Tampilkan postingan dengan label goody bag jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label goody bag jakarta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 November 2017

Dluwang Art, Mendulang Untung dari Koran Bekas

Dluwang Art adalah sebuah galeri yang menjual produk suvernir | goody bag jakara


https://www.goodybag.id/



Namun, kreativitas dan ilmu menjadikan kertas koran ini tidak saja kuat, tetapi bisa menjadi bahan baku untuk berbagai produk sehari-hari, seperti produk-produk yang ditawarkan Dluwang Art berupa sandal, tas, dan suvenir cantik pernikahan.

Dan, setelah menceburkan diri ke dalam bisnis ini bertahun-tahun, Dluwang Art tetap selamat. Begitu juga ketika rupiah ambruk. Dengan memanfaatkan kekuatan internet dan sosial media secara maksimal, Novi bisa menangguk untung puluhan juta rupiah dalam sebulan.

" Mulainya dari melihat buku sama lihat tumpukan koran," kenang perempuan berkacamata minus kelahiran 6 November 1989 itu.

Dluwang, dalam bahasa Jawa berarti kertas. Kertas adalah bahan yang mudah robek, dan jika terkena air, langsung rusak. Apalagi kalau kertas ini adalah kertas koran yang tipis dan mudah rusak. 

Meski bergelar sarjana filsafat, Novi, sapaan akrabnya, tak mau berpangku tangan menunggu gaji bulanan sebagai pekerja kantoran. Dia memilih menggunakan kreativitasnya untuk menciptakan barang-barang yang berguna dengan bentuk unik.

Berawal dari kejengahannya melihat tumpukan koran, Novi terinspirasi untuk mengolahnya menjadi barang yang bermanfaat. Itulah awal terbentuknya Dluwang Art, salah satu usaha kreatif milik anak bangsa.

Tak heran, jika galeri yang dijalankan wanita berhijab ini begitu aktif mempromosikan produknya di media sosial. Entah itu lewat dluwangart.blogspot.com, facebook, twitter, instagram, sampai situs jual beli internasional macam alibaba.com.

Memang, kini bukan zamannya lagi menunggu pekerjaan untuk menghasilkan uang. Hanya bermodalkan niat dan ide kreatif, tangan-tangan terampil pun bisa mendulang uang. Inilah yang terjadi pada Briane Novianti Syukmita saat mengawali usaha kecilnya, Dluwang Art.

Tapi, inilah yang berbeda dengan galeri Dluwang Art. Cobalah ketik kata itu di Google. Jangan kaget, di peringkat pertama anda akan masuk ke alibaba.com, sebuah situs jual beli terbesar dunia yang digagas pengusaha tajir China. 

Ya, Dluwang Art adalah sebuah galeri yang menjual produk suvernir, tas dan sandal dari bahan baku kertas koran bekas. Namun, inilah yang membedakannya dengan pedagang suvenir di Jalan Maliboro. Mereka amat sadar dengan kekuatan internet dan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Di lantai berubin keramik putih, setumpuk barang kerajinan juga berserak. Tumpukan koran bekas juga memenuhi sudut lantai. Di lantai itu, dua perajin, tengah melipat kertas koran bekas itu menjadi lintingan panjang kecil. Terus begitu. Sampai jumlahnya ribuan. 

Sekilas, tak ada yang menyolok. Di kota seni itu, galeri sejenis selalu ada dan menyemut.

Masuk ke dalam ruangan galeri, almari kayu terbuka berwarna putih langsung menyambut. Keberadaannya hampir memenuhi separuh dinding ruangan yang dicat hijau muda itu. Di dalam almari, belasan tas terlihat terpajang. Juga sandal, miniatur Tugu Yogya, miniatur Menara Eiffel, vespa dan sepeda onthel.

Siang itu matahari masih membakar Jalan Malioboro, Yogyakarta. Cuaca panas tak menghalangi pedagang suvernir memenuhi ruas jalan di depan ruas pertokoan jalan tersohor itu. Tak  seberapa jauh dari situ, tepatnya di Jalan Ledok Tukangan D2/257, Danurejan, sebuah galeri kecil tegak berdiri.

Ada Kampung Koran di Jakarta  | goody bag jakarta



Di tahap awal pelatihan, warga kampung sekitar belajar cara melinting koran bekas, yakni menggunting lembar-lembar kertas koran bekas kemudian menggulung atau melipatnya sehingga menjadi bahan penyusun anyaman.

Pada tahap selanjutnya, lintingan atau lipatan itu dianyam sedemikian rupa sampai berbentuk aneka barang nan apik. Setelah itu, barang kerajinan diberi sentuhan akhir dengan bahan pelapis dan pewarna yang tahan kelembaban, anti jamur dan anti toxic sehingga membuatnya jadi produk yang apik, higienis dan tahan lama.

Kegiatan di Kampung Koran ini, lanjut dia, digerakkan oleh semangat bersama antara perusahaan, komunitas, dan warga. Berbekal semangat bersama tersebut, Kompas Gramedia ingin mendorong terwujudnya kondisi lingkungan yang lebih selaras melalui praktik pengelolaan sampah dan daur ulang barang bekas.

Program Kampung Koran sudah dimulai sejak Mei 2015. Bersama Salam Rancage, Kompas Gramedia telah mengadakan pelatihan dan pendampingan secara rutin terhadap warga di tiga kampung tersebut.

Sementara itu, Teguh Azmi Pamungkas, dari CSR Kompas Gramedia menambahkan, Kampung Koran merupakan salah satu program yang diinisiasi oleh Corporate Social Responsibility (CSR) Kompas Gramedia. Untuk merealisasikannya, CSR Kompas Gramedia bekerja sama dengan Salam Rancage, sebuah komunitas sosial bisnis yang berbasis di Bogor.

"Kampung Koran digagas sebagai sebuah upaya untuk menstimulasi pegembangan ekonomi kreatif berskala kampung di ibukota," kata Azmi.

Menurut Eli, semakin hari semakin banyak warga yang tertarik mengikuti kegiatan Kampung Koran. Mereka sadar, dengan aktif mengikuti kegiatan tersebut banyak manfaat yang didapat. Bukan hanya peningkatan pendapatan, melainkan juga pengembangan keterampilan, kepedulian terhadap lingkungan, dan jalinan kebersamaan antarwarga.

Eli juga mendesain warung kecil miliknya di wilayah Gelora sebagai tempat workshop dan etalase aneka produk kerajinan koran yang dibuatnya. "Ya lumayan, bisa dapat tambahan penghasilan dari bikin kerajinan koran," ujarnya.

Di kampung ini, kertas koran bekas tidak dibiarkan teronggok lalu dibuang ke tempat sampah ataupun dibakar. Tapi banyak warga setempat memanfaatkan koran bekas untuk dibuat menjadi berbagai kerajinan, mulai dari gantungan kunci, kotak pensil, tempat tisu, keranjang, tikar, hingga tas cantik.

"Sekarang ada 30-an warga di tiga RW yang ikut dalam kegiatan ini," kata Eli Marni (47 tahun), salah seorang warga yang aktif sebagai pengrajin di Kampung Koran. Di sela-sela pekerjaan rutinnya menunggu warung nasi, Eli terhitung cukup produktif menghasilkan produk-produk kerajinan koran.

Koran ternyata tidak hanya menjadi sumber informasi untuk dibaca dan dikliping. Namun, dari kertas koran bekas, yang notabene sering diabaikan orang, ternyata dapat dimanfaatkan menjadi berbagai barang kerajinan yang bermanfaat serta menguntungkan dari sisi ekonomi.

Itulah yang dilakukan oleh warga di Kampung Koran binaan Kompas Gramedia. Ada tiga wilayah sekitar kompleks perkantoran pusat Kompas Gramedia yang menjadi bagian dari Kampung Koran, yaitu RW 02 Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, serta RW 06 dan RW 14 Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Enam Cara Kreatif Manfaatkan Koran Bekas | goody bag jakarta



Ada baiknya permukaan meja dapur dilapisi kertas koran agar lebih mudah dibersihkan. Kertas koran juga dapat digunakan untuk membersihkan tumpahan bahan makanan yang cukup sulit dibersihkan, seperti telur atau adonan kue yang tumpah.

Stop kebiasaan menyalakan api pada tempat pembakaran atau perapian menggunakan bahan bakar yang bisa membahayakan keselamatan Anda dan sekitar. Menyalakan api untuk pembakaran akan lebih aman menggunakan kertas koran. 

Untuk hewan peliharaan seperti anjing atau kucing, Anda bisa melatih mereka agar tidak membuang kotoran di sembarang tempat. Salah satu caranya adalah membiasakan mereka buang kotoran di kertas koran yang sudah disiapkan. Menempatkan kertas koran di dasar sangkar burung juga membuat pembersihan kotoran lebih mudah.

Ingin kaca jendela bersih berkilau? Tak perlu buang-buang uang untuk beli sabun pembersih terbaru. Yang Anda butuhkan hanya beberapa lembar kertas koran dan cuka. Hancurkan kertas koran dan tuang cuka di atasnya. Kemudian bersihkan jendela seperti yang Anda biasa lakukan. Hasilnya dijamin tak akan mengecewakan.

Kertas koran dapat dimanfaatkan juga sebagai alat berkebun dalam berbagai cara. Untuk tanaman pot dalam ruangan, taruh kertas koran yang sudah disobek-sobek di dasar pot. Hal ini untuk mencegah pengeringan air yang berlebihan dan menjaga agar tanaman tetap segar. Untuk tanaman di luar ruangan, gunakan kertas koran yang sudah disobek-sobek pada lahan tanah untuk mencegah gulma, baru kemudian bunganya ditanam. Kertas koran nantinya akan terurai sendiri secara alami.

Jika Anda memiliki anak, ajaklah si kecil untuk berkreasi menggunakan koran bekas. Surat kabar edisi lama atau koran bekas bisa Anda manfaatkan untuk membuat berbagai kerajinan tangan, dari yang sederhana seperti topi kertas sampai yang agak rumit seperti paper mache. Anda sendiri juga bisa berkreasi dengan kertas koran, misalnya membuat tas kado.

Bingung tumpukan koran bekas mau diapakan? Jangan buru-buru menjualnya. Sebab, kertas koran bekas bisa Anda manfaatkan untuk berbagai macam hal.

Dilansir situs Allwomenstalk, berikut ini berbagai macam hal yang bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan kertas koran bekas.







Selasa, 22 Agustus 2017

Di Kota Mana Saja Bon Belanja "Ketambahan" Harga Kantong Keresek?

Kebijakan "plastik berbayar" | goody bag jakarta

goody bag jakarta


Pengalaman Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, saat Carrefour menerapkan pembatasan kantong plastik sehari pada 22 Juni 2013, dihasilkan Rp 12 juta dari 25 gerainya. Di Circle K, pembatasan kantong plastik setahun (2010-2011) menghemat 8.233.930 lembar, setara Rp 897,5 juta, dan terkumpul Rp 117 juta dari pembeli yang tetap ingin plastik .

Chief Environmental Officer Greeneration Foundation Christian Natalie mengatakan, dengan ada perda pengurangan penggunaan kantong plastik di Bandung dan rencana penerapan pengurangan nasional, Indonesia jadi negara ke-79 penganut kebijakan pembatasan plastik.

"Ada banyak macam sampah plastik, termasuk botol minuman. Namun, kita fokus dulu pada kantong plastik," ujar Christian.

Di Malaysia, misalnya, kebijakan ini mengurangi 5 juta kantong plastik pada tahun pertama penerapan di Negara Bagian Selangor pada 2009, dengan mematok harga 02 ringgit per kantong plastik.

"Bangladesh yang tak lebih kaya dari kita pun melarang," tutur Ujang.

Irlandia bahkan sudah menerapkan pajak kantong plastik sejak 2002 dan mengurangi 90 persen penggunaan. Sementara itu, di Washington DC, Amerika Serikat, pembatasan kantong plastik sejak 2011 mengurangi 78 persen plastik. Konsumen dikenai 5 sen (Rp 700) untuk setiap kantong plastik.

Sejumlah negara sudah membatasi penggunaan kantong plastik, seperti Malaysia, Bangladesh, Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Hasilnya, kantong plastik berbayar disebut signifikan mengurangi pemakaian.

Selama masa uji coba, gerai-gerai ritel di kota yang sudah diseleksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan meminta konsumen membayar sejumlah uang jika menginginkan kantong plastik, tetapi sifatnya masih imbauan. Konsumen tak langsung wajib membayar, tetapi sambil sosialisasi dan edukasi dijalankan sehingga konsumen siap saat pembayaran diwajibkan.

Kriteria lokasi uji coba antara lain punya regulasi daerah pembatasan kantong plastik, pelaku usaha bersedia, serta ada program sosialisasi dan edukasi publik. Sejauh ini, Kota Bandung dinilai paling siap. Salah satunya karena memiliki Perda Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Merujuk riset pada Jenna R Jambeck, Indonesia berada di posisi kedua penyumbang sampah plastik ke laut, setelah China. Adapun mengutip riset Greeneration, setiap orang di Indonesia rata-rata menggunakan—dan menghasilkan sampah—700 kantong plastik per tahun. [Kompas, 23 Januari 2016].

Kebijakan plastik berbayar ini merupakan bagian dari penerapan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Dengan asumsi ada 90.000 gerai ritel di Indonesia, diperkirakan ada 9,85 miliar lembar kantong plastik beredar per tahun, yang 95 persennya berakhir sebagai sampah.

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) menyatakan, arah kebijakan global adalah pelarangan kantong plastik. Penggunaan kantong plastik berlebihan telah merusak ekosistem laut, termasuk kantong plastik yang diklaim "ramah lingkungan".

Terkait harga minimal kantong plastik, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan masih membahas bersama sejumlah kemeterian terkait dan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo).

"Dari uji coba dan harga yang diterapkan di sejumlah daerah, kami akan mendapat banyak masukan," kata Kepala Subdirektorat Barang dan Kemasan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ujang Solihin Sidik, Kamis (14/1/2016), seperti dikutip Kompas.

Namun, angka-angka itu baru usulan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Usulan daerah untuk nominal tambahan “harga” plastik bervariasi, antara Rp 500 sampai Rp 5.000.

Nantinya, harga dan mekanisme pembayaran setiap kantong plastik saat berbelanja di toko ritel diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah. Pemerintah pusat akan memberikan panduan berupa Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kebijakan "plastik berbayar" akan memberikan tambahan ongkos Rp 500 per kantong plastik belanjaan. Dari nominal itu, Rp 200 akan dibayarkan kembali bila pelanggan belakangan membawa kembali kantong itu kepada peritel, dan Rp 300 digunakan peritel untuk kegiatan lingkungan bersama pemerintah daerah.

"Ada 22 kota tertarik mengikuti pembatasan kantong plastik," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK Tuti Hendrawati Mintarsih (Kompas, 22/1/2016).

Kota-kota itu adalah Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, Semarang, Solo, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Yogyakarta, Malang, Pekanbaru, Kendari, Ambon, Aceh, dan Jayapura.

Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari 2016, berlaku tambahan harga untuk setiap kantong plastik wadah belanjaan di toko ritel. Uji coba berlaku sampai 5 Juni 2016. Di kota mana saja uji coba "tarif keresek" ini akan berjalan?


WWF Indonesia Ajak Masyarakat Berpartisipasi dalam Earth Hour Switch Off | goody bag jakarta



Setelah aksi satu jam, saya juga mengajak seluruh pihak untuk menjadi bagian dari #IniAksiku gerakan #SejutaAksi komunitas Earth Hour Indonesia, untuk mengumpulkan tas belanja sebagai upaya mengurangi sampah plastik,” tutur PLT CEO WWF Indonesia, Benja Mambai dalam rilisnya, Selasa (21/3/2017) kemarin.

Ia menambahkan, donasi tas belanja yang terkumpul akan didistribusikan ke supermarket dan pasar tradisional. Aksi ini melanjutkan dan mendukung sebuah gerakan Indonesia bebas sampah plastik 2020.

Di kota Bandung, aksi akan dipusatkan di dua tempat yaitu Balaikota dan Gedung Sate. Namun menuju Switch Off, akan ada rangkaian kegiatan yang melibatkan sekolah, kampus, korporasi dan seluruh warga masyarakat Kota Bandung dan Jawa Barat. Acara akan dimulai pukul 08.00 WIB di Balaikota.

Selain aksi Switch Off, Earth Hour Champions juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kaos bekas menjadi tas belanja sebagai pengganti kantong kresek. Aksi ini akan digelar secara serentak di 30 kota.

WWF Indonesia dan Earth Hour Champions mengajak masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam Aksi Earth Hour Switch Off pada 25 Maret 2017 pukul 20.30-21.30 waktu setempat.

Masyarakat diajak untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik selama 1 jam.

Gubernur Ahok: Harga Rp 200 untuk Plastik Tak Ada Artinya | goody bag jakarta



Menurut Djarot, saat ini akumulasi sampah plastik di Jakarta sudah memasuki tahap darurat dan perlu diwaspadai. Djarot mengatakan saat ini terdapat 770 ton sampah plastik atau 11 persen dari 7.000 ton sampah yang ada di Jakarta.

"Ini sudah darurat. Kalau kita ke sungai yang ada di Jakarta sampai ke laut itu plastik semua dan dia akan terurai 500-1000 tahun mendatang. Makanya kita harus keras dan tidak perlu main-main lagi," ujar dia.

Sementara untuk pasar tradisional, Pemprov masih memberikan keringanan harga yakni Rp 500 per kantung plastik. Namun ia meyakinkan harga tersebut akan merangkak naik seiring gencarnya sosialisasi anti penggunaan kantung plastik.

"Kami sudah uji coba di pasar Kramat Jati, yang paling besar saja. Saya sudah bilang sama direksinya, untuk uji coba di pasar. Terutama yang besar-besar. Produksi sampah paling banyak itu ada di pasar induk, salah satunya di Kramat Jati," ungkap Djarot kemarin.

Sebelumnya, guna mengurangi dampak negatif dari penumpukan sampah plastik, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan tarif tinggi bagi setiap penggunaan kantung plastik pada saat berbelanja.

Untuk pasar ritel modern, Pemprov DKI berencana membuat aturan pengenaan harga sebesar Rp 5000 untuk setiap satu kantung plastik.

Ada tiga harga yang diusulkan Basuki sebagai pengganti harga Rp 200 yang dianggap terlalu murah, yaitu Rp 1000, Rp 2000, dan Rp 5000.

Dengan nominal seperti itu, Ahok, sapaan Basuki yakin bahwa masyarakat akan merasa lebih sayang untuk mengeluarkan uang untuk kantong plastik dan memilih membawa tas belanjaan sendiri.

"Saya kira Rp 1000, Rp 2000, dan Rp 5000 ya agar orang lebih berasa. Namun saya tak tahu apakah akan ada efek jera atau tidak karena kantong plastik tak bisa dihapus," ujar dia.

Basuki menjelaskan harga Rp 200 yang ditetapkan pada kantong plastik tersebut terlalu murah, apalagi untuk kalangaj warga DKI Jakarta. "Kalau boleh ya ingin kami naikkan karena Rp 200 tak ada artinya untuk orang Jakarta," kata Basuki saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/2).

Basuki lantas membandingkan harga kantong plastik tersebut dengan aktivitas lain yang menghabiskan biaya lebih banyak, yaitu menggunakan fasilitas wc umum. Di Indonesia, termasuk di Jakarta, tarif menggunakan wc umum mencapai Rp 2000 rupiah dan oleh sebab itu Basuki menyarankan harga kantong plastik bisa lebih mahal dari itu.

 Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memang menyetujui keputusan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang memberlakukan harga untuk kantong plastik sebesar Rp 200. Namun begitu Basuki masih memiliki keinginan agar harga tersebut bisa dinaikkan.






Selasa, 13 Juni 2017

Goody bag lucu untuk ulang tahun anak

Acara ulang tahun adalah sesuatu yang dinanti oleh anak-anak | goody bag jakarta


goody bag jakarta


Pemesanan goody bag ini dapat melalui sms atau telepon, dapat juga dengan mengisi form pemesanan yang tersedia dalam situs. Jika Anda bingung mengenai cara pemesanan, di dalam situs ini telah disediakan panduan cara pemesanan yang disajikan secara jelas.

Seluruh produk goody bag dari Damardansisca.com ini dibuat secara 75 persen handmade, serta eksklusif karena tidak diproduksi secara masal di pabrik.

Harga goody bag yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Misalnya saja, goody bag pencil case. Souvenir ini berbentuk tempat pensil berwarna-warni yang dibuat dengan bahan flanel. Goody bag ini dapat diperoleh dengan harga Rp 10.000 per buah, dengan jumlah pemesanan minimal 20 buah.

Detil produk goody bag tersebut dapat dilihat pada katalog produk yang disediakan. Katalog ini mencantumkan informasi seperti bentuk goody bag, warna, bahan, dan informasi lainnya yang berkaitan dengan produk. Harga juga telah dicantumkan pada katalog produk.

Ada beberapa pilihan goody bag yang tersedia di toko ini. Antara lain sweety goody bag, snap goody bag, serut goody bag, goody pencil case, cutie goody bag, dan masih banyak lagi pilihan lainnya.

 toko online penyedia goody bag atau tas souvenir khusus untuk acara ulang tahun anak-anak. Dapat dilihat pada desain goody bag yang menggunakan warna-warni ceria serta gambar khas anak-anak.

 Acara ulang tahun adalah sesuatu yang dinanti oleh anak-anak. Anak dapat bergembira sekaligus bersosialisasi dengan teman-temannya. Ciptakan acara ulang tahun yang berkesan dengan goody bag lucu .

Modifikasi Tas Printing Beromzet Puluhan Juta Rupiah | goody bag jakarta



Untuk membuat ragam corak yang unik, gitapun telah mendesain pesanan pelanggan untuk kemudian dilakukan printing. Kemudian barulah ditempel dan dilakukan finishing. 

dalam sehari, ia mampu menghasilkan lima tas dan dijual mulai harga Rp50 ribu hingga Rp400 ribu bergantung tingkat kesulitan dan ukuran. "Tas ini sudah saya jual kesejumlah kota di Sumatera, Jawa dan kalimantan lalu saya jual kenegera jepang nah kalo eropa ada belgia dan italia," ujarnya. 

Selain sejumlah kota di Indonesia, pemasarannya juga telah menembus negara Jepang dan juga Belgia. Tak heran omsetnya mencapai puluhan juta rupiah.

Seperti buah hatinya ini, fathir, yang suka menggambar desain. Gita pun tak segan mengaplikasinya lewat tas. Untuk membuat tas, Gita melakukan pengukuran dan pembentukan pola untuk kemudian digunting. Bagian peritem inilah yang akan disambung-sambungkan hingga terbentuklah sebuah tas yang diinginkan.

Di sebuah gerai di jalan Sirnaraga Abi Hasan Kenten, Palembang inilah, seorang ibu rumah tangga, Gita Riski Pratiwi memamerkan hasil kreasinya seperti tas, dompet dan juga bantal. Paduan warna sesuai selera pemesan, membuat produknya unik dan menarik dan juga ekslusif karena diproduksi dalam jumlah terbatas.

Tas yang dibuat dengan menjahit ini dimodifikasi dengan tempelan printing sesuai selera, sehingga hasilnya begitu unik. Bahkan selain dipasarkan di indonesia, produk rumahan ini juga menembus penjualan ke mancanegara. berikut liputan hanya untuk anda.

Bermula dari hobi mengoleksi tas berbagai umur, seorang ibu rumah tangga di Palembang kini mahir memproduksi sendiri berbagai tas dan menjadi penopang ekonomi keluarga.

Tas dari Limbah Kelapa Hasilkan Omzet Rp75 Juta/Bulan | goody bag jakarta




Selain di kota-kota di Jawa Timur, seperti Kediri, Malang dan Surabaya. Aneka macam tas dari batok kelapa ini juga dipasarkan ke luar Jawa seperti Bali, Kalimantan dan Sumatera. 

Tidak hanya dalam negeri, bapak tiga anak ini mampu merambah pasar luar negeri, seperti Hong Kong, Brunei Darusalam dan Singapura. "Rata-rata para TKI di luar negeri menjadi reseller cocoart ini, omset Rp75 juta per bulan," tandasnya.

Mengenai produksi, Rofi mengaku, dengan delapan karyawannya mampu mencapai 800-2.000 tas dengan berbagai macam ukuran. "Untuk yang paling kecil ukurannya 15 cm, besar 45 cm, harganya bervariasi mulai Rp18 ribu sampai Rp175 ribu," tambahnya.

Potongan batok kelapa, kata Rofi, harus dihaluskan terlebih dahulu dengan mesin gerindra dan dicat agar menarik dan mengkilap. Selanjutnya, kata dia, potongan demi potongan batok kelapa inilah yang dirangkai di atas selembar kardus hingga membentuk aneka model kerajinan yang cantuk dan menarik, seperti dompet, tas kecil hingga besar, serta tempat tisu.

Serat yang dihasilkan oleh tempurung kelapa itu tidak sama," kata bapak tiga anak ini.

Pria berusia 39 tahun ini memulai kerajinan tempurung kelapa sejak 2009. Adapun, membuat kerajinan aneka tas batok kelapa ini tidak semudah yang kita bayangkan.

Dia adalah Isma Rofi, warga kelurahan Tanjung, Kecamatan Sukorejo Kota Blitar ini berhasil mengubah tumpukan batok kelapa yang tidak memiliki nilai menjadi bahan baku utama pembuatan tas tempurung kelapa yang bernilai ekonomis tinggi.

Limbah tempurung kelapa disulap menjadi dompet dan tas yang mampu menembus pasar dalam dan luar negeri. Tidak tanggung-tanggung, omset kerajinan cocoart ini mencapai puluhan juta rupiah.

Bila anda mendengar tempurung kelapa, pasti anda membayangkan sampah yang biasanya hanya bisa dimanfaatkan menjadi arang saja. Namun berbeda dengan tempurung kelapa di kota Blitar, Jawa Tengah.