Tampilkan postingan dengan label goody bag bahan spunbond. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label goody bag bahan spunbond. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 November 2017

Jatuh Bangun Menyulap Kertas Semen Jadi Tas Cantik

Membuat tas menggunakan bahan kertas semen | goody bag bahan spunbond


https://www.goodybag.id/



Dari kesalahan tersebut, Niniek pun menjemur kulit sapi selama satu hari agar dapat mengeluarkan kandungan minyak dari kulit tersebut.

"Jadi kita harus mengeringkan terlebih dahulu sebelum kulit tersebut dikombinasikan dengan menggunakan kertas semen dan akhirnya kita sudah berhasil," tutupnya.

"Begitu didiamkan malah keluar minyak dan flek di bagian dalam tas. Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan uji lab. Hasilnya, kulit sapi sebelum dipakai harus di jemur terlebih dahulu," terangnya.

Kemudian Niniek pun mencari tahu penyebab kenapa bahan tersebut bisa mengeluarkan minyak. Bahkan, sambungnya, lantas tas tersebut didiamkan selama sehari.

"Ketika saya pakai sendiri selama kurang lebih setengah tahun. Tas tersebut mengeluarkan minyak di luar dan bagian dalam," kata Niniek saat ditemui merahputih.com di Pameran Trade Expo Indonesia, Jiexpo, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10).

Membuat tas menggunakan bahan kertas semen tak semudah yang dibayangkan. Niniek mengaku sempat beberapa kali mengalami kegagalan dalam mengkombinasikan antara bahan kertas semen dengan kulit sapi.

Tas Kertas Semen Startic Tembus Pasar Luar Negeri | goody bag bahan spunbond



Dalam menghadapi persaingan, Niniek tetap optimistis produknya mampu bersaing di pasar. Strateginya yakni terus meningkatkan kualitas pada produk.

"Kita percaya diri kalau tas kita ciri khas kita unik, masih baru dan kita selalu update. Intinya, kita terus meningkatkan kualitas," tandasnya. 

"Kami selama ini, memperkenalkan produk melalui online yaitu www.startic.co. Selebihnya, melalui mulut ke mulut," kata Niniek saat ditemui merahputih.com di Pameran Trade Expo Indonesia, Jiexpo, Jakarta Pusat, Sabtu (15/10).

Niniek mengaku, pesanan saat ini sudah keluar negeri yakni Australia dan Belanda. Sedangkan di dalam negeri, hampir seluruh daerah di Indonesia. "Penjualan kita sudah sampai luar negeri. Kalau di dalam negeri hampir seluruh Indonesia," jelasnya.

Pemasaran produk fesyen berbahan baku kertas semen ini ternyata sudah tembus pasar luar negeri yakni Belanda dan Australia. Produk ini bermerk Startic.

Manager Startic Niniek menjelaskan, promosi yang dilakukan melalui mulut ke mulut, sedangkan untuk memperluas daerah pemasaran melalui online shop.

 
Jokowi Yakin Masa Depan Indonesia di Industri Kerajinan | goody bag bahan spunbond



Namun kreativitas tersebut menurut Presiden Joko Widodo masih harus ditambah keunggulan lainnya.

"Tapi kreativitas saja tidak cukup. Catatan saya, masih sering produk yang baik itu sulit diakses oleh pembeli, oleh 'buyer'. Bahkan masih ada pembeli yang tidak tahu bahwa produk kerajinan Indonesia, produk kreatif yang dicarinya itu, ada di Indonesia. Banyak yang belum tahu," ungkap Presiden.

Inacraft berlangsung pada 26-30 April 2017 dan mengikutsertakan 1.392 peserta dari Indonesia dan luar negeri. Pada tahun ini, Inacraft mengambil ikon Daerah Istimewa Yogyakarta dengan konsep Magnificent of Jogjakarta dan tema "From Smart Village to Global Market".

"Industri kerajinan, industri kreatif yang berkembang di Indonesia sangat bervariasi. Kita tahu semuanya mulai dari kerajinan tangan, film, ada musik, ada aplikasi digital, modelnya banyak yang sangat unik karena dikerjakan oleh tangan dan sudah berada pada standar yang sangat baik," tambah Presiden Jokowi.

Presiden Joko Widodo membuka pameran kerajinan tangan Inacraft 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (26/4). Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi, begitu biasa disapa, menyakini bahwa masa depan Indonesia ada dalam industri kerajinan tangan.

"Industri kerajinan, industri kreatif Indonesia telah tumbuh dengan sangat cepatnya, tumbuh dengan menakjubkan dan ini menggembirakan kita semua. Saya meyakini masa depan Indonesia akan ada di industri kerajinan, industri kreatif, ini yang saya yakini," kata Presiden Jokowi saat pembukaan Inacraft 2017.


goody bag bahan spunbond

Senin, 14 Agustus 2017

Wali Kota Bandung untuk melarang kantong plastik konvensional

PT Nirwana Alam Hijau telah menghasilkan plastik biodegradable dari jagung, kedelai dan biji bunga matahari | goody bag bahan spunbond

goody bag bahan spunbond


“Kami tidak ingin memiliki terlalu banyak pengaruh dari luar Indonesia, kami ingin menggunakan teknologi dan sumber daya di sini karena meskipun itu produk organik,” ujar Rosenqvist.

Pemerintah pusat telah mengatakan sudah saatnya bagi Indonesia untuk membayar kantong plastik saat berbelanja. Sampah plastik tas dari pengecer di Indonesia diperkirakan mencapai 9,8 milyar kantong per tahun, atau sekitar 38 per orang.

“Jadi itu adalah campuran komponen organik,” co-founder Nirwana Alam Hijau  Daniel Rosenqvist mengatakan selama acara untuk memperkenalkan bahan untuk menggantikan styrofoam.

Nirwana Alam Hijau menciptakan ramah lingkungan sebelum memproduksi wadah makanan dan sedotan. Untuk wadah makanan, perusahaan menggunakan serat tebu.

Walikota menyatakan optimismenya tentang pelaksanaan larangan tersebut, mengatakan bahwa ia masih berusaha mencari cara untuk mengurangi limbah di kota.

Perusahaan ramah lingkungan PT Nirwana Alam Hijau telah menghasilkan plastik biodegradable dari jagung, kedelai dan biji bunga matahari.

Walikota Bandung Ridwan Kamil berencana untuk melarang kantong plastik konvensional untuk mengatasi masalah sampah plastik di kota.

“Gunakan kantong plastik biodegradable,” kata Ridwan setelah menghadiri sebuah acara untuk menandai Hari Nasional Limbah Kesadaran di Balai Kota Bandung, Selasa.

Ridwan yang sebelumnya melarang penggunaan wadah makanan styrofoam.


Penggunaan Plastik Ramah Lingkungan Masih Minim | goody bag bahan spunbond




“Sampai hari ini, di negara-negara maju teknologi daur ulang plastik masih terus dikembangkan,” kata Henky.

Henky mengatakan, dari sisi bisnis, saat ini penentrasi pasar ramah terhadap lingkungan ini di Indonesia masih belum besar. Namun, potensi pasarnya masih sangat besar. Minimnya edukasi dari pengguna dan belum adanya desakan dari Pemerintah melalui aturan hukum, menjadikan penggunaan plastik ramah lingkungan masih sedikit.

“Karena itu, sebagai federasi pengusaha pengemasan kami perlu mencari solusi yang terbaik. Yang pasti, penggunaan plastik harus dikurangi limbahnya,” ujarnya.

Menurut Henky, agar tidak menjadi limbah berbahaya, dalam penggunaan plastik ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, plastik harus bisa digunakan kembali. Kedua, mengurangi jumlah penggunaan plastik, tanpa mengurangi fungsi pemakaiannya. Ketiga, plastik bisa didaur ulang.

Pengurangan limbah plastik juga menjadi salah satu fokus Federasi Pengemasan Indonesia. Executive Director Federasi Pengemasan Indonesia, Henky Wibawa, mengungkapkan, penggunaan plastik ramah lingkungan sudah saatnya digalakkan.

Menurut Henky, sampai sekarang belum ada aturan yang mengatur bahan plastik ramah lingkungan dari Pemerintah, walaupun sudah ada undang-undang penanganan sampah, UU No 18/2008. Namun, undang-undang ini masih bersifat imbauan kepada para produsen plastik.

Untuk mengurangi dampak buruk limbah plastik, Superindo juga memiliki program khusus. Jika konsumen Superindo bersedia tidak menggunakan plastik untuk membungkus belanjaannya, dia akan mendapat cashback Rp 100 untuk setiap pembelian Rp 50 ribu.

“Program ini kami adakan untuk mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya.

Corporate Communication & Sustainable Superindo Supermarket, Yuvlinda Susanta, mengatakan, pihaknya menggunakan plastik oxo biodegradable karena merupakan opsi yang terbaik saat ini.

“Meskipun belum sempurna dalam penguraian limbahnya saat dibuang, namun untuk saat ini plastik oxo biodegradable masih menjadi pilihan terbaik,” ujarnya.

Peritel modern umumnya sudah menggunakan plastik ramah lingkungan ini. Superindo Supermarket, misalnya, sudah sembilan tahun menggunakannya.

“Pengguna terbesar plastik oxo biodegradable saat ini masih didominasi oleh supermarket yang dalam bentuk perusahaan. Sementara untuk pasar tradisonal masih sangat sedikit,” ujarnya.

Menurut data PT Merindo, penggunaan plastik ramah terhadap lingkungan sampai saat ini baru sekitar 30 persen dari keseluruhan penggunaan jenis plastik yang ada. Sedangkan untuk penggunaan plastik tidak ramah lingkungan mencapai 70 persen. Penggunanya didominasi oleh pasar tradisonal.

“Ini logo resmi yang menandakan bahwa plastik ini sudah melalui uji laboratorium di EPI, Kanada, dan juga terpapar nomor lisensi untuk mengenal pabrik mana yang memproduksi,” ujar dia..

Kini, penggunaan plastik ramah lingkungan tersebut kian banyak digunakan oleh supermarket dan minimarket. Menurut Tedy, Indonesia memang akan menjadi target pasar produk ini ke depan. Sebagai distributor tunggal EPI, Tedy mengklaim, Merindo menjadi leader dalam memasarkan plastik oxo biodegradable di Indonesia.

Plastik oxo biodegradable merupakan jenis plastik yang dapat ditentukan umurnya. Plastik ini bisa terurai di dalam tanah dalam tempo dua tahun. Penentuan umur plastik, menurut Tedy, karena menggunakan teknologi Totally Degradable Plastic Additives (TDPA) dari Kanada.

Sekilas, kantong plastik oxo biodegradable ini tak ada bedanya dengan plastik konvensional. Untuk mengenali produk ini secara mudah, bisa dilihat dari logo “epi” yang ada pada plastik.

Hingga sekarang, limbah plastik masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Bahkan, persoalan sampah yang sulit terurai ini juga menjadi problem negara-negara maju.

Menurut Australian Associated Press (AAP), tiap tahun di Australia, lebih dari 100 ribu hewan terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut, dan kura-kura, mati gara-gara menelan atau terbelit sampah plastik.

“Problem sampah plastik di dalam negeri, bisa dikurangi dengan menggunakan plastik ramah lingkungan. Kami menyebutnya, plastik oxo biodegradable,” ujar Managing Director PT Merindo Makmur, Tedy Lim, di Jakarta, Rabu, 1 April 2015.


GERAI SUPER INDO DI BOGOR BERLAKUKAN “KANTONG PLASTIK TIDAK GRATIS” | goody bag bahan spunbond


Selama masa uji coba di Kota Bogor, Super Indo memberikan diskon untuk pembelian tas belanja sebesar 20%. “Kami dorong pelanggan untuk lebih mencintai penggunaan tas belanja pakai ulang, ketimbang kantong kresek. Karena lebih cantik belanja tanpa kantong plastik,” imbuh D. Yuvlinda Susanta.

Sebagaimana diketahui bersama, pemerintah telah menetapkan harga kantong plastik adalah sebesar minimal Rp 200/kantong untuk semua ukuran dan berlaku secara nasional. Uji coba ini akan dievaluasi dalam masa 3 bulan, untuk menentukan pengembangan aturan selanjutnya. Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai leading sector dalam uji coba aturan Kantong Plastik Tidak Gratis, telah menetapkan standar spesifikasi kantong plastik Tidak Gratis adalah oxo-degradable (oxium) dan SNI.

Ditambahkan lagi oleh D. Yuvlinda Susanta, Department Head of Corporate Communication & Sustainability, “Super Indo menyambut baik aturan pemerintah akan plastik berbayar ini. Jika plastik tidak gratis, pelanggan kami bisa lebih termotivasi dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Perlakuan yang fair kami aplikasikan di gerai-gerai Super Indo, jadi ada insentif dan disinsentif bagi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Namun intinya, kami mengajak para pelanggan untuk berlaku bijak dalam penggunaan kantong kresek tersebut”.

Program uji coba Kantong Plastik Tidak Gratis ini didukung penuh oleh Super Indo. Sebagaimana disampaikan bapak Wirawan Winarto, VP Operations Super Indo “Super Indo telah menjadikan upaya-upaya pengurangan sampah sebagai bagian dari operasional supermarket kami. 

Di Super Indo, pelanggan memiliki pilihan untuk menggunakan kantong belanja pakai ulang atau menggunakan kardus yang telah disiapkan kasir-kasir kami. Bagi pelanggan yang tidak menggunakan kantong plastik, Super Indo memberikan insentif berupa cash back*. Hal ini merupakan sebagian dari program-program Super Indo dalam rangka mengajak pelanggan untuk mulai meninggalkan kantong plastik”.

Supermarket Super Indo memberlakukan “Kantong Plastik Tidak Gratis” sebagai wujud dukungan pemerintah yang menerapkan uji coba kantong plastik berbayar secara nasional. Peluncuran uji coba secara nasional akan berlangsung di Super Indo Dago, Kota Bandung. Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya hadir di Super Indo Pahlawan, Kota Bogor untuk melakukan simulasi belanja di gerai Super Indo tersebut. Dalam simulasi tersebut, bapak Walikota menguji secara langsung implementasi aturan kantong plastik berbayar di gerai ritel modern, Super Indo.








Minggu, 11 Juni 2017

Perusahaan ini kembangkan plastik halal dan ramah lingkungan

Permasalahan kantong plastik tengah menjadi kajian diseluruh belahan dunia | goody bag bahan spunbond

goody bag bahan spunbond


Menurutnya, Sinar Joyoboyo telah melakukan serangkaian kegiatan kampanye sosial guna memberikan penyuluhan tentang plastik yang baik dan aman. Dia mengimbau masyarakat agar selektif memilih plastik.

"Kami juga memberikan pelatihan kreatif kepada kelompok kelompok masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan limbah plastik untuk menjadi produk kreatif yang berguna dan bernilai ekonomi," pungkas Hengky.

"Untuk pembuatan kantong plastik, kami telah meminimumkan kadar senyawa kimia dari produk produk plastik kami yang tentunya food grade dan degradable grade," ucapnya di Jakarta, Jumat (23/9).

CEO Sinar Joyoboyo, Hengky Sidharta mengatakan bahan tersebut merupakan salah satu tipe dan jenis plastik yang paling umum digunakan untuk pembuatan kantong plastik, botol kemasan, jenis plastik ini dapat di daur ulang untuk kebutuhan lainnya. Perusahaannya telah mengembangkan inovasi tehnik produksi plastik yang ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan yang tersertifikasi halal oleh MUI.

Hal ini lah yang menyebabkan banyak produsen berlomba untuk membuat plastik ramah lingkungan. Salah satunya PT Sinar Joyoboyo, yang menggunakan jenis plastik aman berbahan High Density Polyethylene (HDPE).

Pemerintah Indonesia sendiri telah memberlakukan kebijakan plastik berbayar pada 21 Februari 2016 lalu, dan mengalihkannya dengan tas belanja. Hal ini dilakukan untuk mengurangi konsumsi plastik dan juga mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik.

Tak hanya itu, kandungan kimia yang terkandung di dalam plastik diyakini berdampak pula terhadap kesehatan jika tidak cermat memilih jenis plastik yang digunakan.

 Saat ini, permasalahan kantong plastik tengah menjadi kajian diseluruh belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Plastik menjadi sampah yang sulit didaur ulang dan butuh waktu ratusan tahun untuk proses penguraian.

Diet Kantung Plastik, Tas Belanja Ini Jadi Incaran Pembeli di Instagram | goody bag bahan spunbond



Semenjak pemberlakuan bayaran terhadap kantung plastik, bermunculan para penjual yang mencoba menawaran tas seperti ini. Di Instagram, sejumlah online shop juga mulai banyak menyediakan produk serupa. Umumnya item tersebut diunggah dengan tanda pagar #tasbelanja. Tas itu ditawarkan dengan berbagai harga, mulai dari Rp 250 ribuan hingga Rp 400 ribuan.

Sepertinya, item tersebut sudah langsung laris diburu para ibu rumah tangga. Berdasarkan pantauan Wolipop, beberapa penjual mengatakan jika item ini sudah sold out dan membuka sistem pre order (PO).

Produk yang bisa dikenakan berulang kali tersebut terdiri dalam empat tas berbeda warna. Keempatnya direkatkan dengan velcro sehingga praktis dibawa. Ketika sudah selesai membayar barang belanjaan, yang perlu Anda lakukan adalah melebarkan tas-tas itu dalam trolley. Ketika terbuka, Anda tinggal memasukan produk-produk sesuai dengan kategorinya. Setelah selesai, Anda bisa melepaskan perekat tas untuk dibawa seperti biasa.

Trolley Bags ini didesain oleh kreator asal Irlandia bernama Paul Doyle.  Terinspirasi kebijakan pajak pada kantung plastik yang pertama kali berlaku di negara Paul mulai 2002, wajar saja jika ia mengerti tantangan yang dihadapi para pembelanja di keseharian. Produk tersebut pun awalnya diikutkan dalam sebuah program yang memperkenalkan para pencipta barang-barang inovatif pada tahun 2010. Semenjak itu, Trolley Bags laris dicari para pembelanja dan dipasarkan ke luar negera.

Jika Anda menginginkan kantung yang lebih praktis, Trolley Bags pun bisa dijadikan solusinya. Produk tersebut sudah cukup dikenal sebagai pengganti kantung plastik kala membeli barang-barang di pasar swalayan. Item itu terdiri dari beberapa tote bag yang direkatkan dan bisa dilebarkan dalam trolley sehingga disebut trolley bags.

Untuk Anda ingin ikut andil dalam menjaga lingkungan, sediakan saja sendiri beberapa tas dari rumah. Sejak beberapa waktu lalu, sejumlah pasar swalayan juga banyak menawarkan tote bag ramah lingkungan untuk menampung belanjaan. Kantung tersebut umumnya dihadirkan dengan berbagai corak dan logo swalayan.

Mulai Minggu, (21/2/2016) kemarin sejumlah supermarket sudah memberlakukan bayaran Rp 200 untuk satu kantung plastik. Langkah tersebut dilakukan demi mengurangi sampah plastik yang dinilai mencemari lingkungan. Meski tidak terlalu memberatkan, sejumlah orang terutama ibu rumah tangga tengah mencari alternatif pengganti wadah belanjaan agar hemat dan sebagai dukungan dalam pelestarian alam.

Kantong Plastik Buatan Pemuda Bali Ini Bisa Diminum | goody bag bahan spunbond




Sebuah laporan yang diterbitkan oleh Yayasan Ellen MacArthur tahun 2016 memperingatkan bahwa pada tahun 2050 akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di laut. Di Indonesia, gelombang banjir plastik di sungai dan lautan telah menyebabkan masalah selama bertahun-tahun. Saluran air di kota menjadi tersumbat, risiko banjir meningkat. Belum lagi, plastik telah menyebabkan kematian hewan laut yang menelan kemasan plastik.

Meskipun menghadapi banyak tantangan, pengusaha Kevin Kumala optimistis bahwa momok plastik di Indonesia dapat ditangani. Ia memiliki rencana untuk memperluas usahanya ke negara-negara lain di Asia Tenggara. 

Dikutip dari kantor berita AFP, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Tuti Hendrawati Mintarsih, mengakui ada saat ini tidak ada dana dari pemerintah secara khusus yang ditujukan untuk mengurangi sampah plastik. Namun dia mengatakan pemerintah mencoba menerapkan skema nasional, dimana toko-toko wajib mengenakan biaya pada pelanggan yang gunakan kantong plastik dari toko mereka. Skema ini telah diuji coba di berbagai kota dan telah berhasil mengurangi penggunaan.

Bioplastik didefinisikan sebagai plastik yang terbuat dari bahan-bahan biologis seperti tepung jagung, lemak nabati, sementara plastik biasa yang dibuat dari gas alam atau minyak bumi.

Produk bioplastik lainnya telah lama ada di pasar, namun United Nations Environment Programme (UNEP) tampak ragu akan industri tersebut. Dalam laporan tahun 2015, Badan PBB itu menyimpulkan bahwa produk bioplastik cenderung lebih mahal dan tidak memainkan peranan utama dalam mengurangi sampah laut. Meski demikian, pejabat senior UNEP Habib El-Habr, yang bekerja pada perlindungan lingkungan laut, mengakui, bioplastik adalah "solusi inovatif" yang bisa menjadi bagian dari solusi jangka panjang.

tersedak atau tertelan sesuatu yang bisa berbahaya," katanya.
Sekitar tiga ton tas yang diproduksi di pabrik per harinya dan dijual di toko-toko dan hotel, terutama di Bali dan seluruh Indonesia, tetapi juga untuk semakin banyak perusahaan di luar negeri yang menaruh minat pada produknya.

Proyeknya dimulai saat masalah sampah plastik makin merajalela di Bali dan Jawa. Berkantor pusat di Bali, dengan pabrik utamanya di pulau Jawa, produk bioplastik Avani Eco mulai dijual pada tahun 2015. Produk yang paling populer adalah tas yang terbuat dari singkong – bahan makanan yang murah dan melimpah di Indonesia - dengan kata-kata "Saya bukan plastik" yang terpampang di tas tersebut.

Seorang pengusaha di Bali merasa muak terhadap maraknya sampah plastik  yang mengotori Pulau Dewata itu. Ia mencoba untuk mengatasi masalah tersebut dengan mencari solusi alternatif untuk menggantikan plastik konvensional.

Kantong kresek dan sampah bekas kemasan makanan berserakan di jalan dan menyumbat saluran air di perkotaan. Indonesia menghadapi krisis sampah plastik. Pengusaha yang satu ini, punya solusi unik.