Senin, 21 Agustus 2017

Jakarta Diet Kantong Plastik Selama Sebulan

Gerakan Diet Kantong Plastik | goody bag eksklusif


goody bag eksklusif


Dalam surat himbauan itu Jokowi mengatakan, bahwa kegiatan tersebut untuk meningkatkan kepedulian masyarakat bijak dalam menggunakan kantong plastik dan mengurangi beban lingkungan.

Surat himbauan Gerakan Diet Kantong Plastik tersebut berlaku dari tanggal 01 Juni – 30 Juni 2013. Artinya masyarakat Jakarta, selama satu bulan penuh tidak akan memperoleh kantong pelastik sebagai tempat membawa barang belanjaan di tempat perbelanjaan Jakarta.

Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta menghimbau kepada pengelola tempat belanja dan pengusaha ritel Indonesia untuk tidak memberikan kantong pelastik selama sebulan kepada konsumen. Himbauan tersebut diberikan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Jakarta yang ke-466 dan Festival Jakarta Great Sale 2013.


Alternatif Tas Belanja Pintar Saat Plastik Tak Lagi Gratis | goody bag eksklusif




Ternyata, ada alternatif yang bisa Anda gunakan untuk menyimpan barang-barang belanjaan Anda. Tas belanja pintar yang satu ini dirancang untuk membawa kebutuhan rumah tangga. Dilengkapi dengan batang di dekat handle, tas ini bisa dicantolkan di troly belanjaan.

Maka, ketimbang menghabiskan uang untuk membeli plastik, lebih baik mulai sekarang setiap konsumen membiasakan diri untuk membawa tas belanja sendiri. Selama ini sebagian dari Anda telah mengenal kantong lipat untuk menyimpan barang belanjaan. Namun, ketika belanjaan yang akan dibeli berjumlah banyak tentu saja Anda memerlukan tas belanja yang lebih besar.

Tujuan plastik berbayar adalah untuk mengurangi keinginan orang menggunakan plastik, bukan untuk menambah penghasilan dari uang hasil penjualan plastik," katanya beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Bina Peretail Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Agus Supriyanto mengatakan, harga kantong plastik saat ini merupakan hasil diskusi pemerintah dan retail. Namun, sebenarnya harga itu belum tentu membuat orang tidak mau membeli plastik.

Sementara ini, per kantong plastik dihargai Rp 200. Namun tidak menutup kemungkinan harga plastik meningkat di kemudian hari.

 Kantong plastik tidak lagi gratis sejak 21 Februari 2015. Selama beberapa waktu, retail-retail di sejumlah kota di Indonesia memberlakukan peraturan baru, yakni mengenakan biaya untuk setiap kantong plastik yang diberikan kepada konsumen.

Cina Mulai Melarang Penggunaan Kantong Plastik | goody bag eksklusif



Meskipun sudah menjadi kebiasaan selalu meminta ataupun diberikan kantong plastik cuma-cuma oleh pedagangnya saat membeli sesuatu, Namun pasti kita bisa membiasakan untuk selalu menolaknya digantikan dengan tas yang kita miliki, atau wadah lainnya.

Bagi negara-negara yang sudah maju, para warga negaranya sudah paham betul akan dampak buruk dari plastik ini. Mereka dengan suka rela mengubah kebiasaan menggunakan kantong plastik dengan kantong kertas, atau yang lainnya. Seperti cerita dari mas Andre pada posting Ayo kurangi penggunaan tas plastik. Saat di supermarket bertemu seorang bule yang memarahi kasir karena memberikan kantong plastik sesaat setelah membayar. Si bule meminta untuk diganti dengan tas kertas saja. Budaya yang sangat baik bukan jika diterapkan disini?

Di Cina setiap aktivitas berbelanja sudah tidak lagi mempergunakan kantong plastik lagi untuk membawa barang belanjaan. Namun dari rumah sudah membawa tas sendiri-sendiri. Jika memang terpaksa harus menggunakan kantong plastik, merek harus membeli sendiri karena pedagang tidak lagi menyediakan kantong plastik secara gratis lagi. Dan harga kantong palstik disana kemungkinan besar mengalami kenaikan daripada sebelum diberlakukan larangan tersebut.

Kalau di posting sebelumnya Wisuda Peduli Lingkungan ada yang menganggap itu bukan solusi pencemaran dan tumpukan limbah plastik di Indonesia, memang di negeri kita belum bisa. Namun kita bisa meniru pemerintah Cina ini yaitu mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kantong plastik ini.

Dijelaskan disana bahwa dengan pelarangan tersebut diperkirakan akan menyelamatkan bumi dari 24 milyar kantong plastik selama 3 tahun dari tahun 2008 (Pelarangan tersebut sudah diujicoba sejak 2008). Selama 3 tahun itu diperkirakan bisa mencapai berat 600 ton plastik. Plastik seberat itu sama aja dengan menghemat 3,6 juta ton cadangan minyak atau 5 juta ton batu bara standar dan mengurangi emisi karbon lebih dari sepuluh juta ton. Angka yang cukup fantastis bukan?

Melalui stasiun berbahasa Inggris disana, pemerintah mengumumkan pemberlakuan larangan penggunaan kantong plastik tersebut dan memberlakukan denda bagi pelanggarnya.

Menyambung artikel-artikel sebelumnya tentang kepedulian lingkungan yaitu Wisuda Peduli Lingkungan danƒâ€š Hari Lingkungan Hidup Dunia 2011, Kali ini kabar datang dari pemerintah Cina. Minggu lalu pemerintah Cina mulai memberlakukan larangan penggunaan kantong sampah atau istilah kerennya di Indonesia adalah “kresek” .








Minggu, 20 Agustus 2017

Mahasiswa Sosialisasikan Diet Kantong Plastik

Tas kain (goodie bag) sebagai pengganti kantong plastik dalam aksi Kampanye Diet Kantong Plastik | goody bag custom

goody bag custom


Mulai dari sekarang, imbuhnya, sudah sepatutnya masyarakat pun me­­ningkatkan kesadaran mereka agar tidak lagi menggunakan kantong plastik. Hal itu perlu dilakukan guna melestarikan lingkungan agar anak cucu kita kelak bisa merasakan lingkungan yang sehat, bersih dan asri. 

“Saya sangat senang dan menga­pre­siasi aksi-aksi para pemuda/i di Me­dan yang peduli lingkungan, khu­susnya diet kantong plastik ini. Ini bagus karena dapat mengurangi peng­gunaan kantong plastik di kehi­dupan masya­rakat Medan. Padahal dari zaman dahulu sudah ada ke­biasaan ibu-ibu membawa keranjang dari rumah untuk berbelanja ke pasar. 

Namun, harus tergerus dengan kemajuan zaman. Karena saat ini masyarakat lebih suka berbelanja di pasar modern. Untuk itu, seharusnya pemerintah bisa menetap­kan harga yang lebih tinggi untuk sebuah kan­tong plastik. Harga yang ditetap­kan saat ini sangat murah, tidak mem­buat masyarakat berat untuk mem­ba­yarnya,” keluhnya.

Sementara di kesempatan berbeda, Pengamat Lingkungan Sumatera Utara Jaya Arjuna mengapresiasi aksi-aksi yang dilakukan sejumlah komunitas maupun mahasiswa terkait kepedulian mereka terhadap lingkungan. Terlebih dalam meng­kam­panyekan diet kantong plastik.

Lebih jauh Hanna mengatakan, aksi kampanye diet kantong plastik tersebut akan dilakukan juga pada esok hari (Minggu-red) di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan. “Besok kami akan membuka stan di pusat perbelanjaan tersebut. 

Nant­i­nya para pengunjung bisa melukis sendiri goodie bag yang kami berikan. Mereka juga bisa menu­karkan kantong plastik yang mereka bawa dengan goodie bag di stan kami, sekaligus mendapatkan stiker. Untuk alat lukis maupun goodie bagnya, semua kami fasilitasi dan tidak di­pungut biaya apapun,” pungkas­nya.

Hanna menuturkan, pihaknya tak hanya menyosialisasikan kepada pembeli saja, namun juga kepada pedagang di pasar tersebut. “Kepada pedagang, kami tempelkan stiker di toko mereka untuk melambangkan bahwa mereka mendukung kampa­nye diet kantong plastik ini. Sehingga mereka juga ikut mensosialisasikan kepada para pembeli di toko mereka agar tidak menggunakan kantong plastik dan menggantinya dengan membawa tas kain (goodie bag) dari rumah,” jelasnya.

“Ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Disini kami ingin menyebarluaskan ke masyarakat tentang bahaya peng­gunaan kantong plastik. Diharap­kan setelah mengetahui bahayanya, mereka bisa mengurangi penggunaan kantong plastik,” ujarnya.

Wakil Koordinator aksi tersebut, Hanna Tinambunan mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk menyo­sialisasikan kepada pedagang mau­pun pembeli di Pasar Petisah tentang bahaya penggunaan kantong plastik, yang dapat hancur hanya dalam jangka waktu yang lama.

Terkait penggalakan kantong plastik berbayar oleh pemerintah, sejumlah mahasiswa dari Jurusan Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kampanye diet kantong plastik yang dinamakan Campaign ‘Aku Diet Kantong Plastik’ di Pasar Petisah, Sabtu (26/3).


Hari Sampah, Gunungan Plastik hingga Diet Kantong Kresek | goody bag custom



Adapun tujuan terakhir kegiatan Mapala tersebut adalah mendukung Indonesia bebas sampah plastik tahun 2020. "Dan pada acara ini kami juga memamerkan beberapa foto sampah yang ada di Kota Surabaya," tutup Bojes.

"Untuk mengurangi sampah plastik berbayar, kita membagikan 250 goody bag atau tas daur ulang atau tas kain yang bisa dimanfaatkan beberapa kali," imbuh Bojes.

Tujuan mereka yang kedua adalah mendukung program pemerintah tentang kantong plastik berbayar yang ada di seluruh Indonesia. 

"Kita membuat gunungan sampah di mana gunungan sampah ini seolah-olah adalah Gunungan Sekaten, tapi di sini kali ini kita membuatnya dengan sampah plastik," ucap mahasiswa semester akhir yang akrab disapa Bojes saat berbincang dengan Liputan6.com di area Taman Bungkul, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (21/2/2016).

Ketua Umum (Ketum) Mapala Pawitra, Romadhon Arif Firmansyah mengatakan, puluhan anggota Mapala Pawitra ingin mengajak dan menyadarkan masyarakat Kota Surabaya tentang bahaya sampah plastik dan styrofoam.

Dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Pawitra Universitas PGRI Adi Buana Surabaya memamerkan Gunung Sekaten yang terbuat dari sampah plastik. Gunungan ini merefleksikan Indonesia darurat sampah plastik.

Akankah Keresek Berbayar Berbalik Menjadi Bumerang?| goody bag custom



Karena walau banyak yang skeptis, jumlah masyarakat yang optimis tidak kurang banyaknya. Warga masyarakat yang mulai menyadari bahwa pemberian kantong plastik lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Namun tujuan baik, asalkan konsisten dilakukan pastilah mendulang hasil. Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik tidak hanya mendapat respon positif dari kementerian lingkungan hidup, tapi juga dari berbagai elemen masyarakat yang akan membuat berbagai kegiatan pada tanggal 21 Februari kelak. #Pay4plastic hanya bagian dari rangkaian kegiatan menuju #BebasSampah2020. Ini bukan sekedar hura-hura, tapi gerakan perubahan sosial yang dikemas secara menyenangkan. 

Terlebih ada produsen kantong plastik yang merasa terancam, ajakan mengurangi penggunaan kantong plastik akan mengancam omzet penjualan produknya. Silakan hitung berapa milyar kantong plastik pertahunnya, kalikan sekitar Rp 100, maka akan didapat jumlah rupiah yang diraup.

Berhasil? Terlalu naïf jika mengharapkan imbauan sebulan akan berdampak secara signifikan. Kita terlalu lama dininabobokan. Pemahaman bahaya penggunaan kantong plastik secara boros, tidak serta merta membuat tergugah dan meninggalkan kebiasaan instan. Sudah menjadi ketentuan alam bahwa manusia enggan meninggalkan zona nyaman.

Dalam rangka HUT Jakarta, pemprov DKI Jakarta pernah mengeluarkan imbauan kepada 74 toko retail yang mengikuti Jakarta Festival Great Sale (JFGS), untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Selama pelaksanaan JFGS, 1-30 Juni 2013, kantong plastik diharapkan tidak dibagikan gratis, sebagai penggantinya disediakan tas belanja alternatif yang dapat digunakan kembali.

Kota Bandung merupakan daerah yang paling siap regulasinya, yaitu Perda nomor 17 tahun 2012 tentang pelarangan pemakaian kantong plastik. Sedangkan kota-kota lain pendukung gerakan kantong plastik, baru mulai menyusun peraturan daerahnya. Agar peraturan kantong plasti berbayar tidak menjadi kegiatan insidentil yang rawan dilupakan.

Beberapa tahun lalu, Carrefour pernah menerapkan peraturan kantong plastik berbayar, saya menulisnya disini. Sayang kebijakan tersebut tidak berlangsung lama, pembeli marah-marah, Carrefour dianggap aneh, sehingga kebiasaan pemberian kantong plastik gratispun kembali lagi. Karena itu dibutuhkan peraturan yang berlaku merata di setiap ritel modern.

 Petisi yang ditandatangani 20 ribu orang lebih tersebut mendapat jawaban langsung dari Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tanggal 30 Desember 2015 yang mengeluarkan surat edaran di bawah Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (Nomor: SE-06/PSLB3-PS/2015). Surat ditujukan kepada kepala daerah dan pelaku usaha; mengenai penerapan plastik berbayar di seluruh gerai pasar modern di Indonesia.

Tidak hanya berkampanye, GIDKP menggalang petisi agar pemerintah peduli dan menyusun peraturan yang membatasi pemakaian kantong plastik.

Waktu itu untuk mengurangi kemacetan, pemda DKI Jakarta memberlakukan aturan hanya kendaraan dengan minimal 3 orang penumpang yang diperbolehkan melewati jalan-jalan tertentu. Ternyata apa yang terjadi? Muncul joki yang menawarkan jasa untuk melengkapi jumlah 3 orang.

Belum lagi tanggal yang disepakati tiba, kompasianer Gustaaf Kusno meramalkan akan terjadi “ cobra effect” yaitu akal-akalan warga yang melihat peluang mencari nafkah dengan menjual keresek di luar pintu ritel modern. Mirip yang terjadi ketika peraturan “ 3 in 1” diterapkan di DKI Jakarta. 

Setiap pembeli di ritel modern akan mendapat 3 pilihan untuk mewadahi belanjaannya, apakah mau menggunakan kardus yang disediakan gratis, membeli tas pakai ulang atau membeli kantong plastik/keresek? Artinya kantong plastik yang biasanya diberikan gratis hingga berlembar-lembar banyaknya, harus dibeli sekitar Rp 500/lembar.

Jika tak ada aral melintang, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional pada tanggal 21 Februari 2016 akan diuji cobakan kantong plastik (keresek)  berbayar. Serentak di 22 kota. 











Selasa, 15 Agustus 2017

Sugianto Tandio Gagas Tas Plastik dari Singkong

Plastik ramah lingkungan | goody bag company

goody bag company



“Sekitar 90 persen shopping bag peritel besar sudah memakai Oxium,” kata Sugianto, dilansir Tempo. Produknya telah masuk ke pasaran mulai tahun 2010. Sugianto mengatakan bahwa 5.000 ton tas belanja mampu diproduksi pabriknya selama sebulan.

Sementara itu, peritel di Indonesia masih sedikit yang menggunakan plastik Ecoplas. Sebabnya, Ecoplas lebih mahal sekitar 50% daripada Oxium. Menurut Sugianto, plastik Ecoplas lebih banyak diekspor. Keunggulan Ecoplas adalah lebih cepat terurai daripada Oxium karena menggunakan bahan organik. Sementara itu, plastik Oxium mampu terurai dalam jangka waktu dua tahun.

Oxium dan Ecoplas adalah dua teknologi plastik ramah lingkungan yang ditemukan oleh Sugianto. Fungsi Oxium adalah mempercepat terurainya plastik. Cara aplikasinya adalah dengan menambahkan Oxium ke biji plastik biasa. Sementara Ecoplas adalah plastik dari tepung singkong.

Keresahan Sugianto ditambah dengan keprihatinannya melihat Sungai Citarum yang dipenuhi sampah plastik membuat dia mengadakan penelitian terkait plastik ramah lingkungan. Sejak tahun 2000, dengan berbekal ilmu dan pengalamannya saat sekolah di University of North Dakota, Amerika Serikat, akhirnya dia berhasil menemukan solusi plastik ramah lingkungan yang bisa diaplikasikan di Indonesia.

Pemilik perusahaan plastik kemasan PT. Tirta Marta, Sugianto Tandio, merasa resah karena telah selama 40 tahun membuat plastik biasa yang tidak ramah lingkungan. Padahal, plastik merupakan bahan yang sulit terdegradasi secara alami sehingga merusak lingkungan.


PLASTIK RAMAH LINGKUNGAN: 2 TAHUN BISA TERURAI | goody bag company


Penemuan” Sugianto ini sudah mendapatkan green label dari Indonesia Solid Waste Association (INSWA). Selain sertifikat green label, Oxium juga sudah lulus uji dari Sucofindo, Fakultas Teknik Sipil Universitas Indonesia, Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT, serta R&D Center Indonesia Solid Waste Perisai.

Meski baru shopping bag, namun penemuan Sugianto dengan Oxium-nya merupakan sebuah solusi terhadap plastik yang selama ini “dimusuhi” banyak orang, termasuk saya. Nah, sekarang ini tiap belanja ke tempat-tempat yang sudah disebutkan tadi, saya tak perlu lagi membawa tas-tas untuk menghindari plastik, karena tas plastik yang di tempat-tempat belanja itu sudah dijamin oleh Oxium sebagai plastik ramah lingkungan.

“Saat ini ada 15 pabrik yang menggunakan Oxium. Kita akan mem-black list pabrik yang menjual plastik ke toko-toko tersebut yang tidak sesuai dengan standar Oxium,” ujar Sugianto. “Percuma dong kalau toko-toko tersebut bilang go green tetapi plastiknya tidak ramah lingkungan.”

Beginilah kalo belanja bulanan. Saya dan istri tak pernah lagi menggunakan shopping bag, tetapi membawa beberapa tas untuk memasukkan barang belanjaan. Demi menghindari sampah plastik di rumah. Tetapi kalo ada penemuan sampah ramah lingkungan, sekali-sekali bolehlah pakai shopping bag dari plastik.

Seperti yang saya katakan, kita sulit menghindari plastik. Jadi harus ada solusi agar bisa menjadikan plastik mudah untuk terurai. Banyak orang yang kerap mengkritisi, tapi tidak punya solusi. Sabtu kemarin, saya baru tahu, ada tas plastik yang terbuat dari bahan singkong. Adalah ecoplas (www.eco-plas.com) yang mengeluarkan kantong plastik berbahan singkong. Ada pula Oxium (www.oxium.net), yakni produk dalam negeri yang telah mengeluarkan plastik ramah lingkungan. Produk ini dapat mempercepat proses degradasi plastik dalam waktu kurang lebih 2 tahun melalui mekanisme oksidasi, thermal, dan fotodegradasi (cahaya matahari).

Saat ini Oxium sudah digunakan oleh hampir lebih dari 90% di pasar modern, yakni di Carrefour, Indomaret, Alfamart, Superindo, Hero, Giant, Tip Top, Kemchicks, Guardian, Century, Yogya, Zara, dan Gramedia. “Namun saat ini kita baru fokus di shopping bags-nya saja dan masih di modern market,” ujar Sugianto. “Selanjutnya, kita akan menyisir ka pasar tradisional dan produk-produk lain yang terbuat dari plastik, bukan cuma shopping bag saja.”

Ternyata tidak. Pakar kimia plastik asal Amrik Steven Hetges mengatakan, plastik sesungguhnya tidak membahayakan. Plastik berasal dari jasad renik (mikroorganisme) dari tumbuhan laut yang mati dan mengendap di dasar bumi. Berdasarkan teori organik seperti yang kemukakan oleh Engker (1911), proses pelapukan dan penguraian secara anaerob dalam batuan berpori, akan mentransformasi jasad-jasad renik tersebut menjadi minyak bumi yang menjadi bahan dasar dari plastik.

So, plastik berasal dari bahan material organik. Kecuali plastik yang memiliki kestabilan fisikokimia yang sangat kuat, sehingga membutuhkan waktu ribuan tahun untuk dapat mengurai secara alami. plastik berbahan konvensional dari polimer sintetik, misalnya, yang saya sebut tadi baru bisa terurai dengan sempurna 300-500 tahun. Ibarat kata, kita sudah meninggal, hidup lagi, meninggal lagi, baru terurai plastik berbahan konvensional itu.

Plastik yang saya foto ini terbuat dari singkong. Sebagai orang awam, ketika melihat secara langsung dan memegang plastik ini, saya tidak tahu kalo plastik ini terbuat dari singkong.Di shopping bag ini tertulis: this bag is 100% degradable. It contains natural and sustainable resources.

Awalnya saya kaget. Plastik dari bahan organik? Artinya, seharusnya plastik itu bisa terurai sebagaimana makanan dong? Tapi kenapa plastik baru bisa terurai dengan sempurna membutuhkan waktu 300-500 tahun? Bahkan, berdasarkan penelitian dosen Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB), I Made Arcana, zat pewarna hitam yang umumnya ada di kantong plastik, berbahaya bagi kesehatan. Zat ini kalo terkena panas dapat terdegrasi dan mengeluarkan zat yang menjadi salah satu pemicu kanker. Oleh sebab itu, kalo beli gorengan atau makanan yang masih panas, jangan langsung diletakkan di kantong plastik.

Jadi plastik itu berbahaya dong?

Namun, tentu sulit sekali menghindari plastik 100%. Kita sudah “terkepung” dengan plastik. Bahkan manusia sendiri sudah bersatu dengan plastik. Lihat saja mereka yang operasi hidung, dagu, dan anggota badan lain, dimana dibutuhkan plastik. Makanya saya katakan di atas tadi, diam-diam musuh, karena terpaksa menggunakan plastik di kala berbelanja di toko yang menggunakan plastik sebagai shopping bag kala saya tidak membawa tas lain.

Sabtu kemarin (16/10), saya diundang oleh Lucid Communication untuk menghadiri kongkow-kongkow para blogger. Bertempat di Tartine Restaurant, FX Lifestyle X’nter, Jakarta Selatan, saya dan teman-teman sesama blogger mendapat perspektif baru soal plastik.

“Plastik itu termasuk bahan organik,” ujar Sugianto Tandio. 

Diam-diam saya ini musuh dalam selimut terhadap plastik. Di blog-blog saya dan di Kompasiana ini pun saya seringkali mengkampanyekan gerakan Say No to Plastik. Bukan cuma omong doang, dalam praktek sehari-hari, tiap kali belanja, saya dan istri selalu membawa sejumlah tas terbuat dari bahan agar menghindari plastik. Begitu pula ketika di toko buku, sebisa mungkin, saya keluar tanpa plastik.


Kantong Plastik Belanja Kembali Gratis? | goody bag company



Nah, walau begitu, banyak pihak yang menganggap tindakan Aprindo yang menghentikan kebijakan ini justru akan berbuah baik, yaitu dikeluarkannya Permen yang secara sah mengatur kebijakan kantong plastik berbayar (entah kapan, tapi semoga dalam waktu dekat).

Lalu apa yang bisa kita lakukan sambil menunggu ‘mukjizat’ tersebut? Apapun peraturannya, kita semua sebaiknya tetap meneruskan kebiasaan baik yang sudah mengurangi pemakaian plastik saat berbelanja—bahkan kalau bisa, tidak menggunakan sama sekali. Tak hanya itu, kita semua juga harus lebih teliti saat membeli kantong plastik. Pastikan tagihannya tertera pada nota belanja, agar kita terhindar dari kecurangan kasir-kasir ‘nakal’.

Melihat kondisi ini, terlihat jelas bahwa Pemerintah Pusat, Pemda, dan Aprindo tidak kompak. Selain masyarakat dibuat bingung, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) pun dibuat geram. Pasalnya—walau hasil tiap daerah berbeda-beda—penurunan penggunaan plastik berkat adanya kebijakan ini rata-rata sudah tembus hingga angka 40%. Angka yang baik untuk membantu menyelamatkan lingkungan, dan akan sayang sekali bila kebijakan ini tidak diteruskan, bukan?

Hmmm, di Jakarta sendiri hingga beberapa hari lalu, beberapa retail sudah menghentikan kebijakan plastik berbayar. Hanya beberapa retail besar seperti Hero, Giant, Alfa, Food Hall, dan Farmer’s Market yang masih mewajibkan konsumen untuk membeli kantong plastik saat belanja. 

Di Bandung saja, sejak 1 Juni 2016, minimarket-minimarket kembali menggratiskan kantong plastik. Sesuai SE Aprindo Pusat, pengusaha retail boleh menghentikan atau memberlakukan kebijakan tersebut. Maka sejak 1 Oktober 2016 lalu, Aprindo pun resmi menghentikan kebijakan ini secara nasional. Alasannya? Karena tidak pernah ada hukum dari pemerintah yang mengatur hal ini secara sah dan kebijakan ini masih berupa tahap uji coba.

Namun apa daya, Permen tak kunjung keluar. Lalu pada tanggal 8 Juni 2016, KLHK justru mengeluarkan SE yang ke-2 yang justru memunculkan kebingungan. SE ini memberi wewenang kepada Pemda untuk mengatur mekanisme kebijakan kantong plastik berbayar, sementara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menuntut kewenangan serupa. Karena tidak ada hukum yang jelas, sejak bulan Juni 2016 lalu, kebijakan kantong plastik berbayar pun berjalan setengah-setengah. Ada beberapa pengusaha retail yang tetap memberlakukan kebijakan tersebut, sementara yang lain memberikan kantong plastik dengan gratis.  

Sampai di sini semuanya berjalan baik, terlebih karena harapan keluarnya Peraturan Menteri (Permen) mengenai kantong plastik berbayar itu ada. Semua pihak yang mendukung diet kantong plastik pun menyambut gembira.

Secara nasional, SE tahap pertama ini sebetulnya cukup sukses mengurangi pemakaian kantong plastik, terlepas dari pro dan kontra yang ada. Hasil pantauan dan evaluasi KLHK menemukan penurunan sebesar 25%-30% dalam penggunaan kantong plastik selama 3 bulan ini. Ada 87,2% masyarakat yang menyatakan dukungannya terhadap program ini, dan 91,6% masyarakat juga bersedia membawa kantong plastik sendiri dari rumah.

Meski telah memiliki Perda No.17/2012 yang berisi tentang imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, namun SE KLHK tersebut belum mengatur harga kantong plastik yang harus dibayarkan konsumen kepada pengusaha retail secara jelas. Rp200 adalah kesepakatan harga minimal kantong plastik yang ‘tidak tertulis’ saat itu.

Jadi begini. Sedikit flashback, pada tanggal 21 Januari 2016, Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) mengeluarkan Surat Edaran (SE) mengenai kebijakan kantong plastik berbayar bagi 22 kota dan 1 provinsi di Indonesia. Secara otomatis, seluruh pengusaha retail pun mewajibkan pembelian kantong plastik kepada para konsumennya sejak tanggal 21 Februari 2016 hingga 31 Mei 2016. 





Senin, 14 Agustus 2017

Wali Kota Bandung untuk melarang kantong plastik konvensional

PT Nirwana Alam Hijau telah menghasilkan plastik biodegradable dari jagung, kedelai dan biji bunga matahari | goody bag bahan spunbond

goody bag bahan spunbond


“Kami tidak ingin memiliki terlalu banyak pengaruh dari luar Indonesia, kami ingin menggunakan teknologi dan sumber daya di sini karena meskipun itu produk organik,” ujar Rosenqvist.

Pemerintah pusat telah mengatakan sudah saatnya bagi Indonesia untuk membayar kantong plastik saat berbelanja. Sampah plastik tas dari pengecer di Indonesia diperkirakan mencapai 9,8 milyar kantong per tahun, atau sekitar 38 per orang.

“Jadi itu adalah campuran komponen organik,” co-founder Nirwana Alam Hijau  Daniel Rosenqvist mengatakan selama acara untuk memperkenalkan bahan untuk menggantikan styrofoam.

Nirwana Alam Hijau menciptakan ramah lingkungan sebelum memproduksi wadah makanan dan sedotan. Untuk wadah makanan, perusahaan menggunakan serat tebu.

Walikota menyatakan optimismenya tentang pelaksanaan larangan tersebut, mengatakan bahwa ia masih berusaha mencari cara untuk mengurangi limbah di kota.

Perusahaan ramah lingkungan PT Nirwana Alam Hijau telah menghasilkan plastik biodegradable dari jagung, kedelai dan biji bunga matahari.

Walikota Bandung Ridwan Kamil berencana untuk melarang kantong plastik konvensional untuk mengatasi masalah sampah plastik di kota.

“Gunakan kantong plastik biodegradable,” kata Ridwan setelah menghadiri sebuah acara untuk menandai Hari Nasional Limbah Kesadaran di Balai Kota Bandung, Selasa.

Ridwan yang sebelumnya melarang penggunaan wadah makanan styrofoam.


Penggunaan Plastik Ramah Lingkungan Masih Minim | goody bag bahan spunbond




“Sampai hari ini, di negara-negara maju teknologi daur ulang plastik masih terus dikembangkan,” kata Henky.

Henky mengatakan, dari sisi bisnis, saat ini penentrasi pasar ramah terhadap lingkungan ini di Indonesia masih belum besar. Namun, potensi pasarnya masih sangat besar. Minimnya edukasi dari pengguna dan belum adanya desakan dari Pemerintah melalui aturan hukum, menjadikan penggunaan plastik ramah lingkungan masih sedikit.

“Karena itu, sebagai federasi pengusaha pengemasan kami perlu mencari solusi yang terbaik. Yang pasti, penggunaan plastik harus dikurangi limbahnya,” ujarnya.

Menurut Henky, agar tidak menjadi limbah berbahaya, dalam penggunaan plastik ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama, plastik harus bisa digunakan kembali. Kedua, mengurangi jumlah penggunaan plastik, tanpa mengurangi fungsi pemakaiannya. Ketiga, plastik bisa didaur ulang.

Pengurangan limbah plastik juga menjadi salah satu fokus Federasi Pengemasan Indonesia. Executive Director Federasi Pengemasan Indonesia, Henky Wibawa, mengungkapkan, penggunaan plastik ramah lingkungan sudah saatnya digalakkan.

Menurut Henky, sampai sekarang belum ada aturan yang mengatur bahan plastik ramah lingkungan dari Pemerintah, walaupun sudah ada undang-undang penanganan sampah, UU No 18/2008. Namun, undang-undang ini masih bersifat imbauan kepada para produsen plastik.

Untuk mengurangi dampak buruk limbah plastik, Superindo juga memiliki program khusus. Jika konsumen Superindo bersedia tidak menggunakan plastik untuk membungkus belanjaannya, dia akan mendapat cashback Rp 100 untuk setiap pembelian Rp 50 ribu.

“Program ini kami adakan untuk mengurangi penggunaan plastik,” ujarnya.

Corporate Communication & Sustainable Superindo Supermarket, Yuvlinda Susanta, mengatakan, pihaknya menggunakan plastik oxo biodegradable karena merupakan opsi yang terbaik saat ini.

“Meskipun belum sempurna dalam penguraian limbahnya saat dibuang, namun untuk saat ini plastik oxo biodegradable masih menjadi pilihan terbaik,” ujarnya.

Peritel modern umumnya sudah menggunakan plastik ramah lingkungan ini. Superindo Supermarket, misalnya, sudah sembilan tahun menggunakannya.

“Pengguna terbesar plastik oxo biodegradable saat ini masih didominasi oleh supermarket yang dalam bentuk perusahaan. Sementara untuk pasar tradisonal masih sangat sedikit,” ujarnya.

Menurut data PT Merindo, penggunaan plastik ramah terhadap lingkungan sampai saat ini baru sekitar 30 persen dari keseluruhan penggunaan jenis plastik yang ada. Sedangkan untuk penggunaan plastik tidak ramah lingkungan mencapai 70 persen. Penggunanya didominasi oleh pasar tradisonal.

“Ini logo resmi yang menandakan bahwa plastik ini sudah melalui uji laboratorium di EPI, Kanada, dan juga terpapar nomor lisensi untuk mengenal pabrik mana yang memproduksi,” ujar dia..

Kini, penggunaan plastik ramah lingkungan tersebut kian banyak digunakan oleh supermarket dan minimarket. Menurut Tedy, Indonesia memang akan menjadi target pasar produk ini ke depan. Sebagai distributor tunggal EPI, Tedy mengklaim, Merindo menjadi leader dalam memasarkan plastik oxo biodegradable di Indonesia.

Plastik oxo biodegradable merupakan jenis plastik yang dapat ditentukan umurnya. Plastik ini bisa terurai di dalam tanah dalam tempo dua tahun. Penentuan umur plastik, menurut Tedy, karena menggunakan teknologi Totally Degradable Plastic Additives (TDPA) dari Kanada.

Sekilas, kantong plastik oxo biodegradable ini tak ada bedanya dengan plastik konvensional. Untuk mengenali produk ini secara mudah, bisa dilihat dari logo “epi” yang ada pada plastik.

Hingga sekarang, limbah plastik masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Bahkan, persoalan sampah yang sulit terurai ini juga menjadi problem negara-negara maju.

Menurut Australian Associated Press (AAP), tiap tahun di Australia, lebih dari 100 ribu hewan terdiri dari burung, ikan paus, anjing laut, dan kura-kura, mati gara-gara menelan atau terbelit sampah plastik.

“Problem sampah plastik di dalam negeri, bisa dikurangi dengan menggunakan plastik ramah lingkungan. Kami menyebutnya, plastik oxo biodegradable,” ujar Managing Director PT Merindo Makmur, Tedy Lim, di Jakarta, Rabu, 1 April 2015.


GERAI SUPER INDO DI BOGOR BERLAKUKAN “KANTONG PLASTIK TIDAK GRATIS” | goody bag bahan spunbond


Selama masa uji coba di Kota Bogor, Super Indo memberikan diskon untuk pembelian tas belanja sebesar 20%. “Kami dorong pelanggan untuk lebih mencintai penggunaan tas belanja pakai ulang, ketimbang kantong kresek. Karena lebih cantik belanja tanpa kantong plastik,” imbuh D. Yuvlinda Susanta.

Sebagaimana diketahui bersama, pemerintah telah menetapkan harga kantong plastik adalah sebesar minimal Rp 200/kantong untuk semua ukuran dan berlaku secara nasional. Uji coba ini akan dievaluasi dalam masa 3 bulan, untuk menentukan pengembangan aturan selanjutnya. Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai leading sector dalam uji coba aturan Kantong Plastik Tidak Gratis, telah menetapkan standar spesifikasi kantong plastik Tidak Gratis adalah oxo-degradable (oxium) dan SNI.

Ditambahkan lagi oleh D. Yuvlinda Susanta, Department Head of Corporate Communication & Sustainability, “Super Indo menyambut baik aturan pemerintah akan plastik berbayar ini. Jika plastik tidak gratis, pelanggan kami bisa lebih termotivasi dalam mengurangi penggunaan kantong plastik. Perlakuan yang fair kami aplikasikan di gerai-gerai Super Indo, jadi ada insentif dan disinsentif bagi penggunaan kantong plastik sekali pakai. Namun intinya, kami mengajak para pelanggan untuk berlaku bijak dalam penggunaan kantong kresek tersebut”.

Program uji coba Kantong Plastik Tidak Gratis ini didukung penuh oleh Super Indo. Sebagaimana disampaikan bapak Wirawan Winarto, VP Operations Super Indo “Super Indo telah menjadikan upaya-upaya pengurangan sampah sebagai bagian dari operasional supermarket kami. 

Di Super Indo, pelanggan memiliki pilihan untuk menggunakan kantong belanja pakai ulang atau menggunakan kardus yang telah disiapkan kasir-kasir kami. Bagi pelanggan yang tidak menggunakan kantong plastik, Super Indo memberikan insentif berupa cash back*. Hal ini merupakan sebagian dari program-program Super Indo dalam rangka mengajak pelanggan untuk mulai meninggalkan kantong plastik”.

Supermarket Super Indo memberlakukan “Kantong Plastik Tidak Gratis” sebagai wujud dukungan pemerintah yang menerapkan uji coba kantong plastik berbayar secara nasional. Peluncuran uji coba secara nasional akan berlangsung di Super Indo Dago, Kota Bandung. Sementara itu, Walikota Bogor, Bima Arya hadir di Super Indo Pahlawan, Kota Bogor untuk melakukan simulasi belanja di gerai Super Indo tersebut. Dalam simulasi tersebut, bapak Walikota menguji secara langsung implementasi aturan kantong plastik berbayar di gerai ritel modern, Super Indo.








Pemkot Bogor Minta Konsumen dan Pusat Perbelanjaan Gunakan Tas Belanja

Denny Mulyadi mengaku akan segera menyosialisasikan syarat penggunaan tas belanja  | goody bag bagus


goody bag bagus



Untuk diketahui, di Kota Bogor tercatat baru ada dua supermarket yang mengurangi penggunaan plastik belanjaan, salah satunya Super Indo. Juru Bicara Super Indo, Andy Satrio Yuddho menyebutkan penggunaan tas belanja sudah diterapkan sejak tiga tahun lalu.

“Aturan ini belum diharuskan, masih sekedar himbauan kepada pelanggan kami untuk menggunakan tas belanja, kalau yang belum punya masih kita layani dengan plastik belanjaan. Tapi setiap yang berbelanja kita
edukasi untuk menggunakan tas belanja,” katanya. 

Kita akan coba siapkan poin persyaratan dalam proses perizinan supermarket dan minimarket, ada tahapannya. Yang pasti kita sosialisasikan terlebih dahulu,” katanya, Jumat (12/6).

Menurutnya, saat ini penggunaan tas belanja belum menjadi kewajiban tapi baru sekedar imbauan. Sehingga belum banyak supermarket yang menghentikan penggunaan tas belanja.

“Setelah melakukan sosialisasi, syarat perizinan untuk menyediakan tas belanja tersebut akan diupayakan berlaku terhitung mulai 2016 mendatang. Tahun 2016 kita targetkan, Kota Bogor bebas penggunaan kantong plastik,” jelasnya.

Untuk mengurangi sampah kantong plastik sekali pakai, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, mendorong pusat-pusat perbelanjaan dan konsumen menggunakan tas belanja.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) Kota Bogor, Denny Mulyadi mengaku akan segera menyosialisasikan syarat penggunaan tas belanja pada pengurusan perizinan. 

Dukung GIBS 2020, Platinum Ceramics bagi-bagi 15 ribu tas ramah lingkungan | goody bag bagus



Dari pantauan sementara di hari pertama, pihaknya mengaku respon dari masyarakat sangat positif. Untuk itu, tidak menutup kemungkinan program serupa akan dilakukan secara bertahap di kota-kota lain di Tanah Air secara berkelanjutan.

"Platinum Ceramics Industry sangat memerhatikan lingkungan hidup yang selalu memaksimalkan proses recycle untuk limbah hasil produksi kami dan bisa digunakan kembali, sehingga tak mencemari lingkungan. Dan sejak awal perusahaan didirikan pada 1971, kami concern terhadap hal itu, terbukti dari packaging produk PCI yang tak menggunakan plastik, namun karton yang bio-degradable," papar Haryanto.

Menurutnya, kegiatan yang dikemas dalam sebuah kampanye bertema #DietPlastik tersebut sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap upaya untuk meminimalisir penggunaan plastik dalam bentuk apapun, apalagi sejak tahun ini pemerintah juga menerbitkan aturan plastik berbayar di pasar modern maupun tradisional.

"Kami menggandeng Ranch Market, Hypermart, dan Hero yang ada di lima mall di Surabaya, yakni Tunjungan Plaza, Pakuwon Trade Center, East Coast, Ciputra World Surabaya, dan Galaxy Mall," kata Haryanto di sela acara tersebut di Hero Supermarket Tunjungan Plaza, Jumat (15/4/2016).

Manager Marketing Promo & Event National PT Platinum Ceramics Industry, Haryanto Setiawan Wiyoto mengatakan, pihaknya menyediakan sebanyak 15.000 tas berbahan spundband yang ramah lingkungan dan bisa dipakai berulang kali yang dibagikan secara gratis kepada konsumen supermarket yang ada di lima pusat perbelanjaan di Surabaya selama dua hari, yakni pada Jumat dan Sabtu (15-16 April 2016) pukul 12.00-13.00 WIB.

Guna mendukung program Gerakan Indonesia Bebas Sampah (GIBS) 2020 yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2016 lalu, produsen keramik nasional PT Platinum Ceramics Industry (PCI) menggelar kegiatan bagi-bagi reusable-bag secara gratis di sejumlah supermarket ternama di Surabaya.


Pola Konsumsi Ramah Lingkungan | goody bag bagus



Menurut Food And Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2006 mencatat industri peternakan dunia menjadi penyumbang gas rumah kaca yang cukup besar melebihi emisi kendaraan bermotor sedunia. Kotoran sapi ikut menghasilkan emisi N2O dan pembusukannya menghasilkan CH4. Menurut FAO di dunia setidaknya ada 1 milyar sapi dan kerbau bersama 1,7 milyar domba dan kambing. 

Populasi hewan ternak tumbuh cepat seiring dengan kian tingginya permintaan akan daging. Hewan ternak ini membutuhkan lahan yang luas, air, dan energi. Dengan mengurangi konsumsi terhadap daging bukan berarti kita tidak bisa memperoleh protein yang dibutuhkan oleh tubuh kita. 

Sumber protein tidak hanya diperoleh dari daging sapi saja tapi juga melalui makanan bergizi lainnya seperti ayam, ikan, dan juga olahan kedelai seperti tahu dan tempe.

Harga makanan organik sekarang memang masih relatif mahal, tetapi jika semakin banyak orang yang mengkonsumsinya produksi bahan makanan organik dapat meningkat otomatis harga semakin dapat ditekan. Keuntungan lain menggunakan produk makanan organik adalah lebih sehat bagi tubuh. Disamping itu juga kita dapat mendukung ekonomi rakyat, karena kebanyakan produk pangan organik banyak dilakukan oleh para petani dan peternak lokal.

Mengapa pertanian organik yang menghasilkan produk pangan organik perlu didukung? Ini dikarenakan pertanian organik tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Sedangkan pupuk kimia dan pestisida untuk memproduksinya menggunakan bahan bakar fosil.

 Penggunaan produk lokal juga menyokong dinamika ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Disisi lain kita juga dapat mengurangi pengeluaran devisa negara untuk mengimpor.

Produk makanan lokal juga memperkecil resiko terhadap pemakaian berbagai zat pengawet. Makin jauh asal produk makanan maka makin jauh jarak dan makin lama waktu tempuh pengiriman. Jadi, produsen makanan harus memberi zat pengawet yang lebih banyak agar produk tetap dapat dikonsumsi setelah sampai dilokasi.

Karena produk lokal tidak perlu didatangkan dari tempat yang jauh. Sedangkan produk impor haruslah didatangkan dari tempat yang jauh, dengan demikian memerlukan bahan bakar fosil (minyak bumi) yang akan melepaskan CO2 (karbondioksida). Disebutkan dari suatu sumber jika 1 juta orang beralih ke makanan produksi lokal selama setahun saja, kita dapat mencegah terlepasnya 625.000 ton CO2 ke atmosfer.

Pembeli atau konsumen adalah raja. Sebagai raja kita mempunyai kekuasaan penuh memilih barang-barang yang akan kita gunakan. Maka dari itu kita tinggal memilih mengikuti arus perkembangan ekonomi yang tidak terkendali dengan pola konsumsi tinggi yang mengakibatkan rusaknya bumi kita ataukah kita akan memilih menahan diri?
Untuk menentukan masa depan bumi kita yang tercinta hendaknya kita cerdas dalam mengkonsumsi produk dengan melakukan perubahan pola konsumsi dan gaya hidup. 

Dengan demikian diharapkan akan mengurangi penggunaan sumber daya baik listrik, bahan bakar, air, dan bahan mentah. Langkah awal perubahan gaya hidup antara lain dengan memilih produk-produk ramah lingkingan. Produk-produk ramah lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung akan menghambat laju pemanasan global.

Hal ini berdampak secara tidak langsung kepada pemanasan global (global warming). Pola konsumsi yang tinggi sedikit banyak telah menjadi penyokong tersebarnya karbondioksida sang biang kerok pemanasan global.

Kehidupan manusia semakin dibanjiri dengan berbagai benda. Industrialisasi dan majunya tekhnologi membuat kita semakin dilimpahi bermacam-macam pilihan produk untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya. Berbagai benda mengisi kamar mandi, dapur sampai ruang tidur kita. Gaya hidup, termasuk pola konsumsipun berubah. 










Minggu, 13 Agustus 2017

California, Kota Tanpa Kantung Plastik

California bisa menjadi negara bagian pertama di AS, yang melarang tas belanja plastik | goodie bag murah

goodie bag murah


Setiap toko akan menjual kantong kertas untuk para konsumen minimal lima sen untuk masing-masing tas daur ulang. 

Julia Brownley, anggota legislatif, dalam siaran televisi NBC menyatakan, "Dalam RUU ini, jika pembeli lupa membawa kantong daur ulang mereka, mereka dapat membeli sebuah tas daur ulang dengan biaya yang murah karena 40 persen bahannya diproduksi bahan yang dikumpulkan dari konsumen."   

Kota lain di seluruh Negeri Paman Sam, telah menempatkan pembatasan penggunaan kantung plastik, termasuk larangan langsung di toko-toko eceran di Outer Banks, Carolina Utara. Sekitar 20 kota lainnya juga akan mempertimbangkan hukum serupa.

California bisa menjadi negara bagian pertama di AS, yang melarang tas belanja plastik. Rancangan UU ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur California Arnold Schwarzenegger. Legislatif merancang RUU tersebut sejak Rabu pekan silam. Kini, RUU itu telah masuk ke Senat sambil menunggu untuk disahkan.

Tas plastik memang tidak ramah terhadap lingkungan. Sampah sisa tas plastik susah terurai bila terkubur di dalam tanah, termasuk jika sampai terbuang ke lautan lepas. Menurut Gubernur Schwarzenegger, usai pemungutan suara di parlemen, RUU ini akan menjadi kemenangan besar bagi lingkungan. 

Sebuah rancangan undang-undang tentang penggunaan tas belanja plastik sedang dipertimbangkan di California, Amerika Serikat. UU ini nantinya bertujuan mengurangi penumpukan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang dan mencemari lingkungan. Termasuk, bertujuan melarang farmasi, makanan dan minuman keras dari toko untuk memberikan kantong plastik dan dibutuhkan pengganti alternatif untuk membungkus barang.

Karya Seni Mural Jadi Kampanye Promosi Sebuah Merek Backpack | goodie bag murah



Hal tersebut untuk mewakili jiwa anak muda milenial yang sangat menyukai kebebasan berekspresi, berkumpul dengan teman dan nonton acara-acara musik bergengsi yang jadi gaya hidup masa kini.

JanSport telah melakukan kampanye LIVE OUTSIDE di berbagai negara secara bergantian. Hasil karya seni tersebut nantinya akan didokumentasikan mulai dari persiapan, proses melukis sampai dengan selesai. Kemudian diunggah pada sosial media diikuti dengan mengadakan festival musik yang dihadiri para anak muda untuk bergabung bersama.

Di tahun 2017 ini, JanSport kembali melakukan aktvitas LIVE OUTSIDE yang diselenggarakan di Sydney, Australia serta bekerjasama dengan Shannons Crees, seorang seniman grafiti terbaik di dunia.

Aktivitas promosi yang bertajuk LIVE OUTSIDE ini diadakan pertama kali pada tahun 2014 lalu. Awalnya tim JanSport mendatangi berbagai sekolah dan kampur untuk memperkenalkan jati dirinya pada generari milenial melalu karya seni, musik dan gaya hidup kaum urban.

Karya seni mural merupakan sebuah karya lukis yang biasa dilakukan dengan dinding sebagai medianya. Seperti yang dilakukan merek backpack ternama, JanSport yang sudah 4 tahun belakangan ini melakukan promosi koleksinya melalui karya seni mural yang dilakukan oleh seniman lokal.


Rumah Mode Ini Jual Tas Belanja Kertas Rp 24,2 Juta, Mau Beli? | goodie bag murah



Tas Balenciaga berwarna biru tersebut terbuat dari material kulit. Rumah mode ini menjual produknya seharaga US$ 2900 atau setara dengan Rp 38 juta.

Sontak, setelah dirilis tas ini pun memicu komentar beragam khususnya dari para warganet. Mereka menjadikan Balenciaga bahan lelucon dengan membuat meme yang membandingkan tas milik Balenciaga dengan IKEA.

Dilansir dari refinery29.com, Senin (7/8/2017), bagi pembeli yang berminat harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. Setelahnya, pihak Balanciaga akan mengantar tas tersebut ketika sudah selesai dibuat.

Ini bukanlah kali pertama Balenciaga menyita perhatian masyarakat internasional dengan produknya yang dianggap unik. Sebelumnya, rumah mode ini mengeluarkan tas tote bag yang desainnya mirip dengan kantung belanja supermarket IKEA.

Selain dikenal dengan produk tas dan baju yang dibuat dengan desain khas, kini rumah mode Balenciaga kembali menjual tas belanja yang terbuat dari bahan kertas. Sama seperti produk terdahulunya, produk ini juga dilego dengan harga sangat mahal.

Untuk sebuah tas kertas berwarna hitam, Anda perlu merogoh kocek hingga US$ 1.820 atau setara Rp 24,2 juta. Tas yang berukuran 44 x 55 cm tersebut terbuat dari 100 persen kulit sapi, lengkap dengan tali dan kantung pada bagian dalam. Namun, bentuknya yang kotak membuat tas tersebut sama persis dengan tas belanja.








Kamis, 10 Agustus 2017

Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Udah Mulai Nih, Sekarang Kantong Plastik Gak Gratis Loh!

Pemerintah menerapkan aturan kantong plastik berbayar untuk wadah belanjaan | goodie bag eksklusif


goodie bag eksklusif



Praktis, kebijakan kantong plastik berbayar ini bakal memengaruhi pola belanja. Konsumen dipaksa berpikir lagi apakah ikhlas menyisihkan duit untuk beli kantong plastik? Sudah enggak zaman lagi kantong plastik jadi fasilitas cuma-cuma saat berhadapan di kasir.

Apa tuh? Bikin kantong belanjaan dari bahan nonplastik. Entah itu kain, karung goni, atau limbah kain bekas. Dengan kantong belanjaan model beginian, kan bisa dipakai berulang kali. Beda sama kantong plastik yang cuma sekali pakai?

Terlepas debat pro dan kontra sama kebijakan ini, ada baik lihat sisi lain saja. Pernahkah terpikir kalau kebijakan ini membuka peluang untuk eksra income?

Alhasil, sudah bawa barang belanjaannya berat, eh makin nyesek lagi gara-gara kasir memasukkan semua belanjaan ke kantong plastik yang terpisah-pisah. Siap-siap saja kena biaya tambahan. Padahal di tiap barang belanjaan itu sudah kena pajak pula! Haduh.

Berapa? Ya suka-sukanya peritel lah. Sekarang saja harga kantong plastik yang dijual di supermarket tertentu bisa Rp 2.000-5.000 per kantong lho! Kalau butuh 10 kantong plastik, dah keluar duit Rp 50 ribu doang buat wadah barang belanjaan!

Terus masih anggap enteng nilai segitu? Eits, tunggu dulu. Awalnya sih memang enggak memberatkan yak. Cuma itu berlaku sementara aja. Selepas bulan Juni besok lewat, peritel alias pengelola minimarket atau supermarket bebas menentukan sendiri harga kantong plastiknya.

Sekilas kecil yak. Tapi coba hitung deh berapa kali dalam sebulan bolak-balik belanja di minimarket? Entah sekadar untuk beli snack, sabun colek, atau permen. Makin sering frekuensi belanja makin besar juga dong dana buat beli kantong plastik.

Jadi jangan kaget yak kalau pas belanja tiba-tiba ada item tambahan untuk pembelian kantong plastik. Apalagi kalau pas belanja bulanan di mana jumlah barangnya meluber di troli. Ketika butuh 10 kantong plastik berarti anggran belanja membengkak Rp 2.000.

Harga yang ditetapkan murah sih, yakni hanya Rp.200 per kantong. Sepertinya itu harga seragam buat seluruh ukuran kantong plastik.

Nah, kebijakan plastik berbayar ini masuk kategori upaya menanggulangi dengan cara mengurangi sampah plastik. Nantinya, aturan ini bakal dipertegas lagi dalam peraturan Kementerian Lingkugan Hidup.

Dari sinilah keluar kebijakan itu. Payungnya di Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Di situ tertera ada kewenangan pemerintah daerah untuk penanggulangan sampah dengan cara mengurangi dan menangani.

Percaya kan? Silakan bayangkan saja kalau belanja di minimarket atau supermarket. Mau beli barang apapun bahkan yang terkecil sekalipun pasti diwadahi kantong plastik. Di mata pemerintah, ini biang kerok sampah plastik yang terus menggunung.

Kalau yang ikutin berita pasti tahu kan aturan baru ini? Yup, betoool! Tujuannya biar menekan tumpukan sampah plastik yang selama ini paling dikenal sebagai sampah yang sulit didaur ulang. Kalau pun bisa, terurainya butuh lama banget sampai ratusan tahun.

Per 21 Februari lalu jadi tanggal bersejarah bagi dunia perbelanjaan di negeri tercinta ini. Karena, sejak tanggal itu, tak ada lagi yang namanya kantong plastik kresek gratis. Karena, pemerintah menerapkan aturan kantong plastik berbayar untuk wadah belanjaan.

Kantong Belanja Unik Yang Ramah Lingkungan | goodie bag eksklusif



Kalau memang tidak mau ngeluarkan uang untuk membeli tas lucu- lucu tadi, kamu juga bisa menggunakan tas kain lainnya. Biasanya pas kondangan goodie bagnya kan kadang tas, atau kalau ada undangan biasanya dibagikan tas kain. Nah tas itu bisa digunakan juga.

Kesadaran atas pentingnya menjaga lingkungan hidup bisa dimulai dari diri kita sendiri salah satunya dengan tidak menggunakan kantong plastik, sekarang sudah ada KANTONG BELANJA UNIK YANG RAMAH LINGKUNGAN yang bikin belanja makin CHIC dan Modis.

Nah yang ini salah satu tas belanja favorite saya. Saya malah baru membelinya belum lama ini sejak plastik harus bayar. Modelnya ringkes, dan memudahkan kita saat berbelanja karena bisa di masukkan ke dalam trolley belanja. Ada tiga sampai empat bagian yang bisa memisahkan produk yang kita beli. 

Misalnya kebutuhan skincare dan susu, kan ngak bisa di campur. Warnanya berbeda sehingga kita bisa menggunakan colour coding, misalnya untuk kebutuhan sayuran saya memasukkannya ke dalam kantong berwarna hijau, sementara untuk kebutuhan kebutuhan rumah tanggal lain seperti kecap, saos atau mie instant saya masukkan ke dalam kantong berwarna merah. Saat membawa pulang tinggal masukkan ke dalam bagasi mobil deh. 


Model tas ini adalah tas yang saya pakai kalau belanja baju atau tas di ITC.  Ada resleting yang bisa menambah ukuran tas menjadi lebih lebar.  Kalau capai bisa di dorong karena ada roda kecil di bawahnya.  Tapi kadang resletingnya mudah rusak. Saya sudah beberapa kali beli,  tapi rusak terus.  Entah karena saya yang terlalu heboh saat meresleting atau memang kualitas resletingnya yang buruk. 

Ini model tas paling sering ada di dalam tas.  Tinggal di lipat hingga berukuran kecil, masukkan deh ke dalam tas.  Praktis.  Model tas ini biasa saya bawa kalau mau belanja kebutuhan rumah yang tidak terlalu berat.  Harganya murah hanya sekitar Rp.  30.000.

Nah,  kalau kamu menjinjing kantong belanja model apa?  Saya sih tipe orang yang ngak mau bawa kantong belanja dari kain.  Karena bikin  bawaan udh berat tambah berat lagi. Trus kalau kena hujan kan basah,  belanjaan juga basah dong.  Pilihannya adalah kantong belanjaan dari bahan anti air atau karung.  Ini dia kantong belanja lucu yang masuk dalam wishlish saya

Di postingan selanjutnya saya akan sharing tentang pelangalaman belanja di jerman dan aturan buang sampah yang ramah lingkungan di eropa.  Karena budaya tanpa kantong plastik sudah lama saya terapkan, kadang saya malah di kira orang aneh karena memilih menggunakan tas belanja karung atau kain dari pada plastik.  

Menurut saya sih,  orang indonesia ngak bisa di kasih peraturan yang frontal.  Harus sedikit di sentil, kalau saat ini bayar,  saya yakin lama kelamaan plastik akan ngak akan digunakan lagi. Tapi memang dari pada menimbulkan pro dan kontra, pemerintah harusnya lebih trasnparant soal mengapa ada aturan ini, sehingga masyarakat akan dengan senang hati membayar atau membawa kantong belanja sendiri. 


KANTONG BELANJA UNIK YANG RAMAH LINGKUNGAN  Ritual belanja bulanan sekarang bertambah,  selain membawa dompet saya harus menjinjing kantong belanja.  Saya jujur saja senang dengan peraturan pemerintah ini,  karena kesadaran pentingnya menjaga lingkungan hidup memang harus dimulai.  Walaupun ada yg sebel karena harus bayar,  atau kepikiran banget mau dikemanain tuh duitnya.  


Kelebihan Dan Cara Merawat Tas Spunbond | goodie bag eksklusif



Supaya lebih praktis, anda bisa membelinya di toko online semestalima,com. Disini menyediakan berbagai macam jenis tas untuk souvenir atau goodybag. Termasuk tas spunbond. Disini anda bisa memiliki pilihan warna yang banyak sekali, terbuat dari bahan yang berkualitas dan tentunya harga terjangkau. Anda hanya cukup memesan melalui website kami dan memesan produk yang anda inginkan. Sangat mudah dan pelayanan yang cepat. Sekian artikel kali ini, semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat buat anda.

Ketika mencuci, cucilah dengan air hangat. Ini akan menjaga kualitas kain tetap halus dan tidak cepat rusak. Bisa digunakan detergen ketika mencucinya. Ketika menyikat tas, jangan terlalu kasar karena bisa membuat serat kain cepat rusak. 

Cukup sikat secara perlahan saja. cuci juga bagian dalam tas, jangan hanya bagian luar saja. ketika menjemur, jangan dijemur di bawah sinar matahari langsung, karena bisa membuat kain cepat rusak. Cukup diangin-anginkan saja atau jemur ditempat yang teduh. Bahan kain ini cepat sekali kering walaupun hanya diangin-anginkan saja.

Jika sudah kering langsung lipat dan simpan ditempat yang kering. Jangan simpan ditempat yang lembab karena akan membuat tas ini cepat berjamur. Cara perawatan tas ini sangat mudah. jika anda mendapatkannya dari souvenir, jangan langsung dibuang tapi disimpan saja. jika anda ingin membeli tas kain sunbond untuk souvenir. Saat ini ada banyak sekali toko yang menjualnya. Entah itu toko online atau offline.

Tas kain spunbond biasanya digunakan untuk tas souvenir, shooping bag dan goody bag. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kalau tas ini bisa dicuci ulang. Sehingga bisa digunakan berkali-kali. Supaya bisa lebih tahan lama, anda harus bisa merawatnya dengan baik. Sehingga bisa anda gunakan ketika belanja ke pasar. Anda jadi bisa mengurangi penggunaan plastik yang bisa berbahaya bagi lingkungan. Cara merawat tas bahan spunbond ini sangat mudah.

Tas kain spunbond tidak mengandung bahan kimia sama sekali, sehingga aman digunakan.

Memiliki pilihan warna yang banyak sekali. Jadi bisa digunakan untuk tas souvenir.

Bahan spunbond lebih ramah lingkungan dan bisa didaur ulang.

Tas bahan spunbond lebih tanah lama dibandingkan bahan kertas atau plastik

Tas bahan kain spunbond bisa dicuci berulang-ulang kali.

Tas ini terkenal dengan tas ramah lingkungan, karena bahannya yang bisa di daur ulang dan tidak berbahaya untuk lingkungan. Bahkan bahannya anti virus, antibakteri dan tidak akan membuat polusi.

Daripada memakai bahan plastik, bahan spunbond ini lebih bagus. ditambah dengan karakteristik yang unik, berbagai pilihan warna dan bagus. anda bisa menggunakannya untuk tas souvenir, goody bag atau shopping bag.

Untuk tempat souvenir hajatan, memang lebih praktis menggunakan tas tangan. Apalagi saat ini jenis tas tangan sangat banyak sekali. 

Salah satunya tas spunbond. Mungkin sebagian dari anda, masih asing dengan nama tas kain spunbond ini. Tas ini terbuat dari bahan kain yang memiliki struktur seperti jaring dan datar. Proses pembuatannya bukan dengan ditenun tetapi dibentuk dari serat panjang yang disusun. Proses pembuatannya dengan mesin dan ada proses kimiawinya.