Tampilkan postingan dengan label kantong spunbond. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kantong spunbond. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Desember 2017

Enceng gondok bakal dikembangkan untuk bahan kerajinan home industry

Kerajinan berbahan baku enceng gondok | kantong spunbond

kantong spunbond


Di akhir acara Ketua Dekranasda Kaltim E Amelia Suharni Faroek dan Ketua Dekranasda Kutim Encek UR Firgasih saling bertukar cindera mata hasil kerajinan tangan berupa batik Kutim dan tas dari bahan baku enceng gondok.

Saat berkunjung ke Kutim, rombongan Dekranasda Kaltim yang dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kaltim Ny Amelia Suharni Faroek, di sambut hangat oleh para pengurus Dekranasda Kutim di Kecamatan Sangkulirang, Kamis (1/12) lalu.

Isteri Bupati Ismunandar ini menyampaikan bahwa untuk menggali potensi serta mengembangkan produk kerajinan khususnya untuk pengembangan ekonomi masyarakat dibutuhkan partisipasi semua pihak. Tidak hanya Pemkab Kutim tapi juga pihak perusahaan swasta melalui program corporate social responcibility (CSR). 

Bekerjasama menggali dan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat dengan tujuan meningkatkan perekonomian daerah sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya bangsa seperti misi Dekranasda.

“Saat ini, Kutim telah memiliki IKM Center yang menampung produk IKM dari seluruh Kecamatan Kabupaten Kutim dan berlokasi di Pasar Induk Sangatta,” jelasnya.

Firga yang saat ini menjabat juga Ketua Tim Penggerak PKK Kutim menambahkan dalam program kerja, Dekranasda Kabupaten Kutim tidak hanya sekedar memberi pelatihan secara teknis mengenai kerajinan, tetapi juga bimbingan non teknis seperti bagaimana mengelola administrasi usaha. Selanjutnya memberikan bantuan peralatan produksi, serta mempromosikan dan memasarkan produk IKM binaan. Melalui kegiatan expo atau pameran. 

Disamping kerajinan berbahan baku enceng gondok, pengrajin juga sudah mengembangkan kerajinan batik khas Kutim. Kerajinan berbahan baku limbah botol bekas minuman, bekas kemasan, tempurung kelapa, limbah kertas koran dan masih banyak bentuk kerajinan lainnya.

Untuk pengembangan jenis kerajinan berbahan baku ini, Firga, panggilan akrab Wakil Ketua DPRD Kutim ini mengaku pihaknya saat ini telah menjalin kerjasama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik Kementerian Perindustrian. Nantinya para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dilatih membuat berbagai macam kerajinan berbahan baku enceng gondok tersebut.

“Hal ini dilakukan untuk membuka peluang dan potensi industry UKM (usaha kecil dan menengah) baru bagi masyarakat demi peningkatan kesejahteraan serta perekonomian warga,” kata Ketua Dekranasda Kutim Ny Encek UR Firgasih, saat menyambut kunjungan kerja dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kaltim, belum lama ini.

Enceng gondok yang selama ini banyak diabaikan masyarakat, merupakan potensi sumber daya alam yang cukup bagus, untuk diolah menjadi bahan baku kerajinan. Untuk itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kutim bakal menjadikan bahan itu sebagai bahan baku untuk home industry di Kutim ke depannya. 

Hemat Kertas Daur Ulang agar Bumi Tetap Lestari | kantong spunbond




Masyarakat perkotaan adalah konsumen terbesar pengguna energi. Dibandingkan masyarakat pedesaan, energi yang digunakan masyarakat perkotaan jauh lebih besar “Berapa banyak listrik dan bahan bakar yang telah dihabiskan masyarakat perkotaan? Itu semua semestinya bisa dikurangi. Caranya dengan melakukan penghematan. Contoh kecil, kita bisa mematikan lampu yang tidak digunakan,” pungkasnya.

Aktivis lingkungan, Hermayani Putera, mengatakan, upaya lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi pemanasan global adalah dengan menghemat penggunaan energi. Dia menilai, masyarakat masih terlalu boros dalam penggunaan energi. “Malam hari misalnya, banyak lampu yang meski tak digunakan,” Hermayani memberi contoh.

Tujuannya untuk mengurangi penggunaan botol plastik. “Botol plastik itu salah satu benda yang sangat sulit diurai. Pembuatan botol ini juga memerlukan energi yang cukup besar. Alangkah baiknya jika kita mengurangi penggunaan botol ini. sehingga bisa mengurangi dampaknya di kemudian hari,” jelas Windy.

Windy Chintia, mahasiswa Jurusan Biologi, Universitas Tanjungpura, Pontianak mempraktikkan hal itu. Gadis muda ini mengaku enggan membeli air dalam kemasan. Jika sedang berada di luar dia lebih memilih membawa air dari rumahnya.

“Kita tentu tidak bisa melawan adanya pemanasan global atau perubahan iklim. Namun cara kita dalam memperlakukan alam bisa diubah. Kita harus mempraktekkan cara-cara hidup yang ramah lingkungan,” tambah aktivis lingkungan, Deman Huri Gustira.

Ke depan, kehidupan manusia akan semakin terancam jika pemanasan global terus meningkat. Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengurangi dampak pemanasan global. Pertama, berusaha menyelamatkan lingkungan dengan berbagai cara. Sebut saja mengurangi penggunaan bahan bakar kendaraan, menghemat penggunaan listrik, atau cara yang paling sederhana mengurangi penggunaan kertas.

Perubahan suhu dan curah hujan sendiri sangat berdampak pada berbagai bidang. Salah satunya sektor pertanian. “Jika kondisi cuaca dan musim semakin tak menentu, produktifitas hasil pertanian juga akan terganggu,” tuturnya.

Menurut Luhur, bisa disimpulkan bahwa pemanasan global dan perubahan iklim memang sudah ada di depan mata. “Selang kering yang cukup panjang yang dialami wilayah Kalimantan Barat dikarenakan adanya anomali iklim. Anomali iklim ini sedang dicari dan dianalisis oleh BMKG. Yang terkena anomali iklim ini bukan hanya di Kalbar, tetapi juga di wilayah lain seperti, Riau, Jambi dan Bengkulu,” ujarnya.

Uji tren terhadap suhu udara dan curah hujan di Kalimantan Barat yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Siantan, Pontianak menunjukkan, ada tren peningkatan suhu dan curah hujan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu belakangan ini. “Untuk suhu, ada tren kenaikan 0,01 derajat celcius per tahun,” kata Prakirawan BMKG Siantan, Luhur Puji Prayitno.

Karena jika masyarakat tidak dapat menjaga ekosistem hutan maka yang terjadi adalah perubahan iklim yang tidak menentu seperti saat ini. Di sejumlah tempat terjadi musim kemarau yang panjang sementara sebagian lain mengalami musim hujan.

Apalagi, dikatakan orang nomor satu di Kalbar itu bahwa hutan di kawasan Kalimantan merupakan paru-paru dunia yang menjadi harapan seluruh bangsa di dunia untuk selalu menjaga ekosistem hutan. "Apalagi masyarakat pedalaman dan perbatasan, saat ini sudah banyak yang memahami akan pentingnya pohon, menjaga tidak saja tugas pemerintah, masyarakat juga perlu untuk menjaga kelestarian hutan," kata Cornelis.

Dukungan untuk tetap melestarikan hutan juga dikatakan oleh Gubernur Kalbar, Cornelis. "Saya yakin masyarakat Kalbar khususnya mereka yang dekat dengan hutan sudah saatnya untuk menjaga pohon agar tidak sembarangan menebang pohon," jelasnya.

“Saya sering katakan pada mereka, ayo dong, ikut yang positif! Kita tanam pohon di depan rumah, biar adem. Pelan-pelan banyak juga yang kemudian sadar dan mau tanam pohon,” katanya.

Tentu saja mengubah perilaku masyarakat bukan hal mudah. Namun upaya ini harus terus dilakukan. Maria Theresia memilih melakukan pendekatan pada orang-orang di sekitarnya. Saat arisan keluarga misalnya, Maria kerap menyisipkan “kampanye” agar sanak saudaranya mau menanam pohon atau mengurangi penggunaan plastik.

Usaha ini, kata Maria, dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. “Coba bayangkan jika semua orang pakai tas sendiri saat berbelanja. Berapa ribu kantong plastik yang bisa kita kurangi penggunaannya,” katanya.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan tidak membuang sampah atau limbah sembarangan. Untuk mengurangi penggunaan plastik atau botol Theresia punya cara jitu. “Saya selalu bawa ransel atau tas kain kemana-mana. Kalau belanja saya nggak mau pakai kantong plastik. Barang belanjaan saya bawa pakai tas kain saja,” ujarnya.

“Jika setiap rumah bisa ditanami pohon, tentu lingkungan kita akan menjadi hijau. Suasanya jadi adem,” jelasnya.

Berbagai cara perlu dilakukan untuk menjaga bumi tetap lestari. Upaya tersebut ternyata bisa dilakukan dari hal yang sederhana seperti menanam pohon di halaman rumah atau di ruang-ruang kosong. Selain menyejukkan, pohon-pohon yang rindang bisa mengurangi emisi karbon di udara.

 Relawan WWF Indonesia, Maria Theresia, mengatakan banyak yang dapat dihemat jika masyarakat sadar akan upaya menghemat kertas dengan daur ulang. Hitungannya, jika menghemat 1 ton kertas daur ulang, artinya menghemat 17 pohon, 380 galon minyak, 3 kubik lahan, 4.000 KWH energi dan 7.000 galon air.

"Masyarakat hanya perlu pengetahuan serta kemauan dalam merubah kebiasaan menebang pohon dengan semaunya. Ini yang harus disosialisasikan terus," ungkap Maria Theresia di Pontianak.

Bunga Cantik dari Kulit Jagung Laris Manis Sampai Tembus Ekspor | kantong spunbond



"Kalau bunga ini awetnya tahunan bisa 20 tahunan asal nggak kena air dan matahari langsung perawatannya mudah dibersihkan aja debunya. Kalau kapasitas produksi kita udah 10.000 tangkai per bulan. Harga kita jual bervariasi dari Rp 10 ribu/tangkai sampai Rp 60 ribu/tangkai. Kalau kendala paling beberapa bulan terakhir ini kendala di kulit jagung yang langka mungkin karena lagi musim hujan jadi kulitnya langka," tuturnya.

Ia menjual bunga ini mulai dari harga Rp 10 ribu/tangkai hingga Rp 60 ribu/tangkai. Ia mengaku belakangan ini mengalami kendala karena kelangkaan kulit jagung.

Bunga-bunga dari kulit jagung ini mampu bertahan hingga 20 tahun. Produksi bunga cantik ini dilakukan di Surabaya, Jawa Timur yang dilakukan oleh 25 orang karyawannya. 

"Modal awal mungkin Rp 50 ribuan ya, kalau omzet sekarang Rp 50-60 juta karena kan kalau ekspor nggak setiap bulan kapasitas produksi sekarang 10.000 tangkai/bulan. Untuk penjualan kita ada booth di Taman Anggrek dan juga online di instagram," ujar Wanita lulusan desain grafis ini.

Ia juga dapat memproduksi hingga 10.000 tangkai per bulan. Ia menjajakan bunga-bunga cantik ini di booth kecil miliknya di Mall Taman Anggrek dan melalui online.

Dengan modal awal Rp 50 ribu di tahun 1987, bisnis kulit jagung miliknya ini sudah mampu menghasilkan omzet di kisaran Rp 50-60 juta/bulan. 

"Dulu ibu kerjain sendiri manual semua pakai tangan tapi sekarang kan permintaan banyak jadi di mix juga antara mesin dan tangan. Kita sekarang sudah ekspor ke Eropa, Amerika, Jepang, Itali, Arab, Jeddah, Spanyol paling banyak ke Amerika mereka biasanya untuk yang punya toko-toko, supermarket, dan untuk home decor, awalnya dulu ikut pameran-pameran di luar negeri sampai bisa ekspor seperti sekarang," ungkap Nina.

Sebelumnya bunga-bunga cantik ini dikerjakan secara manual namun karena permintaan yang meningkat saat ini dikerjakan dengan mesin juga. Bunga dari kulit jagung miliknya ini sudah mampu di ekspor ke berbagai negara mulai dari Amerika, Eropa, Jepang hingga Arab. 

"Awalnya itu ibu tahun 1987-an lihat kulit jagung di pasar katanya daripada dibuang sebaiknya dimanfaatkan, sampai sekarang mesti cari suplier, kalau dulu ambil di pasar saja, dulu kulit jagung mudah dapatnya pas zaman itu kertas mahal dan kain susah," kata Nina kepada detikFinance di pameran INACRAFT 2016, di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (23/4/2016).

Adalah Nina Kartika yang meneruskan usaha milik ibunya sebagai penjual bunga-bunga hias cantik yang terbuat dari kulit jagung yang diberi nama Innovart Cornhusk Flower.

iapa sangka kulit jagung yang bagi kebanyakan orang hanya menjadi benda sisa tak bermanfaat, dapat disulap menjadi bunga-bunga cantik bernilai yang peminatnya hingga ke manca negara. Pasar ekspor bahkan terbuka lebar bagi benda unik hasil kreasi anak bangsa ini.









Senin, 25 September 2017

Pengguna Kantong Plastik Diancam Hukuman Berat

Pemerintah Kenya telah memberlakukan hukum terberat di dunia untuk mengurangi polusi plastik | kantong spunbond

kantong spunbond


Menteri Wakhungu menanggapinya dengan mengatakan bahwa larangan tersebut merupakan kesempatan bagi dunia usaha untuk memproduksi tas daur ulang yang lebih ramah lingkungan.

Langkah yang bisa dilakukan itu bahkan akan menciptakan ribuan pekerjaan baru. Dalam beberapa hari ini jalanjalan di kota-kota terbesar di Kenya telah dipenuhi dengan orang-orang yang menjual tas semacam itu. 

Namun aturan itu memberlakukan pengecualian dengan memperbolehkan plastik yang digunakan untuk mengemas barang dalam proses pembuatan, dan untuk kantong sampah.

Sementara itu aturan baru itu menghadapi perlawanan dari industri plastik setelah Asosiasi Manufaktur Kenya gagal dalam upaya hukum pada menit-menit terakhir untuk menarik dan menunda larangan tersebut. Mereka mengatakan undang-undang baru tersebut akan menempatkan risiko terhadap puluhan ribu orang kehilangan pekerjaan dan mengancam investasi.

Sekitar 40 negara termasuk Tiongkok, Rwanda dan Prancis telah memberlakukan larangan atau pajak atas kantong plastik karena maraknya laporan hewan yang tersedak plastik.

“Jika ini berhasil, ini akan menjadi terobosan besar untuk mengurangi polutan plastik, yang menyebabkan kerusakan besar pada planet ini,” kata Kepala Badan Lingkungan PBB, yang berbasis di Nairobi, Erik Solheim.

National Environment Management Agency (NEMA) atau Badan Pengelolaan Lingkungan Nasional mengirim pesan teks kepada jutaan orang Kenya kemarin untuk mengingatkan mereka tentang larangan tersebut.

Para petugas NEMA punya wewenang untuk memeriksa orang yang membawa tas plastik. Sementara untuk wisatawan yang belanja pada toko bebas pajak akan diminta untuk meninggalkan kantong plastik mereka di bandara.
Masyarakat masih memiliki masa tenggang. Kami tahu masyarakat membutuhkan waktu untuk mengubah kebiasaan mereka dengan adanya aturan ini,” ucap dia.

Para menteri membenarkan langkah tersebut dengan perkiraan bahwa setiap warganya telah menggunakan sebanyak 300 meter kantong plastik setiap tahun yang dibuang dan merusak lingkungan karena membutuhkan waktu berabad- abad untuk terurai dalam tanah.

 Pemerintah Kenya telah memberlakukan hukum terberat di dunia untuk mengurangi polusi plastik, yakni empat tahun penjara dan denda hingga 4 juta shilling Kenya atau sebesar 838.750 dolar AS. Ancaman tersebut ditujukan baik terhadap penjual atau pengguna kantong plastik.

Larangan berlaku untuk penggunaan, pembuatan dan impor kantong plastik di negara yang terletak Afrika timur itu yang merupakan kawasan “ekonomi dominan”. Menteri Lingkungan Hidup Kenya, Judy Wakhungu, mengatakan target awal dari pemberlaluan larangan itu ditujukan untuk pihak manufaktur dan pemasok kantong plastik.

Queensland Larang Penggunaan Kantong Plastik Mulai 2018 | kantong spunbond



Negara bagian Australia Selatan, Kawasan Utara (Northern Territory) ACT dan Tasmania sudah menerapkan pelarangan penggunaan kantong plastik. Dokumen rinci mengenai rencana pelarangan penggunaan kantong plastik dari pemerintahan pimpinan Menteri Utama Annastacia Palaszczuk di Queensland akan dikeluarkan Jumat.

Sebelumnya, partai LNP yang menjadi oposisi mengumumkan akan mengurangi penggunaan kantong plastik bila mereka menang di pemilu mendatang.

Namun Miles mengatakan Queensland akan tetap menerapkan aturan tersebut, meskipun tidak akan mencapai persetujuan dengan negara bagian tetangga di sepanjang garis pantai timur Australia ini. Miles mengatakan inisiatif sukarela yang diambil oleh supermarket di seluruh Australia beberapa tahun terakhir sudah berhasil mengurangi penggunaan kantong plastik.

"Dalam masa tiga tahun tindakan sukarela ini, jumlah kantong plastik ringan yang digunakan turun 44 persen. Sayangnya, setelah tindakan sukarela ini berhenti, penggunaan kantong plastik meningkat lagi," katanya.

Menteri Lingkungan Queensland Steven Miles mengatakan dia akan kembali mendesak para rekan sejawatnya dari kedua negara bagian tersebut dalam pembicaraan, Jumat (25/11).

"Inilah cara terbaik yang bisa kita lakukan. Yang tidak kita inginkan adalah mereka yang tinggal di selatan Gold Coast melakukan perjalanan melintas batas ke New South Wales ketika mereka lupa membawa kantong belanja. Akan lebih baik bila kita bisa mencapai solusi yang berguna bagi masalah-masalah di perbatasan seperti ini," kata Miles.

Pemerintah negara bagian Queensland, Australia akan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai mulai 2018 dan mengatakan tidak akan menunggu dari negara bagian lain untuk melakukan hal yang sama.

Partai Buruh yang sekarang berkuasa di negara bagian tersebut sudah mempertimbangkan laranngan ini selama lebih dari satu tahun, dan dalam beberapa bulan terakhir mendesak negara bagian lain seperti New South Wales dan Victoria untuk melakukan hal yang sama.

Jika ketahuan pakai kantong plastik, warga Kenya bakal dipenjara empat tahun | kantong spunbond



Penelitian di Eropa menunjukkan tas kertas harus dipakai setidaknya sebanyak tiga kali untuk mengompensasi jejak karbon dalam pembuatan dan distribusi. Adapun tas kain sebaiknya digunakan sedikitnya 131 kali.

Guna mengurangi limbah kantong plastik, khalayak disarankan tidak lagi memakai tas kresek.

Menurut peneliti dari Universitas Georgia Dr. Jenna Jambeck - yang dimuat dalam Jurnal Science edisi 12 Februari 2015 - Indonesia membuang limbah plastik sebanyak 3,2 juta ton, dan berada di urutan kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik ke laut setelah Cina.

Bagaimanapun, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, mengaku tidak bisa menjadikan upaya itu sebagai peraturan yang mengikat, karena masih adanya penentangan.

Adapun di Indonesia, uji coba terbatas dan pemberlakuan plastik berbayar tahap pertama pernah berlangsung mulai 21 Februari hingga 31 Mei 2016. Sejak diterapkan, pembayaran tas plastik sebesar Rp200 oleh konsumen dilaporkan mendorong turunnya penggunaan tas plastik sekitar 30% hingga 50%.

Di Eropa, Italia menjadi negara pertama yang mengharamkan pemakaian tas kresek non-daur ulang.

Larangan kantong plastik bukan hal baru di Benua Afrika. Langkah itu telah diberlakukan oleh Afrika Selatan, Rwanda, dan Eritrea.







Selasa, 04 Juli 2017

Unilever Perkenalkan Tas Belanja Ramah Lingkungan

Sampah plastik merupakan penyumbang terbesar sampah domestik | kantong spunbond


kantong spunbond


Okti Damayanti dalam siaran persnya, Rabu, mengatakan, "Program kerja sama Unilever dengan Hypermart ini merupakan bentuk komitmen Unilever dalam mengedukasi masyarakat untuk turut ambil bagian dalam upaya melestarikan lingkungan melalui penggunaan produk daur ulang di dalam aktivitas mereka sehari-hari."

Tas Trashion untuk saat ini tersedia di 18 outlet Hypermart yang di Jabodetabek. Tas ini tersedia dalam tiga ukuran dengan harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 27.000.

Perancangan tas ini berangkat dari fakta bahwa sampah plastik merupakan penyumbang terbesar sampah domestik atau sampah rumah tangga. Berdasarkan data terakhir Dinas Kebersihan DKI Jakarta, misalnya, dari total sampah Jakarta sekitar 27.966 meter kubik per hari atau 116 juta ton per tahun, sekitar 80 persen merupakan sampah rumah tangga yang kebanyakan berupa sampah plastik.

Acara peluncuran tas belanja dengan nama Trashion itu dilakukan di Hypermart, Mal Karawaci, Tangerang, Selasa, dan dihadiri, antara lain, oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta, Direktur Customer Development PT Unilever Indonesia Tbk, Okti Damayanti, dan Direktur Merchandising dan Marketing Matahari Food Business PT Matahari Putra Prima, Meshvara Kanjaya. Trashion (dari kata Inggris trash dan fashion) dirancang khusus oleh kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Unilever untuk mengurangi dampak sampah kemasan plastik.

 PT Unilever Indonesia Tbk bekerja sama dengan Hypermart meluncurkan tas belanja ramah lingkungan dari bahan plastik daur ulang yang bisa dipakai berulang kali.

Mal Jakarta Siap Ganti Plastik dengan Tas Daur Ulang | kantong spunbond



"(Tas berbahan ramah lingkungan) dari malnya sendiri dong, masa tasnya dari kita. Jangan mau untungnya saja. Sejauh ini semuanya mendukung, mereka mau," lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, program pengurangan tas plastik itu akan diuji coba selama satu bulan mendatang dan setelahnya akan dievaluasi. 

Sudah satu minggu lalu (surat edaran) kita edarkan. Semua mal di Jakarta pakai tas daur ulang, jadi bisa dipakai terus," ujar Jokowi seusai bertandang ke markas Slank di Gang Potlot III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2013) siang.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, para pengelola mal di Jakarta menyanggupi menyediakan tas belanja berbahan ramah lingkungan untuk menggantikan tas belanja berbahan plastik, sesuai yang diminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui surat edaran.

Yuk "Cinta Mati" sama Tas Belanja Ramah Lingkungan! | kantong spunbond



"Saya ingin tas seperti ini menjadi ikon, bukan sekadar tas belanja,"   tutur Adjie Notonegoro menambahkan pula.

So, kebayang kan kalau lama-kelamaan green bag bisa begitu merasuk ke   banyak sisi kehidupan makin banyak orang. Tinggal dibiasakan saja. Ke mana-mana selalu membawa tas belanja ramah lingkungan. 

Sementara, Direktur Operasional Supermarket Hero Supermarket Sugiyanto   Wibawa menambahkan pilihan pada bahan bukan plastik pada green bag   keluarannya adalah semacam nilai tambah. Dengan begitu, pelanggan tidak   cuma membawa tas seperti itu hanya untuk berbelanja. "Ada ide lain bagi   orang bisa membawa tas belanja ramah lingkungan untuk berbagai   aktivitas," imbuhnya.

Makanya, barang belanjaan langsung dibawa memakai troli besar ke   kendaraan pelanggan. "Kami tidak memakai tas belanja plastik," ujar   Juru Bicara Makro Basuki Ismael sembari menambahkan kalau pihaknya,   dalam kaitan ini, sudah berperilaku "hijau" sejak awal.

Sementara, lain lagi cerita soal tas belanja ramah lingkungan di Makro.   Bermain di sektor perkulakan membuat pelanggan perusahaan di Indonesia   yang sekarang dimiliki oleh Grup Lotte asal Korea Selatan ini membeli   barang kebutuhan dalam jumlah besar.

Ketimbang Hero, Carrefour lebih awal setahun mempromosikan tas dari   bahan yang bisa didaur ulang tersebut. Makanya, dalam hitung-hitungan   Irawan, pihaknya sudah meluncurkan sekitar sejuta tas berwarna hijau   tersebut.

Tujuan jangka pendek memang untuk mengurangi volume penggunaan tas   belanja plastik di gerai kami," begitu Direktur Corporate Affair Carrefour Indonesia Irawan D Kadarman menceritakan alasannya soal green bag ala peritel asal Perancis ini.

Tambahan lainnya sebagai pemanis adalah aksen perempuan dan pohon yang mampu menunjukkan citra ramah lingkungan. Yang juga tak ketinggalan adalah kata “Indonesia”. Adjie mengaku selalu membubuhkan “kata sakti” itu pada setiap karya-karyanya. “Buatan dalam negeri. Supaya kita juga bangga,” katanya memberi alasan.

Tak berhenti sampai di situ saja, Adjie juga mencari bahan goni yang kuat, dalam arti tidak mudah sobek saat dijahit atau dipakai membawa barang-barang di dalamnya.  Oh iya, tas unik itu ukurannya 38 cm panjang, 32 cm lebar, dan 10 cm tebal.

Adjie, lebih lanjut menambahkan,  pada tahap awal, dirinya menyeleksi berbagai bahan goni. Upaya ini untuk menepis anggapan kalau bahan goni selalu membuat kulit gatal jika dipakai.

Goni memang menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih sebagai pengganti plastik. Bahan lain yang kerap dimanfaatkan adalah kain dan plastik yang bisa didaur ulang.

Sudah begitu, plastik memang butuh waktu teramat panjang untuk terurai   alami. Seribu tahun lamanya. Selama menapaki masa itu, plastik menjadi   polutan signifikan.

Catatan menunjukkan cara gampang untuk membungkus permukaan Bumi adalah dengan terus menerus memanfaatkan kantong plastik. Diperkirakan tiap   tahun 500 juta sampai dengan satu miliar kantong plastik dipakai di   seluruh dunia. Nah, dengan jumlah sebanyak itu, seluruh permukaan Bumi   bisa sepuluh kali lipat terbungkus!

Tas belanja ramah lingkungan atau yang acap disebut sebagai green bag,   sejatinya, makin hari makin menjadi bagian dari kehidupan banyak dari   kita semua. Alasannya, penggunaan plastik makin lama bukannya makin   berkurang.

Mengapa goni mampu merebut hati kelahiran Jakarta 18 Juli 1961 ini?   Soalnya, kini, banyak orang justru melupakan karung goni. "Karung kan   cuma dikenal sebagai tempat beras. Habis dipakai, cuma jadi keset,"   katanya.

Ya, Adjie mengaku kepincut bahan goni waktu pihak Hero Supermarket   mengajaknya mendesain tas belanja ramah lingkungan yang bakal   disebarluaskan untuk para pelanggan mulai Oktober lalu. "Itu yang   terpikir untuk menggeser tas belanja plastik," kata Adjie.

Jangan terburu menebak kalau tas hasil jahitan tangan itu cuma layak   dibawa ke pesta. Juga, jangan cepat-cepat berkesimpulan kalau tas   berpegangan asimetris dengan satu sisi panjangnya 30 cm sementara sisi lainnya 15 cm itu hanya pantas dibawa saat kuliah. "Tas itu   adalah tas belanja. Tapi, dijamin deh, bisa dipakai laki-laki dan   perempuan untuk ke mana-mana," kata desainer Adjie Notonegoro beberapa   waktu lalu.

Pada jari-jari tangan kanannya nan lentik, tas goni itu terlihat serasi. Dominasi warna coklat berpadu padan dengan baju atasan merah jambu plus celana pendek denim biru yang dikenakan perempuan foto  model itu kala berjalan melenggang di atas karpet.