumen. Himbauan tersebut diberikan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke-466 dan Festival Jakarta Great Sale 2013.


Alternatif Tas Belanja Pintar Saat Plastik Tak Lagi Gratis | goody bag eksklusif




Ternyata, ada alternatif yang bisa Anda gunakan untuk menyimpan barang-barang belanjaan Anda. Tas belanja pintar yang satu ini dirancang untuk membawa kebutuhan rumah tangga. Dilengkapi dengan batang di dekat handle, tas ini bisa dicantolkan di troly belanjaan.

Maka, ketimbang menghabiskan uang untuk membeli plastik, lebih baik mulai sekarang setiap konsumen membiasakan diri untuk membawa tas belanja sendiri. Selama ini sebagian dari Anda telah mengenal kantong lipat untuk menyimpan barang belanjaan. Namun, ketika belanjaan yang akan dibeli berjumlah banyak tentu saja Anda memerlukan tas belanja yang lebih besar.

Tujuan plastik berbayar adalah untuk mengurangi keinginan orang menggunakan plastik, bukan untuk menambah penghasilan dari uang hasil penjualan plastik," katanya beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Bina Peretail Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Agus Supriyanto mengatakan, harga kantong plastik saat ini merupakan hasil diskusi pemerintah dan retail. Namun, sebenarnya harga itu belum tentu membuat orang tidak mau membeli plastik.

Sementara ini, per kantong plastik dihargai Rp 200. Namun tidak menutup kemungkinan harga plastik meningkat di kemudian hari.

 Kantong plastik tidak lagi gratis sejak 21 Februari 2015. Selama beberapa waktu, retail-retail di sejumlah kota di Indonesia memberlakukan peraturan baru, yakni mengenakan biaya untuk setiap kantong plastik yang diberikan kepada konsumen.

Cina Mulai Melarang Penggunaan Kantong Plastik | goody bag eksklusif



Meskipun sudah menjadi kebiasaan selalu meminta ataupun diberikan kantong plastik cuma-cuma oleh pedagangnya saat membeli sesuatu, Namun pasti kita bisa membiasakan untuk selalu menolaknya digantikan dengan tas yang kita miliki, atau wadah lainnya.

Bagi negara-negara yang sudah maju, para warga negaranya sudah paham betul akan dampak buruk dari plastik ini. Mereka dengan suka rela mengubah kebiasaan menggunakan kantong plastik dengan kantong kertas, atau yang lainnya. Seperti cerita dari mas Andre pada posting Ayo kurangi penggunaan tas plastik. Saat di supermarket bertemu seorang bule yang memarahi kasir karena memberikan kantong plastik sesaat setelah membayar. Si bule meminta untuk diganti dengan tas kertas saja. Budaya yang sangat baik bukan jika diterapkan disini?

Di Cina setiap aktivitas berbelanja sudah tidak lagi mempergunakan kantong plastik lagi untuk membawa barang belanjaan. Namun dari rumah sudah membawa tas sendiri-sendiri. Jika memang terpaksa harus menggunakan kantong plastik, merek harus membeli sendiri karena pedagang tidak lagi menyediakan kantong plastik secara gratis lagi. Dan harga kantong palstik disana kemungkinan besar mengalami kenaikan daripada sebelum diberlakukan larangan tersebut.

Kalau di posting sebelumnya Wisuda Peduli Lingkungan ada yang menganggap itu bukan solusi pencemaran dan tumpukan limbah plastik di Indonesia, memang di negeri kita belum bisa. Namun kita bisa meniru pemerintah Cina ini yaitu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kantong plastik ini.

Dijelaskan disana bahwa dengan pelarangan tersebut diperkirakan akan menyelamatkan bumi dari 24 milyar kantong plastik selama 3 tahun dari tahun 2008 (Pelarangan tersebut sudah diujicoba sejak 2008). Selama 3 tahun itu diperkirakan bisa mencapai berat 600 ton plastik. Plastik seberat itu sama aja dengan menghemat 3,6 juta ton cadangan minyak atau 5 juta ton batu bara standar dan mengurangi emisi karbon lebih dari sepuluh juta ton. Angka yang cukup fantastis bukan?

Melalui stasiun berbahasa Inggris disana, pemerintah mengumumkan pemberlakuan larangan penggunaan kantong plastik tersebut dan memberlakukan denda bagi pelanggarnya.

Menyambung artikel-artikel sebelumnya tentang kepedulian lingkungan yaitu Wisuda Peduli Lingkungan danƒâ€š Hari Lingkungan Hidup Dunia 2011, Kali ini kabar datang dari pemerintah Cina. Minggu lalu pemerintah Cina mulai memberlakukan larangan penggunaan kantong sampah atau istilah kerennya di Indonesia adalah “kresek” .








Minggu, 20 Agustus 2017

Mahasiswa Sosialisasikan Diet Kantong Plastik

Tas kain (goodie bag) sebagai pengganti kantong plastik dalam aksi Kampanye Diet Kantong Plastik | goody bag custom

goody bag custom


Mulai dari sekarang, imbuhnya, sudah sepatutnya masyarakat pun me­­ningkatkan kesadaran mereka agar tidak lagi menggunakan kantong plastik. Hal itu perlu dilakukan guna melestarikan lingkungan agar anak cucu kita kelak bisa merasakan lingkungan yang sehat, bersih dan asri. 

“Saya sangat senang dan menga­pre­siasi aksi-aksi para pemuda/i di Me­dan yang peduli lingkungan, khu­susnya diet kantong plastik ini. Ini bagus karena dapat mengurangi peng­gunaan kantong plastik di kehi­dupan masya­rakat Medan. Padahal dari zaman dahulu sudah ada ke­biasaan ibu-ibu membawa keranjang dari rumah untuk berbelanja ke pasar. 

Namun, harus tergerus dengan kemajuan zaman. Karena saat ini masyarakat lebih suka berbelanja di pasar modern. Untuk itu, seharusnya pemerintah bisa menetap­kan harga yang lebih tinggi untuk sebuah kan­tong plastik. Harga yang ditetap­kan saat ini sangat murah, tidak mem­buat masyarakat berat untuk mem­ba­yarnya,” keluhnya.

Sementara di kesempatan berbeda, Pengamat Lingkungan Sumatera Utara Jaya Arjuna mengapresiasi aksi-aksi yang dilakukan sejumlah komunitas maupun mahasiswa terkait kepedulian mereka terhadap lingkungan. Terlebih dalam meng­kam­panyekan diet kantong plastik.

Lebih jauh Hanna mengatakan, aksi kampanye diet kantong plastik tersebut akan dilakukan juga pada esok hari (Minggu-red) di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan. “Besok kami akan membuka stan di pusat perbelanjaan tersebut. 

Nant­i­nya para pengunjung bisa melukis sendiri goodie bag yang kami berikan. Mereka juga bisa menu­karkan kantong plastik yang mereka bawa dengan goodie bag di stan kami, sekaligus mendapatkan stiker. Untuk alat lukis maupun goodie bagnya, semua kami fasilitasi dan tidak di­pungut biaya apapun,” pungkas­nya.

Hanna menuturkan, pihaknya tak hanya menyosialisasikan kepada pembeli saja, namun juga kepada pedagang di pasar tersebut. “Kepada pedagang, kami tempelkan stiker di toko mereka untuk melambangkan bahwa mereka mendukung kampa­nye diet kantong plastik ini. Sehingga mereka juga ikut mensosialisasikan kepada para pembeli di toko mereka agar tidak menggunakan kantong plastik dan menggantinya dengan membawa tas kain (goodie bag) dari rumah,” jelasnya.

“Ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Disini kami ingin menyebarluaskan ke masyarakat tentang bahaya peng­gunaan kantong plastik. Diharap­kan setelah mengetahui bahayanya, mereka bisa mengurangi penggunaan kantong plastik,” ujarnya.

Wakil Koordinator aksi tersebut, Hanna Tinambunan mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk menyo­sialisasikan kepada pedagang mau­pun pembeli di Pasar Petisah tentang bahaya penggunaan kantong plastik, yang dapat hancur hanya dalam jangka waktu yang lama.

Terkait penggalakan kantong plastik berbayar oleh pemerintah, sejumlah mahasiswa dari Jurusan Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kampanye diet kantong plastik yang dinamakan Campaign ‘Aku Diet Kantong Plastik’ di Pasar Petisah, Sabtu (26/3).


Hari Sampah, Gunungan Plastik hingga Diet Kantong Kresek | goody bag custom



Adapun tujuan terakhir kegiatan Mapala tersebut adalah mendukung Indonesia bebas sampah plastik tahun 2020. "Dan pada acara ini kami juga memamerkan beberapa foto sampah yang ada di Kota Surabaya," tutup Bojes.

"Untuk mengurangi sampah plastik berbayar, kita membagikan 250 goody bag atau tas daur ulang atau tas kain yang bisa dimanfaatkan beberapa kali," imbuh Bojes.

Tujuan mereka yang kedua adalah mendukung program pemerintah tentang kantong plastik berbayar yang ada di seluruh Indonesia. 

"Kita membuat gunungan sampah di mana gunungan sampah ini seolah-olah adalah Gunungan Sekaten, tapi di sini kali ini kita membuatnya dengan sampah plastik," ucap mahasiswa semester akhir yang akrab disapa Bojes saat berbincang dengan Liputan6.com di area Taman Bungkul, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/2/2016).

Ketua Umum (Ketum) Mapala Pawitra, Romadhon Arif Firmansyah mengatakan, puluhan anggota Mapala Pawitra ingin mengajak dan menyadarkan masyarakat Kota Surabaya tentang bahaya sampah plastik dan styrofoam.

Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Pawitra Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memamerkan Gunung Sekaten yang terbuat dari sampah plastik. Gunungan ini merefleksikan Indonesia darurat sampah plastik.

Akankah Keresek Berbayar Berbalik Menjadi Bumerang?| goody bag custom



Karena walau banyak yang skeptis, jumlah masyarakat yang optimis tidak kurang banyaknya. Warga masyarakat yang mulai menyadari bahwa pemberian kantong plastik lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Namun tujuan baik, asalkan konsisten dilakukan pastilah mendulang hasil. Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik tidak hanya mendapat respon positif dari kementerian lingkungan hidup, tapi juga dari berbagai elemen masyarakat yang akan membuat berbagai kegiatan pada tanggal 21 Februari kelak. #Pay4plastic hanya bagian dari rangkaian kegiatan menuju #BebasSampah2020. Ini bukan sekedar hura-hura, tapi gerakan perubahan sosial yang dikemas secara menyenangkan. 

Terlebih ada produsen kantong plastik yang merasa terancam, ajakan mengurangi penggunaan kantong plastik akan mengancam omzet penjualan produknya. Silakan hitung berapa milyar kantong plastik pertahunnya, kalikan sekitar Rp 100, maka akan didapat jumlah rupiah yang diraup.

Berhasil? Terlalu naïf jika mengharapkan imbauan sebulan akan berdampak secara signifikan. Kita terlalu lama dininabobokan. Pemahaman bahaya penggunaan kantong plastik secara boros, tidak serta merta membuat tergugah dan meninggalkan kebiasaan instan. Sudah menjadi ketentuan alam bahwa manusia enggan meninggalkan zona nyaman.

Dalam rangka HUT Jakarta, pemprov DKI Jakarta pernah mengeluarkan imbauan kepada 74 toko retail yang mengikuti Jakarta Festival Great Sale (JFGS), untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Selama pelaksanaan JFGS, 1-30 Juni 2013, kantong plastik diharapkan tidak dibagikan gratis, sebagai penggantinya disediakan tas belanja alternatif yang dapat digunakan kembali.

Kota Bandung merupakan daerah yang paling siap regulasinya, yaitu Perda nomor 17 tahun 2012 tentang pelarangan pemakaian kantong plastik. Sedangkan kota-kota lain pendukung gerakan kantong plastik, baru mulai menyusun peraturan daerahnya. Agar peraturan kantong plasti berbayar tidak menjadi kegiatan insidentil yang rawan dilupakan.

Beberapa tahun lalu, Carrefour pernah menerapkan peraturan kantong plastik berbayar, saya menulisnya disini. Sayang kebijakan tersebut tidak berlangsung lama, pembeli marah-marah, Carrefour dianggap aneh, sehingga kebiasaan pemberian kantong plastik gratispun kembali lagi. Karena itu dibutuhkan peraturan yang berlaku merata di setiap ritel modern.

 Petisi yang ditandatangani 20 ribu orang lebih tersebut mendapat jawaban langsung dari Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tanggal 30 Desember 2015 yang mengeluarkan surat edaran di bawah Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Nomor: SE-06/PSLB3-PS/2015). Surat ditujukan kepada kepala daerah dan pelaku usaha; mengenai penerapan plastik berbayar di seluruh gerai pasar modern di Indonesia.

Tidak hanya berkampanye, GIDKP menggalang petisi agar pemerintah peduli dan menyusun peraturan yang membatasi pemakaian kantong plastik.

Waktu itu untuk mengurangi kemacetan, pemda DKI Jakarta memberlakukan aturan hanya kendaraan dengan minimal 3 orang penumpang yang diperbolehkan melewati jalan-jalan tertentu. Ternyata apa yang terjadi? Muncul joki yang menawarkan jasa untuk melengkapi jumlah 3 orang.

Belum lagi tanggal yang disepakati tiba, kompasianer Gustaaf Kusno meramalkan akan terjadi “ cobra effect” yaitu akal-akalan warga yang melihat peluang mencari nafkah dengan menjual keresek di luar pintu ritel modern. Mirip yang terjadi ketika peraturan “ 3 in 1” diterapkan di DKI Jakarta. 

Setiap pembeli di ritel modern akan mendapat 3 pilihan untuk mewadahi belanjaannya, apakah mau menggunakan kardus yang disediakan gratis, membeli tas pakai ulang atau membeli kantong plastik/keresek? Artinya kantong plastik yang biasanya diberikan gratis hingga berlembar-lembar banyaknya, harus dibeli sekitar Rp 500/lembar.

Jika tak ada aral melintang, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional pada tanggal 21 Februari 2016 akan diuji cobakan kantong plastik (keresek)  berbayar. Serentak di 22 kota. 











Selasa, 15 Agustus 2017

Sugianto Tandio Gagas Tas Plastik dari Singkong

Plastik ramah lingkungan | goody bag company

goody bag company



“Sekitar 90 persen shopping bag peritel besar sudah memakai Oxium,” kata Sugianto, dilansir Tempo. Produknya telah masuk ke pasaran mulai tahun 2010. Sugianto mengatakan bahwa 5.000 ton tas belanja mampu diproduksi pabriknya selama sebulan.

Sementara itu, peritel di Indonesia masih sedikit yang menggunakan plastik Ecoplas. Sebabnya, Ecoplas lebih mahal sekitar 50% daripada Oxium. Menurut Sugianto, plastik Ecoplas lebih banyak diekspor. Keunggulan Ecoplas adalah lebih cepat terurai daripada Oxium karena menggunakan bahan organik. Sementara itu, plastik Oxium mampu terurai dalam jangka waktu dua tahun.

Oxium dan Ecoplas adalah dua teknologi plastik ramah lingkungan yang ditemukan oleh Sugianto. Fungsi Oxium adalah mempercepat terurainya plastik. Cara aplikasinya adalah dengan menambahkan Oxium ke biji plastik biasa. Sementara Ecoplas adalah plastik dari tepung singkong.

Keresahan Sugianto ditambah dengan keprihatinannya melihat Sungai Citarum yang dipenuhi sampah plastik membuat dia mengadakan penelitian terkait plastik ramah lingkungan. Sejak tahun 2000, dengan berbekal ilmu dan pengalamannya saat sekolah di University of North Dakota, Amerika Serikat, akhirnya dia berhasil menemukan solusi plastik ramah lingkungan yang bisa diaplikasikan di Indonesia.

Pemilik perusahaan plastik kemasan PT. Tirta Marta, Sugianto Tandio, merasa resah karena telah selama 40 tahun membuat plastik biasa yang tidak ramah lingkungan. Padahal, plastik merupakan bahan yang sulit terdegradasi secara alami sehingga merusak lingkungan.


PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN: 2 TAHUN BISA TERURAI | goody bag company


Penemuan” Sugianto ini sudah mendapatkan green label dari Indonesia Solid Waste Association (INSWA). Selain sertifikat green label, Oxium juga sudah lulus uji dari Sucofindo, Fakultas Teknik Sipil Universitas Indonesia, Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT, serta R&D Center Indonesia Solid Waste Perisai.

Meski baru shopping bag, namun penemuan Sugianto dengan Oxium-nya merupakan sebuah solusi terhadap plastik yang selama ini “dimusuhi” banyak orang, termasuk saya. Nah, sekarang ini tiap belanja ke tempat-tempat yang sudah disebutkan tadi, saya tak perlu lagi membawa tas-tas untuk menghindari plastik, karena tas plastik yang di tempat-tempat belanja itu sudah dijamin oleh Oxium sebagai plastik ramah lingkungan.

“Saat ini ada 15 pabrik yang menggunakan Oxium. Kita akan mem-black list pabrik yang menjual plastik ke toko-toko tersebut yang tidak sesuai dengan standar Oxium,” ujar Sugianto. “Percuma dong kalau toko-toko tersebut bilang go green tetapi plastiknya tidak ramah lingkungan.”

Beginilah kalo belanja bulanan. Saya dan istri tak pernah lagi menggunakan shopping bag, tetapi membawa beberapa tas untuk memasukkan barang belanjaan. Demi menghindari sampah plastik di rumah. Tetapi kalo ada penemuan sampah ramah lingkungan, sekali-sekali bolehlah pakai shopping bag dari plastik.

Seperti yang saya katakan, kita sulit menghindari plastik. Jadi harus ada solusi agar bisa menjadikan plastik mudah untuk terurai. Banyak orang yang kerap mengkritisi, tapi tidak punya solusi. Sabtu kemarin, saya baru tahu, ada tas plastik yang terbuat dari bahan singkong. Adalah ecoplas (www.eco-plas.com) yang mengeluarkan kantong plastik berbahan singkong. Ada pula Oxium (www.oxium.net), yakni produk dalam negeri yang telah mengeluarkan plastik ramah lingkungan. Produk ini dapat mempercepat proses degradasi plastik dalam waktu kurang lebih 2 tahun melalui mekanisme oksidasi, thermal, dan fotodegradasi (cahaya matahari).

Saat ini Oxium sudah digunakan oleh hampir lebih dari 90% di pasar modern, yakni di Carrefour, Indomaret, Alfamart, Superindo, Hero, Giant, Tip Top, Kemchicks, Guardian, Century, Yogya, Zara, dan Gramedia. “Namun saat ini kita baru fokus di shopping bags-nya saja dan masih di modern market,” ujar Sugianto. “Selanjutnya, kita akan menyisir ka pasar tradisional dan produk-produk lain yang terbuat dari plastik, bukan cuma shopping bag saja.”

Ternyata tidak. Pakar kimia plastik asal Amrik Steven Hetges mengatakan, plastik sesungguhnya tidak membahayakan. Plastik berasal dari jasad renik (mikroorganisme) dari tumbuhan laut yang mati dan mengendap di dasar bumi. Berdasarkan teori organik seperti yang kemukakan oleh Engker (1911), proses pelapukan dan penguraian secara anaerob dalam batuan berpori, akan mentransformasi jasad-jasad renik tersebut menjadi minyak bumi yang menjadi bahan dasar dari plastik.

So, plastik berasal dari bahan material organik. Kecuali plastik yang memiliki kestabilan fisikokimia yang sangat kuat, sehingga membutuhkan waktu ribuan tahun untuk dapat mengurai secara alami. plastik berbahan konvensional dari polimer sintetik, misalnya, yang saya sebut tadi baru bisa terurai dengan sempurna 300-500 tahun. Ibarat kata, kita sudah meninggal, hidup lagi, meninggal lagi, baru terurai plastik berbahan konvensional itu.

Plastik yang saya foto ini terbuat dari singkong. Sebagai orang awam, ketika melihat secara langsung dan memegang plastik ini, saya tidak tahu kalo plastik ini terbuat dari singkong.Di shopping bag ini tertulis: this bag is 100% degradable. It contains natural and sustainable resources.

Awalnya saya kaget. Plastik dari bahan organik? Artinya, seharusnya plastik itu bisa terurai sebagaimana makanan dong? Tapi kenapa plastik baru bisa terurai dengan sempurna membutuhkan waktu 300-500 tahun? Bahkan, berdasarkan penelitian dosen Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB), I Made Arcana, zat pewarna hitam yang umumnya ada di kantong plastik, berbahaya bagi kesehatan. Zat ini kalo terkena panas dapat terdegrasi dan mengeluarkan zat yang menjadi salah satu pemicu kanker. Oleh sebab itu, kalo beli gorengan atau makanan yang masih panas, jangan langsung diletakkan di kantong plastik.

Jadi plastik itu berbahaya dong?

Namun, tentu sulit sekali menghindari plastik 100%. Kita sudah “terkepung” dengan plastik. Bahkan manusia sendiri sudah bersatu dengan plastik. Lihat saja mereka yang operasi hidung, dagu, dan anggota badan lain, dimana dibutuhkan plastik. Makanya saya katakan di atas tadi, diam-diam musuh, karena terpaksa menggunakan plastik di kala berbelanja di toko yang menggunakan plastik sebagai shopping bag kala saya tidak membawa tas lain.

Sabtu kemarin (16/10), saya diundang oleh Lucid Communication untuk menghadiri kongkow-kongkow para blogger. Bertempat di Tartine Restaurant, FX Lifestyle X’nter, Jakarta Selatan, saya dan teman-teman sesama blogger mendapat perspektif baru soal plastik.

“Plastik itu termasuk bahan organik,” ujar Sugianto Tandio. 

Diam-diam saya ini musuh dalam selimut terhadap plastik. Di blog-blog saya dan di Kompasiana ini pun saya seringkali mengkampanyekan gerakan Say No to Plastik. Bukan cuma omong doang, dalam praktek sehari-hari, tiap kali belanja, saya dan istri selalu membawa sejumlah tas terbuat dari bahan agar menghindari plastik. Begitu pula ketika di toko buku, sebisa mungkin, saya keluar tanpa plastik.


Kantong Plastik Belanja Kembali Gratis? | goody bag company



Nah, walau begitu, banyak pihak yang menganggap tindakan Aprindo yang menghentikan kebijakan ini justru akan berbuah baik, yaitu dikeluarkannya Permen yang secara sah mengatur kebijakan kantong plastik berbayar (entah kapan, tapi semoga dalam waktu dekat).

Lalu apa yang bisa kita lakukan sambil menunggu ‘mukjizat’ tersebut? Apapun peraturannya, kita semua sebaiknya tetap meneruskan kebiasaan baik yang sudah mengurangi pemakaian plastik saat berbelanja—bahkan kalau bisa, tidak menggunakan sama sekali. Tak hanya itu, kita semua juga harus lebih teliti saat membeli kantong plastik. Pastikan tagihannya tertera pada nota belanja, agar kita terhindar dari kecurangan kasir-kasir ‘nakal’.

Melihat kondisi ini, terlihat jelas bahwa Pemerintah Pusat, Pemda, dan Aprindo tidak kompak. Selain masyarakat dibuat bingung, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) pun dibuat geram. Pasalnya—walau hasil tiap daerah berbeda-beda—penurunan penggunaan plastik berkat adanya kebijakan ini rata-rata sudah tembus hingga angka 40%. Angka yang baik untuk membantu menyelamatkan lingkungan, dan akan sayang sekali bila kebijakan ini tidak diteruskan, bukan?

Hmmm, di Jakarta sendiri hingga beberapa hari lalu, beberapa retail sudah menghentikan kebijakan plastik berbayar. Hanya beberapa retail besar seperti Hero, Giant, Alfa, Food Hall, dan Farmer’s Market yang masih mewajibkan konsumen untuk membeli kantong plastik saat belanja. 

Di Bandung saja, sejak 1 Juni 2016, minimarket-minimarket kembali menggratiskan kantong plastik. Sesuai SE Aprindo Pusat, pengusaha retail boleh menghentikan atau memberlakukan kebijakan tersebut. Maka sejak 1 Oktober 2016 lalu, Aprindo pun resmi menghentikan kebijakan ini secara nasional. Alasannya? Karena tidak pernah ada hukum dari pemerintah yang mengatur hal ini secara sah dan kebijakan ini masih berupa tahap uji coba.

Namun apa daya, Permen tak kunjung keluar. Lalu pada tanggal 8 Juni 2016, KLHK justru mengeluarkan SE yang ke-2 yang justru memunculkan kebingungan. SE ini memberi wewenang kepada Pemda untuk mengatur mekanisme kebijakan kantong plastik berbayar, sementara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menuntut kewenangan serupa. Karena tidak ada hukum yang jelas, sejak bulan Juni 2016 lalu, kebijakan kantong plastik berbayar pun berjalan setengah-setengah. Ada beberapa pengusaha retail yang tetap memberlakukan kebijakan tersebut, sementara yang lain memberikan kantong plastik dengan gratis.  

Sampai di sini semuanya berjalan baik, terlebih karena harapan keluarnya Peraturan Menteri (Permen) mengenai kantong plastik berbayar itu ada. Semua pihak yang mendukung diet kantong plastik pun menyambut gembira.

Secara nasional, SE tahap pertama ini sebetulnya cukup sukses mengurangi pemakaian kantong plastik, terlepas dari pro dan kontra yang ada. Hasil pantauan dan evaluasi KLHK menemukan penurunan sebesar 25%-30% dalam penggunaan kantong plastik selama 3 bulan ini. Ada 87,2% masyarakat yang menyatakan dukungannya terhadap program ini, dan 91,6% masyarakat juga bersedia membawa kantong plastik sendiri dari rumah.

Meski telah memiliki Perda No.17/2012 yang berisi tentang imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, namun SE KLHK tersebut belum mengatur harga kantong plastik yang harus dibayarkan konsumen kepada pengusaha retail secara jelas. Rp200 adalah kesepakatan harga minimal kantong plastik yang ‘tidak tertulis’ saat itu.

Jadi begini. Sedikit flashback, pada tanggal 21 Januari 2016, Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai kebijakan kantong plastik berbayar bagi 22 kota dan 1 provinsi di Indonesia. Secara otomatis, seluruh pengusaha retail pun mewajibkan pembelian kantong plastik kepada para konsumennya sejak tanggal 21 Februari 2016 hingga 31 Mei 2016. 





Senin, 14 Agustus 2017

Wali Kota Bandung untuk melarang kantong plastik konvensional

PT Nirwana Alam Hijau telah menghasilkan plastik biodegradable dari jagung, kedelai dan biji bunga matahari | goody bag bahan spunbond

goody bag bahan spunbond


“Kami tidak ingin memiliki terlalu banyak pengaruh dari luar Indonesia, kami ingin menggunakan teknologi dan sumber daya di sini karena meskipun itu produk organik,” ujar Rosenqvist.

Pemerintah pusat telah mengatakan sudah saatnya bagi Indonesia untuk membayar kantong plastik saat berbelanja. Sampah plastik tas dari pengecer di Indonesia diperkirakan mencapai 9,8 milyar kantong per tahun, atau sekitar 38 per orang.

“Jadi itu adalah campuran komponen organik,” co-founder Nirwana Alam Hijau  Daniel Rosenqvist mengatakan selama acara untuk memperkenalkan bahan untuk menggantikan styrofoam.

Nirwana Alam Hijau menciptakan ramah lingkungan sebelum memproduksi wadah makanan dan sedotan. Untuk wadah makanan, perusahaan menggunakan serat tebu.

Walikota menyatakan optimismenya tentang pelaksanaan larangan tersebut, mengatakan bahwa ia masih berusaha mencari cara untuk mengurangi limbah di kota.

Perusahaan ramah lingkungan PT Nirwana Alam Hijau telah menghasilkan plastik biodegradable dari jagung, kedelai dan biji bunga matahari.

Walikota Bandung Ridwan Kamil berencana untuk melarang kantong plastik konvensional untuk mengatasi masalah sampah plastik di kota.

“Gunakan kantong plastik biodegradable,” kata Ridwan setelah menghadiri sebuah acara untuk menandai Hari Nasional Limbah Kesadaran di Balai Kota Bandung, Selasa.

Ridwan yang sebelumnya melarang penggunaan wadah makanan styrofoam.


Penggunaan Plastik Ramah Lingkungan Masih Minim | goody bag bahan spunbond




“Sampai hari ini, di negara-negara maju teknologi daur ulang plastik masih terus dikembangkan,” kata Henky.

Henky mengatakan, dari sisi bisnis, saat ini penentrasi pasar ramah terhadap lingkungan ini di Indonesia masih belum besar. Namun, potensi pasarnya masih sangat besar. Minimnya edukasi dari pengguna dan belum adanya desakan dari Pemerintah melalui aturan hukum, menjadikan penggunaan plastik ramah lingkungan masih sedikit.

“Karena itu, sebagai federasi pengusaha pengemasan kami perlu mencari solusi yang terbaik. Yang pasti, penggunaan plastik harus dikurangi limbahnya,” ujarnya.

Menurut Henky, agar tidak menjadi limbah berbahaya, dalam penggunaan plastik ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, plastik harus bisa digunakan kembali. Kedua, mengurangi jumlah penggunaan plastik, tanpa mengurangi fungsi pemakaiannya. Ketiga, plastik bisa didaur ulang.

Pengurangan limbah plastik juga menjadi salah satu fokus Federasi Pengemasan Indonesia. Executive Director Federasi Pengemasan Indonesia, Henky Wibawa, mengungkapkan, penggunaan plastik ramah lingkungan sudah saatnya digalakkan.

Menurut Henky, sampai sekarang belum ada aturan yang mengatur bahan plastik ramah lingkungan dari Pemerintah, walaupun sudah ada undang-undang penanganan sampah, UU No 18/2008. Namun, undang-undang ini masih bersifat imbauan kepada para produsen plastik.

Untuk mengurangi dampak buruk limbah plastik, Superindo juga memiliki program khusus. Jika konsumen Superindo bersedia tidak menggunakan plastik untuk membungkus belanjaannya, dia akan mendapat cashback Rp 100 untuk setiap pembelian Rp 50 ribu.

“Program ini kami adakan untuk mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya.

Corporate Communication & Sustainable Superindo Supermarket, Yuvlinda Susanta, mengatakan, pihaknya menggunakan plastik oxo biodegradable karena merupakan opsi yang terbaik saat ini.

“Meskipun belum sempurna dalam penguraian limbahnya saat dibuang, namun untuk saat ini plastik oxo biodegradable masih menjadi pilihan terbaik,” ujarnya.

Peritel modern umumnya sudah menggunakan plastik ramah lingkungan ini. Superindo Supermarket, misalnya, sudah sembilan tahun menggunakannya.

“Pengguna terbesar plastik oxo biodegradable saat ini masih didominasi oleh supermarket yang dalam bentuk perusahaan. Sementara untuk pasar tradisonal masih sangat sedikit,” ujarnya.

Menurut data PT Merindo, penggunaan plastik ramah terhadap lingkungan sampai saat ini baru sekitar 30 persen dari keseluruhan penggunaan jenis plastik yang ada. Sedangkan untuk penggunaan plastik tidak ramah lingkungan mencapai 70 persen. Penggunanya didominasi oleh pasar tradisonal.

“Ini logo resmi yang menandakan bahwa plastik ini sudah melalui uji laboratorium di EPI, Kanada, dan juga terpapar nomor lisensi untuk mengenal pabrik mana yang memproduksi,” ujar dia..

Kini, penggunaan plastik ramah lingkungan tersebut kian banyak digunakan oleh supermarket dan minimarket. Menurut Tedy, Indonesia memang akan menjadi target pasar produk ini ke depan. Sebagai distributor tunggal EPI, Tedy mengklaim, Merindo menjadi leader dalam memasarkan plastik oxo biodegradable di Indonesia.

Plastik oxo biodegradable merupakan jenis plastik yang dapat ditentukan umurnya. Plastik ini bisa terurai di dalam tanah dalam tempo dua tahun. Penentuan umur plastik, menurut Tedy, karena menggunakan teknologi Totally Degradable Plastic Additives (TDPA) dari Kanada.

Sekilas, kantong plastik oxo biodegradable ini tak ada bedanya dengan plastik konvensional. Untuk mengenali produk ini secara mudah, bisa dilihat dari logo “epi” yang ada pada plastik.

Hingga sekarang, limbah plastik masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Bahkan, persoalan sampah yang sulit terurai ini juga menjadi problem negara-negara maju.

Menurut Australian Associated Press (AAP), tiap tahun di Australia, lebih dari 100 ribu hewan terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut, dan kura-kura, mati gara-gara menelan atau terbelit sampah plastik.

“Problem sampah plastik di dalam negeri, bisa dikurangi dengan menggunakan plastik ramah lingkungan. Kami menyebutnya, plastik oxo biodegradable,” ujar Managing Director PT Merindo Makmur, Tedy Lim, di Jakarta, Rabu, 1 April 2015.


GERAI SUPER INDO DI BOGOR BERLAKUKAN “KANTONG PLASTIK TIDAK GRATIS” | goody bag bahan spunbond


Selama masa uji coba di Kota Bogor, Super Indo memberikan diskon untuk pembelian tas belanja sebesar 20%. “Kami dorong pelanggan untuk lebih mencintai penggunaan tas belanja pakai ulang, ketimbang kantong kresek. Karena lebih cantik belanja tanpa kantong plastik,” imbuh D. Yuvlinda Susanta.

Sebagaimana diketahui bersama, pemerintah telah menetapkan harga kantong plastik adalah sebesar minimal Rp 200/kantong untuk semua ukuran dan berlaku secara nasional. Uji coba ini akan dievaluasi dalam masa 3 bulan, untuk menentukan pengembangan aturan selanjutnya. Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai leading sector dalam uji coba aturan Kantong Plastik Tidak Gratis, telah menetapkan standar spesifikasi kantong plastik Tidak Gratis adalah oxo-degradable (oxium) dan SNI.

Ditambahkan lagi oleh D. Yuvlinda Susanta, Department Head of Corporate Communication & Sustainability, “Super Indo menyambut baik aturan pemerintah akan plastik berbayar ini. Jika plastik tidak gratis, pelanggan kami bisa lebih termotivasi dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Perlakuan yang fair kami aplikasikan di gerai-gerai Super Indo, jadi ada insentif dan disinsentif bagi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Namun intinya, kami mengajak para pelanggan untuk berlaku bijak dalam penggunaan kantong kresek tersebut”.

Program uji coba Kantong Plastik Tidak Gratis ini didukung penuh oleh Super Indo. Sebagaimana disampaikan bapak Wirawan Winarto, VP Operations Super Indo “Super Indo telah menjadikan upaya-upaya pengurangan sampah sebagai bagian dari operasional supermarket kami. 

Di Super Indo, pelanggan memiliki pilihan untuk menggunakan kantong belanja pakai ulang atau menggunakan kardus yang telah disiapkan kasir-kasir kami. Bagi pelanggan yang tidak menggunakan kantong plastik, Super Indo memberikan insentif berupa cash back*. Hal ini merupakan sebagian dari program-program Super Indo dalam rangka mengajak pelanggan untuk mulai meninggalkan kantong plastik”.

Supermarket Super Indo memberlakukan “Kantong Plastik Tidak Gratis” sebagai wujud dukungan pemerintah yang menerapkan uji coba kantong plastik berbayar secara nasional. Peluncuran uji coba secara nasional akan berlangsung di Super Indo Dago, Kota Bandung. Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya hadir di Super Indo Pahlawan, Kota Bogor untuk melakukan simulasi belanja di gerai Super Indo tersebut. Dalam simulasi tersebut, bapak Walikota menguji secara langsung implementasi aturan kantong plastik berbayar di gerai ritel modern, Super Indo.