Tampilkan postingan dengan label goodie bag murah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label goodie bag murah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 November 2017

Si goni bekas pun menjadi lebih bernilai

Kerajinan berbahan dasar karung goni | goodie bag murah

goodie bag murah


Rahmawati mampu meraih pendapatan sekitar Rp 20 juta dalam waktu 5 hari saat pameran Inacraft 2011 lalu. Rahmawati berencana membangun rumah karung di Jakarta tahun ini. "Pasar di Jakarta lebih bagus ketimbang di Surabaya, karenanya saya berniat untuk membangun toko dan workshop di Jakarta," ujar Rahmawati.

Rahmawati membutuhkan bahan baku 100 karung goni dengan harga Rp 10.000 per helai untuk kebutuhan sepatu. Saat ini, Rahmawati memang tidak mengalami kesulitan untuk memperoleh karung goni. Tapi ia mengaku keberatan dengan harga karung goni yang mahal. 

Harga sepatu goni buatannya Rp 150.000 per pasang. Sedangkan harga taplak meja Rp 75.000 hingga Rp 250.000 untuk ukuran 3 meter dan tas atau tempat tisu senilai 
Rp 50.000. 

Rahmawati dan empat pegawainya memproduksi 100 pasang sepatu setiap dua pekan. Ia membuat masing-masing satu taplak, tempat tisu, dan tutup galon setiap hari. 

Sebelum mengolah goni menjadi sepatu, Rahmawati merendam goni ini dalam air selama satu hari untuk melepaskan serabut-serabut goni. "Setelah direndam, dikeringkan dan dijahit manual sesuai dengan model," kata ibu tiga putra ini. 

Jadi membutuhkan waktu 10 hingga 15 hari untuk membuat satu kaligrafi yang harga jualnya Rp 800.000. "Harganya memang cukup mahal, sebab butuh kesabaran tinggi untuk membuatnya," paparnya. Tak hanya di Boyolali, kaligrafi buatan Jadi sudah sampai ke Jakarta, Bandung, dan Makassar. Dalam sebulan ia mendapatkan pesanan empat kaligrafi. 

Meski gampang dicari, tidak semua kain goni bisa menjadi bahan baku. "Untuk membuat sepatu, biasanya menggunakan kain goni yang tipis agar mudah dibentuk," jelas Rahmawati. 

Jadi Suryanto lebih banyak menggunakan cara penyemprotan karena dengan cara itu ia bisa menggabungkan banyak warna. Proses selesai, batik karung goni sudah jadi dan tinggal dimasukkan dalam pigura. 

Ada dua cara pewarnaan, disemprot dan dicelup. Pewarna batik remasol dimasukkan dalam alat semprot dan mulailah penyemprotan. Adapun, pencelupan dilakukan dengan merendam karung goni di larutan remasol. 

Jadi, membuat pola kaligrafi pada ukuran 60 x 80 cm. Setelah pola jadi, si goni baru dibatik dengan canting di depan dan di bagian belakang. "Lalu, malamnya dilorot di air mendidih dan diwarnai lagi," kata Jadi. Melorot adalah kegiatan menghilangkan malam yang melekat pada kain. Kaligrafi selesai, tinggal mewarnai wilayah di seputar kaligrafi. 

Lain lagi cerita Jadi Suryanto, perajin kaligrafi kain goni. Saat membatik kaligrafi di atas kain, ia terpikir membatik kaligrafi di atas karung goni bekas bungkus beras. "Tapi saya kesulitan karena karung goni penuh pori kasar. Apalagi serat kerap bermunculan di tubuhnya," kata pria berusia 29 tahun ini. Alhasil, ketika menggurat garis kaligrafi dengan canting ia harus sering berhenti untuk melewati pori dan meneruskan ke pori berikutnya.

Ia menilai bahan karung goni ini memiliki persamaan dengan sepatu Cross berbahan kain kanvas. "Kerapatan kainnya sama sehingga cocok untuk dibuat sepatu," kata Rahmawati. 

Ternyata, respon pasar di Surabaya cukup bagus. Dagangannya yang laris manis, membuat Rahmawati kian percaya diri mengembangkan usaha sepatunya. 

Ide bisa muncul tiba-tiba dari sebuah keresahan. Melihat tumpukan karung goni bekas yang tak terpakai di sekitar rumahnya, Rahmawati tergerak menciptakan kerajinan berbahan dasar karung goni tersebut. Niat ini makin kuat ketika Rahmawati melihat tingginya minat masyarakat menggunakan produk daur ulang. 

Ketika Rahmawati memulai usaha kerajinan dari karung goni September 2010, sepatu Cross sedang naik daun. Ia pun terpikir membuat sepatu dari bahan dasar karung goni. "Kemudian coba saya buat sepatu dengan model mirip seperti Cross," kata pemilik Fazle Craft ini. 

Karung goni tak cuma pembungkus beras atau cabai yang jika sudah dipakai nilai gunanya akan turun. Para perajin kreatif menggunakan bahan baku goni ini untuk membuat sepatu, taplak, hingga kaligrafi yang harganya bisa mencapai Rp 800.000 per unit. 

Kerajinan Tangan dari Karung Goni | goodie bag murah



Pemakaian bahan dari kain goni untuk kepentingan interior saat ini makin banyak didapati, dari mulai tirai, hiasan lampu, hiasan kaligrafi, untuk susunan kursi serta ada banyak lagi. Umumnya yang memakai bahan goni untuk interior dari desainer asal Eropa atau Amerika hal semacam ini lantaran semangat mereka untuk mempromosikan GO Green, memakai kain goni juga sebagai pengganti pemakaian plastik.

Untuk dipakai juga sebagai bahan pembuatan tas, sepatu, hand bag, tote bag, dompet, camera case, pencil case. Di bagian dalam mesti dilapis dengan kain yang lebih lembut, lantaran kain goni mempunyai struktur sangatlah kasar. di bagian luar dapat digabungkan dengan kain printing atau diberi pernak-pernik untuk memperindah tas/dompet itu.

Pemakaian kain goni untuk kerajian serta fashion diantaranya untuk tas, taplak meja, sepatu, dompet boneka dan sebagainya. Sedang dalam interior bisa dipakai untuk tirai cendela, hiasan lampu, kursi serta ada banyak lagi.

Sebelum kita mengulas kerajinan apa sajakah yang dapat kita buat dari kain goni/karung goni, alangkah baiknya kita ulas dahulu sejarah dari kain goni ini. Awal mulanya kain goni terbuat dari bulu kambing, ada pula yang terbuat dari serat jute. Serat jute ini terbuat dari kulit batang pohon bast fibre. Diluar itu ada pula yang terbuat dari serat rosella. Karung goni yang terbuat berbahan serat rosela, kuat lantaran ditenun menggnuakan bahan dasar serat yang tidak tipis hingga tak gampang putus.

 Ragam Kerajinan Tangan | Pasti kita telah tak asing lagi dengan kain goni/karung goni, kain yang terbuat dari benang besar serta mempunyai struktur kasar. Manfaat paling utama dari kain goni ini yaitu untuk kantong atau karung, banyak kita temui dipakai untuk menaruh biji-bijian, paket untuk beras, gula, serta hasil panen. Selain untuk karung, ternyata kita dapat juga memakai kain goni untuk kerajinan.

Uniknya Beragam Kerajinan Karung Goni Asal Sukabumi  | goodie bag murah



Produk UKM kerajinan karung goni dari Kadudampit ini sudah merambah hampir ke semua wilayah di nusantara, di antaranya Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Yogyakarta, Bali, dan Lombok. Lokasi pemasaran produk UKM tersebut biasanya di sejumlah lokasi wisata yang banyak didatangi turis asing dari mancanegara. 

Karung goni dipilih sebagai bahan utama pembuatan produk terang Iwan karena dinilai unik dan mempunyai kekuatan. Untuk membuat kerajinan karung goni, Abah Iwan memberdayakan warga di sekitar tempat tinggalnya. Terutama kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak.

Contohnya pelaku usaha yang memanfaatkan barang bekas atau limbah yang sudah tidak terpakai yang diubah menjadi produk bernilai jual tinggi. Kreativitas tersebut misalnya dilakoni Abah Iwan atau sering disebut Abah Goni (60 tahun) di Kampung Cijagung Paninengan RT 31 RW 08, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Sosok tersebut mengolah barang bekas karung goni. Bahan karung goni yang sebelumnya dipakai untuk membawa beras maupun kacang kini diubah menjadi kerajinan berbagai macam produk. Misalnya menjadi bahan utama pembuatan tas ransel, tas rajut, rompi, celana, gelang, dan topi. 

 Perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM) di Kabupaten Sukabumi terus menggeliat. Salah satunya ditunjukkan dengan makin banyaknya produk UKM yang mengandalkan kreativitas pelaku usaha.



Minggu, 13 Agustus 2017

California, Kota Tanpa Kantung Plastik

California bisa menjadi negara bagian pertama di AS, yang melarang tas belanja plastik | goodie bag murah

goodie bag murah


Setiap toko akan menjual kantong kertas untuk para konsumen minimal lima sen untuk masing-masing tas daur ulang. 

Julia Brownley, anggota legislatif, dalam siaran televisi NBC menyatakan, "Dalam RUU ini, jika pembeli lupa membawa kantong daur ulang mereka, mereka dapat membeli sebuah tas daur ulang dengan biaya yang murah karena 40 persen bahannya diproduksi bahan yang dikumpulkan dari konsumen."   

Kota lain di seluruh Negeri Paman Sam, telah menempatkan pembatasan penggunaan kantung plastik, termasuk larangan langsung di toko-toko eceran di Outer Banks, Carolina Utara. Sekitar 20 kota lainnya juga akan mempertimbangkan hukum serupa.

California bisa menjadi negara bagian pertama di AS, yang melarang tas belanja plastik. Rancangan UU ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur California Arnold Schwarzenegger. Legislatif merancang RUU tersebut sejak Rabu pekan silam. Kini, RUU itu telah masuk ke Senat sambil menunggu untuk disahkan.

Tas plastik memang tidak ramah terhadap lingkungan. Sampah sisa tas plastik susah terurai bila terkubur di dalam tanah, termasuk jika sampai terbuang ke lautan lepas. Menurut Gubernur Schwarzenegger, usai pemungutan suara di parlemen, RUU ini akan menjadi kemenangan besar bagi lingkungan. 

Sebuah rancangan undang-undang tentang penggunaan tas belanja plastik sedang dipertimbangkan di California, Amerika Serikat. UU ini nantinya bertujuan mengurangi penumpukan sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang dan mencemari lingkungan. Termasuk, bertujuan melarang farmasi, makanan dan minuman keras dari toko untuk memberikan kantong plastik dan dibutuhkan pengganti alternatif untuk membungkus barang.

Karya Seni Mural Jadi Kampanye Promosi Sebuah Merek Backpack | goodie bag murah



Hal tersebut untuk mewakili jiwa anak muda milenial yang sangat menyukai kebebasan berekspresi, berkumpul dengan teman dan nonton acara-acara musik bergengsi yang jadi gaya hidup masa kini.

JanSport telah melakukan kampanye LIVE OUTSIDE di berbagai negara secara bergantian. Hasil karya seni tersebut nantinya akan didokumentasikan mulai dari persiapan, proses melukis sampai dengan selesai. Kemudian diunggah pada sosial media diikuti dengan mengadakan festival musik yang dihadiri para anak muda untuk bergabung bersama.

Di tahun 2017 ini, JanSport kembali melakukan aktvitas LIVE OUTSIDE yang diselenggarakan di Sydney, Australia serta bekerjasama dengan Shannons Crees, seorang seniman grafiti terbaik di dunia.

Aktivitas promosi yang bertajuk LIVE OUTSIDE ini diadakan pertama kali pada tahun 2014 lalu. Awalnya tim JanSport mendatangi berbagai sekolah dan kampur untuk memperkenalkan jati dirinya pada generari milenial melalu karya seni, musik dan gaya hidup kaum urban.

Karya seni mural merupakan sebuah karya lukis yang biasa dilakukan dengan dinding sebagai medianya. Seperti yang dilakukan merek backpack ternama, JanSport yang sudah 4 tahun belakangan ini melakukan promosi koleksinya melalui karya seni mural yang dilakukan oleh seniman lokal.


Rumah Mode Ini Jual Tas Belanja Kertas Rp 24,2 Juta, Mau Beli? | goodie bag murah



Tas Balenciaga berwarna biru tersebut terbuat dari material kulit. Rumah mode ini menjual produknya seharaga US$ 2900 atau setara dengan Rp 38 juta.

Sontak, setelah dirilis tas ini pun memicu komentar beragam khususnya dari para warganet. Mereka menjadikan Balenciaga bahan lelucon dengan membuat meme yang membandingkan tas milik Balenciaga dengan IKEA.

Dilansir dari refinery29.com, Senin (7/8/2017), bagi pembeli yang berminat harus melakukan pemesanan terlebih dahulu. Setelahnya, pihak Balanciaga akan mengantar tas tersebut ketika sudah selesai dibuat.

Ini bukanlah kali pertama Balenciaga menyita perhatian masyarakat internasional dengan produknya yang dianggap unik. Sebelumnya, rumah mode ini mengeluarkan tas tote bag yang desainnya mirip dengan kantung belanja supermarket IKEA.

Selain dikenal dengan produk tas dan baju yang dibuat dengan desain khas, kini rumah mode Balenciaga kembali menjual tas belanja yang terbuat dari bahan kertas. Sama seperti produk terdahulunya, produk ini juga dilego dengan harga sangat mahal.

Untuk sebuah tas kertas berwarna hitam, Anda perlu merogoh kocek hingga US$ 1.820 atau setara Rp 24,2 juta. Tas yang berukuran 44 x 55 cm tersebut terbuat dari 100 persen kulit sapi, lengkap dengan tali dan kantung pada bagian dalam. Namun, bentuknya yang kotak membuat tas tersebut sama persis dengan tas belanja.








Kamis, 08 Juni 2017

Tas spunbond: Meraup berkah dari berbagai hajatan

Aneka hajatan keluarga atau pun seminar menjadi ladang rezeki bagi pengusaha tas berbahan spunbond |  goodie bag murah




 goodie bag murah


Kini Choerozak memiliki satu pelanggan rutin, suatu percetakan di Jakarta, yang rutin memesan 2.000 tas setiap bulan. Dari pengalaman Choerozak, order dari kota-kota di luar Jawa juga kerap datang dalam partai besar.

Oh, iya, margin dari usaha pembuatan tas spunbond berkisar 40%–50%. Jadi, apabila Anda punya omzet 15.000 tas per bulan, dengan harga tas Rp 4.000, berarti keuntungan bersih yang bisa Anda kantongi berkisar antara Rp 24 juta sampai Rp 30 juta per bulan.

Selain mengandalkan pemasaran online, Choerozak juga tetap melakukan pemasaran langsung antara lain ke kampus-kampus di Semarang. Kampus-kampus ini mengorder tas untuk keperluan wisuda. “Pesanan untuk wisuda biasanya berkisar 200 hingga 700 tas.”ujar dia.

Saat ini fokus pemasaran Choerozak mencakup Jakarta, Kalimantan, dan Sumatra. “Jakarta pasar yang potensial karena orang malas keluar rumah karena macet,” ujar dia. 

Choerozak juga tak ragu mengandalkan spunbond. Ia mengaku, produk semacam tas suvenir memiliki titik jenuh. Untuk mengantisipasi situasi itu, Choerozak berancang-ancang membuat produk baru. 

Ia bermaksud membuat perlengkapan medis, seperti baju untuk dokter bedah, dari spunbond. Agenda lain Choerozak adalah membuat tas untuk buah. ”Karena kemasan berbahan bambu mahal saat ini,” tutur Choerozak.

Spunbond bisa menjadi bahan baku berbagai produk karena berat kain itu bervariasi, mulai dari 40 gram hingga 200 gram. Choerozak memakai kain dengan berat antara 75 gram hingga 100 gram untuk tas.  Sedang pemain lain rata-rata memakai kain spunbond 40 gram hingga 50 gram agar bisa menjual lebih murah.

Kondisi serupa juga dialami Choerozak. Kapasitas produksinya kini berkisar 1.500 hingga 2.000 tas per  minggu.  Jika ada pesanan tambahan, ia bisa menggarap order yang jumlahnya 100 hingga 500. Apabila sudah kewalahan, Choerozak akan melempar order itu ke koleganya yang lain, selama waktu pengerjaan dan pengiriman memungkinkan. “Jika waktu pengerjaan dan pengiriman sulit dipenuhi, terpaksa ditolak,” ujar Choerozak.

Maryati menilai, prospek usaha tas kain spunbond masih cerah. Alasan dia, spunbond sedang populer sebagai kain yang ramah lingkungan. Pangsa pasarnya pun masih terbuka lebar bagi pemain baru. “Asal niat dan punya tekad, pasti bisa usaha tas ini,” tutur Maryati.

Order pertama yang diterima Maryati datang dari Bengkulu sebanyak 500 tas. Saat ini omzet penjualan Maryati mencapai 15.000 buah per bulan. Pelanggannya datang dari berbagai kota seperti Jakarta, Palembang, Padang, Sulawesi, Bali.

Kebanyakan pesanan yang diterima Maryati adalah tas promosi dan tas undangan pernikahan. Ia membanderol tas kain spunbond antara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per buah, dengan minimum order 100 buah. 

Maryati mengaku kewalahan menangani pesanan yang masuk. “Ini ada pesanan untuk 7.000 tas yang belum dijahit. Saya perlu kejar-kejaran dengan waktu pengiriman,” ujar dia.

Saat mengawali usahanya, tahun 2011, Choerozak hanya memiliki satu mesin jahit sendiri dan satu mesin jahit pinjaman. Awalnya, usaha ini ditangani oleh sang istri karena Choerozak masih berstatus karyawan swasta. Namun setelah order semakin banyak, Choerozak ikut terjun langsung menangani bidang pemasaran dan pengiriman barang. Adapun sang istri menangani bagian produksi. Bahan kain spunbond diperoleh Choerozak dengan membeli langsung di Semarang. Kini, ia memiliki 15 mesin jahit, mesin sablon, dan empat orang tukang potong pola dan dua orang tukang sablon.

Meski terhitung usaha berskala rumahan, order yang datang kerap dalam partai besar. Jika Anda menggunakan jurus pemasaran online, order bisa datang dari berbagai kota di Indonesia. Lihat saja kiprah Maryati yang memasarkan tas buatannya di situs maryabarokah.com. Adapun Choerozak memakai situs taskainspunbond.com sebagai etalase. 

Kisah Choerozak memulai usaha pembuatan tas spunbond tidak jauh berbeda. Ia juga mempekerjakan tetangga. Kebetulan, di sekitar rumah Choerozak banyak ibu rumah tangga yang pernah bekerja di pabrik garmen. Mereka berhenti dari pabrik, setelah memiliki anak. “Saya pinjamkan mesin jahit ke mereka dan memberi ongkos jahit Rp 600 per buah,” tutur Choerozak.

Jangan Anda bayangkan pelaku usaha tas kain ini sudah pandai menjahit saat memulai usahanya. Maryati malah mengaku tak memiliki sendiri mesin jahit, saat memulai usaha pada tahun 2010. Pertama kali mendapatkan order, Maryati memesan ke produsen lain.

Setelah berjalan dua bulan, baru Maryati memproduksi sendiri. Karena tidak mahir menjahit, Maryati mengerahkan tetangganya yang sudah  bisa menjahit dan memiliki mesin jahit. Ongkos jahit yang harus dia keluarkan antara Rp 30.000–Rp 40.000 per 100 tas. Jika model tas terhitung sulit, ongkos jahit bisa menjadi Rp 700 sampai Rp 1.000 per potong. Kini Maryati memiliki 18 mesin jahit dan empat orang karyawan tetap yang bertugas memotong pola tas serta kegiatan finishing dan mengemas tas.

Selain untuk tas, spunbond merupakan bahan baku masker sekali pakai. Spunbond populer sebagai bahan goody bag karena harganya yang lebih murah dibanding dengan kain atau plastik lain. Keunggulan lain dari kain kapas ini adalah bisa didaur ulang. Bebas racun, tahan bahan kimia, dan mudah dibentuk merupakan alasan lain mengapa spunbond kerap digunakan sebagai bahan pembuat tas.

Keberadaan berbagai acara keluarga, perusahaan ataupun komunitas, menimbulkan kebutuhan terhadap tas berbahan spunbond. Peluang ini digarap Maryati di Ploso, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Mukadlotul Chierozak di Grobogan, Jawa Tengah, juga berbisnis serupa. Meski berlokasi di daerah, mereka mampu menjangkau pembeli di Jakarta maupun kota-kota luar Jawa dengan pemasaran online.

Setiap peristiwa penting dalam keluarga biasanya diperingati dengan mengundang saudara, tetangga, hingga kerabat jauh. Nah, si empunya acara biasanya ingin memberikan bingkisan bagi tamu-tamunya. Jika kemasan bingkisan tersebut unik tentu akan memberikan kesan mendalam bagi penerima.

Nah, membuat kemasan bingkisan yang praktis dan mudah dibawa inilah yang dibidik sebagai peluang usaha oleh para pengusaha tas berbahan spunbond. Mungkin Anda sudah paham, spunbond adalah jenis kain terstruktur yang datar, seperti jaring, yang tidak dibuat melalui proses tenun. Sering juga disebut kain kapas atau pur kertas, kain ini dibikin dengan ikatan serat secara mekanik, termal, atau proses kimia.

Aneka hajatan keluarga atau pun seminar menjadi ladang rezeki bagi pengusaha tas berbahan spunbond. Pelaku usaha sering  kewalahan menangani pesanan yang masuk.

Menenteng peluang goodie bag pesta ulang tahun |  goodie bag murah


Dalam sehari, dia bisa menjual minimal 50 tas dengan harga rata-rata Rp 50.000. Diperkirakan Mala bisa meraup omzet 2,5 juta per hari atau sekitar Rp 75 juta per bulan.

Pelaku usaha lainnya adalah Denny Chan yang mengusung brand Alenagift di Tangerang. Sejak pamor goodie bag mencuat, ia pun turut menekuni usaha ini.

Ada berbagai goodie bag yang dijual, seperti goodie bag ulang tahun, goodie bag karakter kartun, goodie bag tas kubus dan lainnya. "Bahan goodie bag ada dari kain, mika, kanvas dan parasut," ujar Aurelia, Staff Marketing Alenagift. Dalam sebulan, Alenagift bisa menjual minimal 30 goodie bag dengan omzet Rp 5 juta-Rp 6 juta.         

Dalam waktu tiga hari, dia bisa membuat 24 buah tas goodie bag. "Prosesnya tidak sulit, karena sudah ada cetakannya," ucap Mala kepada KONTAN.

Mala mengaku, konsumennya datang dari berbagai kota, seperti Jakarta, Bandung, Kalimantan, dan Sulawesi. Bahkan ada juga dari luar negeri seperti Malaysia, Australia dan Singapura. Dia menjual goodie bag mulai Rp 30.000-Rp 97.000 per pieces.

Sampai saat ini, Mala sudah memproduksi berbagai macam goodie bag. Di antaranya tote bag, horizontal tote, handbag tote, handmade tote tas katun, goodie bag kanvas, goodie bag handmade, goodie bag baju, goodie bag keranjang, dan lain-lain.

Pembuatan goodie bag sendiri menggunakan bahan katun dan water proof. Aneka goodie bag itu ia desain dengan packaging menggemaskan.

Terlebih, penggunaan goodie bag sebagai suvenir ultah anak kini sedang menjadi tren. Peluang inilah yang ditangkap para perajin goodie bag. Di tengah tingginya permintaan, mereka pun berlomba menyuguhkan aneka goodie bag unik di pasaran.

Salah satu pemainnya adalah Mala Alfauziawati, pemilik Natural Handmade di Bandung, Jawa Barat. "Sekarang goodie bag banyak dipesan buat event seperti ulang tahun, sunatan, atau lainnya," ujarnya.

Merintis usaha sejak 20013, Mala baru memasarkan goodie bag sekitar tahun 2006 karena adanya pemesanan suvenir dari saudaranya. "Awalnya saya fokus membuat taplak meja, bantal atau perlengkapan dekorasi interior rumah," ujarnya.

Apalagi jika mendapat bonus pujian dari orang tua teman-temannya dan mendapat predikat pesta ulang tahun keren dan tak terlupakan. Itulah pentingnya persiapan matang.

Mulai dari menentukan tema pesta, merancang dekorasi dan properti pesta, mengatur flow acara, hingga membuat dessert table menggemaskan. Dan, yang tak kalah pentingnya adalah menyiapkan goodie bag ideal.

Saat hendak merayakan ulang tahun (ultah) anak, pastinya ada kehebohan yang diikuti perasaan harap-harap cemas. Maklumlah, sebagai orang tua, tentu Anda ingin memastikan pesta ultah buah hati Anda berjalan sukses.  


Menyulap karung goni menjadi produk bernilai jual |  goodie bag murah



Konsumen Krisna tersebar di berbagai daerah, seperti Bali, Jakarta, Malang, dan beberapa kota lain. Khusus di Bali dan Yogyakarta, ia sudah memiliki pelanggan yang biasa memesan dalam jumlah banyak.

Bahkan, tak jarang pelanggan tersebut mengekspor produknya ke sejumlah negara, seperti Amerika Serikat. "Yang pasti, saat ini, permintaan produk ini sangat tinggi di pasar," ujarnya. Dalam sebulan Krisna mampu memproduksi 2.000 pieces produk, dengan omzet mencapai puluhan juta per bulan. Untuk mengembangkan usahanya, ke depan Krisna juga ingin membuat benda-benda baru dengan ragam inovasi desain.   

Di bawah bendera usaha Innside, kini ia memproduksi aneka produk berbahan goni. Di antaranya alas makan, wallpaper untuk dinding, tempat majalah, goodie bag dan masih banyak lagi. Aneka produk ini dihargai mulai Rp 9.000 hingga 150.000 per pieces. "Produk paling mahal adalah wallpaper decor untuk dinding karena memerlukan bahan material karung goni cukup banyak," jelas Krisna.

Proses pembuatannya melalui beberapa tahap. Biasanya Krisna menyiapkan desain khusus yang kemudian disablon di goni tersebut. Bila ada perusahaan yang memesan dalam partai besar, desain sablon bisa dibuat khusus (custom), sesuai logo atau gambar yang diinginkan pemesan yang biasanya perusahaan.

Proses selanjutnya, bahan karung goni di potong sesuai pola benda yang ingin dibuat. Jika membuat tempat majalah, sebelumnya harus dibuat terlebih dahulu struktur dari kertas karton agar lebih kekar. Selanjutnya, karung goni itu disablon dan dijahit.

Untuk peralatan mesin jahit dan mesin sablon tidak perlu membeli baru karena sudah ada mesin yang selama ini dipakai buat memproduksi kaus sablon. Awal ia mencoba membuat kerajinan alas makan, seperti alas piring dan gelas.

Supaya tambah menarik dan unik, karung goni tersebut ditambah gambar-gambar sablon hasil desain Krisna sendiri. "Kebetulan saya hobi membuat desain gambar, jadi saya coret-coret sendiri," katanya.

Selama ini, fungsi karung goni kebanyakan hanya dipakai buat membungkus buah, sayuran, beras, dan lain-lain. Hal ini membuat kain dari serat natural ini kurang bernilai.
Namun, di tangan Krisna Fitriyanto, karung goni bisa dipoles menjadi kerajinan tangan berkelas. Pria asal Bantul, Yogyakarta ini mulai menekuni kerajinan berbahan dasar goni sejak tahun 2010.

Awalnya, ia fokus memproduksi kaus sablonan pada 2009. Setelah melihat keunikan karung goni, ia pun mendapat ide untuk memanfaatkan karung goni sebagai bahan kerajinan sablon. Untuk mewujudkan idenya itu, ia lalu membeli karung goni seharga Rp 100.000.