Tampilkan postingan dengan label jual spunbond bag. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jual spunbond bag. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 November 2017

Mantan Pegawai Bank Ini Ubah Limbah Botol Plastik Jadi Furnitur

Roy mampu mengubah barang bekas seperti limbah botol plastik menjadi peralatan rumah tangga | jual spunbond bag



jual spunbond bag


Untuk satu unit rumah sedikitnya diperlukan 8.000 botol plastik air mineral, dengan perkiraan biaya dari awal sebesar Rp 50 juta. Saat ini anggota PLPBK tercatat sebanyak 50 Kepala Keluarga, untuk tahap awal mereka akan membangun di kawasan RT 2 Kelurahan Sumur Meleleh dengan merobohkan rumah berbahan kayu itu dan melakukan pembangunan dari awal.

"Hanya fondasi rumah saja yang disisakan, benar benar kami bangun dari awal, dasar botol plastik diisi pasir pantai ini, kami yakin memiliki daya Hydrophonik untuk mengantisipasi getaran gempa," pungkas Roy Nelwan.

Bahan baku botol plastik ini, kata dia, didapat dari limbah buangan hotel, rumah makan dan limbah salah satu Mall di Bengkulu. Semua didapat dengan gratis, tetapi mereka harus menyisihkan dan mengangkut sendiri limbah tersebut.

Impian para anggota PLPBK Rafflesia yang bermukim di pesisir pantai Kota Bengkulu itu adalah merenovasi bahkan membangun rumah para anggota dengan bahan botol bekas.

Produk lain yang juga diproduksi Roy bersama Kelompok Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) Rafflesia Kelurahan Sumur Meleleh Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu ini adalah tas belanja ke pasar dan hiasan dinding.

"Kami di PLPBK Rafflesia ini mencoba mengubah sampah non organik yang menakutkan menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi," ujar Roy sambil mengisi botol plastik bekas air mineral dengan pasir pantai (28/6/2015).

Pensiun dari salah satu bank swasta tidak membuat Roy Nelwan berdiam diri. Dengan kemampuan membuat furnitur yang diturunkan sang ayah, Roy mampu mengubah barang bekas seperti limbah botol plastik menjadi peralatan rumah tangga.

Roy bernama tionghoa Ang Kian ini memulai usaha membuat furnitur dari botol plastik bekas sejak tiga tahun lalu. Salah satu furnitur yang dibuat seperti kursi tamu. Satu unit kursi tamu lengkap dengan meja dipasarkan dengan harga Rp 1,5 juta.


Belum semua swalayan di Bandung terapkan kantong plastik berbayar | jual spunbond bag




"Kita akan evaluasi sebulan pertama sampai dengan bulan ketiga. Ada tim terpadu yang sudah dibentuk untuk mengevaluasi. Nanti akan dilihat signifikan tidaknya kebijakan ini. Dari harganya sampai efektivitas pengurangan sampah plastik. Kalau tidak signifikan, kita coba tingkatkan lagi (harga kantong plastik)," ujar Teti.

Menurut Teti, penerapan kantong plastik berbayar masih dalam tahap uji coba. Program ini nantinya akan dievaluasi selama tiga bulan pertama.

Mengenai besaran harga setiap kantong plastik, menurut Teti merujuk pada surat edaran dari Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup. Disebutkan harga setiap kantong plastik sebesar Rp 200.

"Jadi nanti pembeli diberi pilihan oleh kasir, apakah mau pakai kantong plastik atau tidak," kata Teti.

Kota Bandung menjadi proyek percontohan penerapan kebijakan digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, Teti Mulyawati mengatakan, uji coba kantong plastik berbayar sudah disosialisasikan.

"Ini papan sebagai informasi dulu. Tapi nanti akan diterapkan berbayarnya yang belum tahu kapan waktunya," ujar Rifti.

Di bagian atas papan tertulis Indonesia Bersih Sampah 2020. Adapun seruan ajakan tertera juga ajakan menggunakan tas ramah lingkungan.

Papan informasi dengan mengkampanyekan diet kantong plastik itu dipasang di dekat kasir. Ajakan itu diberi tagar #DietKantongPlastik. Guna menekan penggunaan kantong plastik, pengelola membebankan biaya tambahan Rp 200 per kantong plastik.

"Ini masih papan informasi saja. Belum ada tindak lanjut untuk kantong plastik berbayarnya," kata kasir Indomaret, Rifti (25), kepada merdeka.com, Senin (22/2).

Seperti terjadi di minimarket Indomaret, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung. Kantong plastik berbayar belum dibebankan pada konsumen berbelanja.

Penerapan kebijakan kantong plastik berbayar mulai diberlakukan sejak Minggu (21/2), ternyata belum dilakukan seluruh gerai supermarket dan minimarket di Kota Bandung. Pihak pengelola hanya melakukan sosialisasi dengan papan informasi mengenai adanya program pengurangan kantong plastik.

Mahasiswa BSI Sukabumi Ciptakan Tote Bag Aksara Sunda | jual spunbond bag



Kepala Kampus AMIK BSI Sukabumi Denny Pribadi menyambut baik dan bangga adanya kegiatan tersebut. “Saya sangat mendukung kegiatan positif ini. Saya bangga dengan apa yang dilakukan anak-anak muda kota Sukabumi. Sebab, mereka  memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan, sekaligus berusaha melestarikan budaya Sunda dengan melukis aksara Sunda pada tas yang akan digunakan sebagai pengganti kantong pelastik,” ungkap Denny Pribadi.

Mahasiswi semester lima AMIK BSI Sukabumi yang juga penerima bepres (beasiswa prestasi) BSI ini berharap Indonesia suatu hari nanti menjadi negara pariwisata bebas sampah plastik yang menjunjung tinggi kebudayaan nasional, untuk Sukabumi khususnya budaya Sunda.

Pengenalan aksara Sunda melalui tas ramah lingkungan merupakan salah satu program kerja Post Moka Activity (PMA) yang diusung Kiswah untuk mendukung program Walikota Sukabumi, yaitu “Sukabumi Bebas Sampah Plastik” yang dicanangkan sejak bulan Maret 2016.

Selain itu, menurutnya, pembuatan tote bag hasil karya sendiri dengan dihias aksara sunda sekaligus memperkenalkan budaya nasional kepada masyarakat. “Selain peserta belajar menulis dengan aksara Sunda, hasil tote bag yang telah dihias tersebut diharapkan dapat menggantikan penggunaan plastik dengan tas ramah lingkungan,” ungkap Kiswah yang juga Duta HIV/AIDS Kota Sukabumi 2016.


Kenapa membuat tas belanja sendiri? Kenapa tidak beli tote bag saja? Hal itu dijawab oleh Siti Kiswah, anggota Paguyuban Moka Kota Sukabumi 2016 yang menggagas kegiatan ini. “Biasanya anak muda kalau tote bag beli dibandingkan  buatan sendiri itu beda kasih sayangnya. Mereka lebih greget pakai tote bag produk buatan sendiri. Karena kita yang hias sendiri dan tidak pasaran,” ujar Siti Kiswah.

Workshop yang diikuti oleh 200 mahasiswa AMIK BSI Sukabumi tersebut diawali dengan pemaparan materi mengenai bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Dilanjutkan dengan pembuatan workshop tote bag dengan aksara sunda, sebagai salah satu solusi mengurangi penggunaan kantong plastik.

AMIK BSI Sukabumi  menggelar Carnaval BSI 2016, Ahad (25/09/2016). Salah satu rangkaian kegiatan tersebut  adalah workshop pembuatan ‘tote bag’ dengan aksara sunda. Kegiatan ini bekerja sama dengan Mojang Jajaka (Moka) Sukabumi 2016 dan Senat Mahasiswa AMIK BSI Sukabumi.





Jumat, 08 September 2017

Tas Belanja Pinjaman, Pengganti Kantong Plastik Di Jerman

Kantong plastik yang tidak lagi gratis | jual spunbond bag


jual spunbond bag


Langkah yang ditempuh dm tentu saja bisa membantu melegakan pembeli (termasuk saya) untuk menghemat pengeluaran, jika kita lupa membawa kantong belanja. Seandainya kita semua benar-benar mau berpartisipasi untuk kelangsungan hidup alam kita, hendaknya para pedagang (pengusaha) ikut andil juga memberikan jalan keluar yang lebih baik kepada pembeli. Berikan pilihan yang lebih beragam kepada pembeli untuk bisa mengurangi pemakaian kantong plastik. Meminta mereka untuk membawa tas belanja sendiri atau harus membelinya di toko, belumlah cukup sebagai jalan keluarnya. 

Produksi tas ini pada awalnya (2012) dikerjakan di Jerman (Augsburg) oleh perusahaan Manomama. Karena alasan untuk menghemat ongkos produksi & juga ingin membantu taraf hidup masyarakat miskin di India untuk mempunyai pekerjaan, maka pembuatannya dipindahkan ke Tirupur.
Selain mengerjakan pembuatan tas-tas baru, perusahaan tersebut juga mendaur-ulang tas-tas yang kita kembalikan tersebut. Hasilnya bisa berupa syal, baju atau yang lainnya. Dan tentu saja bisa dijual kembali. Siklus yang tidak terpotong & menguntungkan semua pihak.

Kalau kita sudah bosan dengannya sebab kondisinya sudah lusuh, kotor, robek atau warnanya mulai pudar, kita bisa menukarkannya dengan yang baru atau minta kembali uang (2€) di setiap cabang dm. Jadi tidak harus ke cabang di mana kita membelinya. (Mau mengembalikan tas atau tidak, itu terserah kita).

Tas kain (Stoffbeutel) yang biasa disebut "Pfandtasche" ini bisa kita dapatkan di setiap kasir cabang dm. Tas polos & tanpa motif (kecuali logo kecil perusahaan di cantelannya) ini, ragam warnanya selalu diganti untuk jangka waktu tertentu. Kadang biru, merah, hijau, lila atau yang lainnya. Tas, yang menurut saya cukup keren ini, selain lebih stabil dari kantong plastik sebab bisa dipakai berkali-kali & dicuci (seperti baju) juga mengurangi sampah.

Melihat ketidakharmonisan hubungan yang terjalin antara pembeli & pedagang hanya sebab masalah kantong plastik gratis, sebuah perusahaan besar Jerman, dm (drogerie markt), yang cabangnya sudah menggurita sampai Eropa Timur membuat terobosan baru untuk kepuasan konsumen, yaitu meminjamkan tas (kantong) belanja kain. Untuk jaminannya kita harus membayar 2€/tas. 

Baru saja masalah itu lewat, di kas sebelah ada kejadian serupa. Hanya bedanya, pembeli langsung ngeloyor pergi meninggalkan belanjaannya yang belum dibayar. Protes sebab tidak ada lagi kantong plastik gratis.

Luapan emosi ketidakpuasan pembeli terhadap penghilangan kantong plastik di sebuah toko pernah saya alami langsung ketika belanja beberapa bulan lalu. Seorang pembeli yang ada di depan saya meminta dengan paksa kepada kasir sebuah kantong plastik gratis untuk belanjaannya seharga kira-kira 40€. Diskusi di antara mereka berdua baru terselesaikan setelah Stellvertreter (wakil manager) toko meluluskan permintaannya.

Selain itu mereka juga beranggapan, bahwa sampah plastik yang masih banyak berserakan di jalan adalah plastik dari bungkus makanan & minuman. Hanya sedikit sekali yang berasal dari kantong belanja plastik. (Alasan mereka tidak salah karena kenyataannya kantong plastik yang berukuran sedang sampai besar masih bisa digunakan kembali untuk keperluan lain. Sedangkan yang berukuran kecil dengan motif yang lucu & menarik biasanya juga sayang kalau dibuang begitu saja).

 Apalagi harganya (mulai 20 cent/kantong) juga dua kali lipat dari harga biasa. Mereka merasa jelas-jelas dirugikan karena mereka sudah mengeluarkan uang banyak untuk belanja, tetapi masih harus membayar kantong plastik yang seharusnya diberikan gratis sebagai bagian dari service toko.

Reaksi seperti ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di Jerman, ketika pembeli tahu bahwa pusat perbelanjaan Karstadt, Media Markt (toko elektronik) & toko mode C&A mulai ikut berpartisipasi meniadakan kantong plastik gratis, yang pelaksanaannya akan dimulai antara awal Maret-April 2016.
Dari beberapa komentar yang saya baca di dunia maya, mereka umumnya mengatakan bahwa itu hanya akal-akalan para pengusaha (pedagang) untuk lebih mengeruk keuntungan dengan mengatasnamakan keselamatan lingkungan. 

Beberapa hari ini media online di tanah air ramai memberitakan tentang kantong plastik yang tidak lagi gratis diberikan kepada pembeli. Walaupun jauh-jauh hari sudah diumumkan tentang ini & pelaksanaannya juga masih dalam taraf uji coba, ternyata reaksi pembeli pada hari H nya masih cukup banyak yang protes. Harganya (Rp.200/kantong) yang tergolong sangat murah (dibandingkan di sini) ternyata bukan jaminan untuk pembeli rela begitu saja membayarnya.


Tas Pandan Berhias Kain Perca di Jombang Tembus Luar Negeri | jual spunbond bag



"Untuk online saya pernah kirim sampai Malaysia, Singapura dan Australia," tandasnya. 

Tak hanya dari Jombang dan sekitarnya, kata Ike, pesanan tas buatannya datang dari Makasar, Bali, Aceh hingga Papua. Ibu satu anak ini memilih menggunakan media sosial untuk memasarkan karyanya itu. Tak ayal, saat ini omzet kerajinan tas miliknya mencapai Rp 15 juta/bulan.

Ketiga macam bahan itu kemudian dirangkai pada bagian penutup tas menggunakan lem. Butiran mutiara imitasi dibubuhkan untuk menambah kesan elegan pada tas. Kemasan tas yang dipilih pun tak sembarangan, Ike menggunakan boks agar nampak mewah.

"Hasilnya bagus peminatnya banyak sampai sekarang," ujarnya.

Kendati begitu, pembuatan tas ini tidaklah sederhana karena butuh ketelatenan dan ketelitian. Kain perca yang telah dibordir membentuk kembang-kembang dipotong sesuai pola. Ditambah dengan dedaunan dan bunga tiga dimensi atau bros dari kain perca.

"Awalnya saya melihat banyak kain perca di rumah saya, saya bikin bros. Kemudian saya lihat di internet ada tas dari pandan dihiasi dengan kristal, saya mencoba aplikasikan bros yang saya buat ke tas pandan," kata Ike kepada wartawan di rumahnya, Sabtu (2/9/2017).

Namun, siapa sangka hiasan yang membuat tas terlihat menawan itu berbahan limbah kain dari penjahit. Ya, Ike memanfaatkan kain perca dan aksesoris lainnya untuk mempercantik tampilan tas wanita buatannya.

Berbeda dengan tas pandan biasa seharga Rp 75 ribu, tas buatan Ike mencapai Rp 200-300 ribu/buah. Pasalnya, tas wanita itu mempunyai desain yang elegan dan cantik berkat hiasan pernak-pernik dan bunga-bungaan yang dirangkai Ike.

Sejak setahun terakhir, warga Desa/Kecamatan Diwek, Jombang, menyulap teras rumahnya menjadi bengkel kerja. Dibantu tiga karyawan, dia mengerjakan pesanan tas wanita berbahan dasar daun pandan itu.

Tas wanita dari bahan daun pandan yang sebelumnya dianggap biasa dan murah, di tangan kreatif Ike Norawati (35) menjadi lebih elegan dan bernilai tinggi. Bahkan tas buatan ibu satu anak ini diminati pembeli dari luar negeri.

Tote Bag, Alternatif Pengganti Kantong Plastik | jual spunbond bag



Akan tetapi, tas yang satu ini juga membantu pemerintah dan masyarakat menjalankan program diet kantong plastik yang sedang digalakkan beberapa waktu terakhir.

"Sekarang orang banyak berbelanja dengan tote bag lantaran minimnya persediaan kantong plastik," jelasnya. Namun, Ridha menganggap hal ini menjadi sebuah tren yang positif. Lantarannya, tote bag bukan hanya menjadi tren fesyen belaka.

Seiring dengan munculnya peraturan-peraturan daerah yang mewajibkan orang-orang mengurangi dan menghentikan pemakaian kantong plastik, tote bag mulai turun harganya dan mulai diminati banyak orang.

Namun, dulu ketika pertama kali masuk ke Indonesia, tote bag tergolong pakaian yang mahal. Diceritakan Ridha, harganya bisa sampai 80 puluh ribu rupiah. "Walaupun bentuknya simpel, tote bag waktu itu memang dihargai mahal lantaran masih ekslusif.

Soal harga, tas jinjing yang satu ini tak bakal membuat dompet kamu menjadi tipis. "Harganya murah banget, ada yang lima ribu sampai tiga puluh ribuan. Tergantung bahan juga sih," kata dia.

"Macam-macam desainnya, ada yang gambar kartun, hewan, kita juga bisa mendesain sesuka hati apabila membeli tote bag jenis urban print yang masih polos tanpa desain," kata dia.

Di Banjarmasin, tote bag yang lagi digandrungi adalah yang berjenis urban print. Jenis tote bag yang satu ini awalnya muncul di Jepang dan masuk ke Indonesia beberapa waktu terakhir. 

Karakteristiknya, tote bag berjenis urban print biasanya terbuat dari kain kanvas yang pada bagian tengahnya tersedia beragam varian desain hasil sablon printing.

"Tampilannya yang simpel dan tidak berlebihannya membuatnya menjadi sangat menarik untuk digunakan sebagai tas sehari-hari," kata dia.

Ridha Hidayah, mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat yang juga salah satu penjual dan pengoleksi tote bag di Banjarmasin mengakui bahwa tote bag memang sedang digandrungi.

Beberapa pihak mulai menggunakan bahan kulit, nilon, hingga bahan-bahan daur ulang sebagai bahan dasar pembuatannya agar terlihat menarik.

Seiring perkembangan zaman, tas jinjing ini menjadi tren fesyen yang banyak digandrungi oleh banyak orang. Bahan dasar pembuatannya tak lagi sekadar kain kanvas.

Jika dilihat dari sejarahnya, tote bag memang sudah digunakan masyarakat abad 17 untuk membawa barang-barang sehari-hari.

Tote Bag merupakan salah satu jenis tas jinjing yang umumnya berbentuk persegi. Umumnya, tas yang mempunyai jenis satu ini berbahan kain kanvas. Lantaran, kain yang satu ini memiliki karakteristik yang tebal dan tak gampang rusak.

Alasannya bervariatif. Ada yang menggunakannya sebagai alternatif pengganti kantong plastik. Ada pula yang menggunakannya sebagai fesyen. Bagaimana tren ini terjadi di Banjarmasin?

Pasca beberapa pemerintah daerah mengeluarkan peraturan mengenai pengurangan atau penghentian pemakaian kantong plastik, pemakaian tas jinjing minimalis atau yang kerap disebut sebagai tote bag mulai diminati oleh banyak orang.









Minggu, 02 Juli 2017

PAC PDIP Jebres Bagi-bagi Tas Non Plastik di Pasar Kandang Sapi

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jebres, Solo, menggelar kegiatan bagi-bagi tas non plastik | jual spunbond bag


jual spunbond bag



Kami ingin masyarakat mulai peduli dengan lingkungan, penggunaan tas berbahan plastik mesti dikurangi," ujarnya.

Honda berharap, masyarakat selalu menggunakan kantong non plastik tersebut setiap berbelanja kemana pun.

"Mudah-mudahan masyarakat terbiasa membawa kantong belanja sendiri yang ramah lingkungan," katanya.

Tas plastik tak ramah lingkungan dan tak bisa terurai.

Ketua PAC PDIP Jebres, Honda Hendarto mengatakan, pihaknya ingin mengajak masyarakat untuk tidak lagi menggunakan tas belanja berbahan plastik, lantaran berdampak buruk terhadap lingkungan.

Kantong tersebut kemudian diberikan sebagai pengganti kantong atau tas plastik sebagai wadah berbelanja.

Mereka diberi kantong tersebut dengan syarat membawa belanjaan terlebih dahulu.

Sejumlah petugas PAC tampak membagikan kantong non plastik kepada masyarakat pengunjung pasar.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB.

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jebres, Solo, menggelar kegiatan bagi-bagi tas non plastik di Pasar Kandang Sapi, Jebres, Minggu (19/2/2017).


Sulap mendong dan enceng gondok menjadi tas cantik | jual spunbond bag




Sekitar 15 tahun menggeluti usaha ramah lingkungan ini, tidak ada kendala yang berarti yang dihadapi olehnya. Hanya, masalah yang kerap ditemui adalah pemasaran produk. Dia mengaku susah untuk memajang produknya kedalam pusat perbelanjaan karena nilai konsinyasinya terlalu tinggi.

Bila tidak ada halangan, Juli 2017 nanti, Shella bakal ikut dalam ajang pameran di Korea Selatan. Melalui ajang tersebut dia berharap dalam memperluas pasar. Setelah itu, dia akan meneruskan perjalanan pameran internasionalnya sampai akhir tahun.

Meski begitu, harga tas cukup bersahabat. Shella membanderol Rp 200.000- Rp 500.000 per tas. Meski pemasaran hanya dari galeri dan ajang pameran, namun konsumen Perca Indah datang dari seluruh Indonesia.

Bahkan, produknya sudah melalang buana ke Amerika Serikat, Italia dan lainnya. Shella bilang, para buyer yang menajdi kepanjangan tangannya di sana. 

Dalam sebulan, Perca Indah bisa membuat 80 sampai 100 unit tas. Tapi, bila datang pesanan khusus, kapasitas produksi bisa meningkat hingga mencapai 300 tas sebulan.

Jumlah produksi yang terbatas ini karena Shella masih mengandalkan proses tradisional dalam pembuatannya. 

Tahapannya pun sangat panjang, mulai dari proses pemilahan, penjemuran, sampai menganyam. 

Meski sudah membentuk kemitraan dengan mereka, Shella masih campur tangan dalam tahap produksi. Dia yang memasang kain bagian dalam tas anyam tersebut, serta menempel berbagai aksesoris. 

Tidak hanya itu, dia juga memperkerjakan ibu-ibu rumah tangga dan para remaja sebagai perajut dan pembordir. Sampai sekarang sudah ada 15 orang yang bergabung dalam pembuatan tas ini. 

Asal tahu saja, usaha yang dia beri nama Perca Indah ini sudah berjalan sejak 2008 lalu. Untuk mendukung usahanya, Shella menjalin kerjasama dengan para perajin ayaman di Desa Gamplong, Godean, Yogyakarta. Dia mendapatkan bahan baku, enceng gondok dan mendong pun dari daerah tersebut. 

Perempuan berhijab ini tertarik mengolah enceng gondak dan mendong karena biayanya murah. Selain itu, sebagai bahan baku, kedua jenis tanaman itu mudah didapatkan serta menjadi langkah penyelamatan lingkungan. "Eceng gondok sangat sulit untuk dimusnahkan, sebab pertumbuhannya sangat cepat," jelas Shella. 

Tanaman eceng gondok dan mendong (rumput yang hidup di rawa) yang dikenal sebagai hama, bisa menjadi komoditas bernilai di tangan Shella Harmanto. Pasalnya, dia menyulap tanaman liar itu menjadi tas cantik, berpadu dengan berbagai hiasan dan bordir.

Tas Pengganti Plastik yang Ramah Lingkungan | jual spunbond bag



Sampai H-5 Lebaran ini pesanan meningkat dan banyak yang memesan untuk hantaran Lebaran, halal bihallal, sampai perpisahan,” kata Wiwin kepada MANTEB.COM, Selasa (20/6/2017).

Sejauh ini Wiwin mengaku hanya menerima pesanan tas saja, tidak menjual obral kepada pembeli. Untuk harga, satu tas dibanderol mulai dari Rp3.500 menyesuaikan ukuran dan bahan  yang digunakan.

Dengan banyaknya keuntungan yang didapat itulah, maka tak heran masyarakat memilih menggunkanan tas Lebaran yang berbahan dasar kain tas spunbond yang bertekstruktur datar seperti lembaran atau jaring ini. Bahkan tas kain spunbond ini sudah biasa dimanfaatkan sebagai tas belanja untuk menggantikan kantong plastik.

Keistimewaan dari tas ini adalah cukup kuat menahan bebas, ramah lingkungan, tidak mengandung bahan kimia berbahaya, dan yang unik dapat didaur ulang dengan mudah serta tidak menimbulkan polusi udara.Tas berbahan spunbond ini juga dikenal lebih tahan lama jika dibandingkan plastik maupun kertas pada umumnya.

Wiwin, merupakan salah satu perajin tas spunbond yang berada di Baron Cilik RT 02/07, Laweyan, Solo. Saat musim menjelang Lebaran seperti ini, dia mengaku mendapatkan banyak pesanan dalam jumlah yang banyak.

Memberikan paket pada saat Lebaran bagi saudara dan teman terdekat memang menjadi hal yang selalu dilakukan bagi banyak orang. Terlebih di Kota Solo, hal ini sudah menjadi tradisi yang tidak boleh dilewatkan.

Paket lebaran yang berisi kue-kue kering yang manis akan terasa lebih cantik bila dikemas dengan rapi dan unik di tempat yang cantik. Keunikan tersebut bisa didapat dari tas Lebaran yang berbahan dasar kain tas spunbond, yang sangat digemari oleh masyarakat Solo dan sekitarnya akhir-akhir ini. Tas ini bisa dibuat sesuai dengan keinginan pemesannya mulai dari warna, tulisan, sampai dengan desain tas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.