Tampilkan postingan dengan label spunbond indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label spunbond indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Desember 2017

Tas Aceh Terlaris di Pameran Harganas

Kerajinan khas Aceh | spunbond indonesia


spunbond indonesia


Untuk itu, sambung M Yani, ke depan perlu dukungan lebih besar lagi dari pemerintah daerah dan stakeholder lain. Tujuannya, agar produk kerajinan tersebut makin berkembang baik dari segi corak dan bentuk, serta kualitasnya. “Sehingga hasil kerajinan tangan dari Aceh makin dikenal di Nusantara dan bahkan internasional,” ungkap M Yani didampingi Kabid Advokasi, Penggerakan, dan Informasi (Adpin) BKKBN Aceh, Faridah Abubabakar SE MM.

Kemarin , Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Dr dr M Yani MKes PKK juga mengatakan dengan tingginya permintaan terhadap hasil kerajinan Aceh pada acara seperti Harganas, merupakan bukti bahwa produk industri kecil dan industri rumah tangga masyarakat Aceh sudah bisa bersaing dan mempunyai daya jual di tingkat nasional.

Dalam upaya membangun keluarga yang sejahtera, tambah Puan, pemerintah juga terus menambah anggaran untuk program keluarga harapan (PKH). Di akhir sambutannya, Menteri Puan berdialog dan mengajukan pertanyaan kepada peserta acara itu. Mereka yang bisa menjawab pertanyaan diberikan hadiah sepeda.

Sementara Menko PMK, Puan Maharani mengatakan pembangunan manusia Indonesia yang berkualitas merupakan fokus pemerintah di samping pembangunan infrastruktur. “Untuk itu, mari kita bangun semangat hidup sehat dengan cara perilaku hidup empat sehat lima sempurna. Hal itu harus kita sosialisasikan melalui pos-pos kesehatan dan sekolah,” ungkap Puan Maharani.

“Masalah kependudukan makin banyak baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Karena itu, mari kita jadikan Harganas ini sebagai momen untuk mengatasi masalah tersebut. Mari kita bangun karakter keluarga yang berlandaskan ideologi pancasila menuju revolusi mental ke arah yang lebih baik,” ajak Surya.

Kepala BKKN Pusat, dr Surya Chandra Surapaty MPH PhD selaku Ketua Umum Panitia Harganas 2017 dalam laporannya antara lain menjelaskan tentang rangkaian acara dalam rangka Harganas tahun ini.

Delegasi BKKBN Aceh, Sabtu (15/7) pagi juga mengikuti puncak acara Harganas XXIV yang dipusatkan di PKOR Way Halim, Bandar Lampung. Acara itu dihadiri Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo, Gubernur dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, M Ridho Ficardo dan Yustin Ridho Ficardo, gubernur dan bupati/wali kota dari sejumlah provinsi, serta tamu undangan lainnya.

Kerajinan khas Aceh yang dipamerkan pada acara tersebut antara lain kain bordiran, peci, sarung dan mukena, selendang, serta tas. Sedangkan makanan, yaitu kue bhoi, kopi gayo, dan telur asin. “Dari semua barang yang kita pamerkan, tas motif Aceh paling laris. Bahkan, semua tas yang kita bawa habis terjual,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Dr dr M Yani MKes PKK, kemarin.

Stan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh pada Pameran dan Gelar Dagang dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim, Bandar Lampung, 12-15 Juli 2017, memamerkan dan menjual berbagai jenis kerajinan dan makanan khas Aceh. Dari sejumlah barang tersebut, tas motif Aceh merupakan barang terlaris atau paling diminati pengunjung.

Bahan Tas Ini Pas buat Mahasiswi Lho | spunbond indonesia



"Bahan lain yang bisa dipakai, menurut saya, tas bahan linen. Kalau mau, pakai tas model tote bag (tas jinjing) dari bahan linen tebal. Nanti look busananya akan lebih casual dan cocok untuk anak muda, apalagi mahasiswi," pungkas Elma.

Bahan linen ialah kain yang terbuat dari serat alami. Serat linen terbuat dari serat tumbuhan rami. Saat ini kain linen sedang naik daun karena kain ini memiliki sifat yang tahan terhadap bakteri dan jamur.

Selain bahan denim, ada lagi nih tas yang dirasa Elma Faricha pas untuk menemani aktivitas akademik kamu. Yaitu tas berbahan linen. Apa itu? 

"Kalau saran saya, pakai tas berbahan denim. Pertama, kuat. Trus kalau dari sisi mode, tas bahan denim ini longlasting," kata desainer kelahiran 1996 itu. 

Nah, bahan tas denim, menurut Elma, cocok dipakai mahasiswi karena bahan ini kuat. Selain itu, di dunia mode, bahan denim tergolong fashion item yang abadi alias bisa dipakai sepanjang masa. 

Oh ya, denim sering disandingkan dengan jeans. Padahal, keduanya berbeda lho. Jadi, jeans adalah celana yang terbuat dari bahan denim. Sedangkan denim adalah nama bahan yang bisa digunakan untuk berbagai produk pakaian mulai dari kemeja, rok, celana, tas, sepatu, dan lainnya. 

Desainer asal Malang Elma Faricha menyarankan agar mengenakan tas berbahan denim. Denim merupakan nama sebuah bahan atau kain.

Apa saja bahan tas yang disarankan pengamat mode sekaligus desainer asal Malang? Yuk simak tips memilih tas di bawah ini. 

Tas berbahan apa yang pas dipakai saat beraktivitas di kampus? Tidak hanya modis, bahan tas ini juga mempunyai banyak kelebihan lho.

Wisata Belanja Kerajinan Khas Suku Black Hmong, Suvenir Unik untuk Dibawa Pulang | spunbond indonesia



Cuma karena saya pernah mendengar kalau pewarnanya mudah luntur saya pun tak jadi beli selimut ataupun rok.

Berbagai macam barang yang cocok dijadikan oleh - oleh juga ditawarkan di Cat Cat village. Seperti syal yang harganya 60.000 Dong atau sekitar Rp30.000, rok ala Black Hmong (100.000 Dong atau Rp50.000) dan juga selimut. Berbagai barang yang terbuat dari kain ini diwarna dengan tehnik celup.

Karena tertarik dengan perhiasan yang dijejerkan di depan rumah, saya pun ikut melihatnya. Ternyata ia menjual perhiasan seperti gelang dan gelang kaki yang katanya terbuat dari perak. Harganya pun murah. Hanya 50.000 Dong atau sekitar Rp25.000 untuk 1 gelang perak cantik. Karena suka gelangnya saya jadi beli deh. Meski ragu juga apakah itu perak beneran atau tidak.

Setelah beberapa saat melihat - lihat kios, pilihan saya jatuh ke kios yang menjual topi ala suku Black Hmong. Topi dari kain kasar ini bentuknya mirip dengan peci. Cuma bedanya warnanya hitam dan sebagian dihiasi kain etnik. Penjual menawarkan harga 100.000 Dong atau sekitar Rp50.000 per topi. Tapi saya tawar. Akhirnya saya cuma perlu bayar 50.000 Dong atau sekitar Rp25.000

Kios lainnya menjual barang - barang yang lebih menarik. Seperti tas kain dan kaos. Karena tas kainnya mirip dengan tas kain yang biasa dijual di Thailand saya tak jadi beli. Di sebelah kios ini ada tas tangan lain yang cantik, dihiasi manik - manik dan bunga mawar. Coraknya terkesan etnik dan orisinal.

Salah satu yang paling banyak saya jumpai adalah toko yang menjual pakaian adat Black Hmong. Pakaian adat mereka unik, terbagi dua antara atasan dan bawahan, penuh warna dan kadang dengan manik - manik. Sekilas pakaian adat Black Hmong ini mengingatkan saya akan pakaian adat Mongolia. Karena tak ingin membeli dan tak mau dimarahi penjual akhirnya saya lewati saja toko - toko ini.

Saat mengunjungi Cat Cat village, salah satu desa tradisional di Sa Pa beberapa hari lalu saya menjumpai banyak kios kerajinan tangan dan cinderamata dijual di sepanjang jalan. Hal ini wajar karena Cat Cat village merupakan desa wisata yang paling terkenal di Sa Pa. Sebagian penjual adalah etnis Vietnam, namun banyak juga suku Black Hmong yang menawari saya kerajinan tangan.

BANYAK hal bisa dilakukan saat traveling ke kota pegunungan Sa Pa yang berada di perbatasan Vietnam - Tiongkok. Trekking, hiking, mengunjungi desa tradisional hingga belanja. Bukan sekedar belanja biasa karena disini dijual kerajinan tangan dan cinderamata buatan suku minoritas Vietnam. Tentunya suvenir ini cuma bisa ditemukan di Sa Pa.




Rabu, 04 Oktober 2017

Kurangi Plastik, Dinas Perdagangan Purwakarta Siapkan Green Produk

Kantung kertas green produk solusi pengganti kantung plastik | spunbond indonesia

spunbond indonesia



"Targetnya kan pengurangan sampah plastik, sementara dasar hukumnya belum diterima oleh pemerintah di daerah. Sementara, gerak laju perekonomian tidak bisa ditentukan, sekalipun dalam hal ini pemakaian kantong plastik dalam ukuran besar," pungkas Iis.

Kabid Perdagangan Diskop, UMKM, Perindag Purwakarta Iis Sri Sugiharti menilai, masyarakat Indonesia saat ini belum memiliki kesadaran khususnya dalam melakukan pemilahan sampah. Khususnya kantong plastik, sejauh ini masih menjadi kebutuhan yang tak bisa dipisahkan dari aktifitas perdagangan. Perlu ada aturan yang mendasari, dan solusi lain sebagai pengganti terbaik dari kantong plastik tersebut.

"Semisal menggunakan daun jati, daun pisang, daun jagung, dan beberapa bahan lain yang mudah terurai oleh tanah. Pada prinsipnya, kami menginginkan ada pola tertentu saat kebijakan pengurangan plastik, dengan menyiapkan sarana lain. Semisal jika kantong plasti mesti dikurangi, berarti ada pengganti yang lebih baik dari kantong plastik," kata Nizar.

Senada disampaikan Kabid UMKM, Diskop, UMKM Perindag Purwakarta Muhammad Nizar. Menurutnya, untuk memasyarakatkan konsumen cerdas dan bisnis ramah lingkungan perlu dilakukan dari sisi perubahan kebiasaan. Bahkan pihaknya sedang memikirkan bagaimana caranya melakukan pengemasan produk dengan bahan-bahan tradisional.

"Dalam rangka green produk, pemasayaakatan prdoduk hijau. Dengan program ini, kami yakin masyarakat bisa mengurangi penggunaan kantong plastik secara perlahan dan sukarela," ungkap Tedi.

Demikian halnya, konsumen diberikan gratis bilamana membutuhkan kantong sejenis di pelaku UMKM. Di samping program palstik berbayar yang belum bisa dilaksanakan, pihaknya menginginkan hal itu tetap dijalankan karena pandangan sosial ekonomi. Penyediaan kantong kertas itu sendiri, baru bisa menjangkau ke sektor UKM belum merabah pasar, minimarket dan pedagang umum.

"Sudah mendahului dengan kantung kertas green produk. Saat ini kami memfasilitasi para pelaku UMKM, kedepan masyarakat bisa membuat sendiri, ini bahannya mudah terurai oleh tanah dan bisa digunakan oleh masyarakat untuk berbelanja," tambah Tedi.

Kabid Industri Diskop, UMKM, Perindag Purwakarta Tedi Kustiadi menambahkan, pihaknya sudah jauh-jauh hari memulai inovasi green produk dalam rangka melakukan pengemasan produk ramah lingkungan. Salah satunya, dengan penyediaan kantung kertas oleh-oleh yang mudah didaur ulang oleh alam kurang dari sebulan.

"Walaupun Purwakarta tidak menjadi pilot project, dari awal kami akan mencoba dengan mempersiapkan kebijakan ke arah sana, minimal ada imbauan dan ada pengurangan sampah plastik. Sejauh ini masih di sektor UMKM, sudah dimulai dengan penggunaan kantong terbuat dari kertas. Kami upayakan imbauan ini juga diberlakukan di sektor usaha lain mulai di pasar tradisional, minimarket dan usaha-usaha lainnya," kata Syahrul, Rabu (24/2/2016). 

Kepala Diskop, UMKM, Perindag Purwakarta M Syahrul Koswara menurutkan, terkait kampanye plasti berbayar, Kabupaten Purwakarta tidak masuk pada pilot project pengurangan produktifitas penggunaan kantong plastik. Sekalipun tidak berbayar, pihaknya menekan penggunaan kantong plastik masyarakat berkurang.

Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop, UMKM, Perindag) Kabupaten Purwakarta mulai akan melakukan imbauan soal pengurangan jumlah pemakaian plastik. Mula-mulai, leading sektor perdagangan ini akan menyisir pelaku UMKM, pedagang di pasar dan pelaku minimarket. Meski sejauh ini Purwakarta tidak dijadikan pilot project soal kebijakan pengurangan kantong plastik atau kantong plastik berbayar, namun hal ini akan tetap dilakukan.


3 Hari Diet Kantong Plastik, Ini Keberatan Konsumen ke Aprindo | spunbond indonesia


“Kami masih mencari solusi sebagai pengganti (kantong plastik) yang murah dan sesuai dengan konsumen. Yang dipentingkan kesadaran kita bersama,” kata Tutum.

Sejak Minggu, 21 Februari 2016 kemarin Pemerintah Daerah Jakarta memberlakukan ‘diet’ kantong plastik. Hal itu sesuai dengan Perda DKI Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Toko-toko diwajibkan menyediakan kantong plastik ramah lingkungan.

Saat ini, kata Tutum, Aprindo masih mencari solusi sebagai pengganti kantong plastik yang murah dan sesuai dengan keinginan konsumen. Dia mengajak semua masyarakat menggalakkan kampanye diet kantong plastik.

Aprindo berharap harga kantong plastik di toko-toko seluruh Indonesia bisa dibuat sama. Pasalnya jika berbeda akan menimbulkan keributan. “Jika harganya beda, nanti bisa ribut. Mekanisme kami dengan komputerisasi. Apa tidak kacau kalau beda. Jangan diganggu sistem perdagangan kami,” kata Tutum.

“Kita pilih minimal Rp 200. Kita sementara walaupun pilihan kita belum tepat, kita tidak ingin membebani masyarakat dulu,” kata Tutum.

Menurut Tutum, soal harga kantong plastik sebesar Rp 200 itu sifatnya sementara. Anggota Aprindo hingga kini belum sepakat mengenai harga kantong plastik. Hal itu dikarenakan ukuran kantong plastik bermacam-macam, sehingga diambil harga tengah yakni Rp 200. Intinya Aprindo tak mau membebani masyarakat dulu.

Tak semua pelanggan keberatan dengan diberlakukannya ‘diet’ kantong plastik ini. Ada juga yang menganggap wajar konsumen harus membeli kantong plastik.

“Kalau ada konsumen menggebrak, saya minta kasir memberi (kantong plastik). Tolong dijelaskan hak kantong plastik dicabut. Kalau mereka mau harus bayar,” kata Tutum.

Ada juga konsumen yang keberatan membayar kantong plastik dengan harga Rp 200 per lembar. Mereka menganggap kantong plastik itu adalah hak konsumen. Kepada anggotanya, Aprindo menganjurkan agar petugas kasir memberikan penjelasan kepada konsumen. Namun jika mereka memaksa, kasir diminta untuk memberikan saja.

“Saat ini banyak hal muncul di lapangan. Hal wajar, butuh sosialisasi panjang. Keberatan konsumen, jadi muncul (pertanyaan) ke mana uangnya? Nah, uang itu sebagai modal kami lagi. Kantong tidak dibebankan lagi ke kami. Ini sudah menjadi barang terpisah,” kata Tutum dalam konferensi pers di VIP Room Bebek Bengil Epicentrum Walk, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2016).

Toko-toko di Jakarta mulai diwajibkan menerapkan kantong plastik berbayar. Saat ini konsumen harus membayar jika ingin menggunakan kantong plastik saat berbelanja. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan di 3 hari masa percobaan ini pihaknya masih sering mendapatkan komplain dari pelanggan.

Bioplastik Buatan Avani Jadi Solusi Masalah Plastik Dunia | spunbond indonesia



Publikasi di jurnal Science menyebutkan, pada 2010 saja dunia menghasilkan plastik sebanyak 12 juta ton. Indonesia tercatat sebagai penghasil sampah plastik terbesar kedua setelah China dengan 1,8 juta ton per tahun. Jika hal ini terus terjadi, bumi jadi planet yang dipenuhi plastik. Kajian Universitas Georgia yang dirilis tahun lalu menemukan bahwa lautan di Indonesia adalah perairan kedua di dunia yang menyimpan sampah plastik terbanyak.

“Bayangkan jika setiap hari tiap warga Indonesia yang jumlahnya 250 juta menggunakan satu sedotan plastik sepanjang 20 cm dan langsung membuangnya. Sedotan-sedotan ini bila direntangkan bisa mencapai 5.000 kilometer, atau setara jarak Jakarta-Sydney,” ungkap Kevin.

Dijelaskan Kevin, gagasan untuk menciptakan produk-produk biodegradable berawal ketika ia melihat perubahan drastis yang terjadi pada pantai-pantai di Bali yang penuh dengan sampah. Tidak hanya di permukaan, plastik-plastik yang dibuang juga berada di bawah permukaan laut.

Sejatinya, bioplastik bukan hal yang baru. Sejak 1990, perusahaan di Eropa sudah memroduksi bioplastik dari jagung dan serat bunga matahari. “Namun memroduksi bioplastik dari bahan-bahan ini biayanya relatif mahal,” kata Kevin.

Hebatnya, produk-produk Avani seperti bioplastik bisa larut secara instan dalam air hanya dengan menggunakan air panas. Di dalam air dingin, bioplastik ini akan menjadi lunak dan kemudian berubah menjadi karbondioksida, air dan biomassa dalam hitungan beberapa bulan secara alami.

“Teknologinya mungkin tidak baru, tetapi ada satu keunggulan yang kami banggakan yaitu produk kami sudah lulus toxicity test sehingga aman jika terkonsumsi oleh hewan laut,” klaim Kevin bangga.

Nah, diklaim Kevin, produk bioplastik buatan Avani aman dan tidak beracun. Sebab, produk bioplastik Avani bahannya berasal dari singkong, yang bisa menjadi sumber daya yang baik untuk produk-produk biodegradable. Dan, pastinya, produk itu dihasilkan melalui proses riset dan pengembangan yang cukup lama.

Bahkan produk ini sering tidak terdaur ulang seperti klaim awalnya, yang pada akhirnya menghasilkan kematian bagi ribuan makhluk laut dan berbahaya jika dikonsumsi manusia,” pungkasnya.

Menurut Kevin, saat ini banyak produk bioplastik yang dipasarkan sebagai produk “ramah lingkungan” namun tidak memberikan keuntungan kepada lingkungan. Kantong plastik yang bisa didaur ulang seringkali menghasilkan residu beracun yang membuatnya berbahaya untuk kehidupan laut dan tanaman.

“Festival ini menjadi ajang strategis, tidak hanya bagi pembangunan reputasi industri kreatif Indonesia, namun juga kesempatan bagi kita untuk membangun kesadaran tentang isu-isu global terkini seperti polusi plastik yang sudah menjadi epidemi,” ujar Kevin Kumala, Chief Green Officer Avani.

Perusahan eco-technology asal Bali, Avani terpilih mewakili Indonesia di festival industri kreatif South by South West (SXSW) yang diadakan di Austin, Texas pada 10-19 Maret 2017. Di sana, Avani menampilkan solusi bagi masalah plastik dunia, yaitu melalui produk biodegradable yang aman.




Minggu, 09 Juli 2017

Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar Telah Digugat

Kantong plastik adalah sumber sampah yang tidak dapat diurai bumi | spunbond indonesia




Setiap konsumen yang memerlukan kantong plastik untuk setiap pembelian barang, dikenai kewajiban membeli kantong plastik seharga minimal Rp 200 per kantong. Bahkan, untuk Kota
Balikpapan, ditetapkan Rp 1.500 perkantong plastik. Baru-baru ini, YLKI menyuarakan agar harga minimal menjadi Rp 1.000 perkantong plastik.

Kantong plastik berbayar ini telah berlaku sejak tanggal 21 Februari 2016, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Surat edaran ini lahir dari pertemuan dengan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dan Assosiasi Pengusaha Ritel Seluruh Indonesia (APRINDO), yang diberlakukan selama 6 bulan dengan masa evaluasi berkala 3 bulan sekali.

Para penggugat berharap, MA menyatakan surat edaran tidak sah dan pemerintah menerbitkan kembali aturan yang jauh lebih efektif dan kongkret untuk mencegah dampak yang disebabkan oleh kantong plastik.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah jelas menyatakan kantong plastik adalah sumber sampah yang tidak dapat diurai bumi dan memiliki kontribusi 14% dari total jumlah sampah di Indonesia.

Selain itu, surat edaran kantong plastik berbayar juga dianggap bertentangan dengan Pasal 1320 KUH Perdata. Hal ini karena barang yang mencemari lingkungan seharusnya tidak boleh diperjualbelikan, termasuk kantong plastik.

"Selayaknya penyerahan kunci dari bangunan dalam hal kebendaan saja," ujar Aqil.

Kantong plastik itu pun dianggap bagian yang tidak terpisahkan dari kewajiban penjual.

Dalam pasal yang dimaksud, negara menjamin kewajiban sang penjual untuk menyerahkan kebendaan secara nyata dan utuh kepada tiap pembeli.

Selain Aqil, ada pula delapan advokat lainnya, yakni Ronny Asril, Harry Syahputra, Wibisono Oedoyo, Endang Suparta, Abdul Lukman Hakim, Muhammad Irfan Elhadi, Suwirman Sikumbang dan Roni Saputra.

"Surat Edaran bertentangan dengan Pasal 612 KUH Perdata. Oleh sebab itu, kami gugat ke MA," ujar salah satu advokat yang menggugat, Mohammad Aqil lewat keterangan persnya, Selasa (19/4/2016).

Sejumlah advokat menggugat Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 tentang Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar ke Mahkamah Agung (MA). Gugatan telah dilayangkan lewat Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (18/4/2016).

Mengurangi Penggunaan Tas Plastik | spunbond indonesia



Sedangkan langkah yang kedua adalah “Reuse” atau penggunaan kembali. Penggunaan kardus-kardus tersebut adalah langkah yang sangat tepat karena memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai. Sebelumnya kardus-kardus tersebut berakhir di tempat sampah, padahal sebagai sebuah supermarket, Superindo mempunyai banyak sekali kardus sisa packaging berbagai macam produk.

Walaupun tidak menggunakan design paperbag tetapi penggunaan kardus bekas yang memang bisa dipakai ulang, dapat dilakukan demi mengurangi jumlah sampah.

Cara ini cukup efektif karena dengan menggunakan kardus bekas, Superindo sudah melakukan dua langkah dalam Waste Management Hierarchy atau yang biasa yang dikenal dengan 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Langkah pertama yang sudah dilakukan oleh Superindo adalah “Reduce” atau pengurangan. Penggunaan kardus bekas dapat menggurangi penggunaan plastik khususnya tas kresek plastik dan secara otomatis juga dapat mengurangi sampah plastik.

Di setiap ujung meja kasir Superindo terdapat sebuah stiker yang menganjurkan para pembeli untuk menggunakan kardus bekas dan tidak menggunakan tas plastik/ kresek. Kasir juga secara aktif selalu menanyakan kesediaan pembeli untuk menggunakan kardus bekas.

Supermarket Superindo memberikan solusi yang cukup unik dan layak untuk ditiru oleh supermarket yang lain.

Menghentikan penggunaan plastik saat ini memang masih belum bisa kita lakukan, tetapi membatasi penggunaan plastik sangat bisa kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Lihat saja apa yang sudah dilakukan oleh Superindo.

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa plastik merupakan salah satu kontributor aktif dalam sampah domestik atau rumah tangga. Hampir semua barang-barang rumah tangga dibungkus atau di tempatkan dalam wadah plastik sekali pakai. 

Padahal plastik merupakan komponen yang sama sekali tidak ramah lingkungan karena dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa didaur ulang.

Berikut artikel tentang supermarket yang menggunakan tas kertas. Walaupun tidak menggunakan paperbag design tetapi usaha mereka dalam menekan jumlah penggunaan plastik patut diacungi jempol. Semoga saja penggunaan paper bags design bisa bertambah di supermarket Indonesia.

Dengan paper bags design kita dapat mengurangi global warming, karena dengan penggunaan custom paperbag maka kadar karbon di atmosfer dapat berkurang. Jika tidak menggunakan tas kertas atau design paper bag maka proses pembuatan ataupun pembakaran dari tas plastik dapat menambah kadar karbon di atmosfer. Maka dari itu penggunaan paper bag design sangat disarankan.

Paper bag design yang unik bisa menambah gaya. Desain paper bag dapat memberikan kesan “tidak biasa” dalam penggunaannya. Inilah mengapa pengguna paper bags akan terlihat unik dan trendy.

Desain custom paperbag tak kalah gaya dengan tas plastik. Dan jangan kuatir, paper bags custom ini kuat dan tahan lama. Paper bags pun di desain secara unik, bahkan bisa di bilang design paperbag lebih bagus daripada tas plastik.

Plastik menjadi masalah yang sangat serius untuk saat ini. Tas kertas ataupun paperbag custom merupakan pilihan yang baik untuk mendukung pengurangan sampah plastik. Paperbag custom ini merupakan tas kertas yang di desain dengan unik sehingga terlihat menarik. Penggunaan custom paper bag sudah banyak tersebar. Paper bags custom juga digunakan tidak hanya di rumah tangga, melainkan di supermarket.


Surabaya Siap Terapkan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar | spunbond indonesia



Musdiq menegaskan bahwa target bebas sampah di tahun 2020 akan dapat terwujud bila seluruh elemen masyarakat mendukung upaya pengurangan sampah dengan mengurangi penggunaan kantong plastik.

“Target terakhir ya Indonesia, bagaimana kota-kota itu masyarakatnya sudah tidak menggunakan kantong plastik lagi, cuma itu kan ya memang harus bertahap, target akhirnya tetap itu. Selain jangka panjang kita ini kan ada grand design tahun 2020 kita bebas sampah,” jelas Musdiq Ali Suhudi.

Khalid menambahkan, dengan berkurangnya sampah plastik yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir, Kota Surabaya diyakini akan terbebas dari sampah. Hal ini tidak lepas dari pengelolaan sampah di rumah tangga, hingga pemanfaatan sampah di TPA menjadi energi listrik.

“Semua sampah model apa saja nanti yang masuk di TPA nanti akan menjadi listrik. Dan residunya tidak boleh lebih dari delapanpersen. Sekarang memanfaatkan sampah yang sudah ada, dan itu diambil gas metannya, dan gas metannya itu PLN sudah membeli kepada kita,” lanjutnya.

Makin meringankan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan sebagainya, dan lingkungan mesti jelas bersih. Artinya plastik ini yang dibuang yang tidak bisa digunakan lagi, sebenarnya plastik itu bisa digunakan lagi semuanya, cuma karena nilai ekonomisnya terlalu rendah, sehingga orang yang pemulung dan sebagainya, yang mendaur ulang atau pun bukan pemulung juga yang sudah melakukan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) itu tidak mau,” kata Khalid Buchori.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Khalid Buchori mengungkapkan, aturan pembatasan penggunaan kantong plastik dengan kantong plastik berbayar diyakini akan mampu mengurangi volume sampah plastik yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah.

“Kalau bicara sanksi berarti harus ada aturan, harus ada Perda, harus ada Perwali atau apa, bah itu yang akan diatur sebenarnya. Sebenarnya Surabaya sudah punya dasar itu Perda Pengolahan Sampah tahun 2014, sudah ada dasar itu yang bisa dipakai, artinya tinggal sekarang bagaimana membuat Perwalinya aja,” kata Hermawan Some, Koordinator Komunitas Nol Sampah.

Koordinator Komunitas Nol Sampah, Hermawan Some mengatakan, penerapan aturan pembatasan penggunaan kantong plastik diyakini akan efektif mengurangi volume sampah di suatu kota hingga 70 persen.

Hermawan menegaskan, pengusaha pasar modern dapat terkena sanksi bila mengabaikan kebijakan itu, karena tidak mendukung upaya pemerintah mengatasi persoalan sampah.

Pemerintah Kota Surabaya menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah pusat itu, untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang mencapai 30 persen dari seluruh volume sampah di Kota Surabaya. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan, implementasi kebijakan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik akan didukung, dengan Peraturan Walikota maupun Peraturan Daerah.

“Sambil menunggu peraturan dari Kementerian (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) yang lebih detil terkait dengan implementasi, misalnya harga atau sanksi dan sebagainya, kita juga sedang menyiapkan aturan dalam bentuk Perwali (Peraturan Walikota), tapi kita smabil menunggu nanti aturan yang lebih detil dari Kementerian pusat,” kata Musdiq Ali Suhudi, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bertekad mengurangi volume sampah yang ada di lingkungan masyarakat, dengan mengeluarkan kebijakan pembatasan penggunaan kantong plastik di pasar-pasar modern di Indonesia. Masyarakat yang berbelanja di pasar modern akan dikenai sejumlah biaya bila meminta kantong plastik sebagai wadah barang belanjaan.

Sebulan sebelum Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari, sebagai bentuk keprihatinan terhadap peristiwa runtuhnya timbunan sampah di TPA Leuwigajah, Bandung pada 2005 yang menewaskan 143 orang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Januari 2016 mengeluarkan Surat Edaran mengenai pengurangan penggunaan kantong plastik. Upaya itu dilakukan dengan memberlakukan kebijakan kantong plastik berbayar di pasar-pasar modern.