Tampilkan postingan dengan label goody bag bagus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label goody bag bagus. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 November 2017

Kerajinan Tangan dari Bahan Bekas Dipamerkan Persit di Makodim Pasaman

Kerajinan Tangan dari Bahan Bekas Dipamerkan Persit di Makodim Pasaman | goody bag bagus

goody bag bagus



"Lomba Kue Tampah dan Bazzar sebagai ajang silaturahmi antara Kodim, Persit dan masyarakat Pasaman sehingga juga sebagai ajang komunikasi sosial untuk selalu harmonis dengan terlibat langsung didalam masyarakat," ujarnya.

Dijelaskan, kegiatan kali ini disambut antusias warga, banyak warga masyarakat datang dan membeli kue Tampah hingga kerajinan tangan yang terbuat dari barang bekas.

Lomba Kreasi Kue Tampah dan Bazzar bertujuan memajukan TNI di masa depan dengan ikut serta memberikan kesejahteraan kepada prajurit dan PNS di lingkungan TNI.

Dalam lomba tersebut, turut hadir Ketua Persit Nyonya Cosmas Pramundhito, Dandim 0305/Pasaman Letkol Arm Cosmas Pramundhito, Ketua TP PKK Gustinar Yusuf Lubis, Ketua GOW Mira Atos Pratama, Bendahara TP PKK Nyonya Tul Susilo, para Pasi, Danramil, Anggota Kodim dan Koramil, Para pengurus cabang dan ranting,Ibu-ibu Persit Kodim dan Koramil seluruh Pasaman.

Kegiatan ini digelar ‎dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ke-70 Tahun 2016. Ketua Persit Cabang LIX DIM 0305/ Pasaman Nyonya Cosmas Pramundhito mengatakan, Persit Chandra Kirana ingin membantu masyarakat untuk mendapatkan hasil karya ibu-ibu Persit seperti Kue Tampah dan Bazzar yang menampilkan hasil kerajinan tangan ibu-ibu Persit.

Masyarakat Kabupaten Pasaman berdatangan ke Markas Komando Distrik (Makodim) 0305 Pasaman, Jumat (13/5)untuk membeli Kue Tampah dan sejumlah kerajinan tangan yang terbuat dari barang bekas. Kerajinan tangan yang dibuat para ibu-ibu Persatuan Istri Prajurit (Persit) itu berupa berbagai jenis tas, anyaman dari daun panjan‎ dan lainnya.

Kegiatan lomba kreasi Kue Tampah dan Bazzar antar Ranting sejajajaran Pasaman itu digelar oleh Persatuan Istri Prajurit (Persit) ‎Cabang LIX DIM 0305 Pasaman di Lapangan Bola Voli Makodim, Jum'at (13/5).

TAS UNIK TERBUAT DARI KANTONG SEMEN | goody bag bagus



Kisaran patokan harga cukup murah, dompet dipatok harga mulai dari 20.000 ribu rupiah dan berbagai macam tas dipatok mulai 35.000 hingga 85.000, sangat cocok bukan bagi kantong pelajar dan mahasiswa yang ingin tetep bergaya namun harganya ramah dikantong selain itu juga bisa melestarikan lingkungan dengan bahan baku dari tas tersebut yang terbuat dari kantong semen.

semen ini adalah kreasi dari salah satu ibu muda yang tinggalnya didaerah Tanggulangin Sidoarjo. Beliau bernama Ibu.Weni. kreasi Tas Semen  buatan beliau telah mendapat sambutan yang cukup menggembirakan dari para konsumen khususnya kalangan ibu-ibu dan remaja putri. 

Berbagai macam kerajinan tangan tersebut terbuat dari kantong semen gresik yang disulap menjadi tas serba guna yang tahan air dan enjoy untuk dibawa kemana-mana. Tas ini bermotif corak dengan teknik perwarnaan dalam istilah jawa yaitu teknik jumput. Dihiasi dengan sulam bunga dan ada juga yang dihiasi dengan lukisan.

Inilah salah satu hasil karya dari kantong semen yang menghasilkan berbagai macam barang-barang cewek seperti tas dan dompet, dengan dikemas dengan berbagai macam bentuk mulai dari tas laptop, tas untuk pergi kepesta atau kondangan, dompet kecil, dompet multifungsi yang bisa digunakan untuk phone case. 


Dompet dan Tas dari Kertas Semen Daur Ulang | goody bag bagus



Setiap hari Weni menghasilkan 10 tas dan dompet. Hasil kerajinannya dijajakan di gerai usaha kecil-menengah Jawa Timur di Juanda. Dari kerja kerasnya ini ia mendapat keuntungan sekitar Rp 1,5 juta per bulan. Ia optimistis usahanya berkembang dengan menambah pekerja dan meluaskan pasar dompet ramah lingkungan ini.

Tahap awal pengerjaannya adalah kertas semen dibersihkan, sebagian permukaan kertas diikat sesuai dengan pola. Lantas dicelup dalam bak berisi pewarna tekstil sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya kertas dijemur hingga kering. Kemudian, kertas disetrika, dipotong, dan dijahit sesuai dengan pola yang diinginkan. Proses akhir kertas dilapisi vernis agar terlihat mengkilat.

Ternyata, dalam uji cobanya dia menghasilkan tas dan dompet unik. Selain itu kerajinan yang dihasilkan awet dan tak mudah sobek. Berbeda dengan kertas buku, kertas semen berserat tebal dan kuat. Kini, produk kerajinannya laris.

Apalagi Tanggulangin juga dikenal sebagai sentra kerajinan tas dan sepatu kulit. Weni pun berkreasi dan melakukan uji coba membuat tas dan dompet dengan bahan dasar kertas semen. "Pemerintah selama ini mengkampanyekan bebas sampah, jadi klop," katanya.

"Dibuat menjadi dompet dan tas," kata Weni, Rabu, 28 Desember 2011. Kerajinan ini dimulai saat pasangan suami-istri ini merenovasi rumah. Saat itu banyak kertas pembungkus semen menumpuk tak terpakai. Lantas, Weni memutar otak agar kertas ini bermanfaat.

Kertas pembungkus semen selama ini dipandang remeh. Sebagian orang membuangnya ke tempat sampah atau membakarnya. Kertas semen dianggap sebagai limbah dan mengotori lingkungan. Berbeda dengan pasangan Weni Indrasri dan Sutiono, warga Perumahan Tanggulangin Asri Sejahtera. Mereka menyulap kertas semen menjadi kerajinan menarik.






Senin, 14 Agustus 2017

Pemkot Bogor Minta Konsumen dan Pusat Perbelanjaan Gunakan Tas Belanja

Denny Mulyadi mengaku akan segera menyosialisasikan syarat penggunaan tas belanja  | goody bag bagus


goody bag bagus



Untuk diketahui, di Kota Bogor tercatat baru ada dua supermarket yang mengurangi penggunaan plastik belanjaan, salah satunya Super Indo. Juru Bicara Super Indo, Andy Satrio Yuddho menyebutkan penggunaan tas belanja sudah diterapkan sejak tiga tahun lalu.

“Aturan ini belum diharuskan, masih sekedar himbauan kepada pelanggan kami untuk menggunakan tas belanja, kalau yang belum punya masih kita layani dengan plastik belanjaan. Tapi setiap yang berbelanja kita
edukasi untuk menggunakan tas belanja,” katanya. 

Kita akan coba siapkan poin persyaratan dalam proses perizinan supermarket dan minimarket, ada tahapannya. Yang pasti kita sosialisasikan terlebih dahulu,” katanya, Jumat (12/6).

Menurutnya, saat ini penggunaan tas belanja belum menjadi kewajiban tapi baru sekedar imbauan. Sehingga belum banyak supermarket yang menghentikan penggunaan tas belanja.

“Setelah melakukan sosialisasi, syarat perizinan untuk menyediakan tas belanja tersebut akan diupayakan berlaku terhitung mulai 2016 mendatang. Tahun 2016 kita targetkan, Kota Bogor bebas penggunaan kantong plastik,” jelasnya.

Untuk mengurangi sampah kantong plastik sekali pakai, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, mendorong pusat-pusat perbelanjaan dan konsumen menggunakan tas belanja.

Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) Kota Bogor, Denny Mulyadi mengaku akan segera menyosialisasikan syarat penggunaan tas belanja pada pengurusan perizinan. 

Dukung GIBS 2020, Platinum Ceramics bagi-bagi 15 ribu tas ramah lingkungan | goody bag bagus



Dari pantauan sementara di hari pertama, pihaknya mengaku respon dari masyarakat sangat positif. Untuk itu, tidak menutup kemungkinan program serupa akan dilakukan secara bertahap di kota-kota lain di Tanah Air secara berkelanjutan.

"Platinum Ceramics Industry sangat memerhatikan lingkungan hidup yang selalu memaksimalkan proses recycle untuk limbah hasil produksi kami dan bisa digunakan kembali, sehingga tak mencemari lingkungan. Dan sejak awal perusahaan didirikan pada 1971, kami concern terhadap hal itu, terbukti dari packaging produk PCI yang tak menggunakan plastik, namun karton yang bio-degradable," papar Haryanto.

Menurutnya, kegiatan yang dikemas dalam sebuah kampanye bertema #DietPlastik tersebut sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap upaya untuk meminimalisir penggunaan plastik dalam bentuk apapun, apalagi sejak tahun ini pemerintah juga menerbitkan aturan plastik berbayar di pasar modern maupun tradisional.

"Kami menggandeng Ranch Market, Hypermart, dan Hero yang ada di lima mall di Surabaya, yakni Tunjungan Plaza, Pakuwon Trade Center, East Coast, Ciputra World Surabaya, dan Galaxy Mall," kata Haryanto di sela acara tersebut di Hero Supermarket Tunjungan Plaza, Jumat (15/4/2016).

Manager Marketing Promo & Event National PT Platinum Ceramics Industry, Haryanto Setiawan Wiyoto mengatakan, pihaknya menyediakan sebanyak 15.000 tas berbahan spundband yang ramah lingkungan dan bisa dipakai berulang kali yang dibagikan secara gratis kepada konsumen supermarket yang ada di lima pusat perbelanjaan di Surabaya selama dua hari, yakni pada Jumat dan Sabtu (15-16 April 2016) pukul 12.00-13.00 WIB.

Guna mendukung program Gerakan Indonesia Bebas Sampah (GIBS) 2020 yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2016 lalu, produsen keramik nasional PT Platinum Ceramics Industry (PCI) menggelar kegiatan bagi-bagi reusable-bag secara gratis di sejumlah supermarket ternama di Surabaya.


Pola Konsumsi Ramah Lingkungan | goody bag bagus



Menurut Food And Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2006 mencatat industri peternakan dunia menjadi penyumbang gas rumah kaca yang cukup besar melebihi emisi kendaraan bermotor sedunia. Kotoran sapi ikut menghasilkan emisi N2O dan pembusukannya menghasilkan CH4. Menurut FAO di dunia setidaknya ada 1 milyar sapi dan kerbau bersama 1,7 milyar domba dan kambing. 

Populasi hewan ternak tumbuh cepat seiring dengan kian tingginya permintaan akan daging. Hewan ternak ini membutuhkan lahan yang luas, air, dan energi. Dengan mengurangi konsumsi terhadap daging bukan berarti kita tidak bisa memperoleh protein yang dibutuhkan oleh tubuh kita. 

Sumber protein tidak hanya diperoleh dari daging sapi saja tapi juga melalui makanan bergizi lainnya seperti ayam, ikan, dan juga olahan kedelai seperti tahu dan tempe.

Harga makanan organik sekarang memang masih relatif mahal, tetapi jika semakin banyak orang yang mengkonsumsinya produksi bahan makanan organik dapat meningkat otomatis harga semakin dapat ditekan. Keuntungan lain menggunakan produk makanan organik adalah lebih sehat bagi tubuh. Disamping itu juga kita dapat mendukung ekonomi rakyat, karena kebanyakan produk pangan organik banyak dilakukan oleh para petani dan peternak lokal.

Mengapa pertanian organik yang menghasilkan produk pangan organik perlu didukung? Ini dikarenakan pertanian organik tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida. Sedangkan pupuk kimia dan pestisida untuk memproduksinya menggunakan bahan bakar fosil.

 Penggunaan produk lokal juga menyokong dinamika ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Disisi lain kita juga dapat mengurangi pengeluaran devisa negara untuk mengimpor.

Produk makanan lokal juga memperkecil resiko terhadap pemakaian berbagai zat pengawet. Makin jauh asal produk makanan maka makin jauh jarak dan makin lama waktu tempuh pengiriman. Jadi, produsen makanan harus memberi zat pengawet yang lebih banyak agar produk tetap dapat dikonsumsi setelah sampai dilokasi.

Karena produk lokal tidak perlu didatangkan dari tempat yang jauh. Sedangkan produk impor haruslah didatangkan dari tempat yang jauh, dengan demikian memerlukan bahan bakar fosil (minyak bumi) yang akan melepaskan CO2 (karbondioksida). Disebutkan dari suatu sumber jika 1 juta orang beralih ke makanan produksi lokal selama setahun saja, kita dapat mencegah terlepasnya 625.000 ton CO2 ke atmosfer.

Pembeli atau konsumen adalah raja. Sebagai raja kita mempunyai kekuasaan penuh memilih barang-barang yang akan kita gunakan. Maka dari itu kita tinggal memilih mengikuti arus perkembangan ekonomi yang tidak terkendali dengan pola konsumsi tinggi yang mengakibatkan rusaknya bumi kita ataukah kita akan memilih menahan diri?
Untuk menentukan masa depan bumi kita yang tercinta hendaknya kita cerdas dalam mengkonsumsi produk dengan melakukan perubahan pola konsumsi dan gaya hidup. 

Dengan demikian diharapkan akan mengurangi penggunaan sumber daya baik listrik, bahan bakar, air, dan bahan mentah. Langkah awal perubahan gaya hidup antara lain dengan memilih produk-produk ramah lingkingan. Produk-produk ramah lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung akan menghambat laju pemanasan global.

Hal ini berdampak secara tidak langsung kepada pemanasan global (global warming). Pola konsumsi yang tinggi sedikit banyak telah menjadi penyokong tersebarnya karbondioksida sang biang kerok pemanasan global.

Kehidupan manusia semakin dibanjiri dengan berbagai benda. Industrialisasi dan majunya tekhnologi membuat kita semakin dilimpahi bermacam-macam pilihan produk untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya. Berbagai benda mengisi kamar mandi, dapur sampai ruang tidur kita. Gaya hidup, termasuk pola konsumsipun berubah. 










Kamis, 08 Juni 2017

Tas Spunbond, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Tas spunbond lebih kuat dan tidak mudah robek | goody bag bagus


goody bag bagus


Modal yang dibutuhkan untuk membangun bisnis ini tidak begitu banyak. Dengan Rp. 5 juta, Anda sudah bisa menjalankan usaha yang dapat menghasilkan keuntungan hingga 30% ini. Anda juga tidak harus memiliki ketrampilan menjahit, namun dengan memiliki ketrampilan menjahit tentu saja akan jauh lebih baik, dan membuat pemasukan Anda juga lebih besar. Jika Anda tidak bisa menjahit, Anda dapat menggunakan jasa maklon. Tapi jika usaha Anda berkembang pesat, sebaiknya memang memiliki tenaga penjahit profesional sendiri. 

Bisnis pembuatan tas berbahan baku spunbond ini memiliki potensi yang besar, karena produk tas banyak dibutuhkan masyarakat, baik di lingkup-lingkup kecil, seperti untuk acara hajatan, kenduri, pernikahan,serta khitanan, maupun di lingkup yang lebih besar, seperti instansi-instansi swasta dan pemerintahan, serta perusahaan-perusahaan. 

Untuk mendapatkan spunbond bukan hal yang sulit, karena dijual bebas di toko-toko di  seluruh kota-kota besar, utamanya toko yang menjual bahan dan aksesoris tas. Dibandingkan dengan plastik dan kertas, Spunbond lebih kuat dan tidak mudah robek. Sebagai contoh, untuk spunbond berukuran A4 dapat menampung beban sampai dengan 10 kg, sementara plastik hanya 6 kg dan kertas hanya 2-3 kg. Soal warna dan motif, spunbond juga tidak kalah variatif, bahkan, begitu banyaknya variasi warna serta motif yang dimiliki, dapat membuat Anda bingung dalam  memilih.

Diantara berbagai macam peralatan yang ada, salah satu yang seringkali dipakai adalah tas. Dengan memproduksi tas yang berbahan baku ramah lingkungan. Bahan baku tas yang ramah lingkungan tersebut adalah spunbond atau biasa disebut bahan pur kertas, yakni bahan sintetis yang tekstur bahannya agak kaku tetapi halus, dengan serat yang rapat. Bahan ini terbilang ramah lingkungan karena mudah terurai (didaur ulang), karena bahan baku utamanya adalah bahan polimer polyesther (PET) atau polypropylene (PP). 

Seorang yang bernaluri bisnis yang baik akan selalu mencium setiap kesempatan dalam kondisi yang sedang dialami. Tidak hanya kondisi yang baik, namun kondisi yang buruk sekalipun bagi seorang pebisnis kreatif dapat dijadikan peluang. Salah satu diantaranya adalah isyu tentang global warming. Isyu ini mendorong setiap orang untuk melakukan back to nature, termasuk menggunakan berbagai macam peralatan yang ramah lingkungan. 

Perajin Tas Spunbond Dapat Binaan Tasimin Centre | goody bag bagus



"Tasimin Centre punya obsesi terhadap pelaku UKM berkembang, harus didukung dengan modal usaha, pembinaan serta mencarikan peluang pasar. Bila ini terwujud akan dapat menumbuhkembangkan sebuah usaha," katanya.

Dia juga menyebutkan, dalam pekan ini Tasimin Centre akan menguncurkan bantuan tanpa anggunan sebagai modal usaha kepada 300 pelaku UKM yang terdapat di kawasan Medan Utara. 

Secara terpisah, pendiri Tasimin Centre, Tasimin MT kepada MedanBisnis mengatakan, Setelah Tasimin Centre dideklarasikan pada pertengahan tahun 2014 ada sekitar 300 pelaku UKM yang mendapat pembinaan, termasuk usaha pembuatan tas berbahan spunbond.

Dikatakannya,Tasimin Centre dalam gebrakannya menghidupkembangkan UKM khususnya yang ada di kawasan Medan Utara, bukan hanya sekedar memberikan pinjaman modal tanpa bungga dengan menjalin kerja sama dengan sebuah bank, tetapi juga memberikan pembinaan, pelatihan manajemen dan ikut serta mencari peluang pasar produk pelaku usaha.

Usaha yang dilakukan Syaiful bersama istrinya, Kristina Br Pasaribu ini berawal dari usaha sampingan sebagai penjahit konveksi. Setelah mendapat pembinaan dari sebuah lembaga sosial Tasimin Centre tahun lalu, usahanya dikembangkan dengan usaha kreatif pembuatan tas berbahan spunbond. "Kalau dibandingkan sebelum memperoleh pembinaan, penghasilan saya sangat minim, syukurlah ada sebuah lembaga yang peduli memberikan bantuan dan pembinaan," ujar Syaiful.

Untuk mengembangkan usahanya itu, Syaiful kini telah mempekerjaan empat tenaga kerja dari warga sekitar. Sedangkan modal dan pemasaran turut dibantu oleh Tasimin Centre.

Syaiful mengaku, saat ini pesanan tas spunbond rata-rata dalam sepekan bisa mencapai 1.000 buah. Tas pesanan ada berbentuk undangan pesta perkawinan, seminar, pesanan toko sovenir, rumah sakit, caleg, perguruan tinggi dan tas anak TK dari harga per buah Rp 5.000 hingga Rp 12 ribu. Dari usaha itu, ayah 4 orang anak tersebut berpenghasilan Rp 12 juta per bulan.

Spunbond adalah jenis kain seperti jaring, yang tidak dibuat melalui proses tenun. Sering juga disebut kain kapas atau pun kertas, kain ini dibikin dengan ikatan serat secara mekanik, termal, atau proses kimia. Sedangkan harga kain spunbond dibeli Syaiful di Pusat Pasar Medan Rp 450 ribu per rol.

Ditemui MedanBisnis di tempat usahanya, Ahad kemarin, Syaiful yang setia berada pada mesin jahit yang menjadi tumpuan hidupnya menuturkan, tas berbahan spunbond kini semakin banyak diminati. Terutama sebagai bahan 'goody bag' (tas cenderamata), karena harganya yang lebih murah dibanding dengan kain atau plastik lainnya.

Keunggulan lain, katanya, dari kain kapas ini bisa didaur ulang, bebas racun, tahan bahan kimia, dan mudah dibentuk merupakan alasan lain mengapa spunbond kerap digunakan sebagai bahan pembuat tas.

Aneka hajatan keluarga ataupun kegiatan yang menghadirkan banyak orang menjadi ladang rezeki bagi perajin tas berbahan spunbond. Seorang di antaranya, Syaiful warga Pasar III Barat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Setelah mendapat pembinaan dari Tasimin Centre, sebuah lembaga sosial yang peduli terhadap Usaha Kecil Menengah (UKM) di kawasan Medan Utara, pelaku usaha kreatif inipun kewalahan menangani pesanan yang masuk.

Bisa digunakan berkali-kali, tas spunbond pun dicari | goody bag bagus



Dalam sebulan Rasyid rata-rata mendapatkan permintaan sekitar 10.000 tas, dengan harga berkisar antara Rp 4.000 hingga Rp 7.500 per piece. Namun tidak jarang ia juga mendapat pesanan tas hingga sebanyak 50.000 pieces.

Kalau sudah mendapat pesanan segitu banyak, mau tak mau Rasyid harus berbagi rezeki dengan para produsen tas spunbond lainnya. Soal omzet di luar pesanan dalam partai besar, rata-rata Rasyid memperoleh duit sebesar Rp 30 juta per bulan. "Tas ini sedang laris karena harga yang murah namun modelnya punya banyak variasi," ujar pria 29 tahun ini.

Menurut Rasyid model yang paling laris ialah model dompet. Tas model dompet ini biasa dipesan untuk suvenir acara, khususnya untuk acara pernikahan.

Rasyid memberikan kiat. Menurut dia, walaupun persaingan belum terlalu ketat, namun variasi model menjadi salah satu cara jika ingin produk ini tetap laris. "Saya biasa menyediakan berbagai variasi desain tas supaya tetap menarik minat pembeli," ujar Rasyid.

Alfi menjelaskan, pesanan tas spunbond itu datang dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan hingga ke NTB dan Papua. Tidak hanya itu, ia juga diminta untuk memasok tas spunbond ke Australia. Untuk memenuhi semua pesanan tersebut ia dibantu oleh sembilan karyawan tetap dan juga didukung oleh 50-an pekerja paruh waktu.

Selain Alfi, Rasyid, asal Jakarta, juga memproduksi tas dan kantong spunbond sejak setahun belakangan ini. Sebelumnya, Rasyid adalah produsen tas khusus untuk aneka suvenir sejak tujuh tahun lalu.

Rasyid beralih ke tas spundbond karena permintaan tas ini terus meningkat dari hari ke hari. Ia mengungkapkan telah memasok tas spunbond ke seluruh Indonesia hingga Malaysia.

Alfi mengatakan, tas atau kantong laris manis karena harganya murah. "Harga jual saya mulai Rp 1.000 dan yang paling mahal Rp 10.000," ujar pria asal Surabaya ini.

Setidaknya Alfi membuat 15 model tas dengan bahan spunbond. Namun yang paling laris adalah tas model serut yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Saban bulan, Alfi mampu memproduksi sekitar 20.000 hingga 25.000 pieces untuk berbagai keperluan. Bahkan jika pesanan sedang ramai, produksi Alfi bisa melonjak hingga 40.000 pieces. "Omzet rata-rata saya sekitar Rp 100 juta dalam sebulan," ujar Alfi.

Alfi menjelaskan, pesanan tas spunbond itu datang dari Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, bahkan hingga ke NTB dan Papua. Tidak hanya itu, ia juga diminta untuk memasok tas spunbond ke Australia. Untuk memenuhi semua pesanan tersebut ia dibantu oleh sembilan karyawan tetap dan juga didukung oleh 50-an pekerja paruh waktu.

Selain Alfi, Rasyid, asal Jakarta, juga memproduksi tas dan kantong spunbond sejak setahun belakangan ini. Sebelumnya, Rasyid adalah produsen tas khusus untuk aneka suvenir sejak tujuh tahun lalu.

Keunggulan tas spunbond ini bisa digunakan berkali-kali sehingga tidak langsung menjadi limbah buangan yang merusak lingkungan. Asal tahu saja, spunbond adalah bahan yang terbuat dari campuran plastik dan katun. Bahan tas atau kantong ini dianggap ramah lingkungan karena mudah hancur. Berbeda dengan tas yang terbuat dari plastik yang tak mudah rusak.

Tas atau kantong spunbond ini mulai dikenal masyarakat sejak empat tahun lalu. Tas bahan spunbond ini bisa digunakan pula sebagai media promosi, terutama oleh perusahaan-perusahaan yang lagi mengampanyekan kelestarian lingkungan. Bahkan, sekarang ini sudah banyak toko ritel kelas menengah ke atas yang menggunakan tas jenis ini untuk wadah belanjaan pelanggan.

Meningkatnya kebutuhan akan tas ramah lingkungan inilah yang membuat Alfi Chamdan memproduksi tas atau kantong spunbond ini di Surabaya. Ia mulai memproduksi tas tersebut sejak tiga tahun yang lalu, dan usahanya semakin berkembang dengan menggunakan media internet untuk memasarkan produknya.

Gerakan ramah lingkungan ternyata menguntungkan. Lihat saja permintaan tas spunbond. Tas ini bisa digunakan berkali-kali sehingga tidak langsung menjadi limbah. Lebih menyenangkan lagi, permintaan tas yang tinggi tentu membuka peluang bagi usaha kerajinan tas. Lebih menarik lagi, tas ini juga disukai di mancanegara.

Seiring dengan berkembangnya ide tentang kelestarian lingkungan, membuat tas atau kantong yang terbuat dari bahan spunbond mulai ikut ngetren. Produsen tas atau kantong ini pun jelas ikut kecipratan rezeki dari tren itu.