Tampilkan postingan dengan label jual tas spunbond eceran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jual tas spunbond eceran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Desember 2017

Sulistyorini Ubah Tas Kresek Jadi Bunga Plastik Cantik

Daur ulang plastik | jual tas spunbond eceran


jual tas spunbond eceran



Untuk proses pembuatan Bunga plastik ini sendiri terbilang sederhana. Dimulai dari mengumpulkan plastik, kemudian diambil beberapa lembar, dipilih warnanya yang sama dan ukuran sama. Selanjutnya plastik kresek tersebut dilembarin pakai kertas yg tipis dan tidak  ada tulisannya. Terakhir langsung disetrika manual. Jadilah bahan yang bisa dibuat pola untuk kemudian dijadikan bunga atau tas.

Kini usaha yang telah berjalan lima tahun ini, sudah berhasil menarik perhatian masyarakat berbagai kota. Omset yang ia dapatkan pun lumayan besar setiap bulannya. Dari pencapaiannya tersebut, Rini berharap bisa mengekspor karya nya. Karena menurutnya, ini adalah handmade yang susah untuk ditiru dan punya keunikan tersendiri. Dirinya pun tidak lagi perlu beli bunga mahal, karena bisa membuat sendiri.

Kita itu tidak bisa rekayasa bentuk bunga, karena bunga adanya di alam ya kita harus cari langsung. Seperti bunga sepatu misalnya," ungkap Rini saat ditemui di booth  Pemda DIY dalam pameran Indonesia Climate Change 2017 di JCC.

Harga jual yang cukup murah antara lima ribu sampai 150 ribu rupiah, membuat usaha Rini semakin berkembang. Beberapa karyawan pun ia miliki untuk membantu produksi bunga plastik kresek ini. Meskipun karyawannya tidak datang setiap hari , namun produksi tetap ia lakukan setiap hari. Karyawan hanya dibutuhkan Rini saat orderan banyak. Sebuah show room di pasar seni gabusan, Yogyakarta pun telah ia miliki.

Kesempatan baik menghampirinya kala itu. Sebuah pameran dari BLH memberikan fasilitas untuknya. Rini pun mencoba menjual hasil karyanya tersebut dalam pameran itu dan ternyata peminatnya cukup banyak.

Dari pameran tersebut, wanita yang sangat menyukai bunga ini pun berkeinginan untuk mengembangkan usahanya. Inspirasi ia cari melalui alam, termasuk membuat pola sekalipun.

Bermula dari kebiasaannya melihat plastik yang warnanya banyak dan  bagus-bagus. Sedangkan jika dijual tidak laku, di bank sampah juga tidak laku, didiamkan juga tidak bisa busuk. Kemudian muncul ide darinya.

Singkat cerita waktu itu dirinya mengikuti sebuah pelatihan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH)  untuk pembuatan limbah lain. Lalu wanita berhijab ini melihat sebuah slide pembuatan daur ulang plastik. Dalam benaknya seketika muncul ide untuk membuat bunga dari plastik kresek bekas, yang sepertinya akan sangat bagus.

Tak perlu waktu lama, Rini menjalankan idenya tersebut. Proses belajar secara otodidak ia lakukan, tidak ada yang mengajarinya sama sekali.

kota gudeg yang selalu menawarkan kesederhanaan dan keindahan objek wisatanya. Bahkan buah tangan dari kota ini selalu menjadi incaran pengunjung saat berada di sana. Tak heran banyak pengrajin di kota ini.

Sulistyorini, misalnya.Wanita asal Bantul ini menjadi salah satu pengrajin Bunga plastik kresek. Unik dan berbeda dari yang lainnya. Itulah konsep yang dipertahankan ibu rumah tangga ini hingga kini. Sehingga ratusan bunga cantik tercipta dari tangannya.


Olah Kertas Semen Bekas, Ermien Raup Jutaan Rupiah | jual tas spunbond eceran



Setiap hari Ermien, menghasilkan 10 tas dan dompet. Hasil kerajinannya dijajakan di gerai usaha kecil-menengah milim Pemerintah Kota Surabaya dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur.

Dari kerja kerasnya ini, ia mendapat keuntungan sekitar Rp 3 juta per bulan.

Ia optimistis usahanya berkembang dengan menambah pekerja dan meluaskan pasar dompet ramah lingkungan ini.

Sedangkan pengerjaan paling cepat adalam membuat dompet, dengan waktu pengerjaan selama satu hari," tambah dia.

Ermien membanderol produknya seperti tas, dompet, dan barang - barang kerajinan yang menarik dan unik ini, mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 175.000.

Untuk memproduksi kerajinan daur ulang kertas semen, Ermien memberdayakan tetangga sekitar rumahnya.

"Saya membikin kerajinan daur ulang ini, biasanya dibantu dengan dua orang tetangga. Pengerjaan paling lama adalah membuat tas dari bahan daur ulang, dengan waktu pengerjaan selama dua hari," ucapnya.

Adapun tahap pengerjaannya, pada awalnya kertas semen dibersihkan, sebagian permukaan kertas diikat sesuai dengan pola. Lantas dicelup dalam bak berisi pewarna tekstil sesuai dengan kebutuhan.

Selanjutnya kertas dijemur hingga kering. Kemudian, kertas disetrika, dipotong, dan dijahit sesuai dengan pola yang diinginkan.

Proses akhir kertas dilapisi vernis agar terlihat mengkilat.

Ermien menyebutkan, penggunaan kertas semen ini untuk pembuatan tas, dompet, dan kerajinan lainnya masih tergolong jarang.

"Apalagi pemerintah Surabaya kan selama ini mengkampanyekan bebas sampah, jadi klop," ujarnya.

Saat itu saya sempat bertanya-tanya, apa bisa kertas semen dijadikan bahan tas dan sebagaianya. Pasalnya kertas semen tersebut susah untuk dibentuk," ucapnya.

"Namun, setelah diberi arahan dan panduan, akhirnya saya memberanikan diri untuk membuatnya. Dan meskipun sempat gagal berulang kali, namun tidak mematahkan semangat saya untuk mencobanya dan akhirnya berhasil juga," tambah dia.

Kantong semen selama ini sering dipandang remeh, orang pun lebih sering membuangnya. Namun bagi Ermien Setyawati, kantong kertas semen ini justru bisa menjadi kerajinan yang menarik.

"Dibuat dompet, tempat handphone, tas, hingga kap lampu," ujarnya seperti dikutip dari Surya, Selasa (13/9/2016).

Warga Jalan Semolowaru, Surabaya ini mengaku, inspirasi membuat kerajinan dari kertas semen di dapat ketika ia mengikuti seminar daur ulang di Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur pada 2011 lalu.

Tas-Tas Indah Ini Ternyata Dihias dari Kertas Tissue | jual tas spunbond eceran




Harga produk decoupage ini mulai dari Rp 50 ribu hingga ratusan ribu. Decoupage ini tidak hanya berupa tas dan dompet melainkan ada juga lukisan, hiasan botol dan lain-lain. Decoupage ini cara menyenangkan dan mudah untuk mendekorasi objek apa saja, termasuk benda-benda di rumah mulai dari vas kecil hingga tas," ujarnya.

Pameran UMKM yang diadakan Gramedia World Palembang ini disupport oleh Himpunan Pengusaha Mudah Indonesia (HIPMI) Sumsel.

Ita Pulungan, yang merupakan pencinta dan pembuat decoupage, Kamis (2/2/2017) mengatakan, decoupage ini merupakan seni menggunting atau memotong dan menempelkan pada suatu media, sehingga media yang dikreasikan jadi indah.

Di sini tas-tas dan hiasan disulap semenarik mungkin dengan bahan kertas tissue atau kertas khusus yang bermotif ataupun juga ada yang dari clay berupa lilin mainan.

Salah satu pameran yang menarik yaitu Decoupage dari Komunitas Decoupage Wong Kito.

Produk-produk yang dihadirkan asli buatan tangan-tangan kreatif dari para UMKM yang ada di Sumsel.

Produk-produk UMKM yang ada seperti kerajin tas dari rotan, kain, benang rajutan, bantal, aksesoris, songket, sandal hingga makanan.

Di sini beragam produk kerajinan tanggan dari Sumatera selatan dihadirkan.

Bagi Anda yang cinta produk lokal bisa mengunjungi Gramedia World Palembang, karena ada pameran UMKM.







Rabu, 20 September 2017

Warga Sidoarjo ubah gelas plastik bekas jadi tas

Kemasan gelas plastik bekas menjadi kerajinan tas | jual tas spunbond eceran


https://www.goodybag.id/


Hal senada juga disampaikan oleh Atik Atul Aidiyah salah seorang warga yang lain yang mengaku kalau pembuatan kerajinan tersebut dilakukan sambil mengisi waktu luang.

"Kami ini rata-rata sebagai ibu rumah tangga. Jadi kami harus berpikir kreatif untuk membantu penghasilan suami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Ia berharap, kerajinan yang berhasil dibuat ini mendapatkan perhatian serius dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk dapat dikembangkan lebih luas lagi.

"Harapan kami supaya mendapatkan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo supaya usaha yang kami lakukan ini bisa berkembang dengan baik dan juga dikenal oleh masyarakat luas," katanya berharap.

Ia mengatakan, untuk satu tas dari gelas bekas tersebut dijual dengan harga antara Rp35 ribu sampai dengan Rp50 ribu.

"Tas yang kami hasilkan tersebut cukup kuat karena dirajut dengan menggunakan tali nilon dan juga tampar, sehingga mampu menahan beban sampai dengan lima kilogram," katanya.

"Awalnya saya diberitahu oleh anak saya yang ada di Jember, Jawa Timur, kalau gelas plastik bekas kemasan air mineral tersebut bisa digunakan sebagai kerajinan layak jual seperti tas," katanya.

Sejak saat itu, kata dia, setiap kali melihat ada gelas plastik bekas kemasan air minum dirinya langsung memungut untuk dirangkai dan dijadikan tas.

"Ya seperti pemulung, karena melihat hasilnya yang cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Warga Perumahan Candiloka, Candi, Sidoarjo, Jawa Timur, mengubah kemasan gelas plastik bekas menjadi kerajinan tas yang memiliki nilai jual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Senima salah seorang perajin di gelas bekas, Selasa, mengatakan produksi kerajinan ini sudah dilakukannya sejak enam bulan terakhir.


Murid MI Amir Al Jannah Tipulue Bone Buat Kerajinan Tangan dari Sampah Plastik | jual tas spunbond eceran



"Kegiatan ini bahan penilaian ujian praktek seni budaya dan keterampilan bagi murid kelas VI dana akan berlangsung selama enam hari," kata Guru MI Amir Al Jannah, Ikha, kepada tribunbone.com, Jumat (29/4/2016).

Sampah yang didaur ulang murid sekolah ini, gelas plastik bekas dijadikan berbagai kerajinan tangan.

Murid kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Amir Al Jannah Tipulue, Bone, melaksanakan ujian praktek daur ulang sampah menjadi tempat air.


Tas Cantik Dari Kreasi Daur Ulang Sampah Plastik | jual tas spunbond eceran



Dengan nama produk Jasmin Recycled Product, Lis tak hanya mengembangkan tas cantik saja, juga pembuatan sandal, boks mainan, tempat CD hingga dompet. Harga pun terjangkau dari yang puluhan ribu hingga ratusan ribu, tergantung dari bahan dan model kreasi daur ulang sampah plastik ini. “Kami berharap, ke depannya kreasi tas daur ulang ini dilirik masyarakat luas. Agar bisa turut mengkampanyekan meminimalkan penggunaan kantong plastik dalam semua kegiatan sehari-hari,” pungkas istri dari AA. Gde Bagus Eka Putra ini di sela-sela aktivitasnya mengikuti peringatan Hari Bumi beberapa waktu lalu.

Pembuatannya pun tak memakan waktu lama, setelah model tas yang diinginkan sudah dirancang dan juga bahan baku plastik sudah dipilih. Maka pengerjaan berikutnya adalah pemotongan, penambahan foring atau kertas keras baru dijahit. Dalam satu hari, satu tenaga kerja pembuat tas mampu menghasilkan dua hingga tiga tas. Jika mendapatkan orderan, maka jumlah tenaga kerja ditambah, hal ini, sebut Lis juga dijadikan lahan usaha bagi masyarakat di sekitar Ubud.

Merambah pada kegiatan Pesta Kesenian Bali yang rutin diselenggarakan di Taman Budaya Denpasar dan juga berbagai ajang pameran produk. Kini, inovasi desain model tas dan ragam bahan baku dari sampah plastik yang diliriknya dari internet, pesanan dari teman hingga wisatawan mancanegara semakin menambah cantik ragam kreasi tas daur ulangnya.

Tak hanya dijual di mini market, namun untuk menyebarkan informasi dan memperluas kepedulian masyarakat pada kegiatan daur ulang, Lis juga mulai mengikuti pameran-pameran. KegiatanEarth Day yang dilakukan bertepatan dengan Hari Bumi di Ubud tahun lalu, menjadi debut utama Lis dalam menyebarkan informasi usahanya.

Aksinya membebaskan penggunaan plastik diawali Lis dari mini market milik sang ayah. Ditampungnya sampah plastic, pun bantuan dari saudara dan teman yang dikoordinasi untuk mengumpulkan sampah plastik daripada membuangnya. Dan kegiatannya disambut baik, terbukti hingga kini Lis mampu memproduksi tas cantik daur ulang ini.

“Mulanya saya membuat tas dari kain blacu yang bertujuan menghindarkan pemakaian tas plastik yang kurang disukai bule. Sudah lebih dari empat tahun tas blacu masih bertahan hingga sekarang. Dan melihat banyaknya sampah plastik berbagai pembungkus yang berserakan di mana-mana membuat saya ingin menciptakan barang dengan sampah plastik itu. Saya ingin membatasi peredaran plastik khususnya di Ubud,” beber Lis, wanita asli Ubud yang ingin berkontribusi bagi daerah asalnya ini.

Kegiatan usaha yang telah berjalan lebih dari satu tahun ini memang belum mendapatkan banyak perhatian dari khalayak di Bali khususnya Denpasar. Meskipun tas cantik dari daur ulang plastik ini sudah dipasarkan di mini market bahkan sudah merambah hingga Belanda dan Amerika.

Berawal dari pembuatan tas kreasi ber bahan baku kampil atau pembungkuas beras kiloan, Lis memulai usaha pembuatan tas ini. Memilih menggunakan kampil, sebut ibu dua putra ini adalah karena di Bali banyak penggunaan kampil yang bercorak Bali dengan perpaduan warna yang manis dan juga kuat kualitasnya jika digunakan sebagai tas. Selain dari kampil beras, kreasi tas cantik daur ulang juga berlaku untuk kotak susu bekas dan semua plastik pembungkus barang seperti makanan ringan, sabun cuci, permen hingga minuman.

Dari segi tampilan, tak kalah menarik dengan tas cantik kebanyakan, pun dengan model tas yang dikreasikan apik agar pemakai tas menjadi cantik. Menurut Lis, sapaan akrab Ni Made Lis Yuliathi, ketertarikannya dengan mendaur ulang sampah plastik yang banyak ditemuinya di setiap sudut adalah alasan mengapa tas daur ulang dari plastik menjadi pilihannya dalam berdagang.

Seperti pembuatan tas cantik yang dibidik untuk para wanita suka berganti-ganti fashion mengikuti perkembangan mode agar tak ketinggalan. Pasar boleh saja menawarkan inovasi tas cantik dengan berbagai merek dan mode terkenal, namun kreasi tas cantik berbahan dasar plastik daur ulang patut diperhitungkan untuk digunakan sehari-hari.

BERBAGAI macam inovasi dilakukan untuk menaikkan harga jual dari suatu barang sehingga diminati banyak orang. Salah satunya adalah menciptakan produk dengan tampilan khusus, misalnya memperbarui model produk, kemasan hingga bahan pembuatan produk tersebut.






Senin, 03 Juli 2017

California, Kota Tanpa Kantung Plastik

Pembatasan penggunaan kantung plastik |jual tas spunbond eceran


jual tas spunbond eceran



Julia Brownley, anggota legislatif, dalam siaran televisi NBC menyatakan, "Dalam RUU ini, jika pembeli lupa membawa kantong daur ulang mereka, mereka dapat membeli sebuah tas daur ulang dengan biaya yang murah karena 40 persen bahannya diproduksi bahan yang dikumpulkan dari konsumen."   

Kota lain di seluruh Negeri Paman Sam, telah menempatkan pembatasan penggunaan kantung plastik, termasuk larangan langsung di toko-toko eceran di Outer Banks, Carolina Utara. Sekitar 20 kota lainnya juga akan mempertimbangkan hukum serupa.

Setiap toko akan menjual kantong kertas untuk para konsumen minimal lima sen untuk masing-masing tas daur ulang. 

Tas plastik memang tidak ramah terhadap lingkungan. Sampah sisa tas plastik susah terurai bila terkubur di dalam tanah, termasuk jika sampai terbuang ke lautan lepas. Menurut Gubernur Schwarzenegger, usai pemungutan suara di parlemen, RUU ini akan menjadi kemenangan besar bagi lingkungan. 

Sebuah rancangan undang-undang tentang penggunaan tas belanja plastik sedang dipertimbangkan di California, Amerika Serikat. UU ini nantinya bertujuan mengurangi penumpukan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang dan mencemari lingkungan. Termasuk, bertujuan melarang farmasi, makanan dan minuman keras dari toko untuk memberikan kantong plastik dan dibutuhkan pengganti alternatif untuk membungkus barang.

California bisa menjadi negara bagian pertama di AS, yang melarang tas belanja plastik. Rancangan UU ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur California Arnold Schwarzenegger. Legislatif merancang RUU tersebut sejak Rabu pekan silam. Kini, RUU itu telah masuk ke Senat sambil menunggu untuk disahkan.


Produk Kantong Belanja UKM RI Banyak Dipakai Merek Internasional | jual tas spunbond eceran


Kemitraan Proses (KP) Tjiwi Kimia lainnya‎ yaitu KP Hard Cover. Program kemitraan ini dinilai cukup penting keberadaannya untuk mendukung produksi buku yang menggunakan sampul eksklusif, tebal dan keras. Produksi tersebut membutuhkan proses finishing berupa penjilidan dan perekatan cover buku. KP Hard Cover memiliki lima kelompok mitra usaha yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 190 orang.

Terakhir yaitu KP Cetak menjadi jenis kemitraan ketiga untuk keperluan percetakan (offset) meliputi pencetakan cover dan plastik sheet. Kemitraan ini memiliki tiga mitra usaha, dan mampu menyerap puluhan tenaga kerja dari daerah Mojokerto, Surabaya, dan Gresik.

“Bukanlah hal yang mudah untuk menyerahkan sebagian proses bisnis skala besar kepada pihak lain, terlebih pada sektor usaha kecil. Dibutuhkan kepercayaan tinggi antar kedua pihak. Relasi keduanya juga harus bersifat mutual dan saling menguntungkan," jelas dia.

Hasilnya pun kini berbuah semakin manis, dengan membanjir pesanan produk kantong belanja (shopping bag) baik dari pasar lokal hingga ke mancanegara. Bahkan, permintaan ke mancanegara menjadi primadona. Berbagai merek internasional kelas atas selama bertahun-tahun menaruh kepercayaan kepada UMKM binaan ini.

Bahkan beberapa dari mereka yang sudah bekerja lama dan menjadi kepercayaan pimpinannya dapat menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Insentif dari para pimpinan Mitra Usaha juga diberikan, sesuai dengan etos kerja dan loyalitas masing-masing anggota.

Dalam proses finishing kantong belanja ini, Tjiwi Kimia menyediakan 100 persen bahan baku. Mitra usaha kami lah yang menyelesaikan sampai tuntas, mulai dari melipat, mengelem, sampai memasangkan tali dan aksesori lainnya," tambah dia.

Sebagian besar anggota KP kantong belanja adalah para ibu rumah tangga. Kesempatan kerja ini dirasakan sangat meningkatkan peran perempuan dalam mendukung perekonomian dalam keluarganya.

Daya serap kemitraan ini cukup tinggi, saat ini terdapat 27 kelompok mitra usaha dengan masing-masing anggota belasan hingga yang terbanyak 100 orang lebih," kata Sugiyanto.

Diperkirakan jumlah tenaga kerja dari yang terserap dari kemitraan ini mencapai sekitar 1.400 orang yang tersebar di berbagai pelosok desa di sekitar lokasi pabrik, meliputi 27 desa di 7 Kecamatan seputar Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, dan Jombang.

Kemitraan Proses kantong belanja merupakan pekerjaan finishing dari pembuatan tas atau kantong belanja eksklusif meliputi pelipatan, pengeleman, hingga pemasangan tali. Diversivikasi usaha kantong belanja oleh Tjiwi Kimia ini telah berlangsung sejak tahun 1996 dan kemitraan usahanya mulai dilakukan di tahun berikutnya.

Jenis Kemitraan Proses yang dilaksanakan antara lain kantong belanja, hard cover dan cetak.‎ Agar kualitas tetap terpelihara, Tjiwi Kimia menyediakan pelatihan, bantuan modal, selain tentunya juga bahan baku bagi industri UKM.

"Kami tentunya tidak melepas para mitra usaha begitu saja. Ini berkaitan dengan pemenuhan standar kualitas yang ketat dari perusahaan," kata dia.

‎Unit Industri Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk menggulirkan program Kemitraan Proses (KP) yang menggandeng usaha kecil dan menengah ‎(UKM). Hasil produksi dari program ini mampu menembus pasar mancanegara.

Juru Bicara Tjiwi Kimia, Sugiyanto‎ mengatakan, kemitraan dengan UKM ini sejalan dengan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Dengan demikian sektor UKM semakin mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah.

“Adalah sebuah fakta bahwa secanggih apapun mesin pabrik, tidak dapat sepenuhnya menggantikan detil dan kecermatan yang dihasilkan manusia. Beberapa produk yang kami hasilkan masih memerlukan penanganan secara manual, khususnya proses finishing,” ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (9/10/2016).


Kantong Plastik Berbayar, Konsumen Disarankan Bawa dari Rumah | jual tas spunbond eceran



Data Nielsen 2015 menyebutkan, market share dari industri ritel-toko swalayan (minimarket, supermarket, hipermarket, dan perkulakan) di Indonesia hanya sebesar 26,0 persen sedangkan ritel pasar rakyat mencapai 74,0 persen. Artinya, kebijakan ini hanya akan berhasil jika semua peritel baik toko swalayan maupun pasar rakyat menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar secara simultan.

“Pemerintah sudah berinisiatif membuatkan aturan, pengusaha memberikan dukungan dan menjalankannya dengan harapan respons masyarakat juga positif. Kami ritel modern siap menjadi pilot project kebijakan ini,” tandas Roy.

Roy menegaskan peritel sepakat tidak ingin menggunakan kelebihan hasil penjualan kantong plastik sebagai donasi untuk berbagai aktivitas sosial.

“Dana CSR sumbernya tetap dari budget perusahaan, dengan menekan biaya perusahaan tentunya budget perusahaan untuk CSR dapat meningkat," tegasnya.

“Kami pikir tidak perlu ada perda untuk mengatur kantong plastik ini, karena status barang tersebut akan diberlakukan seperti barang dagangan lainnya yang menjadi otoritas dan mekanisme peritel selama ini,” jelas Roy.

Aprindo khawatir tren belanja konsumen ke ritel modern menurun akibat kebijakan ini, pemerintah juga harus melindungi semua sektor industri agar bisa tumbuh, termasuk diantaranya sektor ritel yang berada di hilir dan merupakan industri padat karya.

Menurut Roy, implementasi kebijakan kantong plastik berbayar di daerah tidak memerlukan Peraturan Daerah (perda).

Apabila kebijakan ini berhasil diterapkan, beban peritel dari pembelian kantong plastik dapat dialokasikan untuk dana CSR peritel modern bagi lingkungan. Karena itu, pemerintah diharapkan memberikan keleluasaan kepada pengusaha ritel dalam menentukan harga jual kantong plastik dan mengatur mekanismenya.

Selama masa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat harga jual kantong plastik berbayar yang ingin Aprindo terapkan adalah sebesar Rp 200, termasuk PPN. Ini merupakan harga yang disubsidi oleh peritel agar tidak memberatkan konsumen.

Ketika hendak berbelanja, konsumen disarankan membawa tas belanja sendiri atau akan diminta membeli kantong plastik maupun tas belanja yang dapat dipakai berulang di toko-toko anggota kami,” kata Ketua Umum Aprindo‎ Roy Mandey dalam keterangannya, Sabtu (13/2/2016).

Peritel juga akan membantu pemerintah mensosialisasikan terlebih dahulu dan mengedukasi masyarakat melalui berbagai media serta melakukan pemasangan poster di toko agar konsumen mengerti dampak negatif limbah plastik bagi lingkungan.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mendukung upaya pemerintah mengurangi limbah plastik melalui kebijakan kantong plastik berbayar di Indonesia. Melalui kebijakan ini, diharapkan masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik.