Kamis, 06 Juli 2017

Pelajar Purwakarta Diminta Pakai Tas Daur Ulang

Dedi Mulyadi, mengajak para pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas menggunakan tas daur ulang | spunbond bag


spunbond bag


Pelajar kelas VII SMPN 7 Purwakarta, Ananda, mengatakan senang menggunakan tas daur ulang hasil kreativitasnya sendiri. "Tasnya lebih enteng dan nyentrik," katanya sambil tertawa. Ia mengaku membuat tas daur ulang itu karena diwajibkan sekolah atas perintah Bupati Dedi.

Mendaur ulang bekas kantung terigu untuk dijadikan tas sekolah yang keren, kata Ananda, tidak memerlukan biaya besar. "Modalnya cukup Rp 25 ribu," tuturnya. Ia menyatakan tak malu memakainya karena semua temannya pun kini memakai tas berbahan sama.

Ajakan menggunakan tas daur ulang bagi anak-anak sekolah, Dedi mengatakan, secara otomatis akan meningkatkan daya kreativitas dan semangat mereka serta orang tua mereka, terutama ibunya. "Seorang ibu pasti akan membimbing anaknya dalam menyokong kreativitas pembuatan tas daur ulang ketimbang nonton sinetron di televisi," ujar Dedi.

Salah satu isi peraturan itu yakni larangan menggunakan tas sekolah dari berbagai produk dan jenis, termasuk buatan luar negeri, dengan harga beli tinggi yang saat ini banyak dipakai anak-anak sekolah. "Kebiasaan tersebut sangat tidak baik buat pendidikan karakter anak-anak. Sebab secara tidak langsung anak-anak sudah dididik menjadi penganut konsumerisme sejak dini," ucap Dedi. "Jadi, kebiasaan itu harus dihentikan."

Menurut bupati yang sehari-hari lekat dengan pakaian khas Sunda itu, ia telah mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2015 tentang Pendidikan Berkarakter. Beleid tersebut dikeluarkan buat membentengi anak-anak dari pengaruh konsumerisme dan modernitas. 

Dedi tak menyangka ajakannya tersebut akan direspons cepat oleh para pelajar. Ketika Dedi memantau pelaksanaan masa bimbingan di SMPN 7, kata dia, semua siswa memakai tas daur ulang.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, mengajak para pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas menggunakan tas daur ulang hasil kreativitas sendiri. "Bahannya dari plastik bekas bungkus makanan dan karung terigu," kata Dedi kepada Tempo, Sabtu, 25 Juli 2015.

Saat Pelatihan Daur Ulang Sampah Dilakukan untuk Para Wisatawan | spunbond bag



Usai mengolah sampah, sebelum pulang semua wisatawan diajak memungut sampah plastik yang ada di sepanjang pantai Ndete dengan memasukannya ke dalam karung. Sore itu, terkumpul 3 karung sampah ukuran, dengan total sekitar 100 kilogram.

Menurut Susi, cita-citanya adalah mewujudkan Flores yang bersih dari sampah, yang dia rangkai dalam akronim Flores Love Organic, Recycle, Economic and Sustainable (FLORES).  Baginya dengan daur ulang, maka masyarakat pun dapat memperoleh manfaat ekonomi lewat kegiatan yang berkelanjutan.

“Ini menarik dan membuka pikiran kami bahwa ternyata sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” tutur Yenny kagum.

Tidak saja bagi kaum normal, ternyata kegiatan Bank Sampah yang digagas Susi ini juga melibatkan kaum difabel. Saverius misalnya, adalah salah seorang difabel  yang turut melakukan pekerjaan mendaur ulang dan memberikan pelatihan.

Yenny Rahmania, warga Ndete yang ikut pelatihan membuat tas handphone tampak asyik membuat tempat pensil. Dia mengaku tidak menyangka ternyata pakaian bekas yang tidak terpakai bisa bermanfaat.

“Ini pengalaman baru, dari tidak tahu akhirnya saya tahu. Saya sebagai penyuluh awalnya tidak terlalu paham mengolah pupuk cair organik dari limbah rumah tangga apalagi memakai tabung komposer. Saat pulang saya akan langsung praktek di kebun wortel saya,” ungkapnya.

Hendrik katakan, selama ini dirinya menganggap sepele sampah ternyata sangat bermanfaat untuk masyarakat terutama sampah organik. Pintanya, kalau bisa sering kunjungi masyarakat beri pelatihan supaya suatu saat Flores menjadi pulau organik dan bisa terbebas dari sampah.

Selain kegiatan kali ini, setiap minggu Susi dan kelompoknya selalu menyisihkan waktu satu jam untuk membersihkan pantai di wilayah kabupaten Sikka.

Hendrikus Kila seorang penyuluh swadaya asal Bajawa Ngada yang sedang bertamasya di pantai pun tertarik saat melihat adanya pelatihan pembuatan pupuk cair organik.

Dengan sabar, Susi dan rekan-rekannya pun menularkan ilmu daur ulang sampah kepada sekelompok wisatawan yang datang dalam rombongan. Kegiatan itu dilakukan di bawah rindangnya pohon yang ada.

Tampak wisatawan yang terdiri dari 10 perempuan dan 2 lelaki ditambah 3 anak sekolah menengah pertama mengikuti pelatihan bagaimana memanfaatkan kain bekas untuk dibuat menjadi tempat pensil dan tas handphone. Tak merasa malu wisatawan asal kabupaten Ngada dan Sikka serta Ende ini pun bertanya proses membuat kerajinan tangan.

“Tanggal 21 Februari diperingati sebagai hari peduli sampah nasional, maka kami buat kegiatan gratis cara mendaur ulang sampah khususnya sampah plastik, kain bekas atau pakaian bekas. Serta pembuatan pupuk cair organik dengan tabung komposter,” jelas Wenefrida Efodia Susilowati, dipanggil Susi, pendiri Bank Sampah Flores.

“Kalau konsep kami, dimana pun kami berada kami akan memperkenalkan tentang konsep pengelolaan sampah. Kami berpikir disini tempat yang baik untuk berbagi tentang bagaimana cara mengelola sampah dan mendaur ulang. Sembari kami akan mengajak wisatawan untuk membersihkan pantai,” sebutnya.

Ada yang berbeda pada hari Minggu lalu (27/02), saat beberapa orang dari Bank Sampah Flores memberi pelatihan proses daur ulang sampah dan aksi bersih pantai.

Apa yang mendasari pelatihan daur ulang sampah di tempat wisata ini?

Destinasi wisata  Ndete Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka terkenal  lewat wisata  menyusuri rimbunnya hutan bakau. Di lokasi ini wisatawan dapat berjalan di atas jembatan bambu setinggi sekitar 1,5 meter  sepanjang 400 meter dan bermuara di rimbunnya bakau di atas pasir putih pantai Ndete dengan total jarak tempuh sejauh 600 meter.

Pemkot Magelang Promosi Hasil Daur Ulang dan Produk UMKM | spunbond bag



Dia menambahkan, upaya pembenahan juga menyangkut pengembangan promosi atas berbagai potensi wisata Wakatobi dan upaya belajar dari keberhasilan daerah lain dalam mengelola kepariwisataan, termasuk di Kota Magelang.

Wakatobi merupakan singkatan dari empat pulau yang menjadi wilayah kabupaten tersebut. Yaitu Pulau Wangi Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko.

Kabupaten itu terbagi delapan kecamatan dengan penduduk sekitar 112 ribu. Setiap tahun kunjungan wisatawan baik domestik maupun asing terus meningkat. Tahun 2015 dari target 15 ribu orang tercapai 17 ribu orang.

‘’Kami fokus sebagai kota jasa yang lengkap dengan fasilitas pendukungnya,’’ tuturnya.

Wabup Wakatobi menjelaskan, pihaknya terus melanjutkan pembenahan sarana dan prasarana umum di kabupaten yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Buton tahun 2003. Langkah itu untuk mendukung pengembangan kepariwisataan daerah setempat, terutama wisata bawah laut, sebagai salah satu dari 10 destinasi unggulan Indonesia. ‘’Kami masih banyak keterbatasan tetapi terus berbenah,’’ terang Ilmiati Daud.

Kunjungan jajaran Pemkot Magelang bersama wartawan media cetak dan elektronik yang bertugas di daerah itu dalam rangka melaksanakan program peningkatan kemitraan dengan media massa dan kinerja kehumasan. Rombongan dipimpin Sekda Kota Magelang Sugiharto.

Ketika berkunjung ke Pemkab Wakatobi, Sugiharto memaparkan dihadapan Wabup Wakatobi Ilmiati Daud dan pejabat lainnya, bahwa Kota Magelang tidak memiliki sumber daya alam. Luas kotanya hanya 18,12 km2 terdiri tiga kecamatan dan 17 kelurahan serta penduduknya 132.834 jiwa.

Selain belajar mengenai pengelolaan sampah secara optimal dan program persaudaraan madani untuk pengentasan kemiskinan, pada kunjungan ke Pemkot Kendari, Kendari Pos dan Pemkab Wakatobi 28 Maret-1 April 2017 Pemkot Magelang juga mempromosikan produk UMKM serta kerajinan daur ulang hasil karya warganya.

Kerajinan yang diserahkan sebagai cinderamata antara lain tas, stopmap dan sebagainya yang terbuat dari daur ulang sampah anorganik. Sedang hasil UMKM seperti keripik pare, keripik terong, keripik bayam, keripik tahu dan nata de whey buatan siswa SMA Negeri 4 Magelang.







Rabu, 05 Juli 2017

Perdebatan Soal Keresek Berbayar

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan harga Rp 200 untuk setiap kantong plastik | souvenir tas


souvenir tas



Hal tersebut misalnya dikatakan Ratna D Hartanto dengan akun @ratnadewi_h yang menulis: "Karena pemakaian tas plastik yang enggak kalah banyak adalah dari pasar-pasar tradisional dan warung-warung pinggir jalan juga."

Sementara Safira Prisamanta ?dengan akun @Safiranichlany mengatakan: "Menanggapi kantong plastik berbayar, gue seneng karena back to moment di mana belanja harus bawa-bawa tas belanja dari rumah."

Pengguna Twitter lainnya mengingatkan penggunaan kantong plastik di pasar-pasar tradisional cenderung masih lazim dan relatif tidak terimbas dengan kebijakan pembelian itu.
Kalamullah Ramli dengan akun ?@kalamullahramli mengatakan: "Menurut saya kantong plastik di Jakarta layak dihargakan Rp 2.000 agar terjadi pengurangan signifikan. Gunakan tas belanja nonplastik saja

Sebagian lagi memberikan tanggapan tentang kemungkinan tingkat efektivitas kebijakan tersebut mengingat kantong plastik yang masih bisa diperoleh dengan relatif mudah karena produsen yang masih beroperasi. Pada Senin (22/2/2016) pagi, sebagian tanggapan tersebut diekspresikan lewat sejumlah komentar di linimasa media sosial Twitter.

Sebagian tanggapan tersebut berupa dukungan mengingat kondisi Indonesia tengah mengalami darurat sampah. Sebab, pengelolaan sampah di beberapa kota belum bisa dikatakan ideal.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menetapkan harga Rp 200 untuk setiap kantong plastik. Harga tersebut merupakan harga minimal yang disepakati bersama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Kebijakan penggunaan kantong plastik berbayar di 22 kota di Indonesia yang dimulai pada Minggu (21/2/2016) menuai sejumlah tanggapan. Seperti diwartakan Kompas, hari itu merupakan awal uji coba yang akan berlangsung hingga 5 Juni mendatang.


Enviplast Kantong Plastik Berbahan Singkong Sudah Diekspor hingga ke Madagascar | souvenir tas



"Karena kalau kita mau buka pabrik di daerah masing-masing tidak mungkin. Kita akan gandeng bagi siapa saja yang berminat untuk memproduksinya sendiri, kan lebih baik," ucapnya.

Sejauh ini, kantong Enviplast yang diproduksi di Tangerang ini juga sudah diekspor ke sejumlah negara, di antaranya ke Madagascar, Korea, serta Kolumbia.

Jika nantinya akan digunakan massal di seluruh Indonesia, kemungkinan dibutuhkan lebih dari 100 ribu ton singkong untuk pemenuhan kebutuhan kantong.

Herman menambahkan, pihaknya membuka lebar kesempatan jika ada daerah yang ingin memproduksi kantong organik ini sendiri.

Saat ini, produksi Enviplast memang masih sedikit sekitar 20 ton singkong dalam sebulan.

Tak hanya itu, kantong dengan aroma khas singkong ini pun juga lebih elastis dan sementara waktu dengan ukuran sedang ini dapat menampung barang maksimal total berat 3 kilogram.

Kantong yang diberi nama "Enviplast" ini teksturnya lebih tebal dan berat dibanding kantong plastik biasa.

Hanya saja, secara massal pabriknya baru memproduksi kantong ini dalam beberapa pekan terakhir.

Ide awalnya diperoleh karena Indonesia sangat besar memproduksi ubi kayu atau singkong di dunia, sehingga dirasa sayang jika tak digunakan maksimal.

Disela launching di Lippo Plaza Mall Jakabaring Palembang, Minggu (21/2/2016), Direktur PT Inter Aneka Lestari Kimia Herman Moeliana mengungkapkan ide pengembangan kantong berbahan organik ini telah dimulai sejak 20 tahun lalu.

PT Inter Aneka Lestari Kimia sebagai produsen kantong berbahan organik sengaja memilih Palembang sebagai kota pertama dalam penggunaan kantong pengganti plastik.


Tas Belanja Daur Ulang Disediakan Jadi Pengganti Kantong Plastik | souvenir tas



"Jika konsumsen tidak membawa tas atau kantong plastik sendiri maka akan dikenakan biaya tambahan Rp 200 untuk satu kantong plastik. Saran kami memang sebaiknya menggunkan tas belanja dari bahan daur ulang, memang dari segi harga mahal namun keuntungannya bisa digunakan berkali-kali," ujarnya.

Sedangkan Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya, Solihin mengatakan, konsumen yang menginginkan kantong plastik belanja nantinya akan diarahkan untuk membeli tas belanja dari bahan daur ulang agar bisa digunakan berkali-kali.

"Penjualan dari plastik berbayar ini nantinya akan dipakai untuk mendukung program lingkungan hidup, selain itu selama ini Hypermart juga sudah menggunkan plastik yang ramah lingkungan. Selain kantong plastik kita juga menyediakan tas belanja daur ulang dengan harga terjangkau," ujarnya.

Sementara itu Store Manager Hypermart Lippo Plaza Jakabaring, Theresia Minggu (21/2) mengatakan, sebagai retailer Hypermart menyambut baik dan mendukung program pemerintah dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik.

Selain kantong plastik peritel juga menyediakan tas belanja dengan harga yang bervariasi dimasing-masing ritel dengan range harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu.

Harga satu kantong plastik baik kecil maupun besar satunya Rp 200 per kantong plastik.






Selasa, 04 Juli 2017

Industri Kreatif Ciptakan Tas Pengganti Kantong Plastik

Pemerintah kini telah membuat kebijakan tentang pemberlakuan kantong plastik berbayar | pabrik spunbond di indonesia


pabrik spunbond di indonesia


Yanti juga menambahkan bahwa, harapannya bisa membantu mengurangi keresahan konsumen dengan kantong plastik berbayar, di sisi lain ia juga bisa membantu pemerintah untuk mengurangi pemanasan global.

"Hingga saat ini sudah ada 300  tas yang mulai diproduksi, ada desain yang cantik dan menarik yang dibuat untuk konsumen perempuan, ada yg simple atau polos yang bisa digunakan untuk kaum laki-laki". 

"Reusable bag ini menjadi solusi bagi konsumen, karena bisa berhemat dan tidak perlu resah saat berbelanja. harga yang saya patok juga relatif murah mulai dari 10 ribu hingga 75 ribu," kata  Yanti pendiri Pelanusa kepada Malangtimes saat ditemui di rumah produksinya, Minggu (21/02/2016) siang.

Modelnya pun bervariasi, tergantung ukuran dan jenisnya. itu sudah bisa digunakan berulang-ulang. sidah praktis digunakan dan dibawa terus saat berbelanja.

Sebagai pengganti kantong plastik,  reusable bag ini didesain khusus dengan dua pilihan, bermotif atau polos, tas juga didesain untuk penggunaan agar kuat dan muat.

Kuat artinya tidak mudah rusak bila digunakan jangka panjang, muat artinya cukup untuk diisi barang-barang.

Namun kini kekhawatiran konsumen bisa disiasati. Sebab, salah satu UMKM industri kreatif kain perca yang berada di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, yaitu Pelanusa ( pelangi nusantara) membantu memberikan solusi. Pelanusa membuat tas hasil daur ulang sebagai pengganti kantong plastik.

Produk pelanusa sebagai pengganti kantong plastik diberi nama "reusable bag". Atau tas yang bisa digunakan berulang-ulang sebagai pengganti kantong plastik.

Pemerintah kini telah membuat kebijakan tentang pemberlakuan kantong plastik berbayar. Tentu banyak pro dan kontra terkait hal tersebut. 

Bagi konsumen tentu pemberlakuan itu akan membuat resah, pasalnya akan menambah anggaran pengeluaran belanja bagi mereka, dan kenyamanan berbelanja menjadi berkurang karena bonus kantong plastik sudah tidak ada lagi.

Tas Tote Sebagai Pengganti Kantong Plastik | pabrik spunbond di indonesia



Tas tote yang dijual di KadoUnik menggunakan beberapa jenis bahan mulai dari bahan kain sampai bahan plastik yang cukup kuat untuk membawa barang belanjaan kalian. Selain itu, tas tote yang kami jual juga biasanya punya gambar karakter terkenal mulai dari Sailor Moon, Neko Atsune, Doraemon dan lainnya.


Tentu saja bukan berarti kita harus panik karena banyak tas pengganti kantong plastik yang biasanya bisa digunakan berulang kali seperti tas tote (tote bag) yang dijual oleh KadoUnik.

Pemerintah Indonesia resmi memberlakukan kantong plastik berbayar tahun 2016 ini yang artinya bagi siapapun yang sering belanja harus membayar uang apabila ingin menggunakan kantong plastik yang biasa d kasih gratis oleh pasar swalayan, supermarket atau mini market. 

Walaupun menurut kami jumlah yang harus dibayarkan terlalu kecil tetapi mungkin ini bisa jadi sebuah permulaan untuk memulai gerakan ramah lingkungan karena kita tahu bahwa kantong plastik yang dibuang itu butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa hancur.

50 Ribu Tas Belanja Pengganti Kantong Plastik di Bagikan PKS | pabrik spunbond di indonesia



“Program ini sebagai langkah nyata PKS untuk bersinergi dengan Pemkot Bogor yang sedang menggelar kampanye pengurangan penggunaan kantong plastik,” katanya.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya usai menghadiri Rakorda mengatakan, peluncuran tas belanja ini menunjukkan komitmen PKS yang mendukung program Pemkot. Permasalah sampah masih menjadi PR utama di Kota Bogor. Ketika partai bergerak akan ada energi yang luar biasa.

“Semua kader PKS termasuk masyarakat Kota Bogor akan diminta untuk mengganti kantong plastik dengan tas belanja yang lebih ramah lingkungan ini,” tutur Muaz jelang Rakorda (Rapat Koordinasi Daeerah) di Gedung Kemuning Gading, Komplek Pemerintah Kota Bogor, seperti dikutip Hallobogor.com, Minggu (21/02/2016).

Muaz menjelaskan, 10 tahun terakhir sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah, sementara sampah kantong plastik sulit diurai oleh lingkungan.

Bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional 2016 yang jatuh pada 21 Februari, DPD PKS Kota Bogor meluncurkan gerakan “Green is Me”. Green is Me sebuah gerakan mengurangi penggunaan kantong plastik dengan DPD PKS Kota Bogor akan membagikan 50 ribu tas belanja PKS yang ramah lingkungan.

Ketua Bidang Polhukam dan Lingkungan Hidup DPD PKS Kota Bogor, Muaz HD mengatakan, tas belanja ini lebih ramah lingkungan dan dapat digunakan terus menerus untuk keperluan rumah tangga. Sehingga dapat mengurangi penggunaan sampah plastik di Kota Bogor.








Unilever Perkenalkan Tas Belanja Ramah Lingkungan

Sampah plastik merupakan penyumbang terbesar sampah domestik | kantong spunbond


kantong spunbond


Okti Damayanti dalam siaran persnya, Rabu, mengatakan, "Program kerja sama Unilever dengan Hypermart ini merupakan bentuk komitmen Unilever dalam mengedukasi masyarakat untuk turut ambil bagian dalam upaya melestarikan lingkungan melalui penggunaan produk daur ulang di dalam aktivitas mereka sehari-hari."

Tas Trashion untuk saat ini tersedia di 18 outlet Hypermart yang di Jabodetabek. Tas ini tersedia dalam tiga ukuran dengan harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 27.000.

Perancangan tas ini berangkat dari fakta bahwa sampah plastik merupakan penyumbang terbesar sampah domestik atau sampah rumah tangga. Berdasarkan data terakhir Dinas Kebersihan DKI Jakarta, misalnya, dari total sampah Jakarta sekitar 27.966 meter kubik per hari atau 116 juta ton per tahun, sekitar 80 persen merupakan sampah rumah tangga yang kebanyakan berupa sampah plastik.

Acara peluncuran tas belanja dengan nama Trashion itu dilakukan di Hypermart, Mal Karawaci, Tangerang, Selasa, dan dihadiri, antara lain, oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta, Direktur Customer Development PT Unilever Indonesia Tbk, Okti Damayanti, dan Direktur Merchandising dan Marketing Matahari Food Business PT Matahari Putra Prima, Meshvara Kanjaya. Trashion (dari kata Inggris trash dan fashion) dirancang khusus oleh kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Unilever untuk mengurangi dampak sampah kemasan plastik.

 PT Unilever Indonesia Tbk bekerja sama dengan Hypermart meluncurkan tas belanja ramah lingkungan dari bahan plastik daur ulang yang bisa dipakai berulang kali.

Mal Jakarta Siap Ganti Plastik dengan Tas Daur Ulang | kantong spunbond



"(Tas berbahan ramah lingkungan) dari malnya sendiri dong, masa tasnya dari kita. Jangan mau untungnya saja. Sejauh ini semuanya mendukung, mereka mau," lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, program pengurangan tas plastik itu akan diuji coba selama satu bulan mendatang dan setelahnya akan dievaluasi. 

Sudah satu minggu lalu (surat edaran) kita edarkan. Semua mal di Jakarta pakai tas daur ulang, jadi bisa dipakai terus," ujar Jokowi seusai bertandang ke markas Slank di Gang Potlot III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2013) siang.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, para pengelola mal di Jakarta menyanggupi menyediakan tas belanja berbahan ramah lingkungan untuk menggantikan tas belanja berbahan plastik, sesuai yang diminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui surat edaran.

Yuk "Cinta Mati" sama Tas Belanja Ramah Lingkungan! | kantong spunbond



"Saya ingin tas seperti ini menjadi ikon, bukan sekadar tas belanja,"   tutur Adjie Notonegoro menambahkan pula.

So, kebayang kan kalau lama-kelamaan green bag bisa begitu merasuk ke   banyak sisi kehidupan makin banyak orang. Tinggal dibiasakan saja. Ke mana-mana selalu membawa tas belanja ramah lingkungan. 

Sementara, Direktur Operasional Supermarket Hero Supermarket Sugiyanto   Wibawa menambahkan pilihan pada bahan bukan plastik pada green bag   keluarannya adalah semacam nilai tambah. Dengan begitu, pelanggan tidak   cuma membawa tas seperti itu hanya untuk berbelanja. "Ada ide lain bagi   orang bisa membawa tas belanja ramah lingkungan untuk berbagai   aktivitas," imbuhnya.

Makanya, barang belanjaan langsung dibawa memakai troli besar ke   kendaraan pelanggan. "Kami tidak memakai tas belanja plastik," ujar   Juru Bicara Makro Basuki Ismael sembari menambahkan kalau pihaknya,   dalam kaitan ini, sudah berperilaku "hijau" sejak awal.

Sementara, lain lagi cerita soal tas belanja ramah lingkungan di Makro.   Bermain di sektor perkulakan membuat pelanggan perusahaan di Indonesia   yang sekarang dimiliki oleh Grup Lotte asal Korea Selatan ini membeli   barang kebutuhan dalam jumlah besar.

Ketimbang Hero, Carrefour lebih awal setahun mempromosikan tas dari   bahan yang bisa didaur ulang tersebut. Makanya, dalam hitung-hitungan   Irawan, pihaknya sudah meluncurkan sekitar sejuta tas berwarna hijau   tersebut.

Tujuan jangka pendek memang untuk mengurangi volume penggunaan tas   belanja plastik di gerai kami," begitu Direktur Corporate Affair Carrefour Indonesia Irawan D Kadarman menceritakan alasannya soal green bag ala peritel asal Perancis ini.

Tambahan lainnya sebagai pemanis adalah aksen perempuan dan pohon yang mampu menunjukkan citra ramah lingkungan. Yang juga tak ketinggalan adalah kata “Indonesia”. Adjie mengaku selalu membubuhkan “kata sakti” itu pada setiap karya-karyanya. “Buatan dalam negeri. Supaya kita juga bangga,” katanya memberi alasan.

Tak berhenti sampai di situ saja, Adjie juga mencari bahan goni yang kuat, dalam arti tidak mudah sobek saat dijahit atau dipakai membawa barang-barang di dalamnya.  Oh iya, tas unik itu ukurannya 38 cm panjang, 32 cm lebar, dan 10 cm tebal.

Adjie, lebih lanjut menambahkan,  pada tahap awal, dirinya menyeleksi berbagai bahan goni. Upaya ini untuk menepis anggapan kalau bahan goni selalu membuat kulit gatal jika dipakai.

Goni memang menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih sebagai pengganti plastik. Bahan lain yang kerap dimanfaatkan adalah kain dan plastik yang bisa didaur ulang.

Sudah begitu, plastik memang butuh waktu teramat panjang untuk terurai   alami. Seribu tahun lamanya. Selama menapaki masa itu, plastik menjadi   polutan signifikan.

Catatan menunjukkan cara gampang untuk membungkus permukaan Bumi adalah dengan terus menerus memanfaatkan kantong plastik. Diperkirakan tiap   tahun 500 juta sampai dengan satu miliar kantong plastik dipakai di   seluruh dunia. Nah, dengan jumlah sebanyak itu, seluruh permukaan Bumi   bisa sepuluh kali lipat terbungkus!

Tas belanja ramah lingkungan atau yang acap disebut sebagai green bag,   sejatinya, makin hari makin menjadi bagian dari kehidupan banyak dari   kita semua. Alasannya, penggunaan plastik makin lama bukannya makin   berkurang.

Mengapa goni mampu merebut hati kelahiran Jakarta 18 Juli 1961 ini?   Soalnya, kini, banyak orang justru melupakan karung goni. "Karung kan   cuma dikenal sebagai tempat beras. Habis dipakai, cuma jadi keset,"   katanya.

Ya, Adjie mengaku kepincut bahan goni waktu pihak Hero Supermarket   mengajaknya mendesain tas belanja ramah lingkungan yang bakal   disebarluaskan untuk para pelanggan mulai Oktober lalu. "Itu yang   terpikir untuk menggeser tas belanja plastik," kata Adjie.

Jangan terburu menebak kalau tas hasil jahitan tangan itu cuma layak   dibawa ke pesta. Juga, jangan cepat-cepat berkesimpulan kalau tas   berpegangan asimetris dengan satu sisi panjangnya 30 cm sementara sisi lainnya 15 cm itu hanya pantas dibawa saat kuliah. "Tas itu   adalah tas belanja. Tapi, dijamin deh, bisa dipakai laki-laki dan   perempuan untuk ke mana-mana," kata desainer Adjie Notonegoro beberapa   waktu lalu.

Pada jari-jari tangan kanannya nan lentik, tas goni itu terlihat serasi. Dominasi warna coklat berpadu padan dengan baju atasan merah jambu plus celana pendek denim biru yang dikenakan perempuan foto  model itu kala berjalan melenggang di atas karpet.








Senin, 03 Juli 2017

California, Kota Tanpa Kantung Plastik

Pembatasan penggunaan kantung plastik |jual tas spunbond eceran


jual tas spunbond eceran



Julia Brownley, anggota legislatif, dalam siaran televisi NBC menyatakan, "Dalam RUU ini, jika pembeli lupa membawa kantong daur ulang mereka, mereka dapat membeli sebuah tas daur ulang dengan biaya yang murah karena 40 persen bahannya diproduksi bahan yang dikumpulkan dari konsumen."   

Kota lain di seluruh Negeri Paman Sam, telah menempatkan pembatasan penggunaan kantung plastik, termasuk larangan langsung di toko-toko eceran di Outer Banks, Carolina Utara. Sekitar 20 kota lainnya juga akan mempertimbangkan hukum serupa.

Setiap toko akan menjual kantong kertas untuk para konsumen minimal lima sen untuk masing-masing tas daur ulang. 

Tas plastik memang tidak ramah terhadap lingkungan. Sampah sisa tas plastik susah terurai bila terkubur di dalam tanah, termasuk jika sampai terbuang ke lautan lepas. Menurut Gubernur Schwarzenegger, usai pemungutan suara di parlemen, RUU ini akan menjadi kemenangan besar bagi lingkungan. 

Sebuah rancangan undang-undang tentang penggunaan tas belanja plastik sedang dipertimbangkan di California, Amerika Serikat. UU ini nantinya bertujuan mengurangi penumpukan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang dan mencemari lingkungan. Termasuk, bertujuan melarang farmasi, makanan dan minuman keras dari toko untuk memberikan kantong plastik dan dibutuhkan pengganti alternatif untuk membungkus barang.

California bisa menjadi negara bagian pertama di AS, yang melarang tas belanja plastik. Rancangan UU ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur California Arnold Schwarzenegger. Legislatif merancang RUU tersebut sejak Rabu pekan silam. Kini, RUU itu telah masuk ke Senat sambil menunggu untuk disahkan.


Produk Kantong Belanja UKM RI Banyak Dipakai Merek Internasional | jual tas spunbond eceran


Kemitraan Proses (KP) Tjiwi Kimia lainnya‎ yaitu KP Hard Cover. Program kemitraan ini dinilai cukup penting keberadaannya untuk mendukung produksi buku yang menggunakan sampul eksklusif, tebal dan keras. Produksi tersebut membutuhkan proses finishing berupa penjilidan dan perekatan cover buku. KP Hard Cover memiliki lima kelompok mitra usaha yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 190 orang.

Terakhir yaitu KP Cetak menjadi jenis kemitraan ketiga untuk keperluan percetakan (offset) meliputi pencetakan cover dan plastik sheet. Kemitraan ini memiliki tiga mitra usaha, dan mampu menyerap puluhan tenaga kerja dari daerah Mojokerto, Surabaya, dan Gresik.

“Bukanlah hal yang mudah untuk menyerahkan sebagian proses bisnis skala besar kepada pihak lain, terlebih pada sektor usaha kecil. Dibutuhkan kepercayaan tinggi antar kedua pihak. Relasi keduanya juga harus bersifat mutual dan saling menguntungkan," jelas dia.

Hasilnya pun kini berbuah semakin manis, dengan membanjir pesanan produk kantong belanja (shopping bag) baik dari pasar lokal hingga ke mancanegara. Bahkan, permintaan ke mancanegara menjadi primadona. Berbagai merek internasional kelas atas selama bertahun-tahun menaruh kepercayaan kepada UMKM binaan ini.

Bahkan beberapa dari mereka yang sudah bekerja lama dan menjadi kepercayaan pimpinannya dapat menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Insentif dari para pimpinan Mitra Usaha juga diberikan, sesuai dengan etos kerja dan loyalitas masing-masing anggota.

Dalam proses finishing kantong belanja ini, Tjiwi Kimia menyediakan 100 persen bahan baku. Mitra usaha kami lah yang menyelesaikan sampai tuntas, mulai dari melipat, mengelem, sampai memasangkan tali dan aksesori lainnya," tambah dia.

Sebagian besar anggota KP kantong belanja adalah para ibu rumah tangga. Kesempatan kerja ini dirasakan sangat meningkatkan peran perempuan dalam mendukung perekonomian dalam keluarganya.

Daya serap kemitraan ini cukup tinggi, saat ini terdapat 27 kelompok mitra usaha dengan masing-masing anggota belasan hingga yang terbanyak 100 orang lebih," kata Sugiyanto.

Diperkirakan jumlah tenaga kerja dari yang terserap dari kemitraan ini mencapai sekitar 1.400 orang yang tersebar di berbagai pelosok desa di sekitar lokasi pabrik, meliputi 27 desa di 7 Kecamatan seputar Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, dan Jombang.

Kemitraan Proses kantong belanja merupakan pekerjaan finishing dari pembuatan tas atau kantong belanja eksklusif meliputi pelipatan, pengeleman, hingga pemasangan tali. Diversivikasi usaha kantong belanja oleh Tjiwi Kimia ini telah berlangsung sejak tahun 1996 dan kemitraan usahanya mulai dilakukan di tahun berikutnya.

Jenis Kemitraan Proses yang dilaksanakan antara lain kantong belanja, hard cover dan cetak.‎ Agar kualitas tetap terpelihara, Tjiwi Kimia menyediakan pelatihan, bantuan modal, selain tentunya juga bahan baku bagi industri UKM.

"Kami tentunya tidak melepas para mitra usaha begitu saja. Ini berkaitan dengan pemenuhan standar kualitas yang ketat dari perusahaan," kata dia.

‎Unit Industri Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk menggulirkan program Kemitraan Proses (KP) yang menggandeng usaha kecil dan menengah ‎(UKM). Hasil produksi dari program ini mampu menembus pasar mancanegara.

Juru Bicara Tjiwi Kimia, Sugiyanto‎ mengatakan, kemitraan dengan UKM ini sejalan dengan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Dengan demikian sektor UKM semakin mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah.

“Adalah sebuah fakta bahwa secanggih apapun mesin pabrik, tidak dapat sepenuhnya menggantikan detil dan kecermatan yang dihasilkan manusia. Beberapa produk yang kami hasilkan masih memerlukan penanganan secara manual, khususnya proses finishing,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (9/10/2016).


Kantong Plastik Berbayar, Konsumen Disarankan Bawa dari Rumah | jual tas spunbond eceran



Data Nielsen 2015 menyebutkan, market share dari industri ritel-toko swalayan (minimarket, supermarket, hipermarket, dan perkulakan) di Indonesia hanya sebesar 26,0 persen sedangkan ritel pasar rakyat mencapai 74,0 persen. Artinya, kebijakan ini hanya akan berhasil jika semua peritel baik toko swalayan maupun pasar rakyat menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar secara simultan.

“Pemerintah sudah berinisiatif membuatkan aturan, pengusaha memberikan dukungan dan menjalankannya dengan harapan respons masyarakat juga positif. Kami ritel modern siap menjadi pilot project kebijakan ini,” tandas Roy.

Roy menegaskan peritel sepakat tidak ingin menggunakan kelebihan hasil penjualan kantong plastik sebagai donasi untuk berbagai aktivitas sosial.

“Dana CSR sumbernya tetap dari budget perusahaan, dengan menekan biaya perusahaan tentunya budget perusahaan untuk CSR dapat meningkat," tegasnya.

“Kami pikir tidak perlu ada perda untuk mengatur kantong plastik ini, karena status barang tersebut akan diberlakukan seperti barang dagangan lainnya yang menjadi otoritas dan mekanisme peritel selama ini,” jelas Roy.

Aprindo khawatir tren belanja konsumen ke ritel modern menurun akibat kebijakan ini, pemerintah juga harus melindungi semua sektor industri agar bisa tumbuh, termasuk diantaranya sektor ritel yang berada di hilir dan merupakan industri padat karya.

Menurut Roy, implementasi kebijakan kantong plastik berbayar di daerah tidak memerlukan Peraturan Daerah (perda).

Apabila kebijakan ini berhasil diterapkan, beban peritel dari pembelian kantong plastik dapat dialokasikan untuk dana CSR peritel modern bagi lingkungan. Karena itu, pemerintah diharapkan memberikan keleluasaan kepada pengusaha ritel dalam menentukan harga jual kantong plastik dan mengatur mekanismenya.

Selama masa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat harga jual kantong plastik berbayar yang ingin Aprindo terapkan adalah sebesar Rp 200, termasuk PPN. Ini merupakan harga yang disubsidi oleh peritel agar tidak memberatkan konsumen.

Ketika hendak berbelanja, konsumen disarankan membawa tas belanja sendiri atau akan diminta membeli kantong plastik maupun tas belanja yang dapat dipakai berulang di toko-toko anggota kami,” kata Ketua Umum Aprindo‎ Roy Mandey dalam keterangannya, Sabtu (13/2/2016).

Peritel juga akan membantu pemerintah mensosialisasikan terlebih dahulu dan mengedukasi masyarakat melalui berbagai media serta melakukan pemasangan poster di toko agar konsumen mengerti dampak negatif limbah plastik bagi lingkungan.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendukung upaya pemerintah mengurangi limbah plastik melalui kebijakan kantong plastik berbayar di Indonesia. Melalui kebijakan ini, diharapkan masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik.






Koja Tas Ramah Lingkungan Dari Suku Baduy

Suku Baduy dikenal sebagai masyarakat tradisional yang mempertahankan tradisi nenek moyang | jual spunbond motif


jual spunbond motif


Tas koja digunakan masyarakat Baduy untuk membawa alat-alat pertanian, atau ketika melakukan perjalanan. Dengan pakaian adat, ikat kepala, ditambah tas koja, membuat masyarakat Baduy sangat bersahaja.

Tas koja menjadi salah satu tanda identitas dari masyarakat Baduy. Lebih luas lagi, bukan hanya masyarakat Baduy, masyarakat Banten pada umumnya juga memakai tas dari Baduy ini sebagai ciri khas masyarakat Banten. Tidak hanya dipakai pada aktivitas seni-budaya, tas tersebut juga dipakai para pelajar asal Banten yang bersekolah di luar daerah, sebagai wadah buku dan pena.

Saat ini, tas koja khas Baduy dapat dipakai masyarakat luar. Koja menjadi salah satu dari sekian banyak produk lokal Baduy yang dijadikan oleh-oleh. Seperti halnya kain sarung, peralatan dapur, ikat kepala, baju tradisional, dan kerajinan tangan lain dikirim ke luar Baduy untuk dapat dipakai masyarakat luar.

Saat Anda ke Baduy, buah tangah Suku Baduy mudah didapat. Toko-toko kecil maupun pedagang asongan banyak terdapat di Terminal Ciboleger yang menjadi gerbang masuk menuju kawasan masyarakat tradisional Baduy.

Di daerah lain di Banten, kulit pohon teureup ini dijadikan bahan tali untuk mengikat tumpukan kayu bakar agar mudah dibawa. Kayu ini terkenal sangat kuat, maka tidak salah jika masyarakat Baduy menjadikan kulit kayu ini sebagai wadah untuk membawa perkakas pertanian yang cukup berat.

Tas Koja terbuat dari kulit pohon pohon teureup. Pohon ini banyak terdapat di wilayah Baduy. Pohon teureup merupakan kerabat nangka. Pohon teureup banyak terdapat di wilayah Baduy. Kulit teureup harus dijemur lebih dahulu agar lebih kuat. Setelah kering, kulit teureup kering dibelah kecil-kecil. Belahan kayu ini yang kemudian dibentuk benang yang menjadi bahan pembuatan tas. Meski kuat, tentu tas dari kulit kayu ini mudah terurai dalam tanah.

Tas koja berbentuk tidak terlalu besar dengan warna alami cokelat. Koja dibuat dengan anyaman berlubang sehingga isi koja bisa dilihat dari luar. Tas ini bertali selendang cukup panjang sehingga bisa dipakai menyilang di pundak atau selendangkan.

Ketradisionalan masyarakat Baduy bisa dilihat dari pakaian yang dikenakan. Selain pakaian, penunjang aktivitas sehari-hari bisa menjadi ciri lain, salah satunya tas berbahan alami bernama koja. Koja merupakan wadah untuk menunjang kegiatan sehari-hari masyarakat Baduy.

Suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, memiliki seribu kearifan lokal untuk menjadi pembelajaran bagi masyarakat lain. Suku Baduy dikenal sebagai masyarakat tradisional yang mempertahankan tradisi nenek moyang dan senantiasa menjaga alam lingkungan tempat tinggalnya.


Rotary Solo Kampanyekan Belanja Cantik Tanpa Plastik | jual spunbond motif 



Sementara itu, Public Relation (PR) RC Solo Kartini, Febri Dipokusumo, menyampaikan RC Solo Kartini yang dibantu Rotaract Solo Pakarti total membagikan 111 tas belanja kepada pengunjung Pasar Gede. Jumlah tas belanja tersebut, menurut dia, menyesuikan dengan perayaan HUT ke-111 Rotary International yang jatuh pada 23 Februari lalu.

Sementara itu, warga Kelurahan Manahan, Kecamatan Laweyan, Solo, Ny. Imam, 71, mengaku senang mendapatkan tas kain gratis dari sukarelawan RC Solo Kartini. Ny. Imam menginginkan pemerintah untuk mengadakan sosialiasi diet kantong plastik kepada masyarakat sekaligus membagikan tas kain.

“Semoga kami bisa mengajak masyarakat untuk bisa berbelanja tanpa menggunakan kantong platik. Kami mengusung tema ‘belanja cantik tanpa plastik’ untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa belanja sambil membawa tas kain bisa terlihat lebih cantik ketimbang menenteng kresek atau kantong plastik,” jelas Maria Dhody.

Dia berharap tas kain yang dibagikan sukarelawan RC Solo Kartini terus digunakan masyarakat setiap kali belanja.

Maria mengatakan kampanye Stop Plastik di Pasar Gede sebagai wujud kepedulian RC Solo Kartini terhadap lingkungan hidup serta mendukung program diet kantong plastik dari pemerintah pusat.

“Kami sampai kehabisan stok tas belanja karena diminati para pengunjung Pasar Gede. Kami sebenarnya berniat menyisihkan satu tas untuk digunakan belanja sendiri. Kami ingin mencontohkan secara langsung ‘belanja cantik tanpa plastik’,” kata President RC Solo Kartini, Maria Dhody, di sela-sela kegiatan, Kamis.

Kehadiran belasan ibu-ibu itu spontan mendapat sambutan meriah. Mereka langsung dikerubungi puluhan pengunjung Pasar Gede. Tas belanja yang terbuat dari kain tersebut bahkan langsung ludes tidak lama setelah belasan sukarelawan RC Solo Kartini memasuki Pasar Gede.

Anggota dan pengurus Rotary Club (RC) Solo Kartini membagi-bagikan tas belanja gratis di depan Pasar Gede Solo, Kamis (25/2/2016).


STARTIC Melejit Berkat Sak Semen | jual spunbond motif 



AV Peduli juga siap merilis produk premium, yaitu kombinasi kain etnik songket dan kulit yang didukung material kualitas premium juga. Produk akhirnya juga kini tidak hanya tas tetapi juga sudah mulai merambah ke aksesoris laptop, sepatu, dan produk lain yang diminati pasar, termasuk Ecofashion for Men.

STARTIC Ecofashion yang baru saja Young Social Entrepreneur 2015 dari Singapore International Foundation ini juga berupaya meningkatkan kapasitas produksi, baik kuantitas maupun kualitas, dengan memberdayakan lebih banyak kalangan masyarakat untuk memenuhi tawaran pemasaran di butik potensial yang sudah masuk. “Kami terus mengembangkan strategi agar dapat lebih menjangkau pangsa pasar di luar negeri yang sangat menghargai produk handmade dan berkonsep ramah lingkungan,” kata dia.

Saat ini, AV Peduli memiliki jaringan showroom di toko oleh-oleh Mirota, Galeri Bandara Juanda Terminal 1, galeri milik pemerintah lainnya, serta butik-butik ternama. Ada juga penjualan langsung ke Manado, Balikpapan, dan kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia. “Untuk online, saat ini sedang dalam tahap dikembangkan, ada di startic.avpeduli.com dan instagram @heystartic,” kata dia.

“Dari sinilah, kita bisa follow up sehingga sudah bisa ekspor meskipun masih skala kecil ke beberapa negara, yang sampai saat ini repeat order dari Belanda, Singapura, dan Australia,” katanya.

Vani mengakui minat paling besar datang dari luar negeri, yang memang lebih menghargai produk-produk daur ulang. Itu kenapa AV Peduli mengikuti seleksi pemerintah daerah hingga terpilih menjadi produk unggulan Jawa Timur dan mendapat stand gratis di pameran bergengsi seperti Trade Expo Indonesia, INACraft, dan lainnya.

Dengan dibantu 11 perajin utama serta dukungan bahan baku dari bank sampah binaan, warga sekitar yang sedang membangun, serta beberapa kontraktor proyek, AV Peduli sudah mampu membuat ratusan tas produk ritel dan ribuan unit pesanan khusus. Harganya berkisar Rp 50-180 ribu per unit untuk yang full daur ulang. “Untuk produk daur ulang yang dikombinasikan dengan kain etnik seperti songket dan kulit, saat ini harganya bisa mencapai Rp 600 ribu,” katanya.

Inilah latar belakang pembuatan tas daur ulang yang tetap fashionable dan membuat orang bangga memakainya dengan brand STARTIC, Artistic Ecofashion. Sak semen yang bisa mengangkut puluhan kilo itu adalah alasan utama digunakan sebagai bahan baku tas. “Kami juga sudah mengadakan penelitian didukung Universitas Airlangga untuk formula pelapis alami sehingga hasil akhirnya bisa menyerupai kulit dan sudah tahan air,” ujar dia.

“Masalah sampah sudah bukan sekadar di proses pengolahan, tetapi juga setelahnya, yaitu penjualannya. Mayoritas produk daur ulang masih kelihatan dari sampah sehingga orang enggan memakainya,” kata Vani.

Dunia fesyen tak melulu diramaikan produk baju dan celana trendi. Belakangan, model tas baru yang unik banyak bermunculan. Tapi, hanya sedikit yang menawarkan tas dengan bahan daur ulang, seperti AV Peduli yang mengolah sak semen sebagai bahan baku tas. Duet kakak-adik, Agnes dan Vania Santoso mendirikan AV Peduli sejak 2005 silam beranggotakan anak-anak muda kreatif. Klub yang dirancang sebagai Duta Lingkungan Hidup di kawasan Asia-Pasifik ini tertantang untuk membantu menyelesaikan masalah sampah di Indonesia.







Minggu, 02 Juli 2017

PAC PDIP Jebres Bagi-bagi Tas Non Plastik di Pasar Kandang Sapi

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jebres, Solo, menggelar kegiatan bagi-bagi tas non plastik | jual spunbond bag


jual spunbond bag



Kami ingin masyarakat mulai peduli dengan lingkungan, penggunaan tas berbahan plastik mesti dikurangi," ujarnya.

Honda berharap, masyarakat selalu menggunakan kantong non plastik tersebut setiap berbelanja kemana pun.

"Mudah-mudahan masyarakat terbiasa membawa kantong belanja sendiri yang ramah lingkungan," katanya.

Tas plastik tak ramah lingkungan dan tak bisa terurai.

Ketua PAC PDIP Jebres, Honda Hendarto mengatakan, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk tidak lagi menggunakan tas belanja berbahan plastik, lantaran berdampak buruk terhadap lingkungan.

Kantong tersebut kemudian diberikan sebagai pengganti kantong atau tas plastik sebagai wadah berbelanja.

Mereka diberi kantong tersebut dengan syarat membawa belanjaan terlebih dahulu.

Sejumlah petugas PAC tampak membagikan kantong non plastik kepada masyarakat pengunjung pasar.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jebres, Solo, menggelar kegiatan bagi-bagi tas non plastik di Pasar Kandang Sapi, Jebres, Minggu (19/2/2017).


Sulap mendong dan enceng gondok menjadi tas cantik | jual spunbond bag




Sekitar 15 tahun menggeluti usaha ramah lingkungan ini, tidak ada kendala yang berarti yang dihadapi olehnya. Hanya, masalah yang kerap ditemui adalah pemasaran produk. Dia mengaku susah untuk memajang produknya kedalam pusat perbelanjaan karena nilai konsinyasinya terlalu tinggi.

Bila tidak ada halangan, Juli 2017 nanti, Shella bakal ikut dalam ajang pameran di Korea Selatan. Melalui ajang tersebut dia berharap dalam memperluas pasar. Setelah itu, dia akan meneruskan perjalanan pameran internasionalnya sampai akhir tahun.

Meski begitu, harga tas cukup bersahabat. Shella membanderol Rp 200.000- Rp 500.000 per tas. Meski pemasaran hanya dari galeri dan ajang pameran, namun konsumen Perca Indah datang dari seluruh Indonesia.

Bahkan, produknya sudah melalang buana ke Amerika Serikat, Italia dan lainnya. Shella bilang, para buyer yang menajdi kepanjangan tangannya di sana. 

Dalam sebulan, Perca Indah bisa membuat 80 sampai 100 unit tas. Tapi, bila datang pesanan khusus, kapasitas produksi bisa meningkat hingga mencapai 300 tas sebulan.

Jumlah produksi yang terbatas ini karena Shella masih mengandalkan proses tradisional dalam pembuatannya. 

Tahapannya pun sangat panjang, mulai dari proses pemilahan, penjemuran, sampai menganyam. 

Meski sudah membentuk kemitraan dengan mereka, Shella masih campur tangan dalam tahap produksi. Dia yang memasang kain bagian dalam tas anyam tersebut, serta menempel berbagai aksesoris. 

Tidak hanya itu, dia juga memperkerjakan ibu-ibu rumah tangga dan para remaja sebagai perajut dan pembordir. Sampai sekarang sudah ada 15 orang yang bergabung dalam pembuatan tas ini. 

Asal tahu saja, usaha yang dia beri nama Perca Indah ini sudah berjalan sejak 2008 lalu. Untuk mendukung usahanya, Shella menjalin kerjasama dengan para perajin ayaman di Desa Gamplong, Godean, Yogyakarta. Dia mendapatkan bahan baku, enceng gondok dan mendong pun dari daerah tersebut. 

Perempuan berhijab ini tertarik mengolah enceng gondak dan mendong karena biayanya murah. Selain itu, sebagai bahan baku, kedua jenis tanaman itu mudah didapatkan serta menjadi langkah penyelamatan lingkungan. "Eceng gondok sangat sulit untuk dimusnahkan, sebab pertumbuhannya sangat cepat," jelas Shella. 

Tanaman eceng gondok dan mendong (rumput yang hidup di rawa) yang dikenal sebagai hama, bisa menjadi komoditas bernilai di tangan Shella Harmanto. Pasalnya, dia menyulap tanaman liar itu menjadi tas cantik, berpadu dengan berbagai hiasan dan bordir.

Tas Pengganti Plastik yang Ramah Lingkungan | jual spunbond bag



Sampai H-5 Lebaran ini pesanan meningkat dan banyak yang memesan untuk hantaran Lebaran, halal bihallal, sampai perpisahan,” kata Wiwin kepada MANTEB.COM, Selasa (20/6/2017).

Sejauh ini Wiwin mengaku hanya menerima pesanan tas saja, tidak menjual obral kepada pembeli. Untuk harga, satu tas dibanderol mulai dari Rp3.500 menyesuaikan ukuran dan bahan  yang digunakan.

Dengan banyaknya keuntungan yang didapat itulah, maka tak heran masyarakat memilih menggunkanan tas Lebaran yang berbahan dasar kain tas spunbond yang bertekstruktur datar seperti lembaran atau jaring ini. Bahkan tas kain spunbond ini sudah biasa dimanfaatkan sebagai tas belanja untuk menggantikan kantong plastik.

Keistimewaan dari tas ini adalah cukup kuat menahan bebas, ramah lingkungan, tidak mengandung bahan kimia berbahaya, dan yang unik dapat didaur ulang dengan mudah serta tidak menimbulkan polusi udara.Tas berbahan spunbond ini juga dikenal lebih tahan lama jika dibandingkan plastik maupun kertas pada umumnya.

Wiwin, merupakan salah satu perajin tas spunbond yang berada di Baron Cilik RT 02/07, Laweyan, Solo. Saat musim menjelang Lebaran seperti ini, dia mengaku mendapatkan banyak pesanan dalam jumlah yang banyak.

Memberikan paket pada saat Lebaran bagi saudara dan teman terdekat memang menjadi hal yang selalu dilakukan bagi banyak orang. Terlebih di Kota Solo, hal ini sudah menjadi tradisi yang tidak boleh dilewatkan.

Paket lebaran yang berisi kue-kue kering yang manis akan terasa lebih cantik bila dikemas dengan rapi dan unik di tempat yang cantik. Keunikan tersebut bisa didapat dari tas Lebaran yang berbahan dasar kain tas spunbond, yang sangat digemari oleh masyarakat Solo dan sekitarnya akhir-akhir ini. Tas ini bisa dibuat sesuai dengan keinginan pemesannya mulai dari warna, tulisan, sampai dengan desain tas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.