Tampilkan postingan dengan label tas spunbond. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tas spunbond. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Desember 2017

Wagub Djarot Usul Pabrik Kantong Plastik Ditutup

Penutupan pabrik yang memproduksi kantong plastik berbahan kimia tinggi | tas spunbond

tas spunbond



"Kalau cuma Rp200 di Jakarta itu terlalu murah. Idealnya Jakarta Rp5.000. Kalau tidak mau bayar kantong plastik, bawa sendiri tas belanja," kata dia.

Uji coba kantong plastik di Jakarta telah dilakukan sejak sebulan lalu dan akan dievaluasi sebagai tindak lanjut untuk membuat regulasi ke dalam peraturan gubernur (Pergub) atau peraturan daerah (Perda). 

"Ditargetkan 2016 sudah harus terjadi, tapi dengan catatan pabriknya tidak memproduksi lagi. Selama dia tidak berproduksi lagi dia tidak mau rugi dong, pasti dia akan paksa betul. Ini yang mau kami kurangi," ujar Djarot.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menggunakan kantong plastik berbahan kimia dan beralih menggunakan kantong plastik berbahan ramah lingkungan. Setiap transaksi perdagangan yang menggunakan kantong plastik dikenakan biaya tambahan Rp5.000 per kantong.

Sebagai langkah awal, menurutnya pemerintah akan menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar di pasar ritel modern maupun tradisional di Jakarta.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementrian Lingkungan Hidup nomor: SE-06/PSLB3-PS/2015 tentang Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Pada Usaha Retail Modern mulai 21 Februari hingga 5 Juni 2016.

Djarot beralasan, saat ini Jakarta sudah dalam kondisi darurat menghadapi penumpukan sampah berbahan plastik. Dari 7.000 ton sampah yang ada di Jakarta, 11 persen atau 700 ton di antaranya berasal dari sampah plastik.'

"Saya bilang, kami Pemprov DKI tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah pusat harus turun tangan mengumpulkan pabrik-pabrik plastik dan diberi tahu untuk tidak memproduksi lagi tas plastik berbahan berbahaya. Kita harus beralih memproduksi tas yang ramah lingkungan," ujar Djarot ditemui usai menghadiri Deklarasi Indonesia Bebas Sampah 2020 di area Car Free Day, Bundaran HI, Minggu (21/2).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengusulkan dilakukan penutupan pabrik yang memproduksi kantong plastik berbahan kimia tinggi. Usul ini disampaikan menyusul kesulitan yang dialami pihak pengelola sampah untuk mengurai kantong plastik tersebut. 

YLKI Nilai Kebijakan Plastik Berbayar Rasional | tas spunbond



Produsen harus diwajibkan menarik dan mengumpulkan bekas kemasan plastik di pasaran yang jelas-jelas merusak lingkungan. Produsen juga wajib membuat kemasan dan bungkus plastik yang mudah diurai oleh lingkungan dan bisa digunakan ulang," katanya.

Dana dari kantong plastik itu, menurutnya, harus dikelola secara independen atau melalui badan khusus yang dipakai untuk kegiatan pengendalian pencemaran lingkungan.

"Badan khusus ini bisa terdiri dari unsur pemeritah dan masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat. Setiap tahun harus diaudit. Jadi dana tersebut tidak boleh dikelola oleh ritel. Mereka hanya bertugas pengumpul saja," ujarnya. 

"Dengan demikian, penerapan plastik berbayar benar-benar bisa menjadi disinsentif bagi konsumen. Tetapi dengan tetap memperhatikan aspek daya beli konsumen," ujarnya.

Selain itu, dia juga menekankan pemerintah agar bersikap adil dan seimbang dengan memberikan disinsentif pada produsen dengan tujuan tidak berlebihan dalam mengkonsumsi plastik saat melakukan produksi.

"Sehingga konsumsi bungkus plastik bisa berkurang. Di negara-negara Eropa hal semacam ini hal yang biasa dan bisa menekan konsumsi plastik hingga 70 persen," tuturnya.

Kendati demikian, Tulus menilai dengan nominal Rp200 per pemakaian satu bungkus plastik belum akan memberikan efek jera bagi konsumen untuk tidak mennggunakan bungkus plastik. Karenanya dia mengharapkan kebijakan ini dievaluasi secara rutin per tiga bulan.

Dengan adanya kebijakan plastik berbayar, Tulus berharap ada perubahan perilaku konsumen saat berbelanja di ritel modern, misalnya dengan membawa wadah atau tas sendiri saat berbelanja serta tidak meminta bungkus plastik secara berlebihan.

Hal tersebut menjadi rasional, kata Tulus, demi menjaga dan mengurangi tingkat kerusakan lingkungan yang lebih parah. Pasalnya, konsumsi bungkus plastik di Indonesia tergolong tinggi, yaitu 9,8 miliar bungkus plastik per tahun atau nomor dua terbesar di dunia setelah China.

"Kebijakan itu mengamanatkan konsumen saat berbelanja di retailer modern akan dikenakan minimal Rp200 per bungkus plastik, hal itu bisa dipahami dan merupakan hal yang rasional," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/2).

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan kebijakan plastik berbayar pada sektor ritel modern per 21 Februari 2016 merupakan hal yang rasional.

Kebijakan Plastik Berbayar Resmi Diterapkan di Ritel Modern | tas spunbond



"Kantong plastik yang boleh digunakan hanya yang ramah lingkungan, yakni menimbulkan dampak lingkungan paling minimal serta memenuhi standar nasional yang ditetapkan pemerintah," katanya.

Ditegaskannya juga, ternyata hal itu tak jadi soal karena beberapa anggota Aprindo memang sudah menggunakan plastik jenis "oxo biodegradable" yang lebih mudah terurai.

Jika kebijakan ini berhasil diterapkan, peritel modern siap mengalokasikan dana yang diperoleh untuk tanggung jawab sosial perusahaan di bidang perbaikan dan pengelolaan lingkungan. 

Selama masa uji coba, Pemerintah, BPKN, YLKI, dan Aprindo sepakat bahwa pengusaha ritel modern tidak lagi menyediakan kantong plastik secara cuma-cuma untuk konsumen.

"Kami terus mengimbau konsumen untuk membawa tas belanja sendiri. Namun, bila konsumen masih tetap membutuhkan kantong plastik maka akan diminta membayar di kasir. Mekanismenya sama seperti membeli produk lainnya, kasir akan scan barcode kantong plastik dan bukti pembayarannya akan tertera pada struk belanja," tambahnya.

Ramah lingkungan Roy juga menyebut, selain nominalnya, spesifikasi kantong plastik yang digunakan ritel modern juga telah ditentukan.

Menurut Roy, dalam surat tersebut telah dijelaskan bahwa baik BPKN, YLKI, maupun Aprindo mendukung kebijakan kantong plastik berbayar yang dicanangkan pemerintah.

"Kami siap menyukseskan sosialisasi dan uji coba penerapan kantong plastik berbayar di seluruh Indonesia secara bertahap. Beberapa kota telah melakukan seremonial pencanangan kantong plastik berbayar bersama Aprindo, kami akan tetap laksanakan sesuai kesepakatan dengan pemerintah pusat," ujarnya.

Roy menjelaskan, kesepakatan tersebut diperoleh usai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar pertemuan dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Asosisasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Selasa (16/2).

"Hasilnya telah disosialisasikan melalui surat edaran KLHK kepada Kepala Daerah melalui surat nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 tertanggal 17 Februari 2016, tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar," kata Roy.

"Nilai yang disepakati yakni minimal Rp200 per kantong plastik, itu sudah termasuk PPN. Masih di bawah rata-rata biaya poduksi kantong plastik. Jadi, masih ada biaya yang ditanggung oleh kami. Nanti akan dievaluasi kembali setelah uji coba berjalan minimal tiga bulan," kata Roy N. Mandey Ketua Umum Aprindo saat dihubungi di Jakarta, Minggu.

Pemerintah dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRI) sepakat memberlakukan penggunaan kantong plastik berbayar seharga Rp200 per lembar untuk mengurangi limbah plastik mulai 21 Februari 2016 bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional.






Jumat, 15 Desember 2017

2 Remaja Ini Sukses Berkampanye Anti Plastik di Bali

Aksi untuk mengurangi pencemaran | tas spunbond

tas spunbond


Dengan perjuangan ini, Isabel dan Melati dapat memastikan bahwa Bali akan tetap menjadi sebuah pulau yang indah untuk generasi mereka dan seterusnya.

Seiring perjuangan mereka, kedua gadis ini telah berhasil mendapatkan beberapa penghargaan untuk apa yang mereka lakukan, mulai dari lokal sampai dengan PBB.

Motivasi yang diberikan oleh Isabel dan Melati menunjukan bahwa anak-anak memiliki energi tak terbatas untuk menghasilkan suatu karya yang luar biasa, ketika mereka mau bekerja sama untuk menghasilkan suatu hal yang positif.

Walaupun usaha mereka mendapatkan hasil yang lambat pada awalnya, namun akhirnya mereka mendapatkan perhatian yang besar dari waktu ke waktu. Setelah melakukan kampanye petisi untuk satu juta tanda tangan dan 24 jam mogok makan, kedua gadis ini juga menemui gubernur Bali, I Made Mangku Pastika. Hasilnya? I Made Mangku Pastika memastikan bahwa pulau Bali akan bebas dari tas dan sampah plastik di tahun 2018.

Mereka merekrut tim dari para pemuda yang ingin bergabung secara sukarela dan kampanye mereka dimulai dengan demonstrasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya polusi.
Fokus terbesar mereka adalah pemahaman pengguna tas plastik terhadap fungsi alternatif yang dapat dilakukan dan betapa tidak pentingnya menggunakan sebuah tas plastik.

Dilansir dari mymodernmet.com, Jumat (18/3/2016), dua orang gadis remaja bernama Isabel dan Melati Wijsen memutuskan untuk melakukan sebuah aksi untuk mengurangi pencemaran di Bali. 

Selama tiga tahun mereka berdua bekerja keras untuk membebaskan Bali dari tas dan sampah plastik.
Melihat referensi dari negara-negara lain di dunia, kedua gadis ini memulai kampanye ramah lingkungan yang diberi nama Bye Bye Plastic Bags.

Bali adalah surga dari wilayah tropis, dengan budayanya yang berkembang dan alam yang spektakuler. Hal yang banyak dilewatkan oleh banyak orang adalah bahwa pulau ini menghasilkan sekitar 680 meter kubik sampah dalam waktu satu hari. 

Jika diibaratkan, hal ini sama dengan 14 bangunan yang dipenuhi oleh sampah. Kurang dari lima persen limbah dari plastik sampah yang di daur ulang dan hampir seluruhnya berakhir dengan berserakan, dibakar, atau dibuang begitu saja ke saluran pembuangan yang akhirnya larut menuju laut.

Kemasan Produk Makanan dan Minuman Diwacanakan Tidak Kena Cukai | tas spunbond



Menurut Rachmat, pengenaan cukai justru akan membawa banyak dampak negatif bagi upaya pemerintahan Presiden Jokowi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi dan mengejar pemerataan ekonomi rakyat.

“Kami melihat kebijakan cukai bukanlah solusi tepat bagi masalah sampah, khususnya sampah plastik kemasan yang sering diposisikan sebagai sumber permasalahan sampah di Indonesia,” ujar perwakilan FLAIPP Rachmat Hidayat.

Flaipp menyatakan, kebijakan tersebut berpotensi merugikan masyarakat (konsumen), menurunkan daya saing industri dan pada akhirnya akan melemahkan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan penerimaan negara. 

Sementara itu, Forum Lintas Asosiasi Industri Produsen Dan Pengguna Plastik (Flaipp) sepakat menolak wacana pengenaan cukai atas plastik kemasan produk. Organisasi ini menilai bahwa kebijakan ini tidak tepat sasaran. 

"Kami coba komunikasikan terus (dengan asosiasi) secara berkesinambungan. Baik untuk jangka pendeng, maupun jangka menengah dan panjang. Yang penting kami lakukan secara koordinatif," ujar Heru.

Selain melakukan kajian, pihaknya juga tengah intensif melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk asosiasi pelaku industri makanan dan minuman.

Heru menegaskan, pihaknya masih melakukan kajian terhadap penerapan cukai plastik kemasan makanan dan minuman, dan akan diputuskan setelah proses kajiannya selesai.

Tas kresek yang tidak ramah lingkungan, itu yang susah didaur ulang, dan kemudian konsumsinya berlebihan. Kalau plastik itu (kemasan makanan dan minuman) belum, baru kresek saja," ungkap Heru di Kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menjelaskan, pada tahap awal cukai plastik akan dikenakan pada plastik kresek yang tidak ramah lingkungan. Sementara plastik untuk kemasan produk makanan dan minum belum dikenakan cukai plastik.

Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengenakan cukai terhadap kemasan plastik yang tidak ramah lingkungan dan konsumsinya berlebih.


Warga DKI Setuju 'Dipaksa' Bayar Tas Plastik Belanja untuk Kurangi Sampah | tas spunbond



"Nggak sih, soalnya plastik limbah yang lama hancurnya," tutur Rizki. 

"Mendingan dibikin berbayar biar nggak jadi sampah," timpal Rian. 

Ada pula Rizki (28) dan Rian (28) yang ditemui detikcom di convenience store 7-Eleven Mampang Prapatan juga mendukung. Mereka tahu benar limbah plastik itu lama hancurnya. 

"Saya sendiri pengusaha limbah dan nanti waktu diterapin efeknya gede. Karena kan bahan bakunya berkurang," tutur pria yang yakin kebiasaan masyarakat berbelanja akan berubah, termasuk dirinya yang akan membawa tas belanja sendiri.

Sedangkan Aldi (35) ditemui di Superindo juga mendukung kebijakan ini. Meski supermarket tempatnya berbelanja kini masih menggratiskan tas plastik, dia tahu benar pencemaran sampah plastik ini sudah gawat.

Namun, tidak serta merta Hanifah mengubah kebiasaan berbelanja. Ke depan, dia mengusahakan membawa tas sendiri untuk berbelanja. "Nanti mau membawa sendiri (tas belanja)," tuturnya. 

Sedangkan Hanifah (31) yang ditemui di Superindo di Jalan Mampang Prapatan sepenuhnya sadar bahwa kebijakan ini untuk kebaikan bersama. 

"Demi kebaikan nggak apa-apa. Soalnya kan terurainya sampai 1.000 tahun," tuturnya. 

Ke depan, Esti mengakui peraturan ini akan membuatnya mengubah kebiasaan berbelanja. Dia akan membawa kantung belanja sendiri. 

"Pastinya kan berubah. Harga-harga naik. Kebutuhan banyak. Bawa (tas belanja) sendiri lah daripada bayar," tutur Esti. 

Ditemui di supermarket yang sama, Esti (34) seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Mampang Prapatan mengatakan setuju saja dengan kebijakan itu. 

"Nggak masalah kalau Rp200. Setuju aja," jawab dia. 

"Melihat masyarakat kita, kesadaran mereka sekarang ini tidak bisa sadar sendiri. Harus di-push. Ini salah satu cara. Masyarakat sekarang masih sulit sadar. Sekarang ini plastik berbayar bisa juga sebagai hukuman biar nggak buang sampah sembarangan. Saya mendukung sekali," tuturnya. 

Namun siang ini, Giant Ekspres di wilayah Jakarta masih menggratiskan tas plastik. 

"Dimasukkan tas saja kalau bawa. Seringnya gitu. Kalau belinya minum satu trus ditambah plastik kan nggak perlu. Plastik dipakai sekali dan besoknya buat tempat sampah, dibuang. Sayang sebenarnya kalau cuma dipakai sekali," jelas dia. 

Cara yang mulai diterapkan hari ini, menurut Chairil, memang harus dilakukan. Karena, menurutnya, karakter masyarakat Indonesia itu harus 'dipaksa' supaya menimbulkan kesadaran atas sampah plastik.

Dia sendiri sudah membiasakan diri tidak memakai tas plastik dari toko bila berbelanja. Chairil lebih senang memasukkan ke dalam tas yang dibawanya. 

"Saya setuju-setuju saja. Diterapkan nggak masalah, nggak keberatan sama sekali. Selama dijelaskan dan ini butuh kampanye masif. Biar hemat," tutur Chairil, karyawan swasta yang tinggal di Mampang Prapatan, ditemui detikcom usai berbelanja Giant Ekspres, Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (21/2/2016). 

Berbelanja di supermarket maupun minimarket kini dikenakan Rp 200 untuk tas plastik. Mayoritas warga DKI setuju cara ini untuk mengurangi sampah. 











Senin, 30 Oktober 2017

Plastik Berbayar Buka Peluang Usaha Kantong Kain Perca

Kebijakan kantong palstik berbayar | tas spunbond

tas spunbond


Hingga saat ini sudah ada 300 tas yang mulai diproduksi, ada desain cantik dan menarik yang dibuat untuk konsumen perempuan, ada yang simpel atau polos yang bisa digunakan untuk kaum laki-laki. 

Sejak diluncurkannya kebijakan kantong palstik berbayar di toko modern dan pasar swalayan, konsumen tidak lagi mendapatkan kantong plastik gratis. Jika konsumen tidak membawa kantong plastik atau tas belanja sendiri, dikenakan biaya Rp 200-Rp 500 per kantong atau jika tidak ingin dikenakan biaya, bisa menggunakan karton (kardus). 

Menurut dia, reusable bag ini menjadi solusi bagi konsumen, karena bisa berhemat dan tidak perlu resah saat berbelanja, sebab tasnya bisa digunakan berulang-ulang dan disimpan kembali setelah digunakan. Harga yang dipatok juga relatif murah mulai dari Rp10 ribu hingga Rp75 ribu.

Selain harganya terjangkau, kata Yanti, modelnya pun bervariasi, tergantung ukuran dan jenisnya, serta bisa digunakan berulang-ulang, praktis digunakan dan mudah dibawa kemana-mana atau saat berbelanja. 

"Harapan kami, bisa membantu mengurangi keresahan konsumen dengan kantong plastik berbayar, selain itu kami juga bisa membantu pemerintah untuk mengurangi pemanasan global," ucapnya.

"Produk kami sebagai pengganti kantong plastik untuk berbelanja itu kami beri nama reusable bag atau tas yang bisa digunakan berulang-ulang karena lebih kuat dan mampu menampung belanjaan cukup banyak. Apalagi, kantong reusable itu juga banyak pilihan warna, motif dan ukurannya," kata penggagas Pelanusa, Yanti di Malang, Rabu (2/3/2016) seperti dilansir republika.co.id.

Sebagai pengganti kantong plastik, katanya, reusable bag ini didesain khusus dengan dua pilihan, bermotif atau polos dan tasnya pun juga didesain untuk penggunaan agar kuat dan muat, artinya tidak mudah rusak bila digunakan dalam jangka panjang. Sedangkan, muat artinya cukup untuk diisi barang-barang atau belanjaan.

Kebijakan konsumen membeli kantong plastik saat berbelanja, ternyata membuka peluang usaha baru bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Terutama perajin kain perca yang memproduksi tas belanja. 

Salah satu industri kreatif yang memanfaatkan kebijakan pemerintah terkait kantong plastik berbayar itu adalah UMKM kain perca Pelangi Nusantara (Pelanusa) di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. UMKM tersebut membantu memberikan solusi, yakni dengan membuat tas hasil daur ulang sebagai pengganti kantong plastik.


"TAS RAMAH LINGKUNGAN PENGGANTI KANTONG PLASTIK" | tas spunbond



Penerapan kantong plastik berbayar sendiri sudah mulai diterapkan oleh sejumlah mini market, supermarket dan usaha retail lainnya. Para pelaku usaha retail mewajibkan para konsumennya untuk membayar Rp200 untuk setiap kantong plastik yang dikeluarkan.

 hal ini selain untuk melestarikan lingkungan dan memberikan peluang untuk berbisnis tas belanja ramah lingkungan/ eco bag, Modelnya pun bervariasi, tergantung ukuran dan jenisnya. itu sudah bisa digunakan berulang-ulang. sudah praktis digunakan dan dibawa terus saat berbelanja.

Endah menjelaskan, dari 41 pasar tradisional di Sleman setiap hari mengangkut 20 ton sampah yang didominasi sampah plastik. Dalam setahun, sampah yang keluar dari pasar-pasar di Sleman bisa mencapai 7300 ton. “Butuh waktu setidaknya lima tahun untuk mengurangi kebiasaan masyarakat menggunakan tas kresek,” tuturnya.

Kepala Dinas Pasar (Dinsar) Sleman, Endah Tri Yitnani mendukung upaya mengurangi produksi plastik dari pabrikan. Menurutnya, jika pemerintah berniat mengurangi penggunaan kantong plastik, pembatasan produksi dan peredaran tas kresek dari pabrik juga perlu dilakukan. “Sebab, jika barangnya tidak ada. Mau tidak mau, masyarakat akan beralih. Hasil penjualannya kemana, juga tidak jelas,” tegasnya.

“Seperti sayur yang masih basah. Atau tidak bisa digunakan saat musim hujan seperti ini. Untuk itu, sosialisasi terkait kebijakan ini harus dilakukan bersama-sama, jangan sendiri-sendiri,” ujarnya, Minggu (28/2/2016).

Meski begitu, dia mengaku paper bag pengganti tas kresek tersebut harus dimodifikasi ulang agar kekuatannya lebih tahan lagi. Sebab, kelemahan paper bag tidak kuat ketika terkena air atau barang bawaan yang basah.

Kalau menggunakan plastik, terurainya lama. Itu bisa diganti dengan paper bag. Ini merupakan peluang bagi UMKM yang banyak tersebar di Depok, Gamping dan wilayah lainnya,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Sleman, Pustopo mencontohkan paper bag atau tas dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan lainnya.

Pemerintah mulai menerapkan kantong plastik berbayar di kota-kota se-Indonesia. Tidak hanya menguntungkan untuk pelestarian lingkungan, aturan ini bisa membuat peluang usaha baru bagi para pelaku UMKM. Kreativitas pembuatan tas dan keranjang belanjaan akan marak. apabila pelaku bisnis dapat memanfaatkan kebijakan pemerintah dengan baik akan menghasilkan peluang berbisnis yang menjamin karena permintaan masyarakat akan tas ramah lingkungan pengganti kantong plastik akan terus meningkat.

KLH Jember Dorong Buat Perda Penggunaan Plastik | tas spunbond



Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan sistem kantong plastik berbayar dilakukan serentak di 22 kota, termasuk Bandung, Makassar dan Surabaya. Itu akan diuji coba selama enam bulan dengan evaluasi berkala selama tiga bulan sekali.

"Kalau kebijakan itu diterapkan di Jember, maka harus didukung dengan sebuah perda, agar kebijakan itu bisa dipatuhi oleh masyarakat dan perlu ditingkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik karena sampah tersebut sulit terurai," ujarnya menambahkan.

Anang menjelaskan kebijakan itu harus disosialisasikan dengan gencar kepada masyarakat dan pemerintah juga harus memberikan solusi pengganti tas plastik itu dengan bahan yang ramah lingkungan, bukan hanya dengan kebijakan plastik berbayar saja.

"Kebijakan kantong plastik berbayar tidak akan efektif untuk mengurangi sampah plastik yang sulit terurai karena sejauh ini penggunaan plastik sudah menjadi kebiasaan masyarakat dan belum ada solusi yang tepat untuk mengganti tas plastik itu," kata politisi Partai Demokrat itu.

Ia mengatakan perusahaan dan pihak pusat perbelanjaan seharusnya membuat pembungkus belanja yang ramah lingkungan, sehingga tidak menggunakan tas plastik dan tidak membebani konsumen untuk membeli tas plastik berbayar.

"Nilai Rp200 memang kecil bagi masyarakat yang berbelanja, namun kalau nilai itu diakumulasikan secara keseluruhan maka nilainya sangat besar. Saya menilai kebijakan kantong plastik berbayar yang dibebankan kepada masyarakat bukan kebijakan yang berpihak kepada rakyat," tuturnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Jember, Anang Murwanto mengaku setuju adanya pengurangan penggunaan plastik di setiap pusat perbelanjaan, toko berjaringan dan pasar modern, namun seharusnya hal tersebut tidak dibebankan kepada konsumen.

"Dengan pembatasan penggunaan plastik tersebut atau menerapkan plastik berbayar, maka bisa mengurangi penggunaan tas plastik dan tas kresek di masyarakat, terutama di pusat perbelanjaan dan toko modern," tuturnya.

Menurut dia, plastik merupakan sampah yang jika tidak dilakukan daur ulang, maka akan mencemari lingkungan karena sulitnya terurai di alam. Namun di sisi lain, persoalan plastik berbayar akan sulit diterapkan, apabila tidak dilandasi dengan sebuah perda.

"Kami setuju pengurangan penggunaan plastik saat berbelanja dan itu bisa dibuatkan sebuah peraturan daerah (perda). Apalagi, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jember juga dalam kondisi kritis karena sudah penuh dengan sampah," katanya di Kabupaten Jember, Senin.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, Titot Tri Laksana mendorong pembuatan peraturan daerah tentang penggunaan plastik untuk mengurangi volume sampah yang tidak bisa terurai di Kabupaten Jember, Jawa Timur.







Kamis, 26 Oktober 2017

Tote Bag, Alternatif Pengganti Kantong Plastik Agar Lebih Go Green!

Pilihan alternatif pengganti kantong plastik | tas spunbond

tas spunbond



Berbeda dengan plastik yang biasanya berakhir sebagai kantong sampah, tote bag memiliki nilai guna yang lebih tinggi. Jika didesain dengan baik, tote bag bisa digunakan untuk banyak hal seperti tas untuk ke kantor, kampus atau mall. Karena tampilannya yang menarik, tote bag bisa berperan sebagai media promosi dan branding.

Satu tote bag bisa dijadikan tas belanja berulang kali, sehingga bisa mengurangi jumlah kantong plastik. Dengan begitu, penggunaan tote bag lebih ramah lingkungan dibanding menggunakan plastik.

Kantong plastik dan tote bag sama-sama bisa dihias dengan desain unik dan keren. Tapi tote bag sedikit lebih unggul, karena tidak mudah sobek sehingga lebih awet digunakan. Selain itu, tote bag juga cocok sebagai kemasan berbagai produk bisnis Anda.

Jika umumnya plastik hanya dipakai satu kali kemudian dibuang, beda halnya dengan tote bag. Tote bag dengan bahan kanvas termasuk yang paling kuat. Karakteristik bahan kanvas yang berserat dan tidak mudah putus membuat tote bag kanvas banyak dijadikan tas belanja swalayan atau supermarket.

Secara bentuk, kantong plastik dan tote bag memang mirip dan sama-sama memiliki fungsi untuk membawa barang. Yang berbeda adalah karakteristiknya, tote bag yang biasanya terbuat dari bahan kanvas lebih awet karena tidak mudah sobek. Sedangkan kantong plastik, mudah sobek jika dipaksakan membawa barang yang terlalu banyak.

Tas Belanja Daur Ulang Disediakan Jadi Pengganti Kantong Plastik | tas spunbond



"Jika konsumsen tidak membawa tas atau kantong plastik sendiri maka akan dikenakan biaya tambahan Rp 200 untuk satu kantong plastik. Saran kami memang sebaiknya menggunkan tas belanja dari bahan daur ulang, memang dari segi harga mahal namun keuntungannya bisa digunakan berkali-kali," ujarnya.

Sedangkan Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya, Solihin mengatakan, konsumen yang menginginkan kantong plastik belanja nantinya akan diarahkan untuk membeli tas belanja dari bahan daur ulang agar bisa digunakan berkali-kali.

"Penjualan dari plastik berbayar ini nantinya akan dipakai untuk mendukung program lingkungan hidup, selain itu selama ini Hypermart juga sudah menggunkan plastik yang ramah lingkungan. Selain kantong plastik kita juga menyediakan tas belanja daur ulang dengan harga terjangkau," ujarnya.

Sementara itu Store Manager Hypermart Lippo Plaza Jakabaring, Theresia Minggu (21/2) mengatakan, sebagai retailer Hypermart menyambut baik dan mendukung program pemerintah dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik.

Selain kantong plastik peritel juga menyediakan tas belanja dengan harga yang bervariasi dimasing-masing ritel dengan range harga mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 50 ribu.

Harga satu kantong plastik baik kecil maupun besar satunya Rp 200 per kantong plastik.

Diet Kantung Plastik, Tas Belanja Ini Jadi Incaran Pembeli di Instagram | tas spunbond



Sepertinya, item tersebut sudah langsung laris diburu para ibu rumah tangga. Berdasarkan pantauan Wolipop, beberapa penjual mengatakan jika item ini sudah sold out dan membuka sistem pre order (PO).

Semenjak pemberlakuan bayaran terhadap kantung plastik, bermunculan para penjual yang mencoba menawaran tas seperti ini. Di Instagram, sejumlah online shop juga mulai banyak menyediakan produk serupa. Umumnya item tersebut diunggah dengan tanda pagar #tasbelanja. Tas itu ditawarkan dengan berbagai harga, mulai dari Rp 250 ribuan hingga Rp 400 ribuan.

Produk yang bisa dikenakan berulang kali tersebut terdiri dalam empat tas berbeda warna. Keempatnya direkatkan dengan velcro sehingga praktis dibawa. Ketika sudah selesai membayar barang belanjaan, yang perlu Anda lakukan adalah melebarkan tas-tas itu dalam trolley. Ketika terbuka, Anda tinggal memasukan produk-produk sesuai dengan kategorinya. Setelah selesai, Anda bisa melepaskan perekat tas untuk dibawa seperti biasa.

Trolley Bags ini didesain oleh kreator asal Irlandia bernama Paul Doyle.  Terinspirasi kebijakan pajak pada kantung plastik yang pertama kali berlaku di negara Paul mulai 2002, wajar saja jika ia mengerti tantangan yang dihadapi para pembelanja di keseharian. Produk tersebut pun awalnya diikutkan dalam sebuah program yang memperkenalkan para pencipta barang-barang inovatif pada tahun 2010. Semenjak itu, Trolley Bags laris dicari para pembelanja dan dipasarkan ke luar negera.

Jika Anda menginginkan kantung yang lebih praktis, Trolley Bags pun bisa dijadikan solusinya. Produk tersebut sudah cukup dikenal sebagai pengganti kantung plastik kala membeli barang-barang di pasar swalayan. Item itu terdiri dari beberapa tote bag yang direkatkan dan bisa dilebarkan dalam trolley sehingga disebut trolley bags.

Untuk Anda ingin ikut andil dalam menjaga lingkungan, sediakan saja sendiri beberapa tas dari rumah. Sejak beberapa waktu lalu, sejumlah pasar swalayan juga banyak menawarkan tote bag ramah lingkungan untuk menampung belanjaan. Kantung tersebut umumnya dihadirkan dengan berbagai corak dan logo swalayan.

 Mulai Minggu, (21/2/2016) kemarin sejumlah supermarket sudah memberlakukan bayaran Rp 200 untuk satu kantung plastik. Langkah tersebut dilakukan demi mengurangi sampah plastik yang dinilai mencemari lingkungan. Meski tidak terlalu memberatkan, sejumlah orang terutama ibu rumah tangga tengah mencari alternatif pengganti wadah belanjaan agar hemat dan sebagai dukungan dalam pelestarian alam.








Kamis, 13 Juli 2017

Pabrik Plastik Minta Insentif

Peminat kantong plastik ramah lingkungan tidak banyak | tas spunbond


tas spunbond


“Dari awal bulan, kami sudah memberlakukan untuk penukaran kantong plastik. Bagi pengunjung yang sudah membawa kantong plastik, bisa diberikan ke Superindo dan akan mendapat potongan sebesar Rp100 per kantong. Selain itu, kita selalu menawarkan kardus atau tas Go Green terlebih dahulu. Penawaran kantong plastik menjadi pilihan terakhir,” ujar Isnaini.

Sedangkan di sejumlah minimarket, mereka masih memberikan kantong plastik secara gratis kepada konsumen. Petugas kasir toko modern bersangkutan mangaku belum menerima pemberitahuan atau pengumuman kapan dimulainya plastik berbayar. 

“Sebenarnya sedikit kurang setuju. Karena pastinya tidak ada persiapan kantong plastik terlebih dahulu. Kalau tiap belanja harus beli kantong plastik, ya boros,” terangnya.

Kemarin, sejumlah ritel mulai menerapkan plastik berbayar. Kepala Kasir Superindo Ronggowarsito, Isnaini Puji Lestari mengungkapkan, kebijakan tersebut diterapkan sejak Minggu (21/2) dan mereka juga sudah lama menyediakan tas Go Green yang bisa dipakai berulang kali.

kantong plastik itu ke tempatnya belanja dan memilih membawa tas sendiri dari rumah.

Berbeda dengan Retno, konsumen ritel lainnya Aris Muzahiri sedikit keberatan kebijakan kantong plastik berbayar. Selama ini dia terbiasa mendapatkan kantong plastik gratis ketika berbelanja.

Sekadar informasi, per hari, pabrik plastik yang sudah berdiri sejak 30 tahun lalu ini mendistribusikan sedikitnya 30 karung kantong plastik ke wilayah Solo dan sekitarnya.

Kebijakan kantong plastik berbayar mendapat respons beragam dari masyarakat. Salah seorang pelanggan ritel terkenal di Solo, Retno Pramitha sangat setuju dengan adanya program tersebut.

Tentang kantong plastik ramah lingkungan, Dani mengungkapkan, pihaknya ikut memproduksi plastik tersebut. Plastik jenis ini diminati rumah sakit dan pabrik-pabrik besar yang membutuhkan kantong plastik sampah.

Persoalannya, peminat kantong plastik ramah lingkungan tidak banyak. Sehingga pabriknya hanya memproduksi jika ada orderan. “Harganya juga lebih mahal daripada kantong plastik biasa,” ungkap dia.

“Imbal balik yang diberikan pemerintah berupa apa? Kalau ada insentif kan kami bisa agak berpikir mau jalan bagaimana, ngaturnya seperti apa?” ungkap dia kemarin.

Lagi pula, lanjut dia, nominal Rp200 per kantong plastik yang dibebankan kepada konsumen kurang memberi daya tekan mengurangi penggunaan kantong plastik. “Jadi rasanya belum solutif,” tambah Dani.

Staf personalia Rajawali Plastik Dani mempertanyakan apakah kebijakan plastik berbayar Rp200 per kantong plastik tersebut diikuti dengan pemberian insentif untuk pengusaha atau tidak. Sebab, jika hanya memberlakukan kebijakan tanpa memberikan insentif, diakui Dani cukup sulit.

Uji coba kantong plastik berbayar di 22 kota dan 1 provinsi membuat penguasaha plastik di Kota Bengawan ketir-ketir. Mereka khawatir terjadi penurunan permintaan yang otomatis berdampak pada omzet.

Karena kantong plastik sisa belanjaan di rumahnya semakin menumpuk. Retno berinisiatif mengembalikan kantong plastik itu ke tempatnya belanja dan memilih membawa tas sendiri dari rumah.

Kantong Kresek Alfamart | tas spunbond



Tentang kapan orang mendambakan makalah tentang Kantong Kresek Alfamart pastinya amat bermacam. Sebab sebagian orang membutuhkannya tergesa-gesa, akan tetapi terdapat juga yang tiada terlalu tergesa2. 

Apapun alasannya, di sini anda bisa memperhatikan tulisan tersebut secara bebas. Kakak tidak perlu mengeluarkan ongkos, kecuali jaringan internet dan PLN. 

Apalagi selain makalah Kantong Kresek Alfamart, anda juga boleh melongok beragam koleksi makalah berbeda yang terkait. Tidak berlebihan jika separuh netizen lama menjelajah situs yg ini. Jika berhasrat mengkontak pengarang, langsung aja chat di angka yang telah dipajang.

Sayangnya dengan terpaksa harus kita informasikan bahwasanya informasi ini tiadalah komplit. Masih ada beberapa perihal yang perlu kita-kita benahi terlebih dahulu supaya memberikan gambaran lengkap bagi kamu. Data yang ada pun belum lengkap supaya membuat informasi terpercaya dan menyenangkan untuk dikau.

Kantong Kresek Alfamart merupakan tulisan yg mana barangkali sedang kakak cari. Amatlah normal, sebab Kantong Kresek Alfamart merupakan pengetahuan yg amat penting supaya diketahui. Selain kamu, barangkali terdapat bejibun netizen yang juga memerlukan informasi yg ini. Kita ingin, makalah singkat ini dapat bermanfaat bagi kamu. Jangan lupa agar sampeyan memberi input seputar Kantong Kresek Alfamart di bawah tulisan ini.

Jakarta ketua umum asosiasi pengusaha ritel indonesiaaprindoroy n. mande menyatakan, para pelaku usaha ritel sangat mendukung uji coba penggunaan kantong. 

Berita dan foto terbaru tentang alfamart semuanya ada di tribun timur. sabtu, april 2017cari. kini kantong kresek berbayar rp 200 di alfamidi pangkep Jual beli vsonic uu2 earbuds di lapak kantong kresek - kantongkresek. 

Menjual headphone - the vsonic uu2 earbuds is the first earbuds made by vsonic. 

Cetak kantong plastik, kantong plastik, printing plastik, sablon plastik, shopping bag, polybag, laundry bag, kantong kresek, supermarket bag, supplier plastik. Di mana program tersebut adalah diet kantong plastik. pos ini dipublikasikan di berita dan tag alasan kantong kresek berbayar, alfamart, alfamidi, ceriamart, Plastik kresekindonetwork.co.iddutaplastik kami bergerak di dalam bidang jasa shoping bag cetak kantong plastik plastik softhandle printing plastik. 

Daftar produk kantong plastik dari duta plastik printing kami bergerak di bidangjasa. hd singlet kresek cocok untuk supermarket, alfamart, indomaret.

Kantong kresek. plastik merupakan. hd singlet kresek cocok untuk supermarket, alfamart, indomaret, restauran, superindo, apotik, toko baju , dll Sy pelanggan alfamart tetapi malam ini 10 aug 2016 sy terus terang kecewa dengan alfamart karna. udah gitu parahnya gak di kasih kantong kresek. apa iya. Kalian masih inget kan peraturan kantong kresek berbayar rp. 200,- gue ingat banget alfamart yang pertama kali mengusung peraturan tersebut, dan gue yakin ada.


Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Sudah Berakhir? | tas spunbond



Menurut Roy, situasi seperti akan berlangsung sampai KLHK mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) terkait kebijakan ini, bukan hanya sekedar SE. Hingga saat ini permen tersebut tak kunjung terbit. Padahal sebelumnya ditargetkan Permen tersebut terbit pada akhir Juni.

"(Mengikuti mekanisme pemda) ‎dari para peritel tidak didukung bisnisnya oleh pemda. Ini kan soal keberlangsungan usaha kita. Bahkan ada Pemda yang ingin meniadakan kantong plastik‎, itu di Banjarmasin. Ini membuat kita bingung. Peritel melihat secara situasional di daerahnya masing-masing," kata dia.

‎Oleh sebab itu, saat ini asosiasi menyerahkan penerapan kebijakan plastik berbayar ini kepada masing-masing peritel. Alhasil, kini ada peritel yang memutuskan menggratiskan kantong plastiknya, tapi ada juga yang tetap mengenakan biaya sebagai barang dagangan, dan ada yang mengikuti mekanisme Pemda.

"Begitu keluar SE kedua itu, isinya mencengangkan kami. Sebelumnya harga itu kan Rp 200 sebagai harga terendah dan kantong plastik ini jadikan barang dagangan. SE kedua harga diserahkan atas dasar kewenangan Pemda. Ini membuat situasi jadi membingungkan. Kok jadi begini, ini tidak melalui audiensi dengan kami," lanjut dia.

Namun SE kedua KLHK mengagetkan para pengusaha ritel. Itu karena dalam SE lanjutan mekanisme kebijakan plastik berbayar diserahkan pada pemda. Padahal sejak awal peritel tidak setuju jika mekanisme tersebut dan lebih memilih mekanisme diserahkan pada kesepakatan peritel.

"Kita menjalankan sesuatu sesuai dengan apa yang di SE pemerintah. Yang pertama itu sudah berakhir pada 31 Mei. Setelah itu kita sempat pertanyakan kelanjutannya. ‎Sehingga muncul SE kedua pada 8 Juni, itu satu minggu setelah berakhirnya SE pertama berakhir. Saat itu ada peritel yang ambil langkah untuk menggratiskan kantong plastiknya," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu (13/7/2016).

Ketua Umum Aprindo Roy N Mandey mengatakan pada SE KLHK yang pertama, uji coba penerapan kantong plastik berbayar hanya berlaku hingga 31 Mei 2016. Kemudian SE kedua baru diterbitkan KLHK pada 8 Juni 2016.

Hal ini seiring keluarnya surat edaran (SE) kedua dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyatakan mekanisme penerapan kebijakan tersebut diserahkan pada masing-masing pemerintah daerah.

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan kebijakan kantong plastik berbayar saat ini diserahkan ke masing-masing peritel modern di Indonesia.

Oleh karena itu, per 1 Juni 2016, ritel modern anggota Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) kembali memberikan kantong plastik GRATIS yang ramah lingkungan (oxydegradable) kepada konsumen.

Seturut kesepakatan antara Aprindo dengan bupati/wali kota, di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri, program kantong plastik berbayar hanya berlaku 21 Februari hingga 31 Mei 2016. 

Sekedar info utk kawan2 yang berbelanja di supermarket atau minimarket, bahwa: KANTONG PLASTIK SUDAH TIDAK LAGI BERBAYAR.

"Ini sampai tak ada permen yang katanya akhir Juni. Tapi karena ada Lebaran katanya akhir Juli atau Agustus. Kita diharapkan Permen-nya kita diikutsertakan. Ini kembali lagi bagaimana dinamika seperti ini diredam, supaya ke depan kebijakan ini bisa berjalan lebih mulus," tandas dia.